TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
ALUR DI PERCEPAT 200.


__ADS_3

INGAT YA.!


👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.


👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.


👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!


Malam indah yang panas itu terlewati dengan penuh gairah dan ke kecewaan.! pasalnya Tanaka tidak berhasil menembus gawang dalam mencetak gol nya. hal itu di karenakan ke dua nya saat mencapai puncak ke seimbangan sosial dalam penyatuan tiba - tiba pintu kamar Li Qin di buka oleh Vini dan beruntung nya Tanaka cepat menyadari dan langsung melompat ke pintu belakang tanpa membuat curiga siapapun menurut nya, sedangkan Li Qin syock bukan main hingga membuat ia langsung pingsan saking malu nya.


"Kak Li Qin, apa kau tertidur.?" tanya Vini dengan pura - pura sedangkan kini nafas Li Qin terdengar beraturan tanda ia tidur terlelap.


"bisa - bisa nya dia tidur dalam situasi kacau seperti ini.!" kata Vini yang seakan mengetahui sesuatu.


"heii.. kau, keluarlah jangan sembunyi sebelum aku menjepit tubuh mu di pintu" kata Vini sambil berbisik menghadap Tanaka yang bersembunyi di belakang pintu.


"ckk.. dasar hama" ketus Tanaka


"apa kalian sudah mencetak goll" tanya Vini sumbringah


"hampir saja" jawab Tanaka ketus, ia langsung mengambil pakaian nya lalu segera mengenakan nya di tubuh.


"yaaah, kok gagal lagi" jawab Vini cemberut, ia merasa sangat kecewa mendengar hal itu.


"kau juga yang membuat hal ini gagal.!" kata Tanaka dengan raut wajah yang sangat kesal.


"apa salah ku.?" tanya Vini tidak terima.


"kau datang dengan tiba - tiba dan tentu saja hal itu membuat aku dan Li Qin kaget, dan segera melepaskan diri satu per satu.!" jawab Tanaka yang sudah berhasil mengatur nafas nya yang tersengal - sengal.


"hei.. maka nya kalau kalian lagi enak - enak, ini pintu di kunciin dari dalam dan jangan biarkan nyamuk masuk.!" jawab Vini


"maka nya kalau kamu tau hal itu, baik nya kamu diam saja tidak usah mengganggu kami.!" ketus Tanaka


"kau menyalahkan ku.? yaaak.!! suara Ahh.. ahh.. aha.. aha.. ehmmm.. ehmmmm... dari Li Qin terdengar dengan jelas tanpa sensor, aku harus bagaimana selain membesarkan volume televisi agar suara gila itu tidak terdengar dan memancing keluar penghuni rumah, kalian bukan nya sadar dengan ulah sendiri malah berusaha bersaing lebih keras dengan suara TV.!" jelas Vini yang membuat Tanaka akhir nya paham kenapa Vini datang, karena jika di pikirkan lagi dia bukan type penggusik.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu tuan putri, segera lah keluar karena aku mau tidur." kata Tanaka mengusir.


"waaaah.. abang sudah berani tidur di samping nya.? main kikuk - kikuk dengan nya lagi.?


melanjut kan hal yang tertunda tadi.? wah, gila memang.." kata Vini seakan menyerang dengan pertanyaan.


"otak mu memang kotor semua, bagaimana bisa aku melanjutkan sesuatu yang tertunda saat dia sudah tidur terlelap seperti itu.?" tanya Tanaka


"benar juga tapi, selamat ya" kata Vini dengan tulus.


"hmm.." jawab ketus Tanaka


"kau masih kesal pada ku" tanya Vini


"huff, pergilah.! walau bagaimanapun kamu selalu mengganggu" kata Tanaka sambil mendorong Vini keluar


"aku mendukung mu dengan penuh, kamu jangan menyia - nyiakan dukungan ku" jawab Vini


"kau mendukung ku atau justru kau takut ia akan bersatu dengan cinta pertama nya.?" pertanyaan Tanaka kali ini membuat Vini terdiam sesaat namun kemudian ia bicara dengan lembut.


ia mencium pipi Tanaka dengan lembut, hal itu sudah biasa ia lakukan secara tiba - tiba dan sesuka hati pada Tanaka dan ia akan semakin melakukan nya saat Tanaka kesal karena ulah nya.


