TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & L 184


__ADS_3

...SANDIWARA...


Dalam kehidupan ini tidak dapat kita pungkiri, kalau terkadang hidup diliputi dengan sejumlah kepura-puraan. bahkan ada satu lagu yang mengatakan bahwa Dunia ini adalah panggung sandiwara yang mana keseluruhan ceritanya selalu mudah berubah dengan banyak kisah yang selalu di jadikan sebagai drama.


Ketika kita di perhadapkan dengan dua pilihan antara ke inginan dan permohonan maka salah satu dari pilihan pasti membawa kita pada satu peran bahkan lebih demi menutupi satu ke benaran atau harus jujur dengan kalimat sandiwara agar tidak menyakiti hati lain nya.


sama seperti yang kini dialami oleh Li Qin yang memilih mengabulkan permohonan Valdis dan mulai mencoba untuk berpura - pura di hadapan Valdi seakan - akan Valdi lah yang ada di hatinya sejak lama dan setiap jawaban yang ia berikan penuh dengan satu peranan yang mau tidak mau harus ia mainkan.


Saat ini Li Qin dan Valdi masih duduk berdampingan di temani dengan secangkir teh hangat, mereka berdua masih berada pada hari yang sama, suasana yang sama hanya saja dengan waktu yang berubah karna setiap detik nya pasti berganti dan berlalu.


"Li Qin, boleh kah aku bertanya.? kenapa pas sadar kamu menyebut nama ku hingga berkali - kali.?" tanya Valdi ingin tau dan mendengar hal itu Li Qin sedikit bingung harus menjawab apa.


"saat itu aku memanggil nama mu karna ingin meminta pertolongan pada mu tapi, aku tidak tau pertolongan seperti apa yang ku inginkan" jawab Li Qin jujur soal minta pertolongan tapi berbohong tentang kenapa ia meminta pertolongan pada Valdi.


"apa saat itu kamu dalam kesusahan.?" tanya Valdi


"aku sungguh tidak tau, kesusahan seperti apa yang ku alami saat itu. dalam ingatan itu aku merasa sangat tertekan, serasa di buang dan saat itu aku tau persis sedang berada dalam keadaan di jepit oleh pilihan tersulit kemudian aku di tinggalkan sendirian dalam gelap dan hal itu membuat ku sangat ketakutan hingga memohon dalam hati agar kamu segera datang dan mau membantu menemukan aku di tempat gelap yang seperti goa di dalam jurang yang terjal" jawab Li Qin dengan berpura - pura.


Saat ini Li Qin sepertinya memilih jalan yang penuh dengan sandiwara, perkataan nya pada Valdi juga penuh dengan makna seakan ingin mengatakan bahwa Valdis lah yang telah membuang nya ke tempat yang seperti goa dalam jurang yang sangat terjal hanya demi membahagiakan Valdi, ia rela memerintahkan hati lain nya untuk berpura - pura dan menjadi pengecut untuk perasaan nya sendiri.


"apakah dalam mimpi mu, aku datang menolong seperti yang kamu harapkan.?" tanya Valdi


"aku tidak tau persis yang ku tau saat aku membuka mata, kamu sudah memeluk ku dan berkata 'its okey Li Qin, kamu aman jangan takut ada aku disini yang melindungi mu. tidak akan ku biarkan satu semutpun menyakiti mu' saat itu aku merasa perlahan aman, aku juga mulai tenang serasa di jaga oleh ribuan tentara" jawab Li Qin yang semakin masuk dalam peran nya yang penuh dengan kepura - puraan.


"Li Qin aku janji akan melindungi mu dan tidak akan membiarkan satu semut pun menyakiti mu" kata Valdi ketika mendengarkan jawaban Li Qin dan perkataan dari nya ternyata berhasil membuat Li Qin tersenyum juga terhanyut dalam pikiran nya sendiri.

__ADS_1


"bagaimana bisa kamu melindungi ku.?


bagaimana bisa kamu menjaga ku hingga satu semut pun tidak kamu biarkan untuk menyakiti ku, sedangkan melihat mu saja terasa seperti di hujam ribuan panah api dan memilih mu saja aku seperti di tikam oleh ribuan pisau belati.


bagaimana bisa aku nyaman berada disisi mu jika berada di samping mu bukan ke inginan ku melainkan hanya karna permintaan seseorang demi ke bahagiaan mu.!


bagaimana bisa kamu dan aku bersatu disaat aku hanya menginginkan yang sama seperti mu tapi bukan diri mu" kata Li Qin dalam hati nya.


"Li Qin, apa yang sedang kamu pikirkan.?" tanya Valdi yang melihat Li Qin seperti tenggelam dalam pikiran nya sendiri.


"aaa.. tidak ada, aku hanya berfikir saat aku terjatuh betapa sakitnya ketika kepala ku terbentur dispenser. aku juga masih ingat betapa perihnya luka di bagian kepala ku, rasanya aku tidak mau lagi terjatuh. jika kepala ku ini terluka lagi, aku pasti akan kehilangan seluruh kepala ku" jawab Li Qin lagi, dimana setiap kata yang ia ucapkan saat ini penuh dengan arti dan juga penuh dengan sindiran.


"tenanglah dan berhati - hatilah, selama kamu bisa jaga diri hal itu tidak akan terjadi lagi pada mu" jawab Valdi.


"aku akan tenang dan juga berhati - hati, lagi pula apa yang harus ku takuti. jika, keberadaan mu saja sudah membuat aku aman" kata Li Qin dengan tulus tanpa niat merayu.


"tentu tidak, aku tidak merayu. aku sungguh - sungguh dengan ucapan ku" jawab Li Qin dan mendengar hal itu Valdi serasa ingin mengetahui lebih tentang perasaan Li Qin terhadap nya.


"Li Qin, bisakah kamu menjawab dengan jujur. apakah selama ini nama ku yang ada di dalam hati mu..?" tanya Valdi


Mendengar pertanyaan dari Valdi, Li Qin terkejut dan merasa bingung harus menjawab apa. ia takut ketika ia jujur maka Valdi kecewa dan membenci dirinya juga membenci adik kembar nya dan berujung pada perselisihan ke dua bersaudara tapi, kalau ia berbohong maka ia juga harus siap untuk menyakiti diri sendiri, membohongi diri sendiri juga melukai hati nya dan hati Valdis. namun, Li Qin lagi - lagi teringat akan satu hal tentang perkataan dan permohonan Valdis sebelum mereka berpisah.


"Li Qin, tolong ingat ini apapun yang terjadi. aku mohon pada mu jangan katakan satu kalimat berbentuk penolakan pada abang ku yang bisa melukai hati nya dan hati ku.! berusahalah untuk menerima nya juga mencintai nya seperti rasa yang kamu miliki untuk ku, kalau bisa rasanya lebih besar dari yang kamu berikan pada ku" perkataan Valdis menari - nari di ingatan Li Qin hingga sesaat ia terdiam dengan senyuman yang terlihat tulus walau sebenarnya senyuman itu sedang berusaha menutupi kebohongan besar tentang hati.


"Valdi, sebenar nya aku tidak mau memanggil mu dengan sebutan Tanaka karna dulu aku mengenal mu dengan nama Valdi. kalau boleh jujur nama mu memang ada di hati ku sejak dulu, kadang kala ketika merasa sedang dalam kesulitan ingin rasanya memanggil nama mu dan meminta bantuan mu. tapi, saat itu aku tidak punya cukup keberanian untuk melakukan nya di tambah lagi kamu terlalu bar - bar saat umur belasan tahun" jawab Li Qin dengan sejujurnya karna dulu ia kadang ingin meminta bantuan Valdi untuk mendekati Valdis namun, melihat kelakuan Valdi yang terlalu bar bar membuat Li Qin harus mengurungkan niat nya.

__ADS_1


"ha..ha..ha..ha.." Valdi tertawa terbahak - bahak saat mendengarkan pengakuan dari Li Qin.


"kamu tertawa.?" kata Li Qin.


"iya, aku tertawa. aku teringat ketika pertama membuat kepala mu sobek hingga beberapa jahitan" jawab Valdi


"saat itu kamu tidak takut sedikitpun" kata Li Qin


"dulu aku tidak pernah takut dengan apapun kecuali momy dan papa, aku sangat takut jika mendengar mereka berkata 'momy dan papa kecewa karna tingkah mu' aku paling tidak suka membuat orang tua ku kecewa karna itulah aku memilih menjauh dari mereka ketika lulus dari bangku SMA bagi ku jika, masih berada disisi ke dua orang tua ku. rasanya akan semakin membuat mereka kecewa apa lagi dulu aku memilih untuk menganggur. juga berusaha menghindari mu berharap rasa suka ku pada mu bisa terlupakan dan tergantikan karna mengetahui kalau Valdis adik ku juga menyukai mu" kata Valdi jujur


Mendengar perkataan Valdi, Li Qin jadi teringat tentang Valdis dan hal itu membuat nya merasa bersalah juga sedih dalam waktu yang bersamaan. sebenarnya Valdis dan Valdi adalah dua tubuh dan wajah yang sama dengan nama dan tingkah laku yang berbeda. tapi, hati tidak pernah bisa di bohongi dan tidak pernah bisa di ajak untuk mau berpaling sekalipun rupanya sama.


"Valdi, kalau kamu menyukai seseorang maka katakan suka.! kalau kamu benci maka belajarlah untuk mengerti seandainya kamu di benci dan jangan pernah lagi ajari hati mu untuk lari dari kenyataan yang tidak pernah bisa kamu hindari." kata Li Qin menasehati


"Li Qin jika, kamu berada di posisiku dimana kamu baru mengetahui kalau wanita yang kamu sukai sejak lama ternyata di sukai oleh adik kesayangan mu sendiri. bagaimana perasaan mu.? keputusan bijak seperti apa yang akan kamu ambil selain menghindar dan pergi jauh dari hadapan ke dua nya dan berharap agar ketika jauh rasa itu bisa tergantikan." tanya Valdi pada Li Qin dan hal itu membuat Li Qin serba salah.


"Terkadang saat dalam situasi dan pilihan yang sulit kita perlu menghindar tapi bukan menghilang seperti yang kamu lakukan Valdi. karna sejauh apapun kamu hilang, rasa mu yang tulus tidak akan pernah bisa hilang."


HAYOOO.. BAGAIMANA CERITA SELANJUT NYA..?


AKAN KAH LI QIN MEMILIH UNTUK TERUS BERPURA - PURA.?


ATAU MUNGKIN LI QIN MEMILIH UNTUK JUJUR WALAU MENYAKITKAN TAPI, MENCOBA MEMBUKA HATI UNTUK VALDI.?


Hallo readeršŸ™

__ADS_1


terimakasih bagi yang masih terus hadir berbagi like, rate 5 dan menjadikan karya ini menjadi Favoriteā¤ semoga pendukung TG (Tentara Pengganti) yang masih belum muncul, segera kembali hadir memberikan dukungan luar biasanya..


IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVEā¤ YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKEšŸ™


__ADS_2