
...PAHLAWAN CINTA YANG LANGKA...
Mungkinkah cerita cinta Eleanor, Tanaka dan Li Qin adalah suatu kisah cinta segitiga.? Dimana tercipta sebuah hubungan romantis yang melibatkan tiga orang yang saling mencintai. Sungguh ini akan mengarah pada dua orang wanita yang berbeda terhubung secara romantis dengan orang ketiga yaitu Tanaka sebagai lelaki atau mungkin kah ini berarti bahwa masing-masing dari Eleanor dan Li Qin memiliki hubungan jelas dengan Tanaka sedang salah satu diantara nya sedsng berproses.
Ahkk.. membaca nya saja sungguh membingungkan dan membuat ku kurang waras.! Saat ini Elanor masih terlibat percakapan dengan nyonya Alex dan juga Laura serta prof.
"Betul, mami" jawab Ele "Sebenar nya dia memaksa ku untuk kembali setelah aku nekat untuk memutuskan menikahi anak menteri di Inggris, dan lagi lagi Tanaka sudah mengetahui rencana ku itu hingga ia memaksa ku untuk kembali jika tidak, ia akan membabi buta seperti yang pernah ia lakukan dulu" ucap Ele seperti dengan nada putus asa
"Bagaimana bisa ia mampu pengetahui hal itu Ele.?" tanya Laura penasaran.
"Aku pikir Tanaka tidak lagi seposesif dulu, dimana dia akan selalu membayar orang mengikuti dan mengawalku kemanapun aku berada. Akan tetapi aku salah, dia ternyata semakin memperketat penjagaan terhadap ku" jelas Ele.
"Ohh Tuhan.. mami bingung kisah asmara ini" jelas nyonya Alex "Lalu bagaimana keputusan mu nak.?" tanya nyonya Alex lagi.
"Aku seperti tidak punya keputusan mami, tidak juga bisa memberikan pilihan.! keseluruhan hidup ku di atur dan disetir oleh Tanaka dan aku tidak mau membuat nya semakin gila" jelas Ele lagi
"Ini Gila, benar benar paling gila.!" Ucap Laura semakin frustrasi.
"Apakah kamu mencintai Tanaka, Eleanor.?" tanya Prof yang tiba tiba datang bergabung ke dapur setelah mendengar semua nya.
"Tu.. tuan" ucap Ele menundukkan kepala
"Jangan panggil tuan, anggap saja aku adalah ayah mu.! panggil aku papi seperti Laura" ucap Prof sambil mengelus kepala Ele, ia tau kalau gadis yang bisa di katakan lebih cantik dari Li Qin ini adalah gadis yang hidup dalam tekanan dasyat dari Tanaka.
__ADS_1
"Baik, papi terimakasih" ucap Ele dan di angguki oleh Prof "Aku sungguh mencintai Tanaka, aku bersungguh sungguh.! akan tetapi, cinta ku pada nya bukan harus memiliki dan mengikat diri nya menjadi milik ku melainkan aku harus siap dengan ada nya wanita lain yang bisa memberi kebahagiaan kepada nya" ucap Ele dengan senyuman yang tulus.
"Kau wanita langka Eleanor, tidak akan ada terdapat wanita tulus seperti mu yang mencintai lelaki dengan tidak harus memiliki" puji prof dengan senyuman lalu ia pergi ke ruangan bawah bersama sang istri.
Kini tinggal ada Laura dan Eleanor yang saling melemparkan senyuman, ke dua nya setelah membersihkan dapur. Mereka memilih keruang keluarga untuk menonton televisi sambil melanjutkan cerita anak muda.
"Eleanor, aku sungguh penasaran bagaimana cara mu menghadapi Li Qin" tanya Laura sambil mencari remot relevisi.
"Hah.." Eleanor menarik nafas berat nya "Apa yang bisa ku lakukan Laura, aku hanya akan bersikap biass seperti semalam tanpa mau merasa bersalah lagi." Ucap Eleanor pada Laura.
"Hm.. aku berfikir mungkinkah kalian tidak akur.?" tanya Laura menyelidik
"Jangan menatap ku seperti itu Laura, nanti mata mu ku congkel" canda Eleanor dan di tanggapi melotot oleh Laura.
"Aku tidak merasa serba salah kepada Li Qin, aku hanya kasihan dengan kebodohan nya" ucap Ele "Dia terlalu bodoh menyia nyiakan Tanaka, Tanaka itu bukan type yang membiarkan orang tersayang nya begitu saja. dia akan melindungi mu seperti biji mata nya akan tetapi Li Qin terlalu naif" ketus Ele yang ada kekesalan di dalam nya
"Bukankah harus nya kau bahagia akan hal itu.?" tanya Laura menyelidik
"Aku tidak bahagia, sebab Tanaka ku menjadi tidak bahagia karena cara dan kebodohan Li Qin" jelas Ele
"Tapi, kalau dia menerima Tanaka itu artinya kamu akan tersingkirkan Ele" sambung Laura
"Itu bukan masalah Laura, cinta itu konsep nya tidak harus memiliki satu sama lain. Melainkan cinta itu harus saling suport dan mendukung pilihan pasangan kita menuju bahagia nya" jelas Ele lagi dengan sangat tulus.
__ADS_1
"Tapi, bukan kah Tanaka tidak mendukung mu untuk bahagia.? ia bahkan mengikat mu dengan ego nya sementara kamu tau cinta nya untuk Li Qin dan tidak pernah mau menyetujui kuputusan mu menuju bahagia" ucap Laura mencoba membuka pikiran Eleanor agar mempunyai pendapat baru.
"Karena itu Laura, karena ku tau Tanaka tidak akan bisa seperti ku dalam memberikan dukungan maka oleh karena itu aku lah yang harus mengalah dalam hubungan kami. Laura, sungguh dalam hubungan kita tidak boleh terus bertahan dengan pendapat pribadi ketika kita paham bahwa pasangan kita memiliki ego yang tinggi." Jelas Ele dengan menatapa Laura
"Jadi, kau akan bertahan dengan terus mengalah dan siap menyaksikan kebahagiaan Li Qin dan Tanaka nanti nya jika, hubungan ke dua nya jelas.?" tanya Laura kali ini ia berdiri dan berhadapan dengan Eleanor memastikan jawaban Ele adalah sebuah karangan walau sebetul nya ini adalah sebuah kejujuran dan kenyataan tanpa ada karangan.
"Iya, aku akan terus bertahan sampai ia bahagia Laura karena dengan ia bahagia maka, diri nya akan melupakan ku dan perlahan membiarkan ku pergi dari hidup nya, agar aku bisa mencari kehidupan baru dan kebahagiaan baru ku" jelas Eleanor dengan senyuman yang benar benar tulus
"Kau memang pahlawan cinta yang langka, aku tidak percaya akan ada wanita yang rela tersakiti demi menunggu lelaki yang ia cintai, untuk menemukan kebahagiaan nya bersama wanita lain" ucap Laura, kali ini ia sungguh kasihan dengan posisi Eleanor.
"Hehe.. pujian mu jangan berlebihan Laura kita cukup bersikap dewasa saja, karena mencintai tidak harus memiliki apa lagi menuntut seseorang menjadi milik kita. Menurut ku itu bukan cinta, tetapi opsesi dan ego.!" jelas Ele
"Kau yakin akan bertahan dalam kisah ini Eleanor.?" tanya Laura lagi.
"Bukti nya aku menghabiskan lima belas tahun ku untuk hal sepele ini dan cinta ku kepada Tanaka masih sama bahkan semakin bertambah besar setiap waktu nya tanpa mau menuntut diri nya dalam hal apapun" jelas Eleanor
Plokk.. plookkk.. ploookkk
Laura bertepuk tangan, ia sungguh takjub dengan Eleanor yang seperti nya dari keluarga terpandang ini.
"Kau wanita luar biasa, kau wajib jadi wanita panutan.!" puji Laura.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1