
...SIFAT DINGIN...
Entah berhasil atau tidak tujuan nya malam ini, hanya Tuhan dan hati Tanaka yang tau jawaban nya. dan belum sempat Li Qin berbicara dengan Tanaka, ia malah lebih dulu melihat Ele yang begitu di perlakulan dengan lembut oleh Tanaka tepat di depan mata nya.
Karena ketika Li Qin keluar dari kamar ia mematung hingga membulatkan mata melihat Tanaka dan Ele yang baru saja sampai di lantai dua tepat nya di depan kamar kosong yang sejak tadi pagi telah di rapikan oleh Tanaka dengan bergandeng tangan dan saling melemparkan senyum satu sama lain.
"Mulai malam ini kamar mu berada disini, kamar di sebelah sana adalah kamar Li Qin sedangkan Laura tidak berada disini. Lalu kamu tidak boleh ke lantai enam karena itu ruang privat ku yang hanya aku seorang di perbolehkan masuk dan membersihkan nya." ucap Tanaka sambil memasukkan koper Ele dan hal itu di saksikan oleh Li Qin karena ketika ia keluar, Tanaka dan Ele berada di depan pintu kamar kosong yang sekarang jadi kamar tetap Ele.
"Baik, aku mengerti" ucap Ele "Lalu, dimana kamar mu.? apakah di lantai enam juga.?" tanya Ele penasaran
"Kamar ku di lantai tiga dan itu hanya ada satu kamar saja" ucap Tanaka
"Baiklah, apakah aku boleh berkunjung di kamar mu.?" tanya Ele dan hal itu di angguki oleh Tanaka dengan sebuah senyuman.
"Kalau begitu aku pergi ke kamar ku lebih dulu, karena aku sangat lelah hari ini. Kamu berberes isi koper besok saja dan kalau butuh sesuatu telpon aku, keperluan mandi dan segala kebutuhan mu aku sudah siapkan. Mustahil selera mu telah berubah bukan.?" ucap Tanaka dan hal itu di jawab tidak oleh Ele, petanda bahwa selera nya masih saja sama.
__ADS_1
Tanaka pun pergi menutup pintu kamar Ele dengan rapat, ia sekilas menoleh pintu kamar Li Qin yang terbuka sedikit karena tadi Li Qin tidak menutup nya dengan benar. Lalu langkah nya pergi menuju kamar Li Qin, ia ingin sekali mengingatkan Li Qin agar menutup kamar nya dengan rapat supaya nyamuk di berani masuk.
Sesampai nya di kamar Li Qin, ia menoleh ke kiri dan kenan dan mata nya tidak menemukan keberadaan Li Qin bahkan ia sempat masuk mengecek kamar mandi, tetap juga diri nya tidak menemukan keberadaan Li Qin. Hingga ia memilih terus melangkah menuju lantai tiga tempat kamar nya berada dan melihat Li Qin berdiri dengan satu kaki ia tekuk ke atas, beserta tubuh nya menempel di dinding pintu kamar Tanaka dan kedua tangan nya memeluk dada.
Terlihat jelas mata sembab dan bengkak dari Li Qin, Tanaka sangat tau kalau gadis itu baru saja menangisi diri nya. Li Qin yang melihat kedatang Tanaka masih terus dengan posisi nya tanpa mau berubah ataupun bergeser dari depan pintu hingga kini Tanaka tepat berada di depan nya dan lutut Li Qin yang terangkat tadi jelas bersentuhan dengan lutut Tanaka yang terlalu maju ke arah Li Qin.
"Apakah kau tilang di malam hari.?" tanya Tanaka dengan suara dingin nya sambil memperhatikan pakaian tipis yang di kenakan oleh Li Qin dan hal ini bukanlah hal yang baru bagi Tanaka, mengingat Li Qin akan terus teledor seperti itu terhadap nya.
"Aku ingin bicara pada mu, bolehkah.?" tanya Li Qin tanpa mengubris pertanyaan Tanaka, dari suara nya jelas terlihat kalau diri nya tengah berusaha menekan suara isak tangis nya.
Kini kedua nya berada di dalam kamar Tanaka dan jelas terlihat di kamar itu fhoto diri nya bersama Tanaka, sungguh ini juga adalah kali pertama Li Qin datang memasuki kamar Tanaka di rumah yang baru.
"Kamu mau bicara apa.?" ucap Tanaka sambil membuka pakaian bagian atas nya yang terlihat gerah karena basah dengan keringat, hingga menampakkan delapan kotak kekar di bagian perut Tanaka.
Li Qin sama sekali tidak terganggu dengan pandangan di depan nya, pandangan yang menggoda itu sebetul nya sudah sering sekali ia lihat. Hanya saja kali ini tujuan nya bukan untuk memuja pemilik tubuh mengagumkan itu melainkam, untuk meluruskan sesuatu dan memperjelas hubungan ke dua nya agar tidak lebih menimbulkan penyesalan kedepan.
__ADS_1
"Tanaka, tolong jelaskan pada ku kenapa kamu berubah dengan tiba tiba.?" tanya Li Qin dengan memberanikan diri untuk menatap Tanaka yang masih sibuk mengelap keringat nya.
"Aku tidak berubah, aku hanya harus segera sadar bahwa waktu ku tidak boleh lagi terbuang dengan sia sia" ucap Tanaka dan kini perhatian nya sepenuh nya pada Li Qin.
"Apakah kau masih menyukai ku.?" tanya Li Qin, dari sekian banyak pertanyaan dalam otak nya. Hanya ada pertanyaan ini yang berhasil ia ucapkan, dan itupun sudah membuat nya gugup bukan main.
Mendengar pertanyaan dari mulut nya Li Qin, Tanaka menatap Li Qin dengan penuh selidik. Ia merasa kalau sebetul nya pertanyaan itu bukan lah hal yang harus di pertanyakan dan juga di jawab oleh Tanaka karena ia sudah mengetahui kebenaran dari pertanyaan nya tersebut.
"Lalu, apakah kau menyukai ku Li Qin.?" tanya Tanaka tanpa mau mengubris pertanyaan dari Li Qin.
"Jawab dulu pertanyaan ku, Tanaka" ucap Li Qin, ia kesal karena pertanyaan nya tidak di jawab oleh Tanaka.
Melihat Li Qin yang seperti nya keukeh menginginkan jawaban dari Tanaka, lelaki itu akhir nya mengambil keseimpulan bahwa Li Qin tidak menyukai diri nya "Seperti nya benar, kau memang tidak menyukai ku" ucap Tanaka lalu ia berdiri mengambil handuk mandi dan diri nya segera melangkah menuju pintu kamar mandi berniat untuk mengabaikan Li Qin dan lebih memilih untuk nenyegarkan tubuh.
Karena sifat dingin Tanaka yang seperti nya enggan untuk merespon diri nya dan secara terang terangan mengabaikan diri nya, Li Qin memberanikan diri walau dengan terburu buru menjawab pertanyaan dari Tanaka. Ketika melihat lelaki itu sudah membuka pintu kamar mandi, Li Qin mengumpulkan segala keberanian nya berharap jawaban nya tidak akan membuat diri nya di tertawakan oleh Tanaka lalu berkata..
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye