TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 140


__ADS_3

PAGI MINGGU DUKA


Jauh dari pandangan mata orang tua dan keluarga yang selalu ada untuk menemani kita bukanlah hal tersulit yang bisa kita lewati dihari pertama perpisahan, namun demi melakukan segala hal untuk membahagiakan orang tua semua prores harus di lewati.


Tidak harus kaya dan di hiasi oleh emas serta berlian mewah dari dasar laut untuk menjadi kebanggaan keluarga, tidak dengan berdiri tinggi dan duduk diatas tahta kebesaran agar mendapat pengakuan dari orang tua. tapi melakukan sesuatu hal yang baik dan benar dengan sungguh - sungguh juga diakui oleh diri sendiri adalah dasar terbaik yang tidak semua anak mampu melakukan nya.


Tidak terasa setelah dua tahun kepergian Valaria, Valdi dan Valdis ketempat tujuan masing - masing dalam menimbah ilmu juga berlibur. Kabar yang kurang baik terdengar di telinga ke tiga anak kembar Valr dan Valensia itu, bahwa Pak Hul kakek kesayangan mereka yang juga orang tua kandung dari Valr. kemarin sedang berjuang melawan penyakit yang sudah di deritanya hingga pagi hari minggu ini pak Hul menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Valr karena ia menolak untuk di bawa ke Rumah sakit.


PERHATIAN : Mohon pengertiannya Leader semua cerita waktunya harus thor percepat agar episode kedepan nya khusus membahas cinta segita antara Valdi dan Valdis namun, sebelumnya thor harus menyelesaikan seluruh cerita Valr dan Valen agar kedepan kita hanya berfokus pada anak nya.


Segala cara dan pengobatan dilakukan Valr dan Valen, hingga keduanya memutuskan untuk menyewa dokter khusus dalam menangani kesehatan pak Hul setiap hari dengan semua kelengkapan alat medis yang terbaik di Lombok dibawa kedalam rumah nya yang mewah bak istana. namun apa daya dokter yang di juluki sebagai tangan Tuhan itu tidak selalu bisa menyelamatkan satu nyawa, karna mereka sama seperti kita punya kemampuan dengan banyak kekurangan serta keterbatasan.


Kemarin saat mentari bersinar ada luka hati dan kesedihan yang tengah bermain diatas panggung kerinduan karna, kepergian tiga anak dan cucu kesayangan Valr, Valen, pak Hul dan bu Riss. kini luka hati harus kembali menggores dada, menembus jantung dengan peluru mematikan yang tidak bisa lagi diselamatkan karna kepergian pak Hul untuk selama - lamanya.


Flashback On


"hikss .. hiks .. hiks .."


Bu Ris, Valen, Ita, mbok Inem dan Vano tengah menangis di dalam kamar besar nan megah, tempat tidur kedua orang tua Valr yang juga mertua Valen. mereka semua berada disisi pak Hul dengan semua alat bantu medis yang menempel di seluruh tubuh hingga jarinya.


"papa bahagia Valr, bisa bersama mu diakhir umur papa. ke inginan papa sejak dulu adalah menutup usia didalam rumah hasil jerih payah mu dan alm. andaikan dia masih hidup. dan bersama dengan cucu - cucu, kesayangan papa." ucap pak Hul dengan nada dan pengucapan yang sulit dipahami namun, mampu dimengerti oleh Valr dan yang lain.


"papa, jangan ngomong seperti itu Valr mau papa harus berjuang. kami butuh papa, Valaria, Valdi dan Valdis butuh papa. ingat ucapan Valdis untuk menunggu nya pa. papa sudah janji untuk berusaha" ucap Valr dengan Air matanya yang tumpah ruah berlinang dipipinya dan sejenak terdengar helaan nafas dari pak Hul


"Tugas papa telah usai nak, tugas mu untuk menjaga juga merawat papa sebentar lagi akan berakhir dan kini tugas papa menasehati mu juga anak - anak mu telah usai dan harus berakhir. sekarang papa harus berlibur dengan waktu lama Valr, bukan hanya kamu anak papa. papa masih punya satu anak sulung di Sorga yang belum papa jaga hingga ia memilih untuk lebih dulu pergi dari kita dan kini papa harus menjaga juga menasehatinya agar tidak bandel disana dan menebus seluruh kesalahan papa." ucap pak Hul sendu dan menambah isak tangis semuanya yang ada disitu.

__ADS_1


"hikss .. hikss .. hikss .. jaga bicara mu sayang, anak - anak masih butuh kita. kita harus menunggu sampai cucu kita berhasil, ingat ucapan Valaria dia pergi menuntut ilmu dan kembali merawat mu untuk berjuang menyembuhkan mu dari semua penyakit termasuk stroke ini. ingat juga ucapan Valdis kalau dia pulang ia akan berlibur ke Nias bersama kita" ucap bu Riss dengan suara parau dan tidak jelas, ia lebih dulu sesegukan karna sejak semalam terus saja menangis dan menangis.


"Tugasku membina rumah tangga bersamamu telah usai Rismanilla, biarkan aku pergi mencari damai yang hanya ku dapat pada Tuhan. tidakkah kamu kasihan melihatku di ikat oleh alat - alat medis ini.? aku memiliki kaki yang tidak cacat namun tidak mampu untuk bergerak sendiri dan berjalan. kamu wanita suci yang setia pada ku, dimataku kamu terlalu sempurna dan cantik, aku bahagia bisa menjadi suami dari wanita sempurna seperti mu tapi, aku terkadang susah mendengar mu berteriak dengan bibirmu yang cerewet itu. hingga membuat telingaku tidak dapat lagi mendengar" ucap pak Hul pada istrinya yang sedikit membuat suasana jadi tawa karna pak Hul mengganggap ia tuli karna teriakan bu Riss.


"cucu - cucuku bukan orang yang sembarangan bisa jatuh dan menangis, aku yakin mereka akan mengerti dan mengizinkan ku untuk pergi ketempat terindah milik Tuhan" sambung pak Hul lagi


"dan kamu tau, sepanjang jalan kebersamaan kita akan menjadi kenangan. ceritakan itu kelak pada cucumu ketika mereka pulang dari perjuangan di Medan perang dan bertahanlah sampai kamu melihat juga menggendong cicit mu dan aku akan berbicara pada Tuhan agar dipanjangkan nya umur mu sampai bertemu dengan cicit mu kelak. aku janji akan berbicara pada Tuhan supaya umur mu lebih panjang dari ku. tapi tolong ketika umur mu semakin tua berhenti dan kurangi cerewet mu yang menyaingi pemberitaan di media" sambung pak Hul yang kini satu per satu nafasnya mulai tersengal - sengal dan matanya tertuju pada Vano.


"pak ganteng yang keriput, bertahanlah aku belum menjadi siapa - siapa untuk membahagiakan mu. bahkan aku memiliki ratu yang belang - belang dan kurang sexy" ucap Vano yang sedih dan semua menggelengkan kepala padanya namun, sebenarnya ia sedang berusaha untuk merubah suasana menegangkan menjadi tawa. sekalipun dirinya sendiri tidak tahan lagi untuk menangis sejadi - jadinya.


"nanti dia benar - benar menceraikan mu pak ganteng baru tau rasa, apa lagi sekarang uban mu mulai tampak dan membuat mu tidak kencang lagi" sambung Ita.


"Vano, maafkan papa yang melepaskan mu. suatu saat nanti kamu akan mengerti kenapa semua bisa terjadi, hiduplah dengan bahagia tanpa beban. ada satu rumah hasil jerih payah papa dan mama berada tepat didepan rumah utama yang kini papa wariskan menjadi milik Valdis, itu akan jadi milik mu dan keluarga mu serta cucu dan cicit mu. rumah itu tidak boleh di ganggu gugat oleh Valr dan seluruh keturunan nya karna, rumah itu sejak dulu atas nama mu dan jangan lupa sertifikatnya ada pada pacar tua mu (bu Ris)" ucap pak Hul yang mengejutkan Valr dan Vano namun sesuai perintah pak Hul, mereka tidak lagi bertanya apapun dan hanya tunduk pada perintah serta ucapan pak Hul saja.


"terimakasih pa, sudah mau membagikan sedikit rejeki mu tapi tolong bertahanlah karna aku belum puas untuk membuat mu cemburu karna istrimu ini hanya mencintai ku dan tidakkah papa ingin melihatku menginjakkan kaki pertama di rumah pemberian mu.?" goda Vano dan bertanya, yang sebenarnya sudah tidak kuat lagi menahan air matanya yang lebih memilukan hati melihat kondisi pak Hul.


"Valen cinta pertama dari anak pertama ku, menantu pertama dan istri satu - satunya dari anak terakhirku, dan satu - satunya wanita yang berani juga kuat memberikan ku tiga cucu dalam waktu beberapa jam saja. kamu adalah wanita suci yang luar biasa dengan segala sifat cuek mu yang penuh perhatian, kamu tidak pernah memperlakukan papa dengan sebelah tangan" ucap pak Hul dan di angguki Valen yang masih menangis tanpa tau mau bilang apa.


"papa bangga memiliki menantu seperti mu nak, rasanya tidak akan pernah habis hari dalam minggu untuk puas bersama mu, kebaikan dan perhatian total yang kamu punya membuat papa bersyukur bertemu dan dirawat oleh menantu yang seperti anak sendiri. seperti dirimu. kamu istri luar biasa tapi kelemahan mu adalah terlalu tertutup dan kurang komunikasih terutama pada orang tua kandung mu. kedepan papa minta pada mu agar memperhatikan kedua orang tuamu seperti kamu menjaga papa. papa puas menerima kasih sayang dan perhatian serta kepedulian mu, kamu pasti bahagia dan dilimpahi anugrah nak tapi, tolong rawat ibu mu dan percantik dia" ucap pak Hul dan tidak lupa menegur Valen serta sedikit bercanda.


"papa jangan khawatir, Valen akan berusaha semampu yang Valen bisa untuk merawat dan menjaga pa" ucap Valen yang hanya mampu mengucapkan hal itu dan tanpa disadari oleh pak Hul ke tiga cucunya menyaksikan semua dari awal hingga akhir seluruh ucapan pak Huk


"katakan pada cucuku, mereka adalah jantung hati ku dan permata dimata ku. sebenarnya keinginan ku adalah tidak ingin pergi tanpa melihat mereka kembali tapi, aku harus adil dan tidak mau serakah. waktuku telah usai, aku berdoa agar Valaria, Valdi dan Valdis dilimpahkan kebahagiaan dan diberikan pasangan hidup yang baik dan begitu mencintai serta menyayangi mereka" ucap pak Hul dan semakin membuat pilu hati ketiga anak kembar itu


Setelahnya pak Hul meminta terimakasih pada mbok Inem dan Ita ia kemudian mengeratkan genggaman tangan nya pada Vano dan Valr, tatapan matanya penuh pengharapan dan permohonan dengan meletakan tangan keduanya didada pak Hul dan mengatakan agar mereka tidak boleh bertengkar sekalipun istri - istri mereka bertengkar dan berusaha menyatukan cucu dan cicit hingga keturunan selanjutnya agar tidak terpecah belah. pak Hul juga menarik tangan Valen serta istrinya ia genggam dan berkata jangan pernah bertengkar atau saling menjatuhkan dan teteplah warisi sifat yang baik sebelumnya semasi kita bersama, dan ia menganggukkan kepalanya pertanda

__ADS_1


"TUGAS KU TELAH USAI DAN AKU PERGI"


"papaaaaaaaa .." teriak Valen yang tau pak Hul telah menghembuskan nafasnya dan masih menggenggam tangan Valen dan bu Riss, semua terkejut dan menangis sejadi - jadinya mengetahui pak Hul benar - benar pergi.


"kakekkkk ....." teriak Valaria, Valdi dan Valdis dari layar telepon yang masih tersambung. tampak raut wajah sedih serta merasa gagal terpancar diwajah mereka bertiga ketika melihat pak Hul menutup mata dan usia dengan ucapan yang mengesankan.


"papa, hiks .. hiks .. hiks .. papa, sekali lagi saja panggil nama ku pa aku mohon sekali lagi saja" ucap Valr dengan senduh dan air mata yang memilukan hati sedangkan Vano hanya menangis tanpa suara dan isakan tangisnya terlihat memilukan serta membuat luka besar menganga dihatinya.


"Aku belum berhasil membuatmu bangga pak ganteng yang keriput, aku masih belum puas karna kamu belum jua cemburu saat kekasih mu, ku goda. aku butuh tuntunan mu saat ini tapi, aku harus adil dan tidak boleh egois bang Yalr pasti membutuhkan mu disisinya" ucap Vano yang hanya bisa di ucapkan oleh hati kecilnya dan tidak mampu untuk terucap


"selamat jalan, selamat jalan suamiku enam puluh tahun kita bersama. bukan waktu yang singgkat untuk kita lalui dan saat itu kita menikah di usia belasan tahun, dan kini kamu menutup usia tepat di umur 75 tahun., cintamu begitu sempurna tunggu aku disana" ucap bu Ris.


Semua keluarga bersiap dengan segala cara Valr dan Vano dibantu oleh seluruh kepala TNI - AD untuk memberikan pesawat miliknya membawakan tubuh pak Hul kembali ke Nias dan di kuburkan disana sesuai dengan permintaan terakhirnya. setelah nya Valr tidak langsung kembali ke Lombok melainkan menenangkan diri sejenak di pulau Nias tercinta.


"Selamat jalan pak Hul, tugasmu di novel Tentara Pangganti telah Usai๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™ terimakasih karena selalu menjadi tokoh terbaik dan perhatian di Novel ini๐Ÿ˜" Author..


PEMBERITAHUAN


Ada yang minta agar Vano dan Ita di masukkan sedikit dalam cerita๐Ÿ˜ mohon maaf reader itu sungguh tidak bisa, karna sebentar lagi kisah Vano dan Ita rilliss.. klo thor tuangkan Ita dan Vano sedikit disini, kalian bisa tau ending Vano dan Ita gimana jadi nggak surprise lagi dong๐Ÿ˜”. tapi tidak apa - apa nanti thor usahakan agar kesomplakan Ita dan Vano masuk disini ya beb๐Ÿ˜‰


HALLO READER


Aku datang, maaf๐Ÿ™ baru bisa up, kerjaan realku tidak mau berbagi dengan tugas halu ku๐Ÿ™. thor mengerti kalian pasti sangat kecewa, mohon maaf๐Ÿ™๐Ÿ™


dan juga mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul AIR MATA CINTA.๐Ÿ‘‡


__ADS_2