
...TUBUH KU MAU...
Dilangkah pertama sepertinya Valdi berhasil untuk pura - pura tidak mengenal diri Li Qin. namun, dipermainan kedua ia sepertinya dijebak oleh aturan main nya sendiri. tinggal seatap bersama dengan Li Qin tanpa sebuah status apa - apa adalah hal diluar ekspetasi dan realita yang ia harapkan.
Mengendalikan diri dengan menekan kebawa hawa ***** serta keinginan hati untuk tidak menyentuh seujung jaripun adalah kegagalan teknis dalam perencanaan yang tidak terduga, seperti saat ini Valdi tidak mampu menahan gejolak didadanya yang membuat dirinya tanpa sadar mencium kening Li Qin.
"yasudah, aku pergi dulu" kata Valdi dan segera mencium kening Li Qin, hal ini benar - benar membuat Li Qin mabuk kepayang serta kalang kabut.
kedua mata Li Qin melotot keluar dari tempat normalnya, bibirnya menganga lebar, wajahnya langsung memucat hingga sekujur tubuhnya dingin bagaikan es. sesaat ia berdiri tidak mampu bergerak ataupun menoleh, Li Qin berusaha sadar dari ciuman pertama dikeningnya.
"Oh my God.!" kata Li Qin, untuk saat ini hanya kalimat itu yang dia bisa ungkapkan.
Sedangkan Valdi masih berdiri dengan satu tangan dalam sakunya seakan belum membuat dosa apapun dan terus menatap Li Qin yang masih tegang dengan wajah datarnya yang penuh hawa dingin dan 15 menit kemudian ia pergi meninggalkan Li Qin yang masih terpaku.
.
.
.
"apa kabar mu" kata Valdi dan dimatanya bersinar kasih sayang dan pengharapan pada wanita cantik yang sedang terbaring lemah berada tepat didepan matanya.
"aku baik - baik saja" kata wanita itu dengan nada bicara yang lemah.
Didalam kamar berwarna serba putih itu yang dihiasi dengan banyak koleksi foto yang terpajang di dinding dan diatas meja berjajar foto seorang ayah dan dua anak muda. satu wanita dan satunya lagi pria dan sangat jelas bahwa lelaki itu sudah tiada.
Flash back On
"Tanaka, jaga Vini untuk ku" kata ayah Roger
"baik om, aku akan menjamin keselamatan dan perlindungan untuk Vini" jawab Valdi
"kamu tidak harus berdiri disisinya dan menemaninya hingga tertidur, yang Om mau. berjanjilah dia bisa bangun dari ranjang ini dan pastikan bahwa, saat waktunya tiba dia berada pada orang yang tepat" kata Om Roger
"aku berjanji, ini janji seorang prajurit" kata Valdi dengan mengangkat satu tangan dan menaruhnya didada.
Flash back Off
Valdi menatap penuh seluruh foto dengan tatapan kosong penuh kesedihan, serasa di Dunia ini ia kehilangan harta yang begitu berharga dan tidak bisa lagi ia dapatkan untuk sisa waktunya.
"Bukankah ia tidak akan bisa kembali lagi.?" kata wanita yang sedang terbaring
"Vini, berjuanglah dan berhenti menjadi wanita malas yang kerjanya tidur terus menerus" kata Valdi
"Tanaka, aku masih mau kamu menggendongku setiap waktu dan menungguku selesai dimandikan" kata Vini
"kalau kamu sembuh, aku bisa menggendong mu ketaman yang luas dan keselamatan mu aman ditempat itu" jawab Valdi
"bisakah ketika aku sembuh kamu terus berada disisiku.?" tanya Vini
"aku akan terus bersama mu hingga saat aku bisa menemukan orang yang tepat berada disisimu siang dan malam" jawab Valdi
__ADS_1
"tidak bisakah kamu saja yang ku pilih jadi orang yang tepat untuk berada disisiku siang dan malam.?" kata Vini
"tentu, selama kamu belum jadi milik orang lain" kata Valdi dan mengukir senyum paling menawan yang dimiliki para lelaki.
