
...SEDIH...
Mendengar pertanyaan dari Li Qin, sejenak Tanaka berfikir untuk menjawab, Ia seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu yang menjurus pada penolakan. "Aku tidak tau, nanti saja.! aku akan kembali mengabari nya pada mu" jawab Tanaka dengan cuek, masih dengan aura yang dingin. Menurut Li Qin, kali ini tebakan nya tidak salah.! Tanaka benar-benar telah berubah tanpa ia ketahui sebab nya apa.
Laura yang sadar akan sikap Tanaka terhadap Li Qin dan melihat perubahan dan kecanggungan di antara ke dua manusia yang duduk di bangku depan, hati nya bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi. Yang mungkin telah ia lewatkan begitu saja, Tanaka benar-benar cuek dan dingin pada Li Qin.
"Kenapa suasana di mobil ini begitu dingin mencekam" batin Laura, ia juga merasa ada yang aneh pada dua orang yang hubungan nya gak jelas ini Dan tidak ada lagi suara di dalam mobil itu yang terus melaju.
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, Hati ketiga manusia yang berada di dalam mobil fokus pada pikiran masing-masing. Tidak ada pembahasan yang bisa mereka bawakan sebagai pembuka percakapan karena merasa ini bukan waktu yang tepat, Hingga tiba di rumah sakit. Laura, memilih turun duluan karena ia merasa bahwa Li Qin dan Tanaka harus di beri privasi agar tidak terganggu karena kehadiran nya.
"Aku turun lebih dulu ya, kalian berpamitan lah dengan estetis" ucap Laura dan di angguki oleh Tanaka dan Li Qin tanpa canggung.
Melihat Laura sudah turun lebih dulu, membuat Li Qin memberanikan diri untuk menyentuh punggung tangan Tanaka dan mengelus sedikit dengan jempol nya. "Apakah kamu dalam kondisi hati yang rumit.?" tanya Li Qin dan Tanaka tidak mengubris nya sama sekali. Akan tetapi ia menikmati elusan jempol Li Qin di punggung tangan kiri nya dengan memejam kan mata dan menyandarkan kepala nya di mobil.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi bekerja dulu. kamu hati-hati di jalan dan jangan lupa kabari aku jika kamu ada waktu untuk menjemput ku" ucap Li Qin lalu melepas sabuk pengaman nya, sejauh ini masih tidak ada pergerakan dari Tanaka. Ia seolah menganggap suara dan pertanyaan dari Li Qin adalah angin lalu.
__ADS_1
Cup.. satu kecupan diterbangkan dari bibir seksi Li Qin dan di tempelkan pada dahi Tanaka dengan waktu yang cukup lama, merasakan kehangatan di dahi nya seketika membuat diri Tanaka membuka mata nya yang sejak tadi ia tutup..
"Turunlah, kau akan terlambat nanti" ketus Tanaka, dengan tatapan yang semakin tajam dan hal itu benar-benar mengagetkan Li Qin, ini hal yang tidak biasa terjadi pada Tanaka. biasa nya jika di pancing dengan ciuman dari Li Qin maka, lelaki itu akan membalas nya dengan ciuman yang lebih ganas.
Sebagai seorang wanita yang sering menerima pujian, pujaan, dan perhatian dari seorang lelaki yang selalu membuat diri nya nyaman. Tentu akan sangat sedih dan terheran-heran melihat perubahan yang tiba-tiba dari calon pasangan nya, apa lagi ini terjadi tanpa ada dasar keributan sebelum nya.
Li Qin benar-benar masih tidak percaya dengan reaksi Tanaka barusan, ia merasa stres dengan memikirkan wajah dingin dari lelaki yang mulai membuat nya mabuk kepayang itu. Cinta memang sulit untuk di tebak.! Benar-benar merupakan sebuah emosi, ternyata cinta Tanaka yang terbentuk dari tiga perasaan yaitu perhatian, kasih sayang, dan keintiman tidak menjamin kemulusan.
Setelah keluar dari mobil dengan perasaan yang bimbang, Li Qin dan Laura segera bergegas masuk kedalam rumah sakit dan belum semua pintu mobil di tutup rapat oleh Li Qin. Tanaka sudah melajukan mobil nya tanpa melirik ke arah Li Qin lagi, dan hal itu benar-benar membuat Li Qin kaget dan Laura juga bertanya-tanya ada apa yang terjadi.
"Sebenar nya apa yang sedang terjadi antara kau dan Tanaka.?" tanya Laura pada Li Qin dengan wajah yang penasaran tingkat tinggi dan ingin tahu sambil melangkah masuk ke rumah sakit.
Laura, mencoba menatap dalam netra abu pada mata Li Qin. tujuan nya untuk mencari kebenaran pada apa yang baru saja di ucapkan oleh Li Qin pada nya dan hal yang di dapatkan Laura hanyalah kesedihan di mata Li Qin, seperti nya ucapan Li Qin adalah sebuah kebenaran dan perubahan dari Tanaka telah sukses membuat saudari nya itu menjadi sedih..
"Sabarlah, mungkin dia dalam situasi yang sangat rumit dan tidak bisa ia bagikan pada mu" jelas Laura mencoba menghibur Li Qin.
__ADS_1
"Ku harap benar begitu Laura" jawab Li Qin yang sudah tidak semangat lagi.
"Apa mungkin Tanaka berubah karena capek menunggu kepastian dari kamu ?" tanya Laura tiba-tiba dan hal itu membuat Li Qin tersentak kaget.
"Ck.. itu mustahil, kurasa bukan karena itu" sanggah Li Qin.
"Aku yakin salah satu penyebab nya karena itu, kau tau Li Qin. laki-laki yang terus di gantung oleh wanita tanpa kejelasan selama bertahun-tahun pasti akan memilih wanita yang mau memberi nya status hubungan dan kejelasan juga pengakuan. ketimbang bertahan dengan sesuatu yang tabu dan tidak akan ada kepastian, seiring berjalan nya waktu laki-laki itu pasti bertemu dengan wanita baru dan jika merasa nyaman dengan wanita itu. Diri nya akan memilih wanita yang memberi nya status yang jelas itu dan meninggalkan wanita yang masih menggantung diri nya" jawab Laura tanpa mau memberi ampun pada Li Qin.
"itu mustahil" jawab Li Qin ysng merasa tidak mungkin
"Bukti nya sekarang Tanaka selama beberapa hari bersikap dingin pada mu, kau tau sikap mu yang jual mahal selama ini pastilah membuat nya bosan. Sekarang Tanaka tidak berbicara soal cinta lagi melainkan, berbicara soal waktu nya yang telah terbuang sia-sia tanpa kejelasan dari mu." ucap Laura pedas, perkataan nya berhasil membust Li Qin menyadari sikap jual mahal dan terlalu menyepelekan perasaan Tanaka.
"Jika benar apa yang ku ucapkan ini, percayalah kau akan menyesal untuk seumur hidup mu karena telah menyia-nyiakan orang yang setia pada mu." ucap Laura yang merangkul Li Qin.
"Mustahil.! itu tidak akan mungkin" sanggah Li Qin lagi, ia benar-benar tidak mau mempercayai ucapan Laura. Walaupun ucapan dari Laura ada benar nya juga, akan tetapi Li Qin mencoba menepis hal itu.
__ADS_1
"Kau boleh mencoba untuk menguji ucapan ku ini, aku yakin jika kau terus menggantung hubungan mu dengan nya. Dan terus memberi nya harapan besar yang palsu dan membuang-buang waktu nya maka percayalah pada perkataan ku kali ini kalau, sikap jual mahal mu itu akan menjadi sangat murah bahkan tidak laku di pasaran." ucap Laura dan hal itu tidak bisa lagi di jawab oleh Li Qin.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye