TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 121


__ADS_3

TANGGA PERTAMA


Dengarkan kata Dunia, yang selalu mengatakan bahwa tidak masalah untuk terlihat tidak baik-baik saja. tidak masalah untuk merasa takut. tidak masalah untuk menangis. tidak masalah untuk berdiam dan mengurung diri. tidak masalah untuk terpuruk karna keadaan. karna, semua orang merasakannya dan semua orang pasti dihibur dengan kata - kata itu dan juga pasti akan kembali mengatakan hal itu kepada siapapun. mungkin kita juga akan menangis dalam satu atau dua jam lagi. percayalah kamu, aku dan kita pasti baik-baik saja. Badai, pasti berlalu pada jam pasang surutnya.


Sama dengan kisah yang dulu dan sekarang dirasakan oleh Valen, Valr, Vano dan Ita. mereka semua tahu bagaimana rasanya ingin mati disaat berada pada titik paling terbawah dalam diri mereka. bagaimana sakitnya untuk menarik bibir membentuk senyum dihadapan semua orang. Bagaimana mereka mencoba bangkit untuk menyesuaikan diri dengan yang lain.


Bagaimana mereka menempuh segala cara untuk lepas dari keadaan tersulit. saat dimana mereka merasa Tuhan dan Alam semesta tidak berpihak pada takdir hidup. Tapi, tidak bisa.!! yang datang malah hal berbeda, dimana semakin mereka mencoba melupakan, semakin mereka mengingat dan semakin kuat juga keinginan untuk melukai diri sendiri. semakin mereka ingin berlari keluar dari keterpurukan untuk membunuh sesuatu di dalam diri dengan suasana luar yang baru, semakin mereka terjerat dalam permainan sendiri.


Tapi, pada akhirnya Valen dan Valr berhasil untuk keluar dari kekelaman masa lalu. keduanya membiarkan waktu dan takdir melakukan tugasnya sesuai dengan skenarionya Tuhan, sesuai dengan adegan yang Tuhan inginkan untuk terjadi. baik Valen maupun Valr, sama - sama belajar membuka hati dan tidak menentang semua file yang Tuhan berikan untuk mereka tanda tangani. hingga dititik ini, Tuhan berikan mereka upah yang setimpal buah dari kesabaran keduanya..


Upah yang tidak bisa dianugrahkan oleh manusia manapun. dalam sekali hentakan.! Tuhan, berikan tiga orang baby lucu yang menggemaskan dengan jenis kelamin laki - laki dan perempuan. juga, ia memberikan cinta dihati Valen dan Valr dengan sangat sempurna. sampai saat ini, keduanya tengah menikmati hikmat dan nikmat Tuhan yang tidak bisa didustai.


Begitu juga Vano dan Ita, yang sekarang tengah memulai perjuangan. entah itu membuka lembaran baru untuk cinta yang baru atau justru, mengorek luka dan kepedihan dimasa lalu karna, terjerat dengan bayangan cinta dimasa kelam.


masih dengan suasana malam yang indah dengan kelap - kelip bintang dilangit gelap. Vano dan Ita terlihat asik dengan obrolan yang sangat serius hingga rasa encok dipinggang membuat Ita ingin mengakhiri obrolannya.


"tentu Ita. silahkan buka hatimu pada lelaki itu, kau pasti menemukannya" ucap Vano


"tentu dan cepatlah buka hatimu pak ganteng sebelum kamu jadi bujang lapuk sungguhan" ucap Ita segera berdiri karna pegel duduk lama.


"aku pasti akan membuka hatiku tapi, bukan pada wanita lain. melainkan, padamu dan hanya untukmu. aku melihat bola matamu sama dengan bola matanya dan aku tidak mungkin salah dengan pandangan hatiku" gumam Vano dalam hatinya yang menatap indah wajah Ita


"Kamu mau kemana Ita.?" tanya Vano karna melihat Ita berdiri seakan bersiap untuk melangkah dari posisinya.


" hehehehe, waktu untuk bicara bijak selesai pak ganteng. saatnya, aku mau menonton drama rongsokan" jawab Ita


"kamu sudah jadi rongsokan. kenapa malah nonton rongsokan" ketus Vano karna merasa waktu berdua dengan Ita kurang dan masih belum puas


"aku rongsokan dihatimu pak ganteng dan kamu pemulungnya" Ita menimpali omongan Vano dengan gombalan nya.

__ADS_1


"Ita seandainya ingatanmu kembali dan kamu dipertemukan dengan lelaki yang kamu cari selama ini. apa kamu akan menerimanya dengan mudah.?" tanya Vano


"ya jelaslah pak ganteng.! orang aku nyari dia sampai ubanan๐Ÿคฆ ngapain aku capek - capek nyari kalau ujung - ujungnya tidak mau menerima dia saat sudah dipertemukan" ketus Ita


"iya juga, berarti pertanyaanku salah dong Ita" tanya Vano


"pak ganteng, pertanyaan mu tidak pernah salah tapi yang salah adalah orang yang bertanya๐Ÿคฆ ganteng - ganteng Oon" seloroh Ita


"heleh .. biar Oon gini tapi, selalu dipuji ganteng sama kamu" ucap Vano berbangga


"iyalah pak ganteng" jawab Ita kembali duduk


"iya apa.?" tanya Vano


"iyain sajalah, biar tidak ngambek" jawab Ita tertawa dan berhasil membuat Vano menyunggingkan senyum terindah yang membuat Ita sesaat terpanah pada ketampanan Vano yang hakiki tanpa, gejala.


Waktu terus berputar hingga larut malam, Valr dan yang lainnya belum juga kunjung kembali. hingga, membuat Ita dan Vano memutuskan untuk terus menunggu kepulangan sang majikan dan adik sepupu diteras rumah sambil duduk dengan banyak cemilan.


"tidak, aku tidak capek menepuk punggungmu" jawab Ita


"mau sampai kapan kamu menepuk pungungku" tanya Vano


"sampai kamu terbiasa dengan tepukan tanganku dipunggung belakang mu." jawab Ita dengan sangat lembut


"agar apa Ita.?" tanya Vano dan mata mereka saling bertemu


"agar kamu tidak lagi melihat ke belakang, ketika tanganku menepuk pungungmu. agar kamu terus berjalan maju kedepan tanpa harus melihatku yang terus menepuk punggung belakangmu, berjalanlah tinggalkan masa lalumu. tepukan punggung ini akan terus kamu rasakan, melangkalah buka hatimu. kami akan selalu ada menegakkan punggungmu ketika beban masa depanmu membuatmu bungkuk" ucap Ita dengan penuh kelembutan dan meninggalkan sejenak kegesrekannya..


Demi apapun malam ini Ita, tampil dengan performa nya yang bijak tanpa ada taburan micin dalam dialognya..

__ADS_1


"terimakasih Ita, aku berharap wanita yang kucari seperti dirimu" ceplos Vano karna, terhanyut dengan ucapan Ita.


"Pak ganteng, Sesekali ketika kamu bangun tidur. cuci muka, gosok gigi biar tidak terlihat kerasukan. saat melihat aku yang cantik ini" ucap Ita terkekeh


"aku berharap suatu saat nanti, seluruh ingatanmu kembali dan aku menemukan dirimu sendiri menangis karna, sudah berhasil menemukan lelaki yang kamu nantikan dalam ingatanmu" sambung Vano


"Pak ganteng, Kamu bukan orang jahat. tapi, caramu untuk bicara sepertinya sedang mencoba membunuh ku dan menguras air mataku agar terus menangis. harusnya, aku bahagia saat hari itu tiba bukannya, menangis๐Ÿคฆ hadeh.. gimana sih pak ganteng" protes Ita.


"maksudnya air mata bahagia Ita, haduh.! gagal romantis" ketus Vano


Keduanya mulai tersadar dari kata bijak yang saling membuat panah asmara mereka terangkat untuk dibidik, hingga aura kebijakan kembali berganti adegan dengan kegserekan.


"Apa mungkin saat itu terjadi kamu malah tertawa untuk menutupi cerita yang sesungguhnya saat kamu tengah terluka.? agar orang lain mengira itu cintamu yang baru dan kamu bahagia.? Jadi, kamu hanya menyimpannya sendiri.? atau kamu malu menangis didepan orang banyak.? karna takut dikira lemah.?" tanya Vano


"haiss, pak ganteng.! kamu ini ganteng - ganteng kok pikun. saya kasitau Orang yang menangis itu. mereka menangis bukan karena terlalu lemah" jawab Ita


"lalu.?" tanya Vano


"Itu karena mereka terlalu tangguh untuk waktu yang lama" ucap Ita yang sebenarnya sudah memutar - mutar obrolan agar ia tidak kalah dalam pembicaraan.


"perasaan omonganmu barusan harusnya jadi, lanjutan dari ucapanku" sambung Vano


"hahaha.. pak ganteng kalah telak" jawab Ita


Hallo selamat siang Reader๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul JANJI PENGORBANAN.?? ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1



__ADS_2