
VAL FIVE
Jangan takut melangkah, jangan takut bermimpi, jangan takut gagal.! berjalanlah terus sampai titik keberhasilanmu menunjukkan keberadaannya padamu. Syukuri.! syukuri apa yang pernah kamu dan aku rasakan sekalipun itu duka, jatuh dan bangun itu soal biasa.! tetap syukuri, segala hikmat yang Tuhan berikan padamu, nikmat Tuhan yang tidak bisa lagi kamu dustai.
Sama seperti Valr dan Valen yang sedang mensyukuri anugrah Tuhan. dengan berbagi kebahagian ia mengundang seluruh rekan dan tetangga dan tidak lupa bersedakah pada yang membutuhkan. hingga dititik ini Valr benar - benar bersyukur dimana ia berada pada titik jaya yang ia nantikan selama hidupnya dengan hadirnya tiga bayi kembar yang ia percaya akan menjadi raja dan ratu kelak dikehidupan mendatang.
masih dengan suasana yang sama, dimana tamu sudah datang dan acara telah berlangsung. kini, masuk pada sesi acara pemberian nama anak. yang telah disiapkan oleh Valr.
"Anugrah terbesar dari Tuhan telah kami terima pada dua bulan yang lalu tepatnya ditanggal 28 Mei 2021, anugrah yang jarang sekali bisa diberikan pada sebagian wanita. dipercayakan Tuhan untuk tumbuh, berkembang didalam rahim istriku, dan tanpa kami sadari bayi kembar kami lahir tepat pada tanggal istri saya dilahirkan didunia dengan bulan yang sama" ucap Valr yang membuat Valen baru tersadar akan hal itu dan semua orang sangat kaget mendengarnya.
"karna hal yang luar biasa ini maka saya sebagai orang tua dari baby Gemeli telah menyiapkan nama untuk mereka. nama yang nantinya akan menjadi panggilan untuk ketiganya, nama yang akan jadi pengenal bagi ketiganya. dan saya mohon agar tetap mendukung kami dalam doa khususnya untuk pemberian nama baby gemeli kami" ucap Valr dan mengambil alih baby girls untuk ia gendong
"anak pertama lahir berjenis kelamin perempuan saya beri ia nama Valaria Matt Tasendra Hul yang artinya Bintang yang Kuat pemberian Tuhan" ucap Valr menciumi pucuk kepala Valaria yang berganti menggendong baby boy
"anak kedua lahir berjenis kelamin laki - laki dengan jarak waktu satu jam tiga puluhenit dan saya beri ia nama Valdi Matt Tanaka Hul yang artinya Pengeran pemberian Tuhan dengan kekuatan besar" ucap Valr menciumi pucuk kepala baby kembar yang lahir kedua dengan nama Valdi dan berganti menggendong baby boys bungsu
"anak ketiga kami lahir berjenis kelamin laki - laki dengan jarak yang cukup lama dan sempat membuat jantungan selama dua jam tiga puluh menit. waktu yang cukup lama dan sangat mendebarkan bagi tim medis dan saya beri ia nama Valdis Matt Tanwira Hul yang artinya Pemberian Tuhan yang lincah dimedan perang karna selama dua jam tiga puluh ia berjuang untuk keluar dengan kemenangan" ucap Valr dan entah mengapa matanya penuh dengan genangan air mata bahagia dan menicumi pucuk kepala baby Valdis.
Semua orang bertepuk tangan mendengar nama - nama baby yang luar biasa beserta arti nama yang penuh makna pemberian Valr kepada baby gemelinya. dan banyak diantara mereka yang secara bergantian menggendong baby gemeli dengan tingkah lucu yang menggemaskan ditambah lagi pipu gembul ketiganya.
"Valdi, Valdis, Valeria. nama Val Val Val Val Val.. satu dua tida empat lima" ucap Ita dengan mode pikunnya ditengah - tengah acara yang sedang berlangsung dimana pendeta sedang berdoa untuk rumah dan keluarga Valr, tentu saja suaranya mengalihkan pandangan beberapa orang yang ada disekitarnya
"kamu bisa diam tidak sih" tegur Vano
"ini sudah diam pak ganteng" jawab Ita dan mata kembali melihatnya
"kecilkan suaramu,kamu bicara disaat pendeta berdoa"
Ya, Ita dan Vano baru saja tiba setelah Valr memberitaunya untuk datang kerumah. tentu saja hal ini mengagetkan Vano, karna sebelumnya dia tidak tau menau soal rumah baru Valr untuk sang istri.
Acara berlangsung dengan hiburan dan satu per satu tamu pamit meninggalkan hadiah untuk rumah dan baby gemeli Valr dan Valen sedangkan baby gemeli sudah tertidur dengan lelap setelah tadi sempat membuat semua tamu tertawa karna aksi ketawa mereka yang lucu dan menggemaskan..
"kami pamit dulu ya keluarga Val Five" ucap rekan Valr yang membuat mereka tertawa
"baik pak, bu. terimakasih banyak untuk hari ini" ucap Valr sambil mengantar tamunya keluar
30 menit berlalu seluruh anggota TNI - AL yang ikut dengan Valr menjalankan misi selama 7 bulan dan rekan lainnya tinggal didalam ruangan yang disulap senyaman mungkin menjadi tempat bersantai dan karaokean sambil minum. suasana kini sangat pas untuk melepaskan penat sambil bernyanyi..
tapi, sejak tadi semua kru penasaran dengan wanita yang berdiri disisi kiri Vano dan Vano merasakan hal itu dan mengangguk kepada kru yang dipimpin Valr seakan mengiyakan hal yang Author sendiri tidak pahamπ€¦.
"Heeeeh, mau kemana kamu" ucap Vano menarik tangan Ita yang siap - siap pergi entah kemana
"pak ganteng, segitu gak relanya pak ganteng aku tinggalkan walau hanya semenit saja" ucap Ita berbangga diri dan tanpa sadar semua mata berpusat pada mereka dan tiba - tiba suara dari microfon terdengar dan memanggil Vano agar segera menuju panggung.
"Pada kesempatan ini, kami minta pada komandan kami yang tidak pernah kami lihat bergandeng tangan dengan nona. agar bersedia menyumbangkan lagu kesayangan mereka berdua untuk kita semua" ucap MC yang juga seorang TNI - AL yang sejak tadi membawa acara
Semua bertepuk tangan dan meneriaki nama Vano dengan panggilan komandan, mau tidak mau Ita ikut saja karna Vano sudah menarik tangannya berjalan kearah panggung melewati banyaknya para lelaki gagah dengan tubuh sispek yang aduhai.
"kamu mau kemana dulu" tanya Vano sambil berjalan
"aku mauu" ucap Ita sambil mengimbangi langkah Vano
"kita nyanyi dulu okey" ucap Vano tanpa memperhatikan raut wajah Ita yang sedang menahan sesuatu dengan menjepit kedua pahanya
"hais, tahan .. tahan .." ucap Ita..
alunan music syahdu dengan kedipan mata Vano terdengar. inilah lagu tembang kenangan saat Vano dulunya bersama dengan Vanesa sang kekasih terindah.
TUHAN TOLONG
Akhirnya kutemukan
Yang jadi pendampingku
Semoga kudapatkan
Kebahagiaan
__ADS_1
Kumohon kepadamu
'Tuk selalu bersama
Menuju hari esok
Yang bahagia
Tuhan tolong (Tuhan tolong) bimbing kami (bimbing kami)
Kuatkanlah (kuatkanlah) kami berdua (kami berdua)
Agar selalu bersama sampai akhir
Kumohon kepadamu
'Tuk selalu bersama ('tuk selalu bersama)
Menuju hari esok
Yang bahagia
Tuhan tolong (Tuhan tolong) bimbing kami (bimbing kami)
Kuatkanlah (kuatkanlah) kami berdua (kami berdua)
Agar selalu bersama sampai akhir
Tuhan tolong (Tuhan tolong) bimbing kami (bimbing kami)
Kuatkanlah (kuatkanlah) kami berdua (kami berdua)
Agar selalu bersama
Tuhan tolong (Tuhan tolong) bimbing kami (bimbing kami)
Kuatkanlah (kuatkanlah) kami berdua (kami berdua)
Agar selalu bersama sampai akhir
Keduanya tampil dengan sangat mesra dan saling bergandeng tangan, semua orang menikmati lagu dengan suara yang sangat merdu mengalahkan penyanyi Indonesia. Vano dan Valr juga Sofia terkejut mendengar suara Ita yang mengambil nada tinggi..
"suara itu" Sofia
"suaranya" bathin Valr
"suara ini.." ucap Vano mencoba tenang dan berakhirlah lagu yang membuat Ita lega karna bisa segera pergi menyelesaikan misi.
"haiiss, kamu mau kemana lagi" cegat Vano
"aku mau pipis pak ganteng, ini seharian air masuk terus dari mulut keperut dan belum keluar - keluar, kasihan perut saya kembung pak ganteng. ini isinya air semua, keluarnya pasti warna teh karna pipis yang tertahan" ucap Ita panjang lebar penuh penjelasan yang membuat Vano melepaskan tangan dan membiarkan Ita pergi..
"cie cie cie ... yang bermalam berdua, Ita mau kemana.?" goda Valen
"haiss, dia mau buang air kecil. dek ipar, kalian tega ninggalin Ita sendirian dirumah dan bermalam disini" protes Vano
"laah, kenapa aku.? salahkan adikmu, aku saja sampai sekarang masih bertanya apakah ini mimpi.?" sanggah Valen dan tiba - tiba Valr ikut bergabung setelah melihat perdebatan dari Valen dan Vano
"kalian sedang merebutkan mainan apa.?" tanya Vano dan berhasil membuat Valen dan Valr tertawa
"kamu curang, kenapa tidak memberitauku lebih awal" protes Vano
"maaf bang, aku berfikir ada baiknya kamu dan Ita diberi ruang berdua dulu" ucap Vano dan tiba - tiba
"nyonya Valen, nyonya Valen.!" teriak Ita dengan berlari dan lucunya ia berlari dengan tangan kanan yang menahan **** * nya dan terlihat kacing celananya terbuka, sepertinya ia tengah menahan hasrat untuk buang air kecil.
"ada apa Ita" tanya Valen kaget, begitu juga dengan Vano yang tidak kalah kaget melihat ekspresi Ita dipikiran keduanya mengira Ita habis diintip kemudian seseorang mencoba menggoda Ita dan Ita berusaha berlari menyelamatkan diri, bisa jadi korban pelecehan seksual dikamar mandi. karna saat ini celana Ita hampir melorot, beruntung ia memakai shot senada dengan warna celananya.
__ADS_1
"Ita kamu kenapa, katakan.!" ucap Vano panik dan memegang kedua tangan Ita yang ngos - ngosan sedangkan Valr masih mencerna apa yang baru saja terjadi dengan Ita.
"Pak ganteng, sa_sa_saya" ucap Ita masih ngos - ngosan dan berusah menahan sesuatu agar tidak tumpah
"iya katakan Ita jangan takut, aku akan melindungimu" ucap Vano.
"iya mbak Ita, kami semua bertanggung jawab padamu dan keselamatanmu" ucap Valen yang masih terkejut.
"pak ganteng, bu nyonya Valen" ucap Ita
"iya Ita" jawab Vano dan Valen kompak
"aku_aku tidak, astagaa sakit sekali" ucap Ita
"katakan ada apa Ita" ucap suara bariton yang mengagetkan Ita, tentu saja itu Valr
"WC, WC dimana WC, saya sudah kebelet pengen pipis" ucap Ita yang langsung merubah wajah Vano, Valen dan Valr menjadi tidak menentu dan dengan cepat tangan kiri Valr dan Valen serentak menunjukkan arah kiri dan membelokkan telunjuk tanda Ita harus belok disisi itu...
"terimakasih mbak nyonya" teriak Ita kembali berlari
"Pengen pipis.?" ucap Vano
"mbak nyonya.?" ucap Valr tertawa mengejek
"dasar sengklek" ucap Valen dan seketika tawa mereka pecah karna pikiran yang sempat mesum diantara Valen dan Vano terhadap Ita.
"apa dia setiap waktu begitu terus.?" tanya Valr heran
"setia setiap saat tetap sengklek" ucap Valen
"gitu - gitu teman gilamu" ucap Vano tertawa, mengingat kegilaan mantara Valen dan Ita, dua bulan yang lalu beberapa jam sebelum Valen melahirkan baby Gemelinya.
"semalam kalian ngapain saja bang Ipar" tanya Valen.
"kepo" ucap Vano dan pergi dari hadapan Valen.
"helehh, aku doain jadi bujang lapuk kamu" ucap Valen dan diangguki oleh Vano sedangkan Valr hanya geleng - geleng kepala melihat Vano melanglah kearah kamar mandi yang ada Ita.
"apa dia mau mengintip Ita.?" tanya Valr
"kepo.!" ucap Valen
Didepan pintu kamar mandi, Vano mengetuk - ngetuk pintu yang pasti didalamnya ada Ita.
"ya, sebentar" ucap Ita namun, pintu kembali diketuk lagi oleh Vano.
"sebentar, gak sabaran banget sih kamu" ucap Ita dan lagi - lagi Vano mengetuk pintu
"yaak.!! yang mengetuk pintu, ini pancuran masih mau ngeluarin air untuk rakyatnya biar lega.!! kamu, pilih saja WC umum sekali pipis bayar seribu dan kalau buang air besar bayar lima ribu. pipis dua kali anggap saja sekali biar bayarannya cuma dua ribu" seloroh Ita dan Vano mulai tertawa mendengarkan Ita teriak, lagi - lagi ia mengetok pintu.
"Astaga ya Allah kanjeng mami, ini lagi keluar anget airnya enak banget soalnya sekaligus. budek kali ya kamu.! gak tau apa, aku nahan gelora ini selama seharian" ketus Ita dan Vano segera berlari menjauh dari kamar mandi setelah melihat seseorang dari pantulan cermin yang sedang memandangi Vano dengan penuh selidik sedari tadi..
"astaga, aku kok jadi mules ingin buang kebesaran yaa" ucap Ita dari dalam
"sudah aaah, aku buang emas tidak berharga dulu. dari pada diluar kentut gak enak, kesannya itu kayak cantik - cantik bau kentut." seloroh Ita
Hayoo, siapa sosok yang sedang mengintip.?
Wanitakah.? atau justru pria.??
Hallo selamat sore Readerπππππ
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong bebππ
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul JANJI PENGORBANAN.?? πππππ
__ADS_1