TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
ALUR DI PERCEPAT 206


__ADS_3

Dua mata saling berpandang - pandangan sepersekian menit, ke dua nya sama - sama menatap lekat dua bola mata lawan jenis nya dalam diam. satu mata penuh dengan pandangan ketulusan yang berisikan kobaran api asmara yang terpendam dan satu nya lagi mata yang di penuhi dengan tanda tanya dan juga ke bimbangan.


"kenapa setiap aku melihat mu selalu saja wajah datar mu itu kau bawa pak.!" cemooh Li Qin memecahkan ke heningan di antara mereka berdua


"mungkin karena sesuatu di dalam hatiku yang belum tuntas" begitulah Tanaka menjawab nya.


"ooh.. benar juga kamu belum selesai berbicara tentang perumpamaan yang tadi antara aku dan sepupuku, ayolah lanjutkan aku penasaran juga"


Li Qin mengira sesuatu yang belum tuntas itu adalah tentang pembicaraan mereka namun sebetul nya bukan itu, tapi apa mau dikata ketika Li Qin masih kurang peka atau pura - pura tidak peka.


Lalu Tanaka terpaksa melanjutkan cerita nya yang hampir saja ia lupakan alur nya dan seketika Li Qin kaget dan kagum seperti itulah perasaan dan jawaban nya percampur aduk.


"wow.. lelaki itu berani sekali melakukan hal itu, pengorbanan asmara dengan cara licik dan ekstrim untuk membuat si wanita merasa bersalah dan bertanggung jawab dan dia mengikat wanita itu dengan cara yang keji.! tapi aku penasaran, apakah mereka sudah bersatu.?" tanya Li Qin


"tidak, mereka bahkan belum memulai apa - apa dan sepupu wanita mu itu hanya menunggu saja tanpa mau memaksa silaki - laki untuk menyukai nya tapi, ia selalu mengutamakan silaki - laki bahkan mereka juga sering bercumbu dan sesekali tidur diranjang yang sama namun tidak pernah membobol gawang.!" jawab Tanaka dengan kikuk


"Kalau kamu meminta pendapatku dalam hal yang rumit ini, aku juga harus hati - hati menjawab" kata Li Qin


"aku mau kamu menjawab dengan hatimu.! bagaimana jika itu terjadi pada mu, seperti posisi sepupu mu" tegas Tanaka


"aku.. kalau itu aku, aku tidak akan meninggalkan lelaki itu Tan dan aku juga akan membuka hati pada lelaki itu. walau bagaimanapun sebagai wanita aku punya janji untuk diri sendiri dimana seluruh tubuh ku hanya bisa disentuh dan di nikmati oleh suamiku kelak.! jadi, aku harus berjuang agar lelaki itu menyukai ku dan mau menjadikan ku istri nya juga, aku tidak akan membiarkan ia dengan wanita lain." jawab Li Qin


"maksud mu tidak akan membiarkan nya berpaling.?" tanya Tanaka


"dalam kondisi apapun aku harus memastikan lelaki itu jadi suamiku, rasa cinta, suka dan lain nya itu bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu.! yang utama di lakukan adalah aku harus bisa mempertanggung jawab kan tubuh ku dan harga diri ku yang disentuh nya untuk tetap di miliki oleh nya saja dan aku tidak akan mengorbankan lelaki manapun bertanggung jawab atas ku. sekalipun dia bisa menerima seluruh nya tentang kelemahan ku dan kecorobohan ku saat di bersentuhan dengan pria lain" jawab Li Qin dan dari sorot matanya jelas ada kejujuran.

__ADS_1


"kamu yakin.?" tanya Tanaka


"iya, setidak nya jangan karena menyukai seseorang akhirnya kita memberikan nya badan bekas yang sudah disentuh oleh lelaki lain.! kalau mencintai dan menyukai seseorang itu maka, berikan ia segala sesuatu nya yang belum terjamah oleh siapapun dan sesuatu yang suci yang ada dalam diri mu, tubuh mu untuk menyeimbangi ketulusan nya." jawab Li Qin


"lalu bagaimana jika lelaki yang sudah menjamah sepupu wanita mu merubah haluan ketika ia melihat mu kembali" tanya Tanaka dengan sangat rumit


"lelaki memang biadab dan buaya tapi, asal tau saja ya Tan. lelaki buaya kelas kakap yang sesungguh nya adalah lelaki buaya yang menyentuh dan bertanggung jawab dengan wanita yang ia sentuh sekalipun wanita itu tidak ia sukai sejak awal, itu baru SUHU." jawab Li Qin sambil tertawa karena membayangkan sesuatu


"kau yakin.?" tanya Tanaka memastikan


"aku yakin.!" tegas Li Qin


"sekalipun orang yang sesungguh nya paling kamu sukