
...TIDAK JADI RAGU...
"Aku serius, lihat lah dia memandangi mu terus menerus dengan mata dingin nya. Seolah kamu adalah seorang wanita yang selama ini ia cari-cari dan tidak menemukan nya dimana pun dan hari ini ia baru menemukan nya." bisik Li Qin lagi dengan serius dan Laura akhir nya kembali memperhatikan dengan memutar kembali momen sebelum Li Qin masuk keruangan ini.
"Bagaimana.?" tanya Li Qin dan Laura hanya diam membisu seolah dalam diam nya, ia mengiyakan dan membenarkan ucapan Li Qin. Hanya saja ia tidak mau terlalu menunjukkan ekspresi itu, agar tidak terlihat GeEr di hadapan Li Qin.
Leo yang seperti nya tidak lelah, malah semakin betah melihat aksi bisik-bisik dan tawa pecah serta senyum mekar yang merona dari wajah Laura membuat hati Leo terasa tersiram air dingin, betapa sejuk, betapa segar dan dingin hingga pujian demi pujian dalam hati nya ia ucapkan untuk Laura tanpa ada yang mampu mendengar pujian dari hati nya itu.
"Ternyata kau sangat cantik saat tertawa dan aku ternyata telah menemukan mu disini.! seluruh dunia telah ke jelajahi hanya untuk mencari mu namun, tidak menemukan mu. Kau ternyata berada di ujung sumatera, kali ini tidak akan kau ku lepas.! apapun itu, tapi sebelum nya aku harus memikirkan cara untuk menahan mu" ucap Leo dalam hati nya.
Li Qin masih terus memperhatikan tatapan Leo yang penuh pemujaan dan maksud misteri, entah mengapa diri nya tidak bisa melepaskan penilaian negatif dari pemikiran nya ketika menangkap basah mata Leo saat memandangi Laura.
Mata yang penuh kerinduan berpadu dengan mata yang penuh keserakahan, Dari mata nya jelas terpampang hasrat yang besar dan keiginan memiliki yang begitu besar terhadap Laura, seperti ada sesuatu hal berupa pertemuan yang telah terjadi sejak lama. Tapi, seperti nya Laura tidak menyadari hal itu dan terlalu mengabaikan nya.
__ADS_1
"Mungkinkah ini hanya perasaan ku saja.?" batin Li Qin dengan tatapan menyelidik pada Leo sedangkan, Leo hanya membalas pandangan Li Qin dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"Kurasa itu hanya pikiran dan perasaan mu saja, hal ini lumrah terjadi karena aku baru pertama keluar dan baru bercengkrama dengan Leo yang notabene nya seorang dokter baru. Sesuatu hal yang baru kau lihat tentu bisa saja memberikan dua pandangan dan menghasil kan dua penilaian yang memberi efek positif dan negatif untuk mu" Jelas Laura pada Li Qin dan Li Qin seolah mencoba memahami penjelasan Laura yang tentu ada benar nya.
"Kau tau sejak tadi Leo hanya bertanya ringan pada ku karena ia juga kaget melihat keberadaan ku tanpa ada nya kamu di ruangan mu sendiri. Dan, sejak tadi juga ia hanya bertanya kau dimana, kapan kau selesai dan apakah operasi yang kau lakukan akan lama atau tidak karena dia tidak memiliki jadwal baik operasi dan poly" jelas Laura pada Li Qin.
Li Qin mengangguk mantap dan setuju lalu berusaha menghilangkan pikiran kotor nya yang negatif terhadap sikap dan pandangan Leo kepada Laura, menurut nya apa yang di katakan Laura jelas sangat benar. Apa lagi Leo sejak ia bekerja disini setiap tidak ada pasien maka, ia akan pergi berkeliling ruangan mencari rekan dokter yang tidak memiliki pasien seperti diri nya lalu mengajak nya untuk mengobrol ringan. Hal itu tentu di pahami oleh Li Qin karena sebagai rekan dokter yang baru masuk, Leo harus melakukan pendekatan dan penyesuaian kepada seluruh staf rumah sakit.
"Apakah ketampanan ku ini mirip lelaki maniak di luar sana.?" ucap Leo, ia seperti nya mulai lelah menunggu dan menonton dalam diam aksi ke dua wanita ini. Yang satu meragukan nya dan yang satu lagi malah mencoba menjadi seorang wanita bijak walaupun pada ending nya ia sedikit ikut meragukan Leo.
"Maaf, aku mengira kau seorang lelaki yang kurang baik karena pandangan mata mu pada adik ku seperti pandangan mata orang yang mendambakan, seperti pernah bertemu sebelum nya dan kau begitu merindukan diri nya" jelas Li Qin dan hal itu membuat dahi Leo berkerut sangat banyak.
"Bagaimana bisa aku bertemu dengan adik mu, sementara tadi kata nya diri nya tidak pernah keluar rumah." ucap Leo dan ia sedikit memasang wajah yang bingung dan seolah tengah berfikir.
__ADS_1
"Ooh.. maaf, aku memang terlalu keliru dalam menilai" jawab Li Qin yang akhir nya memutuskan untuk tidak lagi meragukan Leo, karena tidak ada dasar dan alasan yang tepat untuk hal itu. Dan lagi, bagaimana bisa mereka bertemu di saat Laura terus berada di rumah dan tidak pernah keluar karena bahaya yang terus mengintai.
"Tidak masalah, setidak nya aku tau kalau di Dunia ini masih ada kakak beradik yang saling melindungi dan mengkhawatirkan saudari nya" ucap Leo dan ada tersirat nada sedih yang mendalam di setiap kalimat yang ia ucapkan, Laura dan Li Qin dapat merasakan hal itu. Bahkan tatapan Leo berubah menjadi tatapan lelaki yang sendiri, penuh kehampaan dan kesendirian.
"Jangan katakan kalau yei itu, ternyata adalah seorang lelaki yang kesepian" kata Santo yang tiba tiba muncul entah dari lobang mana.
"ck.. kau datang di waktu yang tepat" ucap Li Qin
"Heei.. gaduiss cauantik, kenapa kau baru keluar dari goa mu harui uiniiii" ucap Santo dengan bibir monyong dan kata yang tidak sesuai dengan ejaan yang di sempurnakan.
"Hai, baby.. aku baru bisa keluar karena terlalu merindukan diri mu" ucap Laura yang memang sudah pernah bertemu dan berkenalan dengan Santo bahkan mereka juga terkadang bertukar informasi selama Li Qin di nyatakan hilang.
Cup.. Cup.. Cup.. bunyi ciuman cipika cipiki dari Santo dan Laura yang jelas membuat Leo geram dan ingin sekali mengumpat serta mencincang bibir memble Santo hari ini juga.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye