TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 217


__ADS_3

...KEPUASAN...


Li Qin terdiam bak tersambar petir, mengingat sudah berapa jauh ia melangkah namun justru yang ada Valdis datang ke arahnya, dan menculik nya hingga waktu tiga tahun terbuang sia-sia. sudah berapa asa yang ia perjuangkan untuk hidup nya dan karir kedokteran nya. Tapi, sekarang dia malah tidak memiliki pilihan bahkan untuk mengakhiri semuanya dan hidup nyapun tidak mampu karena harus bergantung pada keputusan Valdis si lelaki biadab.!


Sejak kejadian barusan Li Qin pun hanya terus termenung di sudut ruangan gelap yang sekarang menjadi dunia nya berteduh dengan penyiksaan, mungkinkah kejadian ini akan menjadi trauma besaer untuk Li Qin nanti nya ketika ia bebas dari Valdis atau justru menjadi sebuah kepercayaan untuk menjadikan ini sebagai kenangan pahit bahi nya.?


Tentu, apa pun itu bukanlah hal yang mudah untuk di lupakan oleh Li Qin tapi, akan selalu berada di ingatan paling pertama dalam memori nya untuk di ingat. semoga saja di ingat dengan persepsi yang tidak menyakitkan oleh nya hingga ketika ia bisa keluar dalam keadaan selamat, ia mampu untuk memulai kehidupan baru tanpa ketakutan.


Setelah kepergian Valdis yang kesal terhadap Li Qin, sekarang Valdis tengah bertarung dengan kenikmatan nya. ia berada di ruangan lain dan puluhan rintihan kesakitan dan ******* kenikmatan beradu menjadi satu "aakh.. sakit bos.! tolong pelankan" keluhan seorang gadis usia 25 tahun bernama Clara.


"Sudah ratusan kali dan kau masih terus merasa sakit, sialan" umpat Valdis sambil menggerak - gerakkan tubuh nya maju mundur dalam tempo cepat.


"bos, tolong bos.. Ahkkkk.. Ah.. Itu terlalu sakit bos" rintihan dan desa*an Clara terus menggema hingga terdengar di telinga Li Qin.


"sudah tujuh tahun lama nya dan kau masih terasa begitu sempit.!" ranco Valdis dengan segala emosi dan kenikmatan yang ia rasakan saat ini.


Clara seorang gadis yang saat belia telah dijadikan budak dalam segala hal oleh Valdis, ia juga lelaki pertama yang memasuki gadis malang itu. setelah kedua orang tua angkat nya menjual nya dengan harga lima ratus juta rupiah kepada Valdis dan tentu saja Valdis tidak memberikan uang tersebut dengan cuma - cuma waktu itu, melainkan ia melakukan tes drive terhadap Clara untuk mengetahui ke aslian dan kemurnian gadis itu dan barulah ia memberikan uang yang menurut nya sangat kecil jumlah nya.

__ADS_1


"aaah.., kau selalu saja membuat ku semakin di mabuk kepayang dengan permainan mu" kata Valdis yang sekarang permainan di pimpin oleh Clara dengan sangat lihai dan menggairahkan.


Peluh yang membasahi tubuh kedua nya, dengan ******* kesakitan dan kenikmatan yang selalu saja membuat Valdis menjadi semakin gila hingga menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih lagi. beruntung Clara gadis belia yang dipaksa dewasa sebelum waktunya kala itu mampu belajar mengimbangi Valdis hingga laki-laki bidab ini bisa memuji kehebatan ranjang yang diciptakan oleh Clara.


Plok.. plok.. plok..


suara penyatuan terus terdengar begitu cepat dan keras di ruangan itu termasuk di telinga Li Qin, bisa di nilai dari suara nya bahwa ritme yang mereka gunakan adalah sebuah ritme dengan power turbo.


"Ahkk.. aaah.. kau sungguh nikmat" kata Valdis berulang - ulang dengan mata yang sudah tertutup mesum.


"ehmm.. emmm.. ehmmm" desa*an dan gerakan Clara yang seperti orang mabuk semakin memacu adrenalin untuk menuntut yang lebih lagi.


Valdis benar - bebar di puaskan oleh Clara dengan seluruh kemahiran dan kelihaian nya dalam memandu sebuah game ranjang. "uhmm... ohmm.. hmm.. Uhh... Aaaaaaaah.. plok.. plok.. plok.." suara pergerakan yang jahanam ini terus keluar dari mulut dan terdengar begitu nyaring dan syahdu


"aku puas dengan mu Clara" teriak Valdis setelah gairah nya terealisasikan sedangkan Clara tengah meringis kesakitan di seluruh tubuh terutama area bawah nya. "aku tidak pernah salah membangun dan menimbun ruang rahasia ini" puji Valdis pada diri nya


"Valdis, kamu harus ingat ini di saat kamu tenang maka renungkanlah. Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, maka sia-sialah usaha orang yang membangun nya. begitu pula dengan seluruh kekuasaan mu, kamu harus sadar jika bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga - jaga." kata Li Qin hanya ungkapan ini yang bisa ia katakan dan dari mulut berdarah nya selama beberapa hari untuk tidak berbicara.

__ADS_1


Valdis, diam mematung ditempat.!


ada kerinduan yang berasal dari dalam hati nya, kerinduan untuk mendengar suara dan rintihan serta isak tangis Li Qin yang sudah beberapa hari ini tidak ia dengarkan.


"Ternyata pita suaramu belum putus.!" kata Valdis "sepertinya aku kecewa hari ini, karena gagal membuat mu jadi seorang wanita bisu" sambung Valdis dengan bengis.!


Li Qin hanya mendengarkan dengan setia semua ucapan dan umpatan kekesalan dari Valdis yang bersamaan dengan cekekan, tamparan dan ciuman kematian.!


"Aku jadi semangat bertanding dengan kembaran ku yang bodoh itu, kau tau Li Qin. ia mati-matian berjuang menghabiskan waktu selama tiga tahun untuk mencarimu dengan mengarahkan banyak tentara dan polisi serta beberapa klan mafia namun, dia terlalu bodoh dan naif bisa menemukan mu.!" Valdis memicingkan matanya di sertai dengan smirk mematikan dari bibirnya "dia datang padaku dan memintaku untuk mencari mu dan aku akan ikut dalam penyelidikan dan pencarian mu itu, itulah pertandingan yang begitu menarik untukku bulan ini" kata Valdis dan ada kerinduan dimata Li Qin untuk Valdis. dan ada kemarahan yang meluap - luap dari Li Qin untuk Valdis..


"Valdis, kau harus tau ikrar hidup di dunia ini adalah untuk bertanding dalam pertandingan iman. untuk merebut kehidupan yang baik dan layak juga kekal, hidup ini hanya sementara gunakan itu untuk beribadah pada Tuhan" Li Qin memberikan nada lembut disetiap ucapan nya, ia seolah tidak rela jika Valdis mempermainkan Tanaka dengan pura-pura ikut membantu pencarian dan penyelidikan tentang nya.


"jangan menceramahi ku, aku akan membawa banyak keberuntungan termasuk kepada malaikat maut untuk membantu nya meringan kan pekerjaan dalam menghukum mu hidup - hidup.! tentu nya aku sudah membawa ke kekalan" ketus Valdis


"Kamu salah besar Valdis, kita datang di dunia ini dengan tubuh telanjang dan noda darah dan saat kembali seharus nya kembali dalam keadaan telanjang pula namun, kita masih di berikan sehelai kain untuk menutupi jasad. mengenai keberuntungan yang akan kau bawa di akhirat nanti percayalah, jika kau masih ingat perkataan ku ini bahwa kita tidak pernah membawa apapun ketika masuk dalam dunia begitu pula nanti ketika waktunya kita berpulang tidak akan ada yang bisa kita bawa termasuk ke kekalan yang kau katakan" dengan lembut Li Qin berbicara pada Valdis agar ia perlahan memahami arti hidup.


Valdis pergi begitu saja tanpa memberi respon pada Li Qin dan hal itu sepertinya jauh lebih buruk menurut Li Qin.

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2