"permisi tuan Tanaka, nona muda tidak mau makan nasi dan obat sejak kemarin. dia selalu merengek hanya akan makan dan minum dengan tuan saja" kata perawat.
"kamu ternyata bandel selama aku tidak datang kesini" kata Valdi sambil menarik hidung mancung milik Vini dan Valdi segera mengambil mangkok berisikan bubur untuk Vini.
"Aku sudah bilang Tanaka bahwa kamu hanya diizinkan tidak menemuiku selama dua hari dan selebihnya hari mu adalah milikku" kata Vini sambil makan dengan disuapi oleh Valdi.
"tuan sebentar lagi dokter akan memeriksa nona" kata perawat
"baiklah, cepat makan bubur dan obat mu" kata Valdi
"sus, apa ada perkembangan sejak dokter baru itu mengobati Vini.?" tanya Valdi
"ada tuan tapi, nona sepertinya benci dengan dokter baru itu" jawab Perawat
"benci.? kenapa.?" tanya Valdi menatap Vini
"dia benci karna aku jauh lebih menggoda darinya" tiba - tiba suara yang tidak asing lagi terdengan dari pintu kamar.
"ckk.! enak saja" jawab Vini
"Li Qin.?" kata Valdi
"silahkan masuk dok" kata perawat
"jangan ambil hati dengan semua tingkah gadis yang manja ini dokter Li" kata Valdi
"baiklah, kurasa kalian perlu bicara. untuk saat ini semua normal hanya saja kita perlu terapi agar ia segera berjalan dengan normal" kata Li Qin dan segera keluar.
Vini yang cemas dengan tatapan Valdi yang berbeda terhadap Li Qin langsung menyerang Valdi dengan pertanyaan dan tampak jelas aura tak menyenangkan dari Vini, hingga langsung menginterogasi ada hubungan apa Valsi dengan dokter Li Qin.
"kamu ada hubungan apa dengan dokter Li Qin" tanya Vini
"kami berteman sejak kecil di Lombok, bahkan aku pernah membuat luka sobek dikepalanya." kata Valdi dengan senyuman dan melanjutkan ceritanya.
Valdi juga mengklaim kalau dia dan Li Qin baru bertemu hari ini tapi sayang Li Qin tidak mengingatnya karna dia amnesia sejak kecelakaan saat kuliah. hal itu membuat Vini sedikit lega karna Li Qin tidak mengenal masa lalunya dengan Valdi.
Lama waktu berlalu nyonya Roger memanggil Valdi dan menceritakan semua kejadian beberapa hari ini saat ia membawa Vini untuk berjemur, Ibunya Vini mengaku bahwa anak nya dibuli tetangga dan hal itu begitu melukai hati Vini juga ibunya.
Sebenarnya Vini anak gadis yang baik dan penurut Walaupun ayahnya sudah tiada. tapi sebulan sebelum kematian tuan Roger sebuah kecelakaan yang tiba - tiba saja tanpa tabrakan membuat Vini tidak bisa menggunakan dua kaki serta satu tangan kirinya untuk bergerak hingga saat ini.
dan segala upaya telah dilakukan hasilnya nihil tapi, begitu ia dirawat oleh Li Qin dalam beberapa hari ini. satu per satu perkembangan dan kesembuhan Vini berada pada titik bahwa ia pasti kembali normal..
.
.
.
__ADS_1
Rumah Sakit Gunungsitoli
Li Qin dan beberapa tim dokter lainnya memeriksa kondisi sersan Ucok, tentara yang menyelamatkan Li Qin saat penyerangan dan Valdi juga ada disana menjenguk sersan Ucok. melihat Valdi berdiri dengan gagah serta wajah datarnya yang dipenuhi hawa dingin membuat Li Qin agak canggung saat dia harus maju untuk mempresentasikan tentang riwayat dan perkembangan kondisi pasien pada Dokter kepala. yang mana perkembangan pemulihannya cukup baik
"permisi pak, kondisi pasien saat ini sangat baik" kata Li Qin denga gugup karna, dikepalanya berputar seribu adegan ciuman yang dilakukan Valdi padanya beberapa hari yang lalu.
"apa kalian tidak saling kenal.?" tanya Direktur
"kami saling kenal tapi, saat ini saya sedang dinas dan saya harus menghargainya apa lagi dengan seragam kebesarannya" jawab Li Qin dan diangguki oleh yang lain.
Malam hari tiba rasanya Li Qin harus pulang dengan jalan kali dan tanpa sengaja bertemu Valdi yang mengajakknya untuk kembali pulang kerumah bersama - sama.
"apa kamu tidak tidur seharian.?" tanya Li Qin
"aku tidak butuh tidur" jawab Valdi tegas
"apa kamu mengalami insomnia.?" tanya Li Qin dan diangguki oleh Valdi.
"Saat Valdi berkata kalau dia tidak butuh tidur, Li Qin meyakini bahwa
"ingat di tubuh setiap penderita insomnia, hidup sebuah jiwa kecil penuh lubang" kata Li Qin dengan jelas tepat sasaran juga membuat Valdi termenung Tapi, dengan cepat dia berubah sikap seperti sedia kala.
"dasar dokter sok pinter" jawab Valdi sambil mengacaukan rambut Li Qin yang tergerai panjang dan indah meski tidak si cuci selama sebulan penuh.
"kamu mau menanyakan sesuatu.?" kata Valdi
"iya, kenapa kamu mencium ku.?" tanya Li Qin terus terang
"anggap saja waktu itu kita berkencan" jawab Valdi santai dengan tatapan nya yang dingin.
"saya sendiri bukan orang semacam itu yang bisa saja menganggap semua hal gampang, aku malu dengan ciuman pertama dari mu dikeningku dan hatiku merasa ingin sekali marah tapi, tubuhku mau menerima segalanya dari mu" kata Li Qin semakin berterus terang
"lalu kamu suka yang seperti apa.?" tanya Valdi yang mulai berada diawan tujuh bidadari mendengar ucapan Li Qin, seakan ada sinyal bahwa dirinya di izinkan masuk mengisi ruang kosong dihati Li Qin.
"aku suka kesederhanaan dan keterbukaan, jika ciuman itu penuh arti harusnya tidak perlu berbohong. ingat aku sedang mencari dan mengumpulkan pecahan - pecahan kecil dari masa lalu ku"
HALLO LEADER🙏
Selamat pagi, siang, sore ataupun malam. thor menyapa dari pagi hingga malam karna lagi delay jadi Author tidak bisa memastikan jam terbitnya🤭
Author mau klarifikasi ni😉 buat kamu yang berpendapat bahwa kisah baru dari cerita ini mirip drama My dear Guardian, Pelindung, Penjaga hati, Cinta mati, Kisah Cinta Tentara korea, Dots😊
Kalian semua bebas berpendapat ya sayang - sayang ku, mungkin serupa tapi tidak sama atau sama namun tidak serupa. tapi, perlu saya tekan kan bahwa untuk nama tokoh wanita LI QIN ini sebenarnya permintaan dari beberapa leader yang PC dan memaksa nama harus Li Qin. begitu juga dengan tokoh VALDI, mereka memaksa agar nama diganti dengan TANAKA.
Jadi mohon teliti dan pahami saat membaca sampai akhir kisah ya sayang - sayang ku😍 jangan dulu, merasa ini kisah dari Drama di TV💕💕
BAGAIMANA KISAH SELANJUTNYA.?
BUKANKAH INI TERLIHAT MENARIK.?
IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE❤ YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK NOVELTOON MU & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN🙏
__ADS_1