TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 128


__ADS_3

KELUARGA KU MATAHARI KU


Sahabat adalah satu - satunya orang yang memberimu kebebasan untuk melakukan apapun dan bersamamu untuk berlari kemanapun. sahabat adalah orang yang akan selalu ada didekatmu setelah orang tuamu dan keluarga mu, orang yang juga bersikap sangat setia dan akan selalu disisimu saat kamu bahagia dan saat kamu terpuruk. saat kamu butuh atau saat kamu tidak butuh ditemani, sahabat tetaplah berdiri mengelilingimu dengan memegang bahumu juga penebuk pungungmu dengan pelan dan berkata kita hadapi bersama - sama.


Persahabatan antara Valen, Vantosa, Tina dan Ani adalah salah satu persahabatan yang masuk kategori setia. persahabatan yang jadi dambaan semua orang, mereka selalu ada kala suka dan bertahan disaat duka satu sama lain. sahabat yang selalu siap menjadi tameng dan pagar perlindungan bagi diri dan lainnya, sahabat yang selalu memahami dan mengerti dan mereka selalu memerani berbagai peran mulai dari menjadi ayah, ibu, kakak dan adik untuk melindungi dan merangkul setiap mereka yang jatuh dan sedih..


Begitu juga dengan keluarga, yang mencintaimu tanpa syarat😊 orang yang pertama sekali menerima, menghargai, melindungi dan menyayangimu. cinta keluargamu tidak akan pernah bisa diselingkuhi oleh siapapun termasuk orang ketiga. keluargamu akan menjadi tempat berteduh tanpa harus membuat janji, yang akan selalu ada bersamamu untuk merangkulmu, memelukmu dan menggendongmu tanpa ada warga yang menimpukmu dengan batu karna kemesraan yang kamu ciptakan dengan anggota keluargamu.


Lama sudah Valen tidak bertemu dengan kedua orang tuanya, orang tua yang telah membesarkan dan menjadikannya orang yang berguna serta berpendidikan. orang tua yang dulu ia anggap musuh dalam diam, karna dijodohkan dengan Valr yang sudah menjadi suaminya. orang tua yang dulu selalu ia diami dan jauhi kini, rasa kangen dan rindu yang menggebu - gebu membuatnya tidak bisa menahan rasa ingin bicara melalui panggilan video.


"hallo Mama ..." sapa Valen setelah panggilan video terhubung dengan mamanya yang berada jauh dipulau Nias, tanah kelahiran, pulau dengan seribu keindahan dan tempat pariwisata yang memukau.


πŸ“ž"hallo Valen, Yaahowu nak" sapa mama nya


"Yaahowu, mama apa kabar ma.?" tanya Valen dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


πŸ“ž"puji Tuhan mama baik - baik saja nak, kalian apa kabar.? cucu mama dimana.?" tanya bu Nurs


"syukurlah ma, kami semua baik - baik saja disini, dan anak - anak sedang tidur ma, kurasa mereka kelelahan karna baru selesai imunisasi" jawab Valen pada bu Nurs


Wajah wanita yang dulu masih kencang dan cantik saat Valen masih bersama dan tinggal dalam atap rumah yang sama. kini, terlihat dilayar telepon dengan wajah lelahnya dan kulit yang mulai keriput dengan uban dikepala yang ditutupi dengan pewarna rambut. tentu sudah tidak sekuat dulu, penglihatan juga sudah mulai rabun. wanita luar biasa yang ada dihadapan Valen kini, ialah wanita yang telah berkorban nyawa dan jasa hingga kini Valen bisa menjadi wanita yang sempurna.


Ingin berkata aku kangen tapi terasa berat atau aku sangat merindukanmu. tapi, bibirnya keluh untuk berbicara. itulah yang kini dirasakan oleh Valen yang hanya bisa menatap sang ibu dari layar telepon dengan air matanya yang sudah setetes mulai membasahi pipinya tapi, sebisa mungkin bibirnya terus menyunggingkan senyuman luar biasa untuk sang ibu.


πŸ“ž"kenapa kamu menangis.? masih sulitkah untuk melupakan kebencianmu dulu terhadap mama.?" tanya bu Nurs pada anaknya dengan lembut


"tidak ma, aku hanya ingin bertemu saja" ucap Valen semakin merasakan sakit dihatinya.


πŸ“ž"Aci ..?" panggil bu Nurs dari telepon dengan lembut, penuh manja. bu Nurs memanggil Valen dengan nama yang biasa mereka sebut, nama kesayangan untuk Valen, nama yang hanya disebut oleh keluarganya dan nama yang selalu berhasil melancarkan aksinya dulu untuk bermanja - manja dengan keluarga.


"mama" ucap Valen sesegukan..


Entah apa yang kini merasuki Valensia, ia berusaha menangis menahan isakannya, diam namun sesegukan memberitahukan bahwa ia sungguh dalam keadaan hati yang pilu.


πŸ“ž"kamu kenapa nak.?" ucap pak Charlie yang muncul tiba - tiba dilayar telepon Valen

__ADS_1


"papa.?" sapa Valen kaget, ia baru ingat kalau dirinya lupa bertanya dimana papanya berada karna pikirannya dari awal sedsng kacau dan air matanya sudah tidak terbendung lagi.


πŸ“ž"iya sayang, kamu ada masalah.? kamu sedang berantem dengan suamimu.? atau kamu sedang sakit.?" ucap pak Charlie dengan pertanyaan betubi- tubi dan Valen hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda dia tidak ada masalah atau hal lainnya.


πŸ“ž"sejak awal dia sudah menangis seperti itu pa, sepertinya hatinya sedang dalam keadaan yang sangat rindu pada kita" ucap bu Nurs menebak hati sang anak dan diangguki oleh Valen tanda ucapan sang ibu benar.


πŸ“ž"kamu merindukan kami.? jika rindu katakan rindu jangan ditahan selagi ada waktu untuk mengatakan aku rindu. jika sayang maka katakan sayang jangan ditahan selagi kami masih bisa mendengar kata sayang dari mu" ucap pak Hul yang semakin membuat Valen menangis sesegukan.


Tanpa disengaja Ita melihat pintu keluar menuju halaman dan melihat bahu Valen yang naik turun karna sesegukan serta kepalanya yang menunduk. segera Ita berlari kecil memanggil Valr yang sedang asik menonton bola dengan Vano diruang keluarga..


"tuan .. tuan .." ucap Ita seperti gaya orang yang sedang berbisik dari kejauhan dengan menundukkan badannya.


"kenapa Ita" tanya Valr cuek karna matanya tidak berkedip melihat layar TV begitu juga dengan Vano yang tidak melirik sama sekali.


"tuaaaaaaaaaannnn" ucap Ita lagi dengan nafasnya seperti suara seorang kuntilanak memanggil ditengah malam dengan desahanya yang mengerikan


"iyaaaaaaaaaaaaahh" jawab Vano membalas sesuai dengan cara Ita bicara, karna Valr sudah tidak bisa lagi melirik.


"astaga pak ganteng seperti suster ngesot saja, suaramu penuh desah desus" ketus Ita


"itu pak ganteng, anunya nyonya Valen naik turun ditaman belakang" jawab Ita sambil memperagakan bahu Valen yang naik turun.


"APA.!!" sontak Valr dan Vano kaget hingga berdiri, karna ucapan Ita dan keduanya melihat Ita dengan posisinya seperti maling yang mengendap - endap masuk rumah untuk mencuri dan mengisyaratkan pada kedua lelaki gagah untuk diam.


"anunya bagaimana Ita" tanya Valr dimana pikirannya mengarah kesesuatu hal yang negatif


"anunya naik turun.? apa sedang itu - itu, bagaimana bisa.? Valr kan sedang disini" sambung Vano dengan gerakan tangan mengacungkan telunjuknya keatas dan kebawah, sama dengan Valr pikiran Vano juga mengarah kepekerjaan suami istri.


"hooh pak ganteng" jawab Ita segera Valr berlari mengikuti arah telunjuk Ita menuju taman belakang sedangkan Vano tetap ditempatnya.


"sini kamu.!" panggil Vano sambil menepuk - nepuk samping tempat duduknya


"iya kenapa pak ganteng" tanya Ita lalu duduk disamping Vano tanpa bicara lagi. Vano, sengaja menyuruh Ita duduk untuk menemaninya menonton bola.


Ditaman belakang, Valr berada tepat dibelakang Valen sang istri mencoba memahami kondisi dan ia mendengar isak tangis dari istrinya yang sudah sesegukan dan juga kedua mertuanya yang sedang tertawa menggoda Valen.

__ADS_1


Melihat hal itu perlahan Valr menyentuh dengan lembut bahu istrinya dan menepuk - nepuk perlahan. tidak lupa Valr menyapa mertuanya dan berbincang cukup lama dan kemudian mereka mencoba menghubungi orang tua Valr dan tersambung hingga banyak nasehat diberikan pada Valr dan Valen.


"Jadilah kalian anak dan orang tua yang bisa melindungi satu sama lain dan menjadikan rumah sebagai jangkar dan pelabuhan dalam badai, tempat berlindung yang teduh dikala lelah saat kamu selesai dengan rutinitasmu sebagai abdi negara dan perawat, tempat yang menyenangkan untuk kamu tinggal saat lelah, tempat di mana kalian dicintai dan bisa mencintai satu dengan yang lain.” nasehat bu Nurs pada Valen dan Valr menantu pilihanya dengan air mata yang sedang menceritakan betapa ia sangat merindukan putri bungsunya yang kita telah menjadi seorang ibu muda dengan memberikan tiga cucu sekaligus.


