
...KRITIS DAN KOMA...
Baik Laura dan Li Qin hari ini mempunyai pikiran dan membayangkan sesuatu yang berada diluar nalar manusia normal pada umum nya akan tetapi, sejenak Li Qin tanpa sadar telah melupakan beberapa hal yang membuat ia khawatir dan sedih meskipun lubuk hati nya jelas terluka dan penuh khawatir.
Dua bulan kembali berlalu dari waktu ke waktu, hari ke hari, minggu ke minggu hingga bulan ke bulan dan selama dua bulan juga Li Qin tidak mengetahui kabar berita dari Tanaka. Semua berlalu begitu saja tanpa sebuah informasi dari Tanaka, tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan seluruh tim apakah dalam keadaan sehat atau justru sebalik nya.
Hal itu di ketahui sejak Valdis menelusuri dan mencari tau bagaimana kondisi Tanaka bahkan, panglima TNI belum bisa memastikan kondisi para pasukan yang telah ia kirim untuk berperang melawan para perompak yang kembali menjajah sebagian masyarakat Indonesia di pelosok paling terpencil, tertinggal dan tidak tersentuh oleh pemerintahan RI di Negara Indonesia hingga akhir nya NKRI mengetahui hal itu lalu bertindak untuk melindungi wilayah serta masyarakat pribumi nya.
Ke khawatiran demi kekhawatiran terus menggerogoti hati, pikiran dan mental Li Qin, nyonya Valensia, Valeria dan termasuk tuan Hul. Setiap malam mereka semua selalu berkomunikasi melalui video call untuk bertukar informasi sekalian untuk saling memastikan apakah semua dalam keadaan baik hingga hubungan Li Qin dan Valeria sudah sangat baik, saling menghargai dan begitu akrab satu sama lain.
Malam ini Li Qin berada di dalam kamar Tanaka, setelah diri nya selesai berdoa kepada Tuhan nya untuk meminta muzijat terjadi bagi seluruh keluarga yang bersedih hati dan kesusahan khusus nya berdoa untuk keselamatan Tanaka. Tidak berselang lama setelah memandangi foto Tanaka lalu, memeluk di atas dada nya guna melepaskan rindu barulah ia pun mulai tertidur.
Dan beberapa saat setelah nya, ponsel Li Qin berdering cukup keras bahkan ponsel itu di sambungkan nya pada speaker melalui kabel USB agar ketika Tanaka menelpon bisa segera ia angkat saat diri nya sedang tertidur. "Hallo" kata Li Qin yang baru saja sadar dari kaget nya tanpa membaca nama penelpon terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sayank" ucap seseorang yang merupakan Tanaka, lelaki yang di nanti nantikan oleh Li Qin selama dua bulan dan lelaki itu menelpon tunangan nya dengan menggunakan nomor baru dan mendengar suara yang tidak asing di telinga nya barulah Li Qin menyadari hal itu.
"Bear..?" kata Li Qin tidak percaya namun memanggil Tanaka dengan sebutan sayang nya "sungguh itu kau, Bear.?" tanya Li Qin lagi dan Tanaka pun tertawa terbahak bahak yang membuat Li Qin menjadi heran dan sekaligus yakin bahwa itu murni suara Tanaka, suara lelaki yang selalu ia rindukan setiap waktu "Bear, kamu tertawa kenapa?" tanya Li Qin lagi, yang sudah yakin bahwa itu adalah Tanaka.
"Hahahaha.. apakah setelah ku tinggal selama dua bulan, kamu jadi tidak bisa mengenali ku dan tidak bisa menggunakan ponsel mu dengan benar sayank.?" tanya Tanaka yang masih tertawa cekikikan dan itu terdengar jelas di telinga Li Qin.
"Bear.. aku merindukan mu" jawab Li Qin dengan serius dan mengabaikan perkataan Tanaka tentang menggunakan ponsel dengan benar tanpa mau memikirkan apa maksud dari ucapan Tanaka..
Alih alih merasakan malu yang luar biasa, Li Qin justru hanya merespon biasa "Astagaa.. bisa bisa nya aku sebodoh ini" jawab Li Qin dengan rasa malu, akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena melihat kondisi Tanaka yang tengah terluka "Bear, are you okay bear.?" tanya Li Qin dengan nada penuh kekhawatiran dan saat itu juga air mata nya sukses membasahi pipi nya karena segala rasa sedih, haru, bahagia dan khawatir bersatu padu di hati Li Qin malam ini.
Hikss.. hiksss.. hikss..
"i'm okay honey, jangan risau" jawab Tanaka pada nya ketika melihat Li Qin menangis..
__ADS_1
"Kenapa kamu baru mengabari ku.?" tanya Li Qin di sela sela tangis pilu nya.
"Karena satu hari setelah tiba, tempat kami sudah di bom dan banyak pasukan yang ada di dalam nya tapi beruntung lima menit sebelum pengeboman seluruh pasukan sudah mengetahui adanya tanda tanda ledakan sehingga, semua bisa keluar dengan selamat walaupun dengan beberapa luka tapi aku dan ucok mengalami luka berat selama dua bulan, kami berdua di rawat secara intensif yang jauh dari lokasi untuk pengobatan dan pemuliham." jawab Tanaka dengan sejujur nya..
"Bear.. pakah kamu sedang mengakui bahwa kamu dan Ucok sempat mengalami krisis dan koma.? Dan sekarang kamu baru siuman dari koma.?" tanya Li Qin pada Tanaka dan hal itu diangguki oleh Tanaka karena memang benar selama dua bulan ia dalam keadaan kritis dan juga koma.
"Jangan khawatir, saat ini aku sudah dalam kondisi baik yang baik saja dan tinggal menjalankan beberapa pengobatan serta pemulihan" kata Tanaka dan dalam lubuk hati nya yang paling dalam, ia begitu bahagia akhir nya di berikan waktu untuk merasakan bagaimana menjadi lelaki yang di khawatirkan oleh wanita yang begitu ia cintai.
"Bagaimana bisa kamu tidak berhati hati, bagaimana kalau kamu masih koma dan tidak ada satupun yang tau kabar mu" kata Li Qin masih dengan kekesalan nya.. "Tidak ada satupun yang mengabarkan bahwa kamu dalam kondisi yang baik bahkan papi datang mengunjungi kolonel secara khusus untuk menanyakan kabar seluruh pasukan dan khusus nya kamu, akan tetapi papi mengatakan kalau kolonel tidak mengetahui tentang kalian disana " lanjut Li Qin
Sungguh saat ini Li Qin menceritakan bagaimana khawatir nya seluruh keluarga memikirkan tentang kondisi Tanaka yang tidak ada konfirmasi dan informasi selama dua bulan berada di medan perang, ia juga mengatakan betapa setiap hari ia disiksa oleh sebuah rindu untuk Tanaka.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye
__ADS_1