TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
PENASARAN 196


__ADS_3

INGAT YA.!


👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.


👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.


👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!


Cinta itu seperti kekuatan juga pendorong yang memampukan seluruh insan menjadi dramatis dan dengan sadar melumpuhkan seluruh jiwa tanpa mantra yang mampu membuat banyak orang tidak perlu menghindari ramuan kematian yang memabukkan melainkan mendekati ramuan berbahaya paling terkuat yang selalu diminum dengan sukarela walaupun diperhadapkan dengan kematian.


Cinta bukanlah berbicara soal bagaimana kuatan dalam mencintai melainkan memberi kebalikan dari kekuatan untuk mencintai karena dalam cinta ada kekuatan dan didalam kekuatan belum tentu ada cinta. akan tetapi tidak sekua kita dapat mencintai dengan cinta yang lebih dari sekadar cinta seperti cinta yang dimiliki oleh Tanaka dan diberikan kepada Alana dalam keadaan tidak berbalas.


Cinta bisa mengubah orang yang 'biasa-biasa saja' menjadi orang kuat, dari yang penampilan kusuk menjadi lebih fresh dan merubah cupu jadi yang berani serta penuh percaya diri melakukan apa pun juga demi mereka yang dicintainya. sering orang mengatakan bahwa cinta merupakan kekuatan terhebat yang dimiliki manusia dalam menjalani proses kehidupan tidak mustahil untuk menuju satu jalan mencapai cinta sejati.


terpenting dibalik keindahan cinta, ia juga mampu membuat orang bunuh diri dan kehilangan kewarasan serta semangat hidup.! ia mampu menghilangkan kesadaran juga mengubah seseorang menjadi lebih gila dari sebelum putus cinta entah itu karena cinta ditolak dan menerima harapan palsu rasanya tidak akan sesemerbak bunga dan sewangi mawar ketika sedang jatuh cinta. banyak hal yang bisa saja terjadi demi cinta bahkan hingga di luar akal sehat, yang dilakukan atas nama cinta termasuk yang dirasakan Tanaka kepada Alana, rasa yang sudah membuat dirinya kehilangan kewarasan.


"karna aku tidak suka dia" tegas Alana dan Laura menghela nafas sesaat.


"hanya karna kamu tidak suka dia.? kamu jadi egois untuknya.? inilah Alana yang dulu.?" kata Laura dengan nada kecewa.


"Laura, aku sungguh - sungguh tidak menyukainya" tegas Alana


"Alana, haruskah kamu sebodoh ini.! cinta dari pria gila mana lagi yang sedang kamu nanti - nantikan" teriak Laura dengan mengibaskan rambutnya kebelakang dan sesaat Authorpun tertawa melihat ekspresi Laura


"aku tidak mau memberi Tanaka harapan, aku sudah memberikan cintaku pada Valdis, aku hanya perlu memulihkan seluruh ingatan dalam kepalaku untuk mendapatkannya. aku yakin sekali Laura, kalau Valdis itu sedsng menungguku" kata Alana dengan sedikit harapan


GUBRAK.... suara pintu yang terbuka paksa

__ADS_1


"dasar wanita gila.!!" teriak Vini yang masuk tanpa izin dan hampir saja pintu kamar Alana copot saking kuatnya Vini membuka pintu.


"astaga.!" kata Vini


"ini baru benar mengagetkan" kata Laura yang bahkan tidak kaget sama sekali.


"kak Alana.! kamu sampai kapan mau membuat kak Tanaka dalam kesakitan cinta, laki - laki setan mana lagi yang kamu harapkan selain kak Tanaka.? apa kamu kurang dengan satu pria, apa bedanya Valdis dan Tanaka" geram Vini pada Alana


"anak kecil, kamu tidak tau apa - apa baiknya diam saja" kata Alana kurang merespon Vini


"pfffft.." pekik Laura


"kak Alana, baiknya kamu pertimbangkan lagi untuk membuka hati pada kak Tanaka. ingat bahwa sering sekali yang kamu tunggu belum pasti sedang menunggumu, bisa jadi dia sudah pergi lebih dulu meninggalkanmu. bahkan yang bilang sedang Otw padamu, belum tentu sudah bersiap pergi bersamamu bisa jadi, dia masih belum bangun dari tempat tidurnya dan sampai saat itu kamu akan terus menunggu. menunggu ucapannya yang penuh kebohongan.! menunggu akhir yang sia - sia dan orang yang tulus menunggumupun juga akan pergi disaat kamu sadar bahwa penantianmu ternyata sia - sia, finishnya kamu kehilangan semuanya.!!" kata Vini dengan sangat serius dan langsung pergi keluar kamar Alana.


Alana dan Laura seketika terdiam dengan tatapan yang sulit dipercaya setelah mendengar ucapan Vini karena sejauh ini, Vini yang mereka kenal adalah Vini yang manja seperti anak kecil umur sepuluh tahun tapi tidak disangka malam ini mereka melihat sisi lain dari pada Vini.


"apa mungkin dia terkena lemparan rexona Tanaka tadi.? jadi sedikit terbentur kepalanya" sambung Alana


"Mmm.. Alana, apapun itu semua yang dikatakan oleh Vini ada benarnya dan kamu renungkanlah dengan baik. agar jangan sampai rambut hitammu berubah menjadi putih hanya karna menunggu janji kebohongan" kata Laura lagi


"Aku hanya bisa melepaskan apa bila semua ucapan Valdis itu sejak awal adalah kebohongan tapi, aku tidak tau sampai kapan ini berlangsung. aku juga tidak mungkin pura - pura memberi harapan pada Tanaka dan sampai saat itu entah dia akan kuat atau justru pura - pura" kata Alana dengan lesu


"Alana, dalam mencintai seseorang.! cinta itu bisa menjadi sumber kekuatan dan juga kelemahan dari seseorang yang memberikan cinta seperti Tanaka, ia memberikan cinta untukmu dan cinta yang dia berikan untukmu adalah sebagai kekuatan baginya, bukankah saat ini harusnya kamu jadi wanita paling beruntung dicintai dengan sungguh luar biasa oleh seorang Tanaka dengan ketampanan dan kesetiaannya memberi rasa suka padamu.? coba kamu hitung seberapa lama lagi dia bisa bersabar dan menahan diri dari kerasnya hati batumu itu" kata Laura dengan sangat lembut


"entalah Laura, aku bingung.! aku keluar dulu, mau melihat kondisi Tanaka" kata Alana yang sejak tadi menyembunyikan rasa khawatirnya pada Tanaka


"ckk.. sok - sokan gak mau padahal khawatir juga, dokter memang hanya pintar membedah hati tapi, bodoh dalam membedah cinta" ledek Laura sambil merebahkan tubuhnya di ranjang Alana

__ADS_1


"katakan apapun yang kamu inginkan, aku pergi dulu untuk melihatnya sebentar" kata Alana dan langsung keluar dari kamarnya menuju kamar Tanaka


Alana dengan ragu - ragu melangkah sedikit demi sedikit kekamar Tanaka, dalam pikirannya menari - nari kalimat apa yang akan ia katakan ketika melihat kamar Tanaka yang sudah berubah seperti kapal pecah karna emosi yang ia luapkan tadi setelah mendengarkan penuturan Laura.


"huff.. Alana, kamu pasti bisa.! ayo ketuk pintu kamarnya" kata Alana pada dirinya sendiri yang sudah sampai didepan pintu kamar Tanaka. tentu saja sekarang dia begitu gugup untuk menghadapi Tanaka yang emosinya tidak bisa dikendalikan.


Sedangkan didalam kamar Tanaka, lagi - lagi muncul ide kreatif diotak Vini yang sudah melihat bayangan kaki Alana dari kaki pintu, bukan Vini namanya kalau tidak melakukan satu kejahilan diwaktu yang tidak tepat sekalipun.


"eehmmmmmm,, aaaaaahhh enaakkknyaaa" kata Vini dengan penuh ******* dan sangat menggoda


"astaga, ada apa itu didalam.." kata Alana dari luar dengan berbisik sendiri sambil menempelkan daun telinganya tepat dipintu untuk mendengar apa yang sedang terjadi


"enak.?" tanya Tanaka yang melihat Vini begitu menikmati minuman oky jelly drink nya.


"eehmmmm, enakk bangett.! aku mau lebih banyak lagi, aaaaaah aku laagii" kata Vini dengan nada yang begitu manja disertai ******* kecil, tentunya Tanaka sudah sangat kebal menghadapi Vini akan tetapi dia tidak tau kalau Vini sedang melakukan kejahilan..


"aku mau keluar dulu" kata Tanaka pada Vini


"keluar.?? yaaah, kok keluarsih, gak usah keluarin dulu kenapa" kata Vini manja, saat ini ia mengeluarkan nada kekecewaan disertai ******* kecil yang membuat Alana merinding sendiri diluar


"dasar gila.!! tentara republik macam apa yang mempermainkan wanita dengan sikecilnya saat emosi" ketus Alana


"lalu kamu mau yang seperti apa.?" tanya Tanaka lembut


"aku mau seperti ini saja" kata Vini sambil menuangkan minumannya di gelas


"yaampun.. lama - lama telingaku didewasakan oleh suara ******* Vini, sebetulnya seenak apa mereka didalam.?" kata Alana penasaran tapi hal itu tidak berani ia terobos langsung hingga akhirnya ia memilih untuk kembali kekamarnya dan melupakan tujuan utama untuk melihat kondisi Tanaka..

__ADS_1


Cinta memang rumit ya guys..


__ADS_2