"siap ma, baik ma" ucap Valr dan Valen bersamaan.


"ingat sejak dulu bagi papa, keluarga itu selalu penuh dengan rangkulan, saling bergandengan satu sama lain dan selalu mendampingi. jangan merasa sendiri saat kamu dikelingi banyak orang dan jadikan keluarga sebagai kompas yang membimbing kalian berdua yang sudah menjadi orang tua sebagai keluarga harmonis, sebagai inspirasi dan contoh bagi lingkungan sekitar untuk mencapai impian. hadirkan kenyamanan sebisa mungkin ketika kalian goyah dan jangan lari untuk hal sepele dan besar atau membelakangi satu sama lain." ucap pak Charlie dengan lembut menasehati anak dan menantunya.


"siap.! laksanakan pak" ucap Valr tegas


Ada rasa bangga dimata pak Charlie, bangga karna tidak sia - sia dulu ia bersi keras menjodohkan putri bungsunya dengan Valr yang ternyata terbukti mampu memberikan kehidupan yang layak bagi putri bungsu dan ketiga cucunya.


"benar kata mertuamu Valr ingat, kalian hiduplah dengan Damai di Lombok, damai itu adalah keindahan hidup, kebahagiaan untuk batin yang bagaikan sinar matahari dia mampu mengukirkan senyuman terindah dibibir mungil anak - anakmu. karna cinta yang mereka rasakan dari seorang wanita dan akan menjadi penyemangat serta alasanmu untuk tertawa, bergembira sebagai seorang kepala rumah tangga dan ayah dari anak - anak mu." ucap bu Ris pada putranya dan sedikit enggan menasehati Valen mengingat sebelumnya ia sempat membenci dan menyakiti Valen hanya karna tidak mengandung.


"baik ma" jawab Valen lembut dimana air matanya sudah redah digantikan dengan tawa


"kebersamaan sebuah keluarga adalah kemajuan manusia, kemenangan dalam keadilan, kemenangan dalam kebenaran dan pintu menuju surga. semoga keluarga dan anak - anakmu hidup dengan berkecukupan dan bahagia" ucap Pak Hul dengan susah payah karna penyakit stroke yang menyiksa tubuh dan bibirnya kini membuatnya tidak bisa bergerak dan sangat terbatas.


"Ia pa, ma. sekarang saya paham arti kata yang mengatakan bahwa dalam kehidupan keluarga, cinta adalah minyak yang memudahkan gesekan, semen yang mengikat lebih dekat bersama, dan musik yang membawa harmoni. saya berjanji akan menjaga anak dan cucu kalian, nantikan kami dilibur panjang. kami, pasti kembali menjaga dan merawat kalian" ucap Valr yang akhirnya berganti dengan Valen, dimana matanya kini menangis mengetahui kenyataan pak Hul kini duduk dikursi roda dan hal itu belum dikabarkan pada Valr karna posisinya yang dulu melaksanakan misi.


Butiran bening nan suci kini telah membasahi pipinya Valr, tatkala ia mengingat betapa berjuangnya dahulu kedua orang tuanya dalam menyukseskannya hingga sampai saat ini. tapi, saat usia senja ia tidak ada untuk merawat orang tuanya yang terkena stroke dan bersusah payah untuk bicara. tampak jelas diwajah pak Hul bahwa matanya menegaskan pada Valr putra satu - satunya itu untuk kembali ke Nias dan berada disisinya.


Hal ini membuat pikiran Valr menjadi terbagi memikirkan orang tuanya dan juga posisi mereka saat ini yang tidak memungkinkan untuk tinggal di Nias. kecuali Valr pindah tugas dan sepertinya itu hal yang mustahil terjadi, ditambah lagi ia baru saja membeli rumah dan mustahil untuk ditinggalkan..


Memang saat usia senja dengan keterbatasan fisik orang tua akan sangat mengharapkan kehadiran anak - anak untuk merawat dan menjaganya serta selalu berada disisinya. hanya saja orang tua terkadang menahan keinginannya dan mengurungkan permintaannya hanya karna tidak ingin merepotkan anak - anaknya. itulah pengorbanan orang tua, saat azal mendekatipun mereka masih berkorban menahan keinginannya walau sesungguhnya ada kerinduan dan keinginan untuk bersama anak - anak di usianya yang sudah tidak memungkinkan untuk sendiri.


HALLO READER


Selamat soreπŸ™ sebelumnya thor minta maaf ya, thor tau kalian bakal kecewa karna tidak ada lanjutan untuk Vano dan Ita disini. itu karena Author mau fokus menyelesaikan cerita antara Valen dan Valr kemudian berlanjut pada ketiga anak kembar Valen dan Valr beserta kisah cinta mereka..


DAN JUGAπŸ˜πŸ˜‚


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong bebπŸ˜‰πŸ˜‰


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul PENGORBANAN KU.πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



__ADS_2