TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 212


__ADS_3

...MALAIKAT MAUT YANG BANGKIT...


"Jangan.. ku mohon jangan lakukan itu Valdis.! ku mohon padamu, aku sungguh-sungguh bukan penyebab kematian Vini." teriakan Li Qin yang memilukan, bahkan dalam tidur nya pun ia membawa rasa trauma dan ketakutan yang luar biasa karena perlaluan Valdis selama tiga tahun.


Setiap kali Li Qin menutup mata, ia akan terus berteriak dalam tidurnya memohon ampun kepada Valdis. Namun, Valdis sama sekali tidak membawa hati nurani dan belas kasihan nya pada Li Qin yang seorang wanita lemah.


Setiap hari, setiap waktu, pagi dan malam.! Li Qin selalu menjadi prioritas utama bagi Valdis untuk melampiaskan rasa kehilangan nya terhadap Vini yang memilih jalan pendek dan bunuh diri didalam kamarnya, tepat pada saat Valdis datang untuk pertama kalinya di pulau Nias. dan kematian Vini juga terjadi dirumah Valdis yang sudah diwariskan oleh kakeknya.


*


*


*


"Awalnya Aku tidak sabar ingin melihatmu secara nyata, tidak ada yang tersembunyi dari pandangan mataku bahkan tubuh telanjang mu pun ku pandangi setiap waktu dilayar monitor. Aku benar - benar melihat dengan mata kepala tentang bagaimana perubahan mu dari usia remaja ke dewasa." kata Valdis bercerita sambil membelakangi Li Qin yang entah sedang tertidur atau justru pingsan.

__ADS_1


"Hingga ku putuskan untuk kembali dan langsung ke pulau Nias setelah mengetahui kalau ia dan Tanaka sering bercumbu bahkan tidur bersama dengan adegan hot sekalipun tidak membobol si nona manis.!" geram Valdis hingga gelas yang ada ditangan kirinya pecah dan membuat jari-jari Valdis terluka bahkan ada pecahan gelas yang sudah menusuk telapak tangannya.


"Setiap waktu setelah berhasil menyusup ke Nias tanpa sepengetahuan siapapun dan kembali kenegara yang menjadi tempatku menuntut ilmu dengan sesuka hati.! hanya demi sebuah misi untuk bisa memantau mu dari jauh. dan setiap hari memandangi gerak gerik mu yang berada di dalam rumah yang di wariskan untuk ku." lanjut Valdis dengan darah ditelapak tangan nya menetes satu demi satu.


"aku melihat kamu dengan tatapan teduh dan bahkan aku sulit menentukan sorotan seperti apa mataku setiap memandang mu, kamu dengan wajah polos dan kepribadian yang lemah lembut berjalan kesana kemari mengitari rumahku dan kamar pribadi sesuka hati nya tanpa tau ada aku yang menjaga mu dari layar monitor, semua itu ku pantau dari layar monitor cctv yang ku tempelkan dirumah itu. bahkan Vini yang juga kekasihku sama sekali tidak kuperlakukan seperti itu" Valdis memicingkan mata dan menarik bibir untuk mengulas senyum misteriusnya.


"Aku tergila-gila untuk kembali dan alhasil yang kudapati ketika tiba dirumah ini adalah sebuah pintu kokoh yang mustahil bisa ditembus penyusup. Lalu aku maju mendapati pintu kamar yang sedikit terbuka berfikir ada kamu walau aku tau itu kamar Vini dan surprise pertama yang menyambutku adalah tubuh kaku Vini didalam kamar yang ia tempati, aku disambut oleh jasad yang menggantung dilangit-langit kamar dengan mata Vini yang sudah melotot serta lidahnya yang menjulur keluar. dan sebuah tali tambang yang bisa digunakan untuk mengikat seekor sapi terlilit bagaikan kalung hermes dilehernya." kata Valdis, tatapan nya kembali dingin dengan nada yang tidak bersahabat..


"Betul.!! saat itu kau memang bukan dalang dari tindakan konyol Vini, akan tetapi sebuah surat ditangan kirinya mengatakan bahwa ia memilih mengakhiri kehidupan nya karena kamu.!!" Kata Valdis lalu kembali meremas tangan kirinya tepat diposisi dimana pecahan gelas yang sudah menancap ditelapak tangannya.


"Valdis, aku sungguh tidak tau menau mengenai surat itu.! kau harus percaya padaku" kata Li Qin yang ternyata mendengar semua perkatan Valdis.


"Aku percaya padamu tapi, aku dipukul hebat oleh kenyataan yang sesungguhnya." kata Valdis saat ini tatapan nya begitu gelap dan sangat mendominasi untuk menyandang gelar malaikat maut yang bangkit.


Sebetulnya, Vini melakukan aksi bunuh dirinya karena pemikiran sempit dan keputusan nya sendiri. tanpa ada hasutan atau bahkan pertengkaran kecil dengan Li Qin, semua yang terjadi pada Vini murni tidak berkaitan dengan Li Qin sama sekali.

__ADS_1


Bahkan pihak kepolisian sudah mengotopsi jasad Vini, sama sekali tidak ada tanda-tanda kekerasan. hingga mengintrogasi semua penghuni rumah dan tidak ditemukan tanda-tanda atau penyebab Vini bunuh diri.


Mengenai surat, pihak kepolisian belum menemukan itu.! hingga tidak ada barang bukti untuk memanggil Li Qin lebih lanjut dan semua dinyatakan murni bunuh diri karena keputusan dan pemikiran pendek Vini. kalau ada yang bertanya keberadaan surat tersebut jawaban nya adalah sudah diambil lebih dulu oleh Valdis tanpa memang sengaja tidak memberikan kepada pihak kepolisian, bahkan isi dari suratnya pun hanya Valdis yang mengetahui.


Kalau ada yang bertanya dimana Tanaka kala itu, saat itu Tanaka sedang memarkir mobilnya dan menerima panggilan telepon dari rekannya Bambang yang membahasa soal penugasan beberapa anggota dipelosok keduanya berbicara dengan cukup lama. hingga ketika pihak kepolisian dan ambulance datang, Tanaka baru sadar dan terkejut dengan apa yang terjadi kepada Vini.


Bahkan seluruh penghuni rumah tidak kalah terkejut melihat jasad kaku Vini, dan sangat heran tentang apa motif utama dirinya memilih untuk bunuh diri. bagi mereka Vini adalah sosok periang, juga kadang penyebalkan karena sering bertingkah konyol dan tidak memiliki masalah diantara mereka semua.


Sayang seribu sayang, justru kematian nya yang karena ulah dirinya sendiri meninggalkan luka dan penyiksaan terhadap Li Qin baik secara fisik dan mental dan hal itu dilakukan dengan sangat sadis oleh Valdis. tanpa tau sama sekali dimana letak kesalahan nya.


Valdis justru menculik Li Qin, aksinya dilakukan sangat baik hingga seluruh keluarganya, bahkan Profesor Alex sama sekali tidak tau kalau hilangnya Li Qin karena ulah Valdis. Mereka semua malah mengira kalau ia hilang karena diculik oleh sekelompok musuh yang begitu handal dan memiliki ketahan serta perlindungan yang kuat hingga mampu menyembunyikan Li Qin selama tiga tahun.


Bahkan sesekali Valdis ikut dalam pencarian Li Qin yang digerakkan oleh Tanaka dan orang tuanya siapa lagi kalau bukan tuan Hul. dan menyiksanya selama bertahun-tahun, dan ini adalah tahun ketiga bagi Li Qin menerima penyiksaan dari Valdis.


Kakinya dipasung, tangan nya diikat pada tiang listrik yang sengaja dipasang untuk Li Qin, lehernya di ikat menggunakan tali tambang yang dipakai Vini saat bunuh diri, sekalipun tidak erat karena Valdis belum ingin mengakhiri hidup Li Qin. semua dari ujung kepala ke ujung kaki, Li Qin sudah tidak bisa dikenali lagi karena kurus dan kulitnya yang telah menguning..

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2