
...PERTEMUAN...
Tanaka sejenak melupakan semua beban pikiran dan seluruh misi nya dalam penyelidikan tentang Li Qin dan berfokus untuk memberi waktu pada sang ibu, sedangkan tuan Hul yang merupakan ayah dari Tanaka dan Valdis sedang dinas luar kota. sebetul nya ini hanya alasan saja di karenakan tuan Hul pergi memastikan sesuatu dengan rahasia, menggunakan faktu dengan baik selagi ada Tanaka di rumah yang menjaga sang ibu.
Sedangkan di suatu kota yang sama dengan Tanaka bertugas sebagai Abdi negara, sosok Clara memilih untuk keluar dari kamar karena merasa sangat bosan "ASTAGA....." teriak Clara dengan sangat kencang melihat seorang wanita dengan jubah putih dan banyak noda darah yang sedang di pasung dan kedua tangan nya di ikat ke atas tiang, benar-benar miris. tanpa di perintahkan Clara yang masih kaget spontan menangis histeris melihat wanita itu.
Rambut berantakan yang terurai seperti kuntilanak, badan yang serasa hampir terbelah dua karna posisi kaki dipasung dan kedua tangan terikat dan digantung bagaikan ayunan, Clara bisa melihat kedua tangan wanita itu akan segera lepas saking tinggi nya tangan digantung.
Perlahan Clara mendekat kearah wanita itu, pertama yang ia lakukan adalah membenarkan rambut agar rasa ketakutan nya hilang "pria brengsek mana yang tega memperlakukan wanita nya seperti ini" Clara benar-benar tidak bisa menahan emosi nya ketika melihat wajah pucat dan menguning dari wanita yang hampir mati di depan mata nya.
"Hei.. hei, gadis.! bangunlah" kata Clara sambil menepuk-nepuk pipi wanita yang sedang di pasung.
"Siapa namamu.? bagaimana aku memanggil mu.? jangan takut, aku bukan wanita jahat" kata Clara lagi, yang mulai melihat raut wajah ketakutan dari wanita itu.
"aaa..aku, Li Qin" jawab nya dengan penuh kegugupan..
"Li Qin.?" beo Clara yang seolah tengah berfikir dan seperti nya pernah mendengar nama itu dari Valdis.
ya, wanita yang tidak sengaja di lihat oleh Clara adalah Li Qin. karena rasa bosan nya berada didalam ruangan yang besar juga jauh dari keramaian, ia memilih untuk berkeliling dan alhasil bertemu dengan Li Qin.
__ADS_1
"Kenapa kamu menyedihkan sekali" tanya Clara sambil merapikan rambut Li Qin yang tinggal setengah sedangkan setengah nya lagi botak dan berkudis.
"aku di culik oleh Valdis" jawab nya, seolah enggan mengomentari jawaban dari Li Qin. Clara langsung berdiri dan mengambil kotak P3K, air hangat, makan dan minuman serta cemilan dan seember besar air, peralatan mandi beserta dres dan dalaman wanita yang kebetulan muat di tubuh Li Qin.
Sekarang Clara berencana untuk membersihkan semua luka di tubuh Li Qin, ia benar-benar memandikan Li Qin dan mengobati semua luka Li Qin, dan terakhir ia makan bersama dengan Li Qin tanpa merasa jijik. namun, sebelum nya Clara menarik dengan sekuat tenaga selang karena tenaga nya sudah hampir habis menamping air guna memandikan Li Qin.
Selama proses pembersihan dan pengobatan, Li Qin terus berteriak kesakitan dan perih. bahkan terdapat banyak lebam di tubuhnya, dengan sabar Clara menahan bau dan menulikan telinga dari teriakan kesakitan Li Qin. setelah selesai, dengan susah payah Clara menarik Li Qin dari tempat semula untuk membersihkan lantai yang begitu bau karena kotoran dan bau ompol Li Qin..
Sekalipun masih ada sedikit bau, setidak nya Clara dan Li Qin masih bisa bernafas lega menghirup udara. karena Clara telah berjuang mati-matian membersihkan lantai tanpa jijik dengan kotoran manusia yang sudah kering.
"Kau sungguh baik dan sangat mulia" kata Li Qin dan Clara tersenyum mendengar hal itu..
"Terimakasih banyak, aku berhutang pada mu" kata Li Qin yang merasa badan nya ringan dan segar setelah dimandikan "Apakah kamu disini bekerja.?" tanya Li Qin, karena melihat pakaian Clara yang seperti seragam pelayan.
"Ah.. anggap saja seperti itu" jawab Clara bingung "ehm.. aku bukan pelayanan tapi seperti pelayan" sambung Clara dan tentu saja Li Qin bigung dengan pernyataan itu.
"Bisakah, kamu mengakatakan nya dengan jelas.?" tanya Li Qin dengan suara lemah nya.
"baiklah akan ku katakan dengan jelas, aku sudah beberapa tahun bersama Valdis, ke negara manapun dia akan pergi, aku pasti berada disana bersama nya karena dia membawaku dan tidak pernah meninggalkan aku. Anggap saja aku seperti wanita bayangan yang tidak pernah terlihat" jawab Clara tersenyum canggung.
__ADS_1
"Apa, kau seorang.?" kata Li Qin menggantungkan ucapan nya dan di pikiran nya hanya ada wanita penghangat ranjang.
"iya, itu benar.!" Clara membenarkan apa yang ada di pikiran Li Qin "aku di jual oleh orang tua angkat ku kepada Valdis dengan jumlah yang sangat besar, tidak menunggu proses yang lama. malam nya aku menjadi gadis penghangat ranjang nya dan dia juga orang pertama yang memerawani ku. semua yang terjadi saat itu adalah pengalaman paling pertama ku, aku sempat melawan akan tetapi aku kalah dari kekejaman dan sentuhan yang ia berikan dan sejak itu aku berusaha jadi penurut karena Valdis mengatakan jika aku menurut maka, ia juga akan berlaku sangat baik." sambung Clara dengan raut kesedihan. "hmm.. dan semua ucapan nya benar, selain ranjang ia tidak pernah menyakiti ku" jelas Clada
Li Qin melototkan matanya yang lebam tanpa terlihat, tangan nya mengepal dengan emosi nya yang naik keubun-ubun. bagaimana bisa Valdis yang menurutnya polos menjelma sebagai penjahat kelamin dan menghancurkan masa depan gadis yag jauh lebih mudah dari nya.
"Aku sekarang paham, kalau sebetul nya aku tidak pernah mengenal siapa dia" Jawab Li Qin dengan amarah yang meluap-luap namun, tidak bisa tersalurkan.
"Aku tidak kecewa sama sekali" kata Clara, dan seketika Li Qin memicingkan mata lebam nya "karena dia hanya memperlakukan ku dengan sangat kasar saat di ranjang namun, setelah nya sangat hangat dan memanusiakan ku, menganggap aku ada serta memenuhi seluruh nya kebutuhan ku dengan brand terkenal" Li Qin terus menjadi pendengar dan sekaligus menjadi orang kurang waras "hanya saja setiap kami bermain dengan nafsu tanpa ada nya kekerasan, ia akan melakukan nya dengan sangat lembut. tapi, disaat dia sedang emosi dia juga akan melakukan nya dengan sangat kasar bahkan sering aku harus menerima jahitan di bagian ke wani*aan ku." Jelas Clara.
"Benar-benar bajingan.!!" geram Li Qin "Bagaimana bisa kau mengatakan tidak kecewa dan menerima semua perlakuan nya pada mu.! ia membuat mu seperti ****** rendahan, apakah harga diri mu tidak terluka.?" tanya Li Qin yang sekali lagi berusaha untuk terus berbicara sekalipun kondisi nya seakan menuntut nya untuk pingsan.
"Karena kekerasan itu berlaku di atas ranjang dan hanya pada saat ia emosi setelah nya semua baik-baik saja, dan aku memang seperti telah di gariskan untuk mejadi ****** bagi nya setelah orang tua angkat ku menjual ku pada nya dan disitu juga harga diri ku sudah tidak ada lagi." jelas Clara, kali ini dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya. "setidak nya, inilah cara ku membalas budi dan kebaikan dari orang tua angkat ku selama menghidupi dan membesarkan ku, kalau aku lari dari Valdis, nyawaku pasti jadi taruhan dan orang tua angkat pasti terkena masalah" kata Clara.
"Brengsek.! balas budi macam apa itu" Li Qin benar-benar kesal dengan kepasrahan Clara setelah pertemuan kedua nya hari ini.
"Valdis, kau benar-benar biadab.!!"
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1