
VANO'ITA
Dalam perjalanan hidup, tidak ada seorangpun dari kita yang bisa menghindar dan mengakui bahwa kehilangan adalah salah satu tingkatan hidup yang mudah diterima. ceritanya akan selalu sulit dimengerti termasuk, saat kehilangan seseorang karna beberapa peristiwa yang berujung pada kematian.!
Hal yang selalu membuat siapapun merasa kehilangan dan tidak akan bisa bertemu kembali, hal yang akan terus melekat dalam memori dimana ingatan saat bersama akan selalu menari - nari dipikiran. sesuatu yang sangat menyakitkan. bahkan, lebih sakit dari putus cinta, selalu membuat kita enggan untuk bangkit, enggan untuk berdiri.
Apa lagi jika ia yang pergi adalah bagian dari diri, separuh dari nafas, yang selama ini turut serta menggetarkan jantung. bagaikan kehilangan jiwa hanya meninggalkan raga serta membawa pergi cinta. tentu bukanlah hal mudah untuk menjalani hari - hari seperti sediakala. karna semua yang hidup sangat sulit untuk membuang semua memori saat bersama dan tidak pernah bisa dengan mudah merelakan seseorang yang ia cintai pergi untuk selamanya.
seperti kini, hal yang sama dirasakan Vano. tampak dikedua bola matanya, ada perasaan pedih dan kecewa yang bercampur menjadi satu yang membuatnya selama bertahun - tahun hidup dengan rasa sepi dan menutup diri terhadap cinta yang datang dari wanita lain. semua perasaan yang ingin masuk kehatinya selalu ia beri isyarat untuk menjauh karna dirinya masih dalam keadaan berduka dengan luka hati karna kehilangan wanita yang begitu ia sayang dan sangat berharga, wanita yang lama mengisi hati dan harinya, wanita yang sempat menjadi tunangannya.
Wanita yang kini, telah pergi membawa calon buah hati mereka. hingga kini tidak satupun ada titik terang untuk menemukan jasad wanita yang sampai saat ini menduduki hatinya dan juga membuat lubang yang menganga dalam hati Vano. ketika mendengar kabar tentang kecelakaan pesawat.
"mungkinkah Ita adalah kakak ipar ku yang hilang karna kecelakaan pesawat.?" ucap Valr
"aku tidak bisa menjawab hal itu" jawab Vano
"lalu, bagaimana dengan Sofia.?" tanya Valr dan membuat Vano terkejut
"Sofia tetaplah Sofia tidak akan menjadi Vanesa" ucap Vano.
Ya.! Vanesa, wanita yang selama ini menguasai seluruh cinta, hati dan pikiran Vano ialah Vanesa.
"Kamu tau kalau Roda kehidupan itu selalu berputar tidak tetap pada tempatnya" ucap Valr
"tentu saya tau" jawab Vano
"jadi, jangan sampai terlalu meratapi kepedihan hanya karna kehilangan seseorang yang singgah lama dihati" ucap Valr
"Aku hanya mau, rasa ini pergi dengan sendirinya. tanpa harus ada perjuangan dariku, karna semakin aku melupakan, semakin kuat pula rasaku untuk mengingat.! jujur, aku tidak bisa sekuat dan setegar Valen istrimu. ia mampu hidup bersamamu dengan cinta yang masih untuk Yalr" ucap Vano yang sungguh salut dengan ketegaran Valen yang pada akhirnya bisa melupakan dan menerima Valr serta memberikan cinta tulus untuk sang suami.
"karna hal terbaik yang dilakukan Valen saat kami menikah adalah merelakan.! demi diriku, ia berusaha melupakan Yalr seseorang yang sangat ia cintai dan disisi lain ia tidak pernah berniat menyakitiku apa lagi melukai perasaanku. belajar melepaskan masa lalunya dan membebaskan dirinya dari kepedihan dimasa lalu adalah hal terbaik yang ia capai. aku tau dia selalu berdoa untuk kebahagiaan ku dan meminta Tuhan membebaskan dirinya untuk menerimaku, hingga dititik ini aku menang mendapatkan cinta Valen" ucap Valr bahagia hingga terpancar rona merah dipipinya
"Ohh, Perpisahan .. perpisahan.! kenapa tampak seperti akhir dari kata selamat tinggal yang berarti ia meninggalkan aku selamanya. sebenarnya di dalam hatiku masih tersimpan kenangan bersamanya yang selalu menari - nari diingatanku dan setiap kali itu kurasakan, aku selalu yakin dia hidup dengan identitas berbeda" ucap Vano
"Yang pergi biarkan dia tetap pergi" ucap Ita tiba - tiba dan kedua lelaki gagah itu pun menoleh.
"siapa yang pergi.?" tanya Valen yang tiba - tiba keluar membawa baby boy nya.
"ini nyonya, pak ganteng bahas perpisahan yang menari - nari kemarin diswalayan" seloroh Ita karna, tidak tau awal cerita antara Valr dan Vano
"iyakah.?" tanya Valen
"kamu kayak tidak tau saja betapa sengkleknya Asisten rumah tanggamu" ucap Vano
"iya juga, Ita the best sengkleknya" Valen menimpali ucapan Vano
"hallo anak papa" ucap Valr pada baby boy ditangan Valen
__ADS_1
"hayo papa cayang, ini baby boy nananya apa papa" tanya Valen memperagakan cara anak kecil bicara
"namanya papa kasih sesuatu" jawab Valr yang enggan mengatakan nama anaknya
"sayang, kamu mau kita keluar malam.?" tanya Valr
"tapi, baby boy belum tidur sayang" jawab Valen
"kita bawa baby boy, bawa mantel tebal agar tidak masuk angin" ucap Valr
"ehmm, kalau begitu bawa satu bawa semua sayang" ucap Valen tidak tega meninggalkan anak nya yang lain
"boleh, ajak baby sitternya" ucap Vano dan dengan cepat Ita memanggil babysitter beserta mbok Inem
"tuan, aku ikut" ucap Ita
"tidak usah, kamu dan bang Vano jaga rumah saja." tolak Valr yang membuat Ita melototkan matanya pada Valr
"tuan tega juga" jawab Ita
"bukan tega Ita tapi, abang ipar sepupuku ini bakal jadi bujang lapuk terus kalau kamu tidak menemaninya" sindir Valen dan semua tertawa sedangkan Vano merasa waktu berpihak padanya..
"yasudalah, aku menemani bujang lapuk dulu hati - hati ya kalian jangan lupa jalan pulang" ucap Ita yang mendapatkan gelengan kepala dari Valr
.
.
.
"Ita, apa kamu bosan.?" tanya Vano
"tentu aku sangat bosan" jawab Ita serius
"bosan bekerja.?" tanya Vano
"tidak, aku hanya bosan dengan diri sendiri" jawab Ita dan Vanopun tidak berniat meneruskan pembahasan Ita
"jalani saja Ita jangan mengeluh" seru Vano
"iya pak ganteng" jawab Ita sambil terus memandangi langit
"apa kamu suka langit berbintang.?" tanya Vano
"entalah pak ganteng, setiap kali aku menatap langit. aku merasa pernah berada diatas langit biru dan putih serta langit gelap berbintang" jawab Ita
"mungkinkah dikehidupan sebelumnya kamu seorang pramugari.?" tanya Vano dan seketika Ita merasa takut
__ADS_1
"haaaaa.?" jawab Ita dan secepat kilat Vano merubah topik
"apa kamu, sudah punya pacar.?" tanya Vano
"belum, aku hanya berharap jika ingatanku pulih. aku, bisa bertemu dengan suami / kekasihku yang membuatku mengandung anaknya" ucap Ita penuh harap..
"semoga terkabul Ita" jawab Vano
"pak ganteng punya pacar.?" tanya Ita balik
"punya dan lebih tepatnya tunangan tapi, dia pergi terlalu cepat saat sedang mengandung buah cinta kami dan hingga detik ini, aku tidak bisa melupakan nya" ucap Vano
"apa karna itu pak ganteng terus menutup diri dan tidak membiarkan cinta lain masuk.?" tanya Ita
"iya Ita" jawab Vano
"Pak ganteng, boleh aku ngomong sesuatu.?" tanya Ita
"boleh, kamu mau bilang apa.?
"pak ganteng bukalah hatimu pada cinta yang baru dan suasana hati yang baru. karna, sekuat apapun kamu menjaga hatimu untuk dia yang tiada, bahkan sekalipun kamu menjaganya dengan begitu kuat sangat kuat. percayalah jika waktunya tiba yang datang akan datang, ia akan merobohkan segala kekuatanmu sekalipun, pak ganteng tidak menginginkan kedatangannya. takdir akan memaksamu menerima kedatangannya. dengan cara apapun sesuai suratan ditangan sejak pak ganteng berada didalam kandungan sang ibu. karna, sejak itu cerita hidupmu telah ditentukan oleh Tuhan" ucap Ita sambil menepuk bahu Vano seakan memberi kekuatan untuk Vano membuka hatinya.
"aku pasti membuka hatiku Ita, tapi biarkan saja dulu seperti ini. karna, saat ini aku sedang menatap kesempurnaan takdir Tuhan yang menyerupai wanita yang menguasai hatiku" gumam Vano yang tidak bisa didengarkan oleh Ita
"pak ganteng, jangan bergumam.! suara kentut saja tidak pernah mau bergumam" seloroh Ita
"kurasa hanya lelaki gila yang mau jadi, suamimu" ucap Vano
"hati - hati jatuh cinta padaku pak gantengπ jika, hal itu terjadi. maaf, aku tidak tanggung jawab ya pak gantengπ€¦ karna, aku masih mencari tau suami / kekasih ku" ucap Ita santai namun memberikan semangat besar pada Vano
"tentu Ita. silahkan buka hatimu pada lelaki itu, kau pasti menemukannya" ucap Vano
"tentu dan cepatlah buka hatimu pak ganteng sebelum kamu jadi bujang lapuk sungguhan" ucap Ita segera berdiri karna pegel duduk lama.
"aku pasti akan membuka hatiku tapi, bukan pada wanita lain. melainkan, padamu dan hanya untukmu. aku melihat bola matamu sama dengan bola matanya dan aku tidak mungkin salah dengan pandangan hatiku"
Hellleehh....!!
buka membuka hati cieee cieeee.!
bagaimana Reader benarkah Vano tidak mungkin salah dengan pandangan matanya..?
Hallo selamat malam Readerπππππ
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong bebππ
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul JANJI PENGORBANAN.?? πππππ
__ADS_1