
...BERTEMU WANITA BARU...
Mendung pun akhir nya tiba mewakili bunga bunga di hati yang telah layu karena sudah tidak mekar lagi, Bunga yang kemarin mekar di dalam hati kini, telah berubah menjadi bunga dengan duri duri yang akan segera menusuk hati para manusia yang di mabuk kekecewaan.
Masih di dalam mobil, perjalan Tanaka dan wanita baru itu menuju rumah terlihat amat sangat lancar. Kedua nya masih terlibat beberapa perbincangan yang ringan, sedang hingga kecanggung.
"Hei nona sebetul nya tidak masalah, aku masih kuat buktinya aku sanggup menunggu mu kembali untuk ke tiga kali nya" ucap Tanaka dengan sangat tulus kepada wanita cantik di samping nya, sambil tangan kiri nya mengelus puncak kepala hingga ke rambut panjang wanita itu yang terurai panjang.
Siapa wanita ini, kenapa Tanaka bisa mengatakan bahwa ia telah menunggu wanita itu kembali untuk ke tiga kali nya. Kenapa juga Tanaka yang sedingin es di kutup utara begitu lembut memperlakukan diri nya, Bahkan tatapan mata nya penuh dengan kasih, kerinduan, cinta terhadap wanita cantik di samping nya dan yang paling utama tersirat juga ke bingungan dari tatapan mata nya.
"Baiklah, aku sangat percaya pada mu" ucap wanita itu "Ehmm.. Tanaka, aku sebenar nya bingung bagaimana cara menghadapi Li Qin nanti nya ketika kami bertemu. Seperti nya, bertemu dengan Li Qin adalah sebuah ledakan bom waktu yang siap menghancurkan diri ku sendiri dan juga diri nya" ucap wanita cantik yang merasa serba salah, dan benar benar dengan raut wajah yang serba salah di penuhi dengan rasa bimbang.
"Tidak masalah, hadapi saja! sudah saat nya untuk menjalani semua dengan semestinya" ucap Tanaka tanpa bisa memberikan tanggapan yang lebih, atas pertanyaan wanita cantik yang benar benar misterius ini.
"Ku harap, kamu berfikirlah lebih jernih lagi sebelum nanti nya kamu kembali menyesali semua nya" ucap wanita cantik itu dan di angguki oleh Tanaka dengan senyuman di bibir nya.
"Aku sudah berfikir keras dengan hati tanpa emosi akan tetapi, hati ku selalu menolak untuk kembali pada nya. Dengan terus menunggu ketidak pastian dari nya selama puluhan tahun, dia juga terlalu menganggap ku tiada." ucap Tanaka, sebetul nya ia juga sambil memikirkan cara Li Qin dalam memperlakukan nya selama ini.
"Huuf.." wanita cantik ini hanya bisa menghela nafas berat nya yang enggan di hembuskan kembali.
*
__ADS_1
*
*
Di dalam rumah mewah milik Tanaka, tepat nya di ruang dapur yang begitu luas. Para wanita asik memasak dengan menu makanan yang begitu banyak, mereka bertiga seperti nya benar benar menyambut kedatangan tamu Tanaka yang tidak di ketahui apakah dia seorang lelaki atau perempuan dengan jamuan makan malam yang sangat enak.
Hingga aroma wangi dari makanan yang telah masak dan telah di tata sebegitu rapi hingga mampu menebak betapa lezat nya sajian dimeja ini dari bentuk nya telah tersaji di atas meja makan. Dan dari ruang makan, aroma wangi masakan itu tercium hingga ke area parkiran luas yang ada di rumah Tanaka.
"Kita sudah sampai, nona" ucap Tanaka dengan senyuman.
"Berhentilah memanggil ku dengan sebutan nona, aku memiliki nama jika kamu lupa" ucap wanita cantik itu, dengan menggemaskan.
Akhir nya mobil Tanaka memasuki gerbang rumah nya yang luas, ia langsung memarkirkan mobil nya ketempat yang biasa ia parkir. Setelah nya ia membantu wanita cantik untuk membuka pintu mobil hingga wanita itu keluar dengan sangat anggun, Tanaka juga segera berjalan kearah belakang mobil untuk mengambil koper milik sang wanita cantik.
"Kamu seperti nya akan menyukai rasa dari masakan ibu" ucap Tanaka
"Seperti nya amat sangat menyukai" ucap wanita itu yang mengikuti langkah kaki Tanaka.
Sedangkan di meja makan Li Qin, Laura dan Nyonya Alex bertepuk tangan karena masakan mereka siap tepat waktu bahkan ketiga nya sempat mandi untuk menyegarkan diri. Mereka bertiga sangat bangga dengan hasil masakan malam ini, begitu banyak, begitu lezat dan begitu siap untuk menjamu tamu Tanaka.
"Laura, segera panggil papi mu agar naik ke atas untuk makan bersama" perintah nyonya Alex dan di turuti oleh Laura.
__ADS_1
"Baik, mami" ucap Laura yang segera mempercepat langkah kaki nya untuk memanggil sang ayah.
"Li Qin, kamu harus bisa memperbaiki sikap mu terhadap Tanaka malam ini. Kamu sudah terlalu menyepelekan perasaan nya selama bertahun tahun, dia bahkan rela menyakiti saudara nya demi melindungi mu dan menjaga mu setiap kau sakit sedsngkan kamu. Kamu tanpa perasaan terus mengabaikan diri nya yang sudah sangat tulus terhadap mu, kamu harus ubah sebelum terlambat." Ucap nyonya Alex yang di angguki oleh Li Qin.
Bertepatan dengan ucapan nyonya Alex kepada Li Qin, Tanaka dan wanaita cantik itu beserta Laura yang baru kembali memanggil ayah nya bersama dengan Prof serentak tiba di ruang makan yang tidak kalah luas nya.
Semua mata penuh dengan rasa kagum karena kecantikan yang dimiliki oleh wanita di depan mereka dan sekaligus pandangan mereka juga penuh dengan kekagetan yang luar biasa tertuju pada wanita yang digandeng oleh Tanaka, bagaimana mereka semua tidak kaget melihat Tanaka yang begitu dekat dengan wanita di samping nya. Terlihat jelas tangan nya yang lebar dan kekar melingkar secara posesif di pinggang wanita cantik itu.
"Selamat malam om, tante, semua nya" ucap wanita cantik itu sambil memberi salam dan menyapa semua yang ada di rumah ini dan tidak di pungguri ada getaran disuara nya yang sedang gugup.
"Malam, selamat datang" ucap prof menutupi rasa kaget nya.
"Ohh.. Tuhan, cantik sekali wanita ini.!" puji Laura dalam hati nya.
TINGG..... Suara sendok yang jatuh di atas piring dengan sangat nyaring membuyarkan kecanggungan semua orang hingga mata kembali tertuju pada Li Qin karena tanpa sengaja ia menjatuhkan sendok dari tangan nya.
"Ma..maaf, aku tidak sengaja" ucap Li Qin gugup dan Laura segera mendekati nya, memberikan beberapa elusan dipundak Li Qin sekedar menyalurkan kekuatan dari elusan telapak tangan nya yang halus.
"Nak, A.. Ayo mari makan, nanti keburu dingin" ucap nyonya Alex mempersilahkan Tanaka dan tamu nya dengan posisi yang gugup, fokus nya lsngsung tertuju pada Li Qin.
"Baik, bu" jawab Tanaka sekaligus wanita cantik itu menganggukkan kepala dengan senyuman, lalu Tanaka membawa langkah nya mendekati meja makan. Ia menarik kursi dan mempersilahkan wanita nya duduk tepat si samping kursi Li Qin dan hal itu membuat suasana semakin lebih canggung.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye