
SEDANG BERJUANG
Sudah kodrat bagi seorang wanita merasakan sakit waktu melahirkan karna, cinta seorang ibu bagai misteri dalam sejarah yang harus di perjuangkan sampai titik darah penghabisan demi anak - anak yang berada didalam kandungan nya. bukan hal baru bagi Dunia jika, sang ibu harus berjuang dengan susah payah melawati dua garis antara hidup dan mati demi melihat wajah sang buah hati.
sama seperti sekarang ini ketika Valen sedang menjerit karna mengalami kontraksi demi kontraksi yang sangat kuat dan tak henti hingga berlangsung lebih dari satu jam dan semakin membuat perutnya serasa mules, diperjalanan menuju rumah sakit ia tidak henti - hentinya meringis kesakitan dan panas serta sebentar - sebentar mereka berhenti di toilet umum karna permintaan Valen yang merasa ingin BAB namun tidak kunjung keluar.
Sesampainya mereka di Rumah sakit Vano langsung membawa Valen ketempat persalinan sesuai dengan arahan dr. Floren dan saat ini mbok Inem menyarankan agar majikannya terus berjalan kaki hingga masuk ruangan.
"Siang dokter apa sudah waktunya.?" tanya Vano pada dr. Floren yang langsung menyambut kedatangan mereka.
"kita periksa dulu ya pak" jawab dr. Floren dan segera Valen diperiksa, selang beberapa menit dr. Floren keluar dari ruangan.
"bagaimana dok.?" tanya Vano dan Ita barengan hingga mereka saling menatap
"pembukaan baru dua pak dan mungkin prosesnya sedikit lama karna, bu Valen memilih lahiran secara normal" jawab dr. Floren
"dok apanya yang pembukaan dua.?" tanya Vano bingung
"jalan lahir bayinya pak, itu termasuk proses dalam pembukaan biasa dihitung dengan angka 1-10. namun, jangka waktu dari terbukanya serviks hingga tiba waktunya melahirkan dapat berbeda pada setiap ibu hamil" jawab dr. Floren
"kenapa bisa berbeda dok.?" tanya Ita
"karna ada ibu hamil yang serviksnya masih tertutup, tetapi secara cepat pembukaan berkembang dari 1 hingg 10 dan siap melahirkan dalam hitungan jam" jelas dr. Floren
"apa tidak masalah dok, menunggu sampai 8 pembukaan lagi.?" tanya Vano bimbang
"sejauh ini tidak ada masalah pada proses persalinan normal karna, kondisi bayi dalam kandungan dan kesiapan bu Valen sudah bagus, hanya saja perlu dorongan semangat dari kita agar dia tidak lebih dulu merasakan kelelahan" saran dr. Floren
"dok, apa ada cara lain untuk membuka hingga 10.?" tanya Vano lagi dan dibalas senyum oleh sang dokter.
"iya dengan sendirinya jika, siap akan terbuka pak😊" jawab dr. Floren sekilas dan pamit menuju ruangannya
.
.
.
Dua jam berlalu dan Valen masih merasakan sakit yang tiada henti - henti air mata kesakitannya terus membasahi pipinya. Mbok Inem tetap berada mendampingi nya begitu juga dengan Vano dan Ita yang bekerja sama mengelus kepala dan punggung Valen.
📱"Valr adik sepupuku yang tidak ganteng.!
saat ini istrimu tengah berjuang antara hidup dan matinya demi tiga calon buah hati kalian yang akan segera lahir hari ini. Doakan yang terbaik untuk proses persalinan istrimu dia sudah beberapa jam merasakan sakit dan menangis😊 jika, pesan ini bisa kamu baca segeralah kabari kami dan semangati istrimu" Vano mengirimkan satu pesan pada Valr.
"Auuuu .. Aaaaaaaa .. hoooffff .. huffffff"
Valen mendesah kesakitan dan juga mengatur nafas sambil berjalan mondar mandir mengitari ranjang pasien. tidak, lama kemudian dr. Floren dan delapan perawat lainnya datang dengan banyak alat dan tabung tempat bayi..
"apa sudah waktunya dok.?" tanya Vano
"bagaimana sus" tanya dr. Floren pada salah satu perawat yang mencek pembukaan Valen
"Sedikit lagi dok" jawab perawat.
"baiklah, siapa yang akan menemani bu Valen bersalin.?" tanya dr. Floren dan seketika mereka saling berpandangan.
"Siapa saja yang dokter pilih bolehlah" jawab Vano
"aku takut dokter" sambung Ita
"Kalau begitu kalian semua silahkan tunggu diluar biarkan kami yang bekerja dan bantu dalam doa agar segala proses dimudahkan" jawab dr. Floren
"baik dok" Vano, Ita dan mbok Inem segera keluar dari dalam ruangan persalinan dan menunggu tepat didepan pintu persalinan Valen dengan perawasaan yang was - was
"pak ganteng, apa kamu tau bagaimana proses melahirkan bayi kembar tiga secara normal?" tanya Ita pada Vano yang langsung mendapatkan tatapan tajam dan gelengan kepala dari Vano dan mbok Inem
"Pada dasarnya, proses melahirkan bayi kembar hampir mirip dengan proses melahirkan satu anak secara normal, kata google" jawab Vano secara asal namun benar.
__ADS_1
"wah .. tuan sangat pintar, ternyata tau juga hal yang seperti ini" puji mbok Inem
"lah.? memangnya jawaban saya benar mbok.?" tanya Vano
"benar tuan" jawab Inem
"padahal saya hanya asal jawab tanpa berfikir mbok" sambung Vano jujur
"sepertinya pak ganteng berpengalaman" sambung Ita namun, tidak diopeni oleh Vano
.
.
.
Didalam ruangan persalinan dokter Floren sudah memberikan perintah tindakan pada perawat untuk memasangkan alat monitor pada perut Valen yang akan segera bersalin untuk memantau kondisi bayi-bayi dalam kandungan nya.
"Ketuban pecah dok" ucap salah satu perawat pada dr. Floren
"baik, pasangkan fetal scalp clip pada kepala bayi pertama untuk memantau aktivitas jantungnya" perintah dokter yang langsung dilaksanakan oleh perawat itu sedangkan Valen sudah tidak bisa lagi menahan betapa mulesnya dia dan tidak lagi peduli dengan semua tindakan yang dilakukan padanya
"sikit ya bu, saya pasangkan alat fetal scalp clipAnda tidak perlu khawatir, karena alat ini aman digunakan bagi ibu dan bayi selama proses melahirkan bayi kembar" ucap perawat yang hanya diangguki Valen tanpa tau apa saja yang dikatakan sang perawat
"bu Valen semangat ya bu😊 saya selalu percaya bahwa kamu akan menjadi seorang ibu yang luar biasa" ucap dr. Floren menyemangati Valen sambil mengelus kepala
"Sudah waktunya dok" ucap perawat dan semua alat bantu untuk bayi didekatkan disamping dr. Floren
"ibu ikuti instruktur dari kami ya jika, terasa sangat sakit sekali, dalam hitungan ketiga maka mengejanlah sekuat tenaga" ucap perawat itu dan diangguki oleh Valen karna, dirinya akan segera melakukan proses persalinan untuk melahirkan bayinya satu per satu, sesuai dengan metode persalinan normal yang dipilih Valen bersama dengan tim medis.
"sakit .... sakitt, aku mau buang air besar" ucap Valen
"iya buang air besarnya disini saja bu tidak apa - apa" jawab dr. Floren lembut
"apa sakit sekali bu.?" tanya dokter dan diangguki oleh Valen
"emmmmmmmmmmmmmmmm" Valen mengejan sekuat tenaga, kedua tangannya digenggam oleh kedua perawat dengan penuh kesabaran
"iyaa .. ayo bu sedikit lagi" para perawat itu dengan lembut menyemangati Valen
"hah .. hah .. hah .. hah .. sakit dok"
ucap Valen dengan air matanya
"ibu pasti bisa, semangat💪 ulang ya bu dalam hitungan ketiga" ucap semua dan Valen kembali mengejan kuat
1.
2.
3.
Oeeeeekkkkkk ..... ooeeeeekkkkkk .....
"Alhamdulillah ibu bayi pertamanya perempuan😊" ucap perawat dan bayi itu langsung diberikan diatas dada Valen untuk melakukan tindakan IMD (inisiasi menyusui dini) dengan tujuan memberi rasa aman dan nyaman pada bayi juga, agar terjalin ikatan kuat pada bayi dan sang ibu.
30 menit sudah Valen berjuang dan bayi pertama lahir,
dokter menyuruh Valen untuk beristrahat sebentar
"Anda bisa beristirahat sebentar sembari dokter memeriksa posisi bayi kedua dan melakukan pemeriksaan pada jalan lahir" ucap perawat dan tidak bisa lagi direspon Valen.
Satu jam kemudian setelah kelahiran bayi pertama, leher rahim Valen kembali terbuka lagi petanda jalan lahir bagi bayi berikutnya sudah terbuka, kontraksi yang cukup hebat lagi - lagi dialami Valen tanpa butuh proses yang lama ia mengejan dengan sangat kuat penuh tenaga
Oeeeeekkkkkk ..... ooeeeeekkkkkk .....
"Alhamdulillah ibu bayi duanya laki - laki😊 dengan jarak waktu 1 jam 30 menit" ucap perawat dan bayi peratama segera diambil dari pelukan Valen digantikan dengan bayi kedua langsung diberikan diatas dada Valen untuk melakukan tindakan IMD (inisiasi menyusui dini) dengan tujuan memberi rasa aman dan nyaman pada bayi juga, agar terjalin ikatan kuat pada bayi dan sang ibu.
__ADS_1
Bayi pertama dan kedua lahir dengan selamat juga sehat tanpa kekurangan dan kendala sedikitpun hingga tidak memerlukan tindakan yang lebih.