"aku mendukung mu bukan karena takut ia kembali dengan cinta pertama nya dan lalu bersatu, aku hanya tidak suka melihat kamu yang menantikan nya selama bertahun - tahun dan berakhir duduk sia - sia tanpa medali apapun pada akhir nya." jawab Vini


"aku tidak masalah selama dia bahagia maka, aku akan terus bersama menunggu dan mendukung nya." jawab Tanaka


"dasar pria bodoh.! kau bahkan sudah di datangkan yang baik, malah memilih untuk menunggu dan mengharapkan sesuatu yang buruk." jawab Vini


"sudalah aku mau tidur" kata Tanaka tanpa menunggu jawaban Vini, ia langsung saja mendorong Vini keluar, setelah nya ia kembali mengunci pintu kamar.


"aku tidak akan memilih wanita manapun selain kamu Li Qin, bahkan aku selalu membawa mu dalam pergumulan ku dengan Tuhan. di setiap aku berdoa pada nya kau tahu.? aku, selalu meminta agar di sandingkan dengan mu dalam keadaan sakit maupun sehat dan kau tahu lagi.? setiap kali nya aku berdoa pada Tuhan, pagi nya kamu selalu ada di depan mataku entah itu menyapa ku dengan senyum menawan mu atau kau datang ke kamar ku membuatkan dan membawakan sarapan untuk ku." kata Tanaka sambil menatap wajah lelap Li Qin.


.


.

__ADS_1


.


.


ke esokan pagi nya sekitar pukul 05:00 WIB, Li Qin terbangun karena perut nya terasa sakit dan juga mules dan hal itu begitu sangat menggangu tidur nya yang lelap, Li Qin menyadari kalau di samping nya ada Tanaka yang tertidur memeluk tubuh ramping nya.


tidak ada komentar yang terucap di bibir nya atau juga penolakan dalam bentuk ekspresi wajah dan sebagai nya, ia hanya merasa kurang enak badan dan seluruh tubuh nya sangat kaku juga pegal.


Li Qin terbangun, ia mengulurkan tangan untuk menghidupkan lampu kamar yang saklar nya ada di samping nakas, cahaya terang di ruangan itu membantu mata nya melihat keindahan ciptaan Tuhan. dimana ia melihat dengan jelas betapa tampan nya wajah Tanaka saat sedang tertidur lelap namun, ia menyadari perut nya yang begitu sakit hingga tidak ada waktu banyak untuk memuja ketampanan Tanaka.


"aaakh.. perut ku sangat sakit sekali" kata Li Qin sambil melepaskan selimut yang menutupi seluruh tubuh nya dan Tanaka


"AAAAAAAAAAAA...... TIDAK.!!!!" Li Qin tiba - tiba berteriak histeris melihat noda darah di atas kasur berwarna cream, jelas noda darah itu dari area keintiman nya.


mendengar teriakan Li Qin, Tanaka kaget dan terbangun.! "ada apa.?" tanya Tanaka yang berusaha tenang.


"Tanaka, kenapa kau sampai hati melakukan nya pada ku.? tanpa meminta persetujuan ku.?" tanya Li Qin yang membuat Tanaka bingung.


"kau mengigau, tidurlah lagi" jawab Tanaka yang masih ngantuk.


"hikss.. hiks.. hancur sudah masa depan ku, hikss.. hikss.! aku dulu sudah berjanji hanya akan memberikan nya pada lelaki yang benar - benar ku cintai.. hikss.. hiksss.." Tangisan pilu Li Qin membuat Tanaka makin bingung.


"kamu kenapa.? apa barusan mimpi buruk.?" tanya Tanaka yang berusaha mengumpulkan kesadaran nya.


"Tanaka kamu jahat.!! bagaimana bisa kamu melakukan nya tanpa meminta kesiapan ku.? kenapa kamu merenggut nya dari ku saat aku tidak sadarkan diri..! hikss.. hikss.. kau jahat.!!" kata Li Qin sambil menangis histeris dan memukul - mukul dada Tanaka.


"apa kau gila Li Qin, apa yang sedang kau bicarakan.?" tanya Tanaka dan berusaha menenangkan Li Qin dalam pelukan nya.


"kenapa kau mengambil nya, kenapa kau merenggut nya" kata Li Qin


"aku belum mengambil apapun dan belum merenggut apa pun" jawab Tanaka dengan serius.


"lalu kenapa kain ini berdarah.? hikss.. hikss.. bukan kah kalau pertama kali melakukan itu, wanita akan pendarahan kecil.? hikss.. hikss...! kau jahat.!" kata Li Qin


Hayooooo.. apa yang terjadi...

__ADS_1


__ADS_2