
...PANIK...
Disisi lain, Valdis yang baru terbangun dan sadar dari malam panjang nya segera berjalan dengan langkah yang gontai dan kepala yang masih berdenyut-denyut beserta kesadaran yang belum pulih sepenuh nya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Clara masih belum sadarkan diri di karena kelelahan saat mempimpin dengan buas permainan ber*cinta kedua nya.
satu jam berlalu, Valdis menghabiskan waktu selama itu di dalam kamar mandi sembari memikirkan kegilaan nya bercinta tadi malam, rasanya benar-benar nikmat hingga sekarang kenikmatan itu masih terasa dan ingin rasa nya ia kembali meng*en*jot Clara akan tetapi seperti nya wanitan itu masih belum terbangun dari tidur nya.
Setelah Valdis menyelesaikan segala yang berhubungan dengan ritual mandi nya, barulah ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 20:30 Wib malam dan membuka handphone nya terlihat ada lima puluh lima panggilan tidak terjawab dari ibu nya Valensia.
"Apa aku tertidur selama itu.??" tanya Valdis heran, ia baru sadar kalau diri nya tertidur hampir dua puluh empat jam.
Seolah tidak ingin mempermasalahkan kenapa ia bisa tertidur seharian penuh hingga malam tiba setelah ber*inta dengan Clara yang juga semalam penuh, ia lebih memilih untuk mengisi perut nya yang sudah sangat kelaparan. padahal jika di pikir-pikir setau nya selama apapun kedua nya melakukan penyatuan tetap saja ia tidak akan tertidur salama ini.
*
*
*
"Kita sudah sampai" kata Tanaka ia langsung melepaskan tangan sang ibu untuk membuka pintu mobil pada orang tua nya lalu setelah orang tua nya keluar dari mobil, ia membuka bagasi dan membawa semua koper ke dalam rumah.
"Akhir nya kita sampai juga" kata Valensia dan beberapa wanita.
Sedangkan Valr hanya berdiri mematung dengan tatapan yang lebih dingin dari sebelum nya, seakan ia segera berlawanan dengan raja iblis dan berniat untuk langsung melenyapkan si raja iblis agar tidak ada kejahatan lagi yang terjadi di muka bumi ini.
__ADS_1
Loren yang dulu nya merawat Valdis dan Sofia yang dulu nya merawat Tanaka telah berada disini bersama keluarga tuan Hul, ke dua wanita ini adalah babysitter yang selalu dengan baik merawat ke dua putra Valr dan Valensia hingga mereka masuk ke bangku sekolah dasar dan saat ini mereka berdua diberikan waktu untuk datang jauh-jauh melihat wajah tampan anak yang pernah mereka asuh.
Kedua nya hanya bisa diam mematung baik Loren maupun Sofia, mereka memilih untuk tidak bertanya dan tenang saja karena sampai saat ini tidak mengetahui kenapa dan mengapa mereka bisa berada di Nias tanpa tau apa-apa.
Ceklek.. pintu terbuka dan semua nya di persilahkan masuk menuju ruang tamu dan alangkah kaget nya Tanaka, Valensia, Loren dan Sofia melihat betapa banyak nya tentara yang berdiri tegap di dalam rumah ini khusus nya di depan pintu kamar Tanaka dan ke kepanikan Valensia semakin besar ketika melihat seragam lengkap di sertai dengan senjata lengkap di tubuh sang prajurit.
Ya.. Li Qin memang di masukkan di dalam kamar Tanaka karena para pasukan khusus iblis rimba merasa ini adalah kamar yang aman yang di tempati oleh Li Qin sementara waktu dan sesuai instruksi dari boss karena keselamatan Li Qin adalah tujuan dan fokus utama mereka semua. Dan untuk berjaga-jaga mana tau ketika mereka pergi dan Valdis sadar Li Qin telah berhasil keluar, ia pasti pergi mencari wanita itu dan tentu saja membuka seluruh ruangan yang ada di rumah ini kecuali ruangan Tanaka ia tidak akan pernah berani, karena itu pilihan membawa Li Qin dirawat secara pribadi dan intensif si kamar Tanaka yang luas adalah benar.
"Ada apa ini.? kalian akan berpersng dengan siapa sampai di dalam rumah yang aman kalian bersenjata lengkap" tanya Tanaka kepada seluruh tentara yang juga adalah anggota nya, satupun tidak ada yang berniat menjawab semua hanya memilih diam mematung bagaikan robot.
"Apa yang terjadi.?" kata Valensia menimpali lagi dan tidak ada yang berniat menjawab
tung.. tung.. tung.. di dalam kamar terdengar dengan sangat jelas suara bedside monitor atau alat yang memiliki parameter yang komplek dan berfungsi untuk memonitor vital sign pasien, berupa detak jantung, nadi, tekanan darah, temperatur bentuk pulsa jantung secara terus menerus dan secara realtime yang telah di pasangkan pada Li Qin.
"Si..si..siapa yang sedang koma di dakam kamar mu Tanaka ?" jawab Valensia dengan air mata yang berhasil membasahi pipi
"Tuhan selamatkan lah ke dua putra ku dan satu putri ku, semoga mereka tidak ada di dalam kamar itu" kata Valensia, ia berdoa sekencang-kencang nya dalam hati menuntut Tuhan untuk segera melindungi lagi, lagi dan lagi ke tiga putra dan putri nya.
"Apa kalian tuli hingga tidak mau menjawab pertanyaan ku.?" tanya Tanaka dengan geram psda anggota nya.
"Mereka tidak akan menjawab mu" semua mata tertuju pada perkataan Vano, bahwa semua anggota yang berdiri tidak akan bisa menjawab perkataan dari siapapun.
"kenapa.?" tanya Loren baru berani bicara
__ADS_1
"Karena mereka mendapatkan perintah untuk tidak boleh bicara dan menjawab pertanyaan apapun hingga tugas selesai.
"Aku paham" jawab Tanaka sedangkan Ucok dan Bambang hanya diam saja tanpa ada niat mencampuri urusan dan teka-teki yang sedang di buat oleh keluarga ini.
"Apakah di dalam ada *******.? sampai kalian berpakaian serba lengkap.?" tanya Valensia dengan sesegukan dan Valr hanya diam saja.
"Valr, apakah kau masih membiarkan anak dan istri mu terus bertanya hingga memekkan telinga pendengar setia seperti ku.?" tanya Vano dengan alis ysng sudah naik sebelah. "Seperti nya tidak mungkin, kau juga pasti lelah dengan pertanyaan mereka" sambung Vano
"Apapun yang kalian lihat di dalam, berjanjilah untuk mengontrol diri" kata Valr yang di angguki dengan cepat oleh Tanaka, Valensia, Loren dan juga Sofia. ke empat nya sudah seperti anak kecil yang akan diberi jajan hingga mengangguk berkali-kali.
"Buka pintu nya" perintah Valr pada anggota yang bertugas untuk membuka dan nenutup pintu.
"Siap, laksanakan" jawab anggota itu
Sedangkan di lantai bawah yang paling dasar Valdis yang baru saja menyelesaikan ritual makan nya tiba-tiba di kagetkan dengan sebuah pesan yang mengatakan "apa kabar tuan mafia, bagaimana keadaan mu setelah semua klan mafia terhebat mu di lenyapkan.?" pesan itu spontan membuat mata Valdis membola besar, ia mengumpat ketika mendapati semua cctv yang ia pasang di gedung tua tempat para klan nya berkumpul tidak bisa dilihat dan panggilan telepon nya terabaikan.
"kita menunggu seseorang dulu" kata Valr, pada semua orang dan pintu yang sudah sedikit terbuka itu di tutup kembali.
*
*
*
__ADS_1
"momy...." Teriak Valdis dengan ke kagetan nya yang begitu luar biasa.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye