TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 277


__ADS_3

...FIRASAT BURUK...


Menurut Leo, informasi yang di gali oleh bawahan nya masih kurang akurat dan tidak benar 100%. ia merasa informasi itu masih tidak memuaskan telinga nya dan ada seperti sebuah dialog yang penuh rekayasa di dalam nya hingga, ia kembali memerintahkan Roy untuk kembali menggali informasi yang lebih terpercaya dan akurat lagi.


"Pergilah dan temukan informasi yang akurat untuk kau laporkan pada ku, itupun jika kau masih mau bertemu dengan istri mu dan menemani nya melahirkan." ucap Leo


"Tuan, itu bukan istri ku dan aku hanya menyelamatkan nya saja malam itu ketika suami nya menyiksa wanita itu saat hamil" kata Roy, ia merasa telah di fitnah oleh tuan nya sendiri.


"Kau selesaikan saja tugas ini dalam waktu dekat dan lagi, ada berapa banyak nyawa mu yang kau bawa pag ini. hingga kau berani melayangkan protes pada ku.?" tanya Leo dan itu membuat Roy langsung keringat dingin, ia baru menyadari bahwa telah mengusik raja maut.


Merasa ia perlu melindungi diri, Roy memutuskan untuk pergi setelah pamit pada Leo. "Sudah waktu nya saya untuk permisi dulu tuan" kata Roy, ia kini telah membawa bahaya dalam hidup nya.


"Pergilah sebelum nyawa mu berakhir sia-sia di tangan ku pagi ini" ketus Leo yang sebetul nya hanya ancaman gurauan saja, ia tidak pernah meyakiti Roy dan justru terus melindungi seluruh keluarga Roy sekalipun hanya Roy yang bekerja padanya.


Leo adalah lelaki yang cukup tau diri dalam membalas budi para anggota nya, salah satu nya Roy adalah satu-satu nya bawahan yang pekerjaan nya dilakukan secara tulus penuh kesetiaan dan rela mengorbankan nyawa nya demi melindungi sang tuan, sedikitpun tidak pernah berkhianat pada nya selama bekerja bertahun-tahun. Leo, selalu menjadikan Roy tidak hanya sebagai bawahan melainkan sebagai keluarga hingga ia harus bertanggung jawab untuk keselamatan dan kelangsungan hidup keluarga Roy.


*


*

__ADS_1


*


"Aduh" keluh Prof, yang sejak tadi lidah nya terluka karena tergigit tanpa sebab oleh gigi nya sendiri.


"Ada apa pa.? seperti nya sejak tadi papa gelisah dan menjerit terus" kata Laura yang khawatir melihat sang ayah dengan tissu yang terdapat bercak darah.


"Entalah.. Tapi, papa merasakan sesuatu yang buruk telah dekat" kata prof yang sedang melap darah pada lidah nya yang sudah ia gigit berkali-kali.


"Laura rasa Itu hanya firasat buruk papa saja karena telah lama bekerja tanpa beristrahat yang cukup" jelas Laura, mencoba menenangkan ayah kesayangan nya itu.


"Papa merasa juga seperti nya begitu" jawab prof yang juga merasakan kelelahan di sekujur tubuh nya.


"Bagaimana kalau papa tidur dulu saja, sekalipun ini masih pagi karena papa butuh banyak waktu untuk istrahat di usia yang seperti ini" jelas Laura pada ayah nya dan membawa sang ayah berjalan ke arah kamar dengan meninggalkan semua pelerjaan di laboratorium mini milik nya, yang telah di sediakan oleh Tanaka dengan sangat sempurna.


"Kalau aku tidak perhatian lalu pada siapa lagi aku harus memberikan perhatian ku.?" tanya Laura dengan seringai tulus di bibir nya.


"Ya.. ya.. ya.. kau benar putri ku" jawab Prof hingga ia menghela nafas panjang dengan raut wajah yang berubah sedih "maaf kan papa putri ku, papa belum bisa melindungi mu dengan benar kali ini" kata prof dengan penyesalan


"Papa bicara apa.? bukan kah sejak dulu papa sedang berjuang melindungi kami hingga saat ini, kita semua selamat dan berkumpul tanpa ada yang berani menyentuh kita dan itu juga berkat perjuangan papa yang telah mendidik Li Qin dan ia kini menjadi malaikat penolong pada kita. Coba kalau papa tidak kenal dia dan tidak menjadikan dia sebagai anak kesayangan papa, apa masih mungkin kita berada dalam perlindungan keluarga besar Hul terutama Tanaka tanpa ada nya bantuan dari Li Qin.?" tanya Laura heran pada ayah nya.

__ADS_1


"Kamu memang benar, kita tidak boleh melupakan jasa mereka semua. Hanya saja kamu tidak bisa bergaul dengan anak-anak seusia mu karena tuntutan menyembunyikan diri dalam ruangan ini, kamu kehilangan masa muda yang seharus nya saat ini kamu bebas dengan pilihan mu dalam mengembangkan karier mu" kata prof menundukkan diri, wajah nya penuh dengan penyesalan.


"Pa, aku tidak keberatan sama sekali dan lagi pula keselamatan ku jauh lebih utama ketimbang karier ku dan di dalam ini juga aku belajar dalam meracik ramuan dan belajar hal-hal lain nya. Aku tidak mau jadi anak egois yang mementingkan pergaulan diluar dan bahaya bisa datang padaku kapan saja, hal itu juga bisa membuat kalian bersedih karena itu aku tidak mau. Aku hanya akan keluar saat ada hal urgent saja, Selebih nya aku akan berdiam disini untuk melihat dunia melalui televisi dan cerita Li Qin saja" jelas Laura panjang lebar pada ayah nya dan itu merupakan jawaban yang sesungguh nya daru hati wanita muda ini.


"kau memang benar-benar anak perempuan ku yang pengertian" puji Prof lalu memeluk putri nya dengan penuh rasa sayang.


"sekarang papa tidurlah, aku tidak mau menjadi alasan untuk papa tidak istrahat" kata Laura lalu diangguki oleh prof.


Malam hari nya Laura dan Li Qin berada di ruang tamu untuk menonton televisi, mereka berdua sambil berbincang-bincang ringan tentang bagaimana pekerjaan Li Qin hari ini di rumah sakit. Setelah Li Qin menceritakan semua nya tentang kegiatan nya hari ini, barulah Laura merasakan tenang seperti sebelum nya ketika mereka bercerita.


"Laura, apakah kau tidak berniat sesekali untuk pergi bersamaku di tempat kerja.?" tanya Li Qin dengan serius.


"Aku takut akan mengganggu pekerjaan mu" tolak Laura dengan tulus


"Kau bukan anak bayi yang bisa jadi pengganggu, bilang saja kau takut keluar karena takut akan ada bahaya" ketus Lu Qin dan hal itu di senyumi oleh Laura.


"Pergilah nak, sesekali jika kau merasakan bosan berada disini. kau juga harus tau daerah sini dan pergilah berbelanja keperluan mu walaupun hanya kau gunakan dalam rumah ini, lagi pula selama kalian tidak kemana-mana berjalan jauh. mami yakin, kalian akan berada dalam zona aman tanpa ada bahaya yang menghampiri" jelas nyonya Alex yang tidak sengaka menguping pembicaraan ke dua nya.


"Dan lagi, ditempat ku ada dokter specialis mata yang sangat tampan. aku yakin kau akan terpesona melihat nya pada pandangan pertama, dia dokter baru di rumah sakit tempat ku bekerja dan dokter yang sangat humble pada semua rekan juga pasien nya" jelas Li Qin dan entah kenapa mendengar itu jiwa-jiwa muda nya meloncat keluar.

__ADS_1


"ehmm.. lebih tampan mana Tanaka dengan dia ?" tanya Laura tepat pada sasaran yang membuat Li Qin melirik tajam.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2