Kondisi Valen kini mulai melemah seakan kehilangan kesadarannya namun masih mampu merespon para tim medis dalam ruangan itu dan selang 30 menit kemudian leher rahim Valen kembali terbuka lagi petanda jalan lahir bagi bayi berikutnya sudah terbuka.
Namun, hingga satu jam berlalu ia tidak kunjung mengalami kontraksi atau pembukaan. dengan segera dokter memerintahkan timnya untuk memberikan infus berisi obat hormon digunakan untuk memicu kontraksi dan bukaan leher rahim (serviks).
tanpa menunggu waktu lebih lama lagi Valen meraskaan kontraksi yang lebih hebat dari sebelumnya..
"mmmmmmmmm ... aaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
"iya pintar!"
"sedikit lagi ibu hebat.!"
"sangat hebat ayo bu.!"
"sedikit lagi, ya mantap bu.!"
"ayo sedikit lagi"
"ibu bisa, ayo ibu kuat .. ayooo bu .."
Semua perawat didalam ruangan itu seperti sedang berdemo menyemangati Valen karna, mereka tau kondisi Valen mulai menurun dan akan berakibat fatal.
"iyaa .. sudah mulai nampak iyaa, dikit lagi bu hampir saja kepalanya keluar ayoo bu"
.
.
.
Oeeeeeeeeeekkkk .. Oeeeeeeeeeeeeeekk
Lahirlah bayi ketiga dengan jarak waktu 2 jam 30 menit, seorang bayi laki - laki dengan bobot yang berbeda dari kakak - kakaknya dan mempunyai suara tangis yang sangat menggema😊 seluruh perawat bangga hingga mengecup kening Valen karna mampu melahirkan tiga bayi dengan normal dan tindakan demi tindakan pada bayi terakhir dilakukan.
Dokter Floren memberikan obat khusus untuk mencegah perdarahan hebat pada Valen setelah melahirkan bayi kembar dan semua tindakan terbaik kelas VIP dilakukan pada Valen dan tiga bayi mungilnya yang lucu.
Saat-saat melahirkan yang ditunggu - tunggu selama 9 bulan, kebutuhan untuk mendorong yang semakin kuat ketika kepala bayi sudah turun ke bawah, mengalami perasaan panas, menyengat, dan peregangan pada saat pembukaan ******. hingga tahap melahirkan yang memakan waktu sekitar berjam - jam. juga, mengalami episiotomi, yang mengharuskan Valen untuk saat ini dijahit lagi. telah dilaluinya dengan penuh perjuangan dan air mata.
Perasaan gembira, lega, kagum, dan sukacita ketika mendengar suara bayi rasa sakit ketika melahirkan pun terasa terbayar dengan melihat tiga wajah si mungil. segala proses hingga kompres air dingin diberikan pada perineum untuk membuat Valen nyaman dan bertujuan mengurangi pembengkakan karna Valen mengalami kram rahim setelah melahirkan tiga bayi kembarnya.
"saya sangat bangga padamu, kamu wanita yang sangat sempurna Selamat atas kelahiran tiga bayi kembarmu, semoga bayinya selalu sehat dan kamu segera pulih agar bisa bermain dengan bayi kembarmu.” ucap dr. Floren
“Alhamdulillah, akhirnya setelah sembilan bulan mengandung, lahirlah bayi yang tampan ini" ucap perawat
"selamat ibu karna sudah berhasil berjuang melawan morning sickness, kegelisahan, rasa tidak nyaman selama hamil 9 bulan. Ini waktunya kamu berbahagia, ya!" sambung perawat
Saat ini Valen tertidur dan mendengar semua ucapan dari tim medis namun, kondisinya tidak mampu lagi hingga yang ada dipikirannya hanya ingin tidur tanpa mau membuka mata namun, air mata bahagianya terus mengalir tanpa kendala.
setelah Valen dibersihkan dan diganti pakaiannya hingga terlihat segar barulah Vano, Ita dan mbok Inem serta tiga babysitter pilihan Valr sebelum pergi bertugas ditempat yang jauh berada dalam ruangan itu.
Hallo Reader terkasih🤗
Selamat pagi/siang/sore/malam saya tidak tau ini karya terbit kapan🤦 apapun itu Author mau katakan
Sering setiap manusia didunia pastilah banyak berbuat salah tidak terkecuali dalam dunia noveltoon pastilah banyak kesalahan mungkin dari penulisan karya, keterlambatan UP, kurang panjangnya cerita dan kurang cepatnya saya merespon setiap sapaan dan pertanyaan para Reader di kolom komentar dan PC
tapi saya tau kesalahan saya sebagai Author tidak setinggi burung camar yang terbang tinggi diudara mendekat dengan awan. karna itu dihari nanfitri izinkan saya memohon MAAF🙏
kiranya dibukakan pintu hati para Reader untuk menerima maaf dari saya.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI.!
MINAL AIDIN WALFAIZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN🙏
__ADS_1
jangan lupa ada cinta disetiap dukungan kalian pada karya ini😉😉