
...SATU MINGGU TANPA KABAR BERITA...
Mencoba berdamai dengan calon mertua, calon ipar atau calon menantu adalah salah satu cara manusia dalam menghadapi ketiga nya yang mungkin menyebalkan adalah dengan cara berdamai pada mereka karena, kita tidak akan mungkin bisa mengalahkan ketiga nya atau salau satu nya.
Maka karena itu agama sering kali memngajari kita untuk mampu merangkul, tentu nya ini bukan berarti kita harus langsung mengubah sikap melainkan mencoba menerima menantu atau mertua dengan apa adanya dan melihat sisi positif yang ada pada diri mereka
Dan malam ini semua seperti kerasukan setan mengumpat di mulai dari Valeria yang tidak sopan terhadap Li Qin lalu Li Qin yang mendapatkan pembelaan dari calon mertua beserta calon adik ipar nya hingga sedikit slek kecil yang terjadi di antara Laura dan Valeria.
Entah karena sudah sangat larut malam atau justru karena memang sudah malam kliwon sampai semua berbalik menyerang Valeria, akan tetapi perlu di ketahui tentang hal yang membuat Valeria begitu marah dan bagi nya tindakan itu adalah sebuah kebenaran bukan kesalahan namun, siapa sangka pikiran nya terlalu jauh dan berbalik menjadi semua pembelaan terhadap Li Qin.
Laura yang sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan kecil tanpa ikut campur memilih diam serta ia juga memperhatikan ekspresi kesal dari seorang gadis cantik di depan mata nya kala pandangan nya tertuju pada layar ponsel milik Li Qin "Cantik sekali tapi, sayang tidak beradab" umpat Laura dalam hati nya terhadap Valeria setelah lama terdiam menyaksikan dan mendengar semua nya.
"Kau pasti mengumpati kakak ku, kan" kata Valdis dengan seringai nya yang tiba tiba lalu menatap Laura hingga semua pandangan tertuju pada nya dan tentu saja hal itu berhasil mengagetkan Laura karena ia tidak menyangka Valdis mengetahui kata dan umpatan hati nya.
"Ck.. mulut ku ini memang di tugaskan untuk mengumpati siapapun yang menurutku berpendidikan tapi tidak berkelas" ketus Laura dengan ucapan sangat merendahkan serta ucapan nya tertuju dengan isi merendahkan seorang Valeria dan hal itu membuat Eleanor serta Li Qin kaget namun hanya bisa geleng kepala saja.
__ADS_1
Tentu saja perhatian Valeria tertuju pada Laura, mata nya memberi ekspresi yang tidak bisa di baca oleh siapapun kecuali tuan Hul, Valdis dan Laura sendiri "Ck.. Menumpang saja, belagu" kata Valeria dengan sangat sombong dan hal itu sukses membuat Laura tersingung, begitu juga dengan Li Qin serta Ele yang tidak kalah terkejut nya.
"Laura, apa apa-an kamu ini" tegur Valensia
"Kau memang benar benar mengibarkan bendera perang pada Tanaka, Valeria" ucap Valdis yang mengetahui kalau Laura adalah salah satu orang kepercayaan Tanaka sekaligus bodyguard tak terlihat bagi Li Qin.
Mendengar itu tentulah Laura memicingkan mata nya tanda ia sedang bingung dengan siapa Laura sebetul nya, sementara tuan Hul belum mendengar apapun berhubung ia tiba tiba menerima panggilan telepon. "Ck.. aku memang menumpang tapi bukan berarti semua gratis" ketus Laura dan Valeria pun memilih diam karena ia telah menyingung dua orang sekaligus yang berada di dalam naungan Tanaka dan itu tidak akan baik untuk keselamatan jiwa nya.
"Sudahlah, seperti nya malam sangat larut dan omongan juga mulai ngelantur karena mengantuk jadi momy kami izin untuk tidur lebih dulu" ucap Li Qin karena ia tau tidak baik menantang seorang Laura.
Akhir nya Li Qin membuka suara tapi tidak memberi tanggapan apapun terhadap sikap dan ucapan Valeria kepada nya karena ia memang tidak mau tau dan tidak peduli tentang ucapan yang menurutnya tidak berbobot "Baiklah sayang, kalian tidurlah lebih awal dan maafkan ketidak sopanan Valeria pada kalian berdua" kata nyonya Valensia hingga tanpa basa basi karena Valdis merasa malu pada saudari nya, ia memutuskan sambungan VC lebih awal begitu juga dengan Li Qin..
Setelah nya Valensia dan tuan Hul benar benar memberkan pelajaran pada Valeria yang semakin hari semakin tidak sopan dalam berbicara, hukuman dan amarah dari tuan Hul malam ini jelas membuat Laura terkena serangan jantung dadakan dan gangguan pada mental nya. Akan tetapi semua harus ia terima berhubung di dalam rumah dan keluarga besar Hul, tatakrama dan etika wajib di nomor satukan dalam berkomunikasi.
Satu minggu berlalu dan satu minggu ini adalah minggu terakhir bagi Li Qin menghabiskan libur kerja nya, dan selama satu minggu pula Tanaka tidak kunjung memberikan kabar berita tentang bagaimana kondisi nya, apakah dia baik baik saja dan sebagai nya.
__ADS_1
Hal itu juga membuat Li Qin menjadi sangat khawatir namun tetap berfikir positif dan ia sangat meyakini bahwa Tanaka akan baik baik saja dalam menjalankan misi, setiap malam ia berdoa dan bergumul mengumandangkan dalam doa terhadap Tuhan nya agar Tanaka memenangkan peperangan ini dan segera kembali dalam kondisi tidak kurang satupun.
"Apa yang kamu pikirkan.?" tanya Laura setelah melihat Li Qin di ruang televisi.
"Aku memikirkan kenapa Tanaka tidak kunjung memberikan kabar setelah satu minggu" jawab Li Qin dan hal itu juga menjadi pertanyaan di hati Laura.
"Mungkin Tanaka belum mendapatkan sinyal seperti yang pernah ia ceritakan pada kita" kata Laura dan hal itu membuat Li Qin mengangguk saja walau, hati nya kasih terus khawatir..
"Ini baru permulaan saat kalian sedang bertunagan dan reaksi mu sudah sebesar ini lalu, bagaimana nanti besar nya reaksi mu ketika kalian sudah menikah dan Tanaka kembali di beri tugas dalam sebuah misi panggilan negara untuk menyerang" kata Laura "Sungguh, aku tidak bisa membayangkan seberapa buruk nya kamu saat itu terjadi" sambung Luara..
"Ck.. aku tidak akan sekhawatir ini kalau Tanaka terus berbagi informasi pada ku dan orang tua nya tidak mengatakan hal hal yang semakin membuat ku khawatir" jelas Li Qin pada Laura..
"Dan kau juga harus tau semua peperangan besar itu selalu berada di area yang tidak bersinyal karena orang orang pintar pastilah berada di daerah yang jauh dari sentuhan teknologi guna melancarkan bisnis dan misi gelap nya agar tidak terbaca pada sinyal satelit atau apalah itu aku tidak paham" jelas Laura lagi..
"Aku berharap dia akan baik baik saja" jawab Li Qin..
__ADS_1
"Aku hanya menyarankan kepada mu, ketimbang kamu galau merana tidak menantu dan berantakan seperti ini.! mending kamu mandi dan pakai ini" kata Laura.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye