
...MENEMPEL...
Seperti peribahasa zaman dulu untuk jangan bangunkan macan yang sedang tertidur karena hal itu akan memancing amarah dalam diri seseorang, jika memancing amarah seseorang bisa jadi orang itu dapat membalas lebih dari apa yang kita lakukan terhadapnya melebihi dari yang kita bayangkan.
Begitulah, hal yang terjadi pada Li Qin. ucapan nya membuat sesuatu yang lama tidur dalam tubuh Tanaka terbangun, beda nya Li Qin membangun kan macan tertidur yang bisa membuat Dunia mendesah. sebuah amarah yang bergelora, membakar hingga ke daging-daging dengan deru nafas yang membuat dada sesak hingga naik turun.
Ucapan Li Qin yang begitu polos dari bibir nya membuat sinyal-sinyal asmara dan na*su di tubuh Tanaka bekerja pada waktu serta situasi yang sangat tepat di tambah lagi mendengar pertanyaan dari Li Qin membuat desiran bi*ahi memuncak di ubun-ubun.
"Apa yang bisa kita lakukan di dalam kamar ini?" tanya Li Qin dengan kepolosan yang hakiki, sambil mata nya kembali menelusuri seluruh ruangan dalam kamar besar yang menjadi tempat ternyaman untuk merebahkan tubuh nya yang lelah
Mendengar hal itu, Tanaka seolah tidak membiarkan pertanyaan Li Qin di jawab terlalu lama "Apa kau sungguh bertanya pada ku tentang ini.?" tanya Tanaka kembali dengan isi otak nya yang sudah menyalakan lampu remang-remang dan di penuhi oleh ide-ide kreatif yang sangat cemerlang.
Li Qin mengangguk berkali-kali karena ingin sekali mengetahui jawaban dari Tanaka "Kau sungguh ingin tau jawaban nya.?" tanya Tanaka lagi.
"Tentu, apa kau berfikir aku seperti orang yang tidak mau tau jawaban nya.?" ucap Li Qin kepada Tanaka
"Baiklah dengarkan baik-baik, di dalam kamar ini ada banyak hal yang bisa kita lalukan. kita bisa menonton film romantis, kota bisa mandi bareng, bisa tidur bareng, bisa melakukan sesuatu yang luar biasa berdua" jelas Tanaka
Jlep..... Li Qin menelan ludah nya sendiri, yang begitu kental dan sulit tertelan mendengar perkataan dari Tanaka. pikiran nya yang kadang sempit dan kadang cemerlang menjadi aktif bekerja setelah, ia sadar diri dengan ucapan nya yang membuat Tanaka menjadi punya banyak pilihan.
"Yang mana kau pilih ?" kata Tanaka lagi dengan sorot mata penuh minat.
__ADS_1
"Aaa.??" jawab Li Qin dengan mulut mengaga, ia tidak habis pikir kalau Tanaka memanfaatkan ucapan nya.
"Apa kau memberikan isyarat melalui bibir mu yang terbuka lebar ini.?" kata Tanaka sambil memberikan sapuan dan sentuhan yang lembut di bibir mungil Li Qin.
Sesuatu di rasakan oleh Li Qin hingga bulu kuduk nya merinding, seperti nya benar macan yang tertidur telah ia bangunkan. tapi, ini kacan yang na*su nya tertidur lama hingga ucapan nya saja seketika mampu membangunkan sesuatu dalam diri Tanaka.
Sadar dengan tubuh Tanaka yang mendekat dengan pandangan ke arah bibir nya, ia segera menutup mulut nya hingga ke dua bibir nya tertutup rapat-rapat di tambah dua bola mata sipit nya melotot dengan sangat menggemaskan dan cara nya itu seketika membuat Tanaka tertawa terbahak-bahak hingga menahan perut nya yang tidak sakit.
"Apakah ada yang lucu.?" tanya Li Qin dan Tanaka baru menghentikan tawa nya.
"Tentu, bagaimana.? kau memilih yang bagian mana.?" tanya Tanaka lagi, seolah ia tidak membiarkan waktu terbuang sia-sia
"ehm.. itu, mmm.. seperti nya aku tidak memilih semua nya yang kau sebutkan, mmm.. Aku memilih untuk pergi ke dapur membantu mami saja" kata Li Qin yamg hendak bangun dengan rasa yang begitu malas tapi, ia memaksakan diri untuk tetap bangun karena kondisi dan situasi saat ini benar-benar butuh penyelamatan ekstra.
"Hei.. tuan Hul, apa yang sedang kau lalukan" tanya Li Qin dengan rona merah di kedua pipi dan mata nya benar-benar tidak bisa menatap Tanaka lagi.
"Menurut mu, apa yang bisa ku lakukan dari posisi tubuh kita yang seperti ini.?" tanya Tanaka kembali dan hal itu semakin menambah rona merah di kedua pipi Li Qin.
"Aku tidak tau, tolong lepas kan aku" kata Li Qin gugup lalu ia berusaha mendorong tubuh Tanaka yang sangat kokoh, walau sekuat tenaga ia berusaha tubuh kokoh milik Tanaka tidak bergeral sedikitpun.
Hingga muncul ide cemerlang di otak Tanaka yang melonggarkan pertahanan nya seoalah ia bisa melepaskan pelukan nya pada pinggang ramping Li Qin, dan dengab sekuat tenaga Li Qin dorong tubuh Tanaka hingga ketika Li Qin mendorong dengan kuat spontan tubuh kedua nya jatuh.
__ADS_1
Dengan posisi tubuh Li Qin berada di bawah dan tubuh Tanaka berada menyilang di atas tubuh Li Qin, kedua nya sama-sama bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain dan tidak ada harak untuk ke dua tubuh pasangan yang tidak jelas ikatan hubungan nya dan sedikit saja Tanaka mendorong wajah nya kedepan maka sudah bisa di pastikan kalau bibir nya akan menempel dengan bibir Li Qin.
"Apa yang kau lakukan Tanaka" tanya Li Qin dengan gugup hingga ia memalingkan wajah nya dan kini yang berada di depan mata Tanaka adalah leher jenjang milik Li Qin yang begitu ingin ia jelajahi.
"Aku hanya mengikuti intruksi tangan mu yang menarik tubuh ku, apakah aku salah nona Li Qin" tanya Tanaka dengan suara serak nya dan nafas nya benar-benar masuk kedalam penciuman Li Qin, serta kedua bola mata nya yang menyiratkan bahwa diri nya menuntut sesuatu yang lebih terjadi.
"Kau jangan bermain-main Tanaka, kau sangat berat aku jadi sesak" protes Li Qin yang di lebih-lebihkan oleh nya
"Aku sudah meringankan tubuh ku agar kau tidak sesak dan nyaman tapi, aku seperti nya tidak melihat bahwa kau sesak" kata Tanaka yang membuat wajah Li Qin semakin memerah.
"Tanaka, posisi ini tidak akan baik untuk kita berdua tolong bangunlah" kata Li Qin yang kemudian menetralkan degupan jantung nya.
"Posisi ini sangat baik karena kau yang menarik nya" jawab Tanaka
"Aku hanya menarik pinggang ku dari tangan mu yang melingkar dan kau memanfaatkan nya seolah aku telah menarik mu untuk jatuh di atas tubuh ku" jelas Li Qin, ia tidak terima kalau Tanaka mengatakan yang tidak sesuai.
"Benarkah.?" tanya Tanaka dan Li Qin mengangguk cepat "Tapi, kenapa seperti nya respon tubuh mu berbeda dari ucapan mu.?" tanya Tanaka lagi yang memang posisi saat ini Li Qin yang menahan dada Tanaka dan tangan yang satu nya memeluk tanpa sadar pinggang Tanaka.
"Aaah.. maaf, aku tidak sengaja" Li Qin segera melepaskan tangan nya dan...
CUP..... bibir kedua nya malah saling menempel
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye