
...TIDAK TAU MALU...
Laura dan Li Qin masih terus berdebat dan menurut Laura, saudari nya Li Qin seperti nya termasuk dalam golongan seorang perempuan yang tidak punya urat malu. Karena sifat nya yang sedikit tidak tau malu membuat Laura terpaksa memberi nya julukan sebagai Muka Tembok.
"Kau seperti nya bermuka tembok sekali" ucap Laura pada Li Qin setelah ia mendengar beberapa kalimat yang di ucapkan oleh wanita itu.
"Kau kasar sekali, Laura" ucap Li Qin dengan mata yang masih berfokus pada Tanaka yang masih sekarang membersihkan bangku mobil mewah milik nya.
"Aku bisa lebih kasar lagi dalam berbicara, atau apakah lebih baik aku menyebut mu lagi dengan istilah 'Muka Badak'.?" tanya Laura dan itu sukses membuat Li Qin dongkol setengah mati
"Kau seperti nya bosan hidup" ketus Li Qin
"Bukan seperti itu tapi, kau tau ada beberapa karakter berdasarkan zodiak punya kecenderungan memiliki sifat seperti itu. Dan tidak tertutup kemungkinan kau termasuk di dalam nya" ucap Laura pada Li Qin dengan seringai kejam nya yang sebetul nya tidak ada niat dan tujuan yangnjelek.
"Lalu aku sekarang harus bagaimana.?" tanya Li Qin pada Laura dengan malas
__ADS_1
"Hah..? kamu bertanya apa.?" ucap Laura heran dan seolah salah dengar pertanyaan Li Qin.
"mustahil kau tuli tiba tiba, di saat aku bertanya pada mu sejak tadi" ketus Li Qin, karena ia kurang suka mengulang pertanyaan nya berkali kali. Akan tetapi seperti nya Laura memang sedang memastikan pertanyaan dari diri nya.
Dan pada akhir nya Li Qin kembali mengulang pertanyaan nya "tadi aku bertanya, sekarang aku harus apa, menurut mu.?" tanya Li Qin mengulangi pertanyaan nya tanpa mengalihkan pandangan nya terhadap Tanaka, sedangkan Tanaka yang sedang membersihkan mobil nya terlihat cuek, ia juga sadar sedang di perhatikan dan di pandang dari lantai atas karena diri nya sempat melirik dan tau kalau kedua wanita single ini sedang memuja dan menatap nya dengan tatapan penuh kekaguman.
Sementara Laura, walau bagaimanapun rasa dongkol nya terhadap Li Qin pagi ini. ia tetap bertanggung jawab untuk memberikan saran dan jawaban kepada Li Qin " Li Qin dengarkan aku dengan baik.! Sekarang ergilah ke bawah dan kau tanyakan kemana dia akan pergi dengan style yang seperti itu" jawab Laura pada Li Qin dengan nada bicara yang mendesak saudari nya itu, ia sebetul nya mendukung dalam diam perubahan Tanaka. Akan tetapi, ia juga kasihan degan Tanaka yang terus berharap akan sesuatu yang tidak pasti dari Li Qin.
Dan saran pertanyaan dari Laura itu, sukses membuat Li Qin mengerutkan kening nya. Jelas terlihat dari ekspresi nya ia seperti kurang setuju dengan ucapan Laura. Karena, ia tidak berani sebetul nya untuk bertanya dengan kalimat tanya yang di sarankan oleh saudari nya itu untuk Tanaka.
"Bagaimana bisa aku memulai dengan pertanyaan seperti itu.? Tanya Li Qin bingung dan berharap Laura memberi nya jawaban tanpa ekspresi kesal.
Sukses Laura membulatkan mata nya dengan melotot karena ucapan Li Qin "Haiss.. Kau seperti wanita dusun, ck.. ck.. wanita dusun yang satu ini sungguh sangat merepotkan sekali.!" kesal Laura pada Li Qin "Li Qin, Kamu kan bisa berbasa basi sebelum bertanya pada intinya kepada Tanaka, kau juga bisa bertanya apakah diri nya sudah sarapan, apakah diri nya tidak bekerja hari ini, dan kenapa tidak mengenakan seragam seperti biasa nya. Lalu kemana ia akan pergi dengan pakaian casual yang santai" ucap Laura secara rinci dan hal itu di angguki oleh Li Qin, sekalipun ada keragu raguan akan tetapi ia tetap memantapkan diri.
"Baiklah akan ku coba tapi, apakah menurut mu ia akan berhenti dan tidak jadi pergi jika aku mengatakan pada nya untuk jangan pergi kalau semisal ia akan pergi ke suatu tempat seperti berkencan dengan wanita.?" tanya Li Qin, ia seperti nya berharap bisa menahan Tanaka.
__ADS_1
"ck.. kau masih punya nyali menahan nya.?" ucap Laura dengan alis yang naik sebelah, sebetul nya ia ingin sekali memukul kuat kepala bagian belakang Li Qin yang seperti nya tidak tau malu dan tidak sadar diri total akan ucapan nya.
"Li Qin, seperti nya kamu harus di ruqiah.! ku rasa selain egois dan tidak sadar diri akan kelakuan mu, kamu juga kehilangan urat malu mu." ucap Laura kembali dengan begitu ketus pada saudari nya yang tidak tau diri.
Mendengar ucapan dan umpatan dari Laura ia merasa kalau saudari nya ini sedang tidak berpihak pada nya "ck, sebetul nya kau berpihak pada siapa Laura" ketus Li Qin mulai kesal
"Aku berpihak pada siapa.? Jelas kau tau jawaban nya dudul.!" ketus Laura dengan ekspresi yang tidak bersahabat lagi "Kau teruslah menantang ku untuk berdebat, sedangkan kau sadar kalau tidak akan pernah bisa menang ketika memulai untuk berdebat dengan ku." ucap Laura lagi yang semakin heran ketika Li Qin dengan santai membuang buang waktu meladeni nya berdebat tanpa, mau berfikir bagaimana ia mengatasi masalah saat ini.
"Kau.!!" geram Li Qin dengan tatapan melotot pada Laura dan Laura juga membalas tatapan itu dengan tidak kalah melotot nya.
"Teruslah berdebat, biarkan saja Tanaka pergi dan meninggalkan seribu kupu kupu di dalam kepala mu dengan rasa penasaran yang tinggi. Hingga malam ini dan besok kau tidak bisa mendapatkan kedamaian karena tidak bisa menuntaskan rasa penasaran mu tentang kemana Tanaka akan pergi" ucap Laura..
"Kau benar aku akan menanyakan nya sekarang juga" ucap Li Qin dengan tekat yang bulat.
Di balik tekat nya yang bulat, Li Qin masih betah melihat Tanaka yang akan segera pergi dengan pakaian yang tidak biasa di pagi hari ini, hal itu benar benar yang membuat ia begitu penasaran kemana Tanaka akan pergi. Setelah berdebat panjang dengan Laura lalu, diri nya memberanikan diri karena mendapatkan dukungan dari Laura, barulah ia berani bertanya dengan nada setengah berteriak karena jarak Tanaka dan Li Qin sedikit agak jauh tapi masih bisa di dengar dengan menaikkan volume suara.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye