TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 247


__ADS_3

...AMUKAN YANG BODOH...


Terlalu buru-buru melakukan hal bodoh hingga tidak mampu berfikir lebih bijaksana dalam menyikapi semua yang terjadi, terlalu lama memahami dan mempelajari semua hal yang sedang terjadi dan tidak pernah mau belajar untuk bertanya dengan alam tentang fenomena apa yang sedang berlangsung.


Dan terlalu cepat memutuskan satu hubungan yang berakhir pada penyesalahan, bahkan menyesal pun sudah tidak bisa lagi untuk membantu mempercepat dalam memperbaiki keadaan rumit saat ini yang di buat oleh sang ibu kala diri nya bertindak gegabah dan membabibuta.


Srakkkk... sraaakk..... Valensia tidak sadar dengan apa yang ia perbuat, ia mencabut paksa secara kasar jarum infus dari pungung tangan Li Qin hingga tangan gadis lemah itu mengeluarkan darah yang banyak dan dengan berpura-pura Li Qin berusaha terus diam, berusaha membuat diri nya terus berada dalam keadaan tenang seolah ia tidak mengetahui apa yang sedang di perbuat pada nya.


Tindakan kurang terpuji Valensia yang seperti nya berakibat fatal bagi pasien, membuat salah satu dokter mengehentikan tangan istri komandan nya karena aksi Valensia yang menurut nya sangat berbahaya bagi perkembagan kondisi pasien yang belum menunjukkan tanda-tanda siuman.


Semua mereka yang ada dalam ruangan ini belum mengetahui kalau Li Qin sudah sadar sedari tadi kecuali, Laura saja. "Berhenti nyonya, pasien akan mati" teriak dokter dan perawat serta Sofia segera berdiri dengan sisa kekuatan nya yang lalu menahan tangan Valensia agar tidak membabibuta lagi.


Melihat perlalukan Valensia yang semakin di cegah semakin memberontak, Valr merasa semakin malu dan tidak ada muka, memang benar semua hal ini terjadi tiba-tiba dan Valr belum sempat menjelaskan pada istri cantik nya itu di karenakan Valr juga shock melihat bahwa darah daging nya melakukan hal paling biadab dan benar-benar ia masih tidak menyangka serta bingung harus mulai dari mana untuk menjelaskan hal memalukan dan mengecewakan ini.


Awal nya Valr berharap sang istri mampu membaca dan menebak situasi ini, akan tetapi yang terjadi pada kenyataan nya adalah Valensia tidak sepintar yang di duga oleh Valr. hingga Valensia, bertindak terlalu terburu-buru seolah menolak ke benaran yang tertutup oleh kasih sayang serta kesedihan nya terhadap Valdis dan paling membuat Valr marah adalah sikap kurang ajar Valensia yang berani memutuskan hubungan dengan anak nya sendiri.


"Jangan hentikan dia, Sofia.!" tegas Valr dengan nada tidak bersahabat nya, tentu saja Sofia melongo mendengar perkataan Valr dan seakan tidak diberi kesempatan untuk Sofia di biarkan dengan pikiran negatif nya, Valr kembali meneruskan ucapan nya.

__ADS_1


"tolong rekam semua perlakuan nya ini dan sebarkan ke seluruh penjuru Dunia.! berikan caption menggunakan warna yang indah dengan kalimat seorang Valensia asal Nias melakukan percobaan pembunuhan pada seorang wanita yang tidak sadarkan diri dan yang sedang kritis di ranjang rumah sakit." Kata Valr pada Sofia dan Sofia sedang bingung harus kah ia menganggukkan kepala tanda mengerti.?


Lagi-lagi tidak sempat Sofia menuntaskan kebingungan nya Valr, malah kembali bicara lagi "diri nya dengan membabibuta ingin meleyapkan seorang wanita yang telah di culik, di sekap, disiksa selama lebih dari tiga tahun hingga wanita tersebut berwujud mengerikan dan semua di lakukan sangat sempurna oleh putra bungsu nya.! dan tambahkan lagi caption bahwa jiwa psikopat sang anak dalam memperlalukan seorang wanita lemah secara biadab dan tidak manusiawi berasal dari ibu kandung nya" tegas Valr yang sudah geram dan tidak bisa mentolerir perbuatan Valensia sejak tadi.


Sofia benar-benar dilema, ingin rasanya ia tenggelam kedasar jurang paling gelap agar tak terlihat karena, setau nya Valr adalah type lelaki yang tidak ingin ucapan nya di bantah.


"Dan katakan kalau anak perempuan yang di culik oleh putra bungsu Valensia selama tiga tahun lebih lama nya, adalah anak dari tetangga mereka sendiri yang juga sering berbagi cerita satu sama lain setiap ada kesempatan serta hubungan bertetangga kedua nya sangat baik dan tidak ada pernah terjadi keributan kecil" lata Valr dan akhir nya Sofia hanya mengangguk pasrah.


DEG..


DEG..


DEG..


"Inilah akhir dari kemarahan mu yang harus kau makan dan telan hidup-hidup" kata Valr, lalu ia meninggalkan sang istri dan menarik Tanaka untuk ikut dengan nya "Ikuti papa, ada sesuatu yang ingin papa katakan pada mu" kata Valr dan di angguki oleh Tanaka.


Dan sebelum pergi mengikuti sang ayah, Tanaka sempat berhenti untuk menitipkan Li Qin pada Sofia "bibi, tolong jaga Li Qin sementara aku tidak disini dan jangan biarkan para monster ini mendekati Li Qin karena ia dan anak nya sama saja buruk nya" kata Tanaka dengan suara dingin dan tidak ada terdapat kasih sayang dalam nada bicara nya yang ada hanya kekecewaan, kesakitan dalam hati dan luka menganga yang terpampang jelas dari raut wajah nya.

__ADS_1


DEG..


DEG..


DEG..


Valensia tersungkur mendengar ucapan dingin penuh kesakitan dari mulut putra sulung nya, putra yang di nanti-nantikan nya dulu selama sembilan bulan lama nya dalam kandungan hingga besar terus menyayangi nya namun apa.? apa yang terjadi saat ini.? justru yang terjadi karena sikap gegebah nya dan ketidak sabaran nya, membuat ia harus mengonsumsi pil pahit bahwa mulut nya sendiri yang memutuskan hubungan dengan Tanaka dan sekarang suami nya ikut membenci diri nya.


"Apa yang telah ku lakukan" kata Valensia menangis histeris


"Ini semua karena nyonya terlalu gegabah dan tidak pintar membaca situasi saat ini, hingga menyakiti ke dua nya dan seakan-akan melindungi anak nyonya yang bersalah itu" ketus perawat dengan sinis pada Valensia, entah dari mana asal dari mulut ketus nya hingga berani berbicara bagitu pada sang nyonya.


"Apakah dia selamat.?" tanya Valensia pada dokter tanpa berniat merespon omongan perawat barusan.


"Sejauh ini kondisi nya masih sangat memprihatinkan nyonya, akan tetapi kami akan berusaha sebisa dan semampu kami untuk terus memantau dan memberikan pengobatan paling terbaik " kata dokter dengan sangat baik..


"Lalukan sebaik mungkin, aku percaya pada tangan Tuhan yang melekat pada telapak tangan kalian" kata Valensia dan ia pun memilih duduk di sofa melihat kondisi Li Qin yang baru ia sadari dengan sangat jelas.

__ADS_1


"Valdis.. Valdis.! Kenapa dia sebagai anak ku bisa seburuk ini Tuhan" kata Valensia dalam hati nya, hanya dia sendiri yang bisa mendengar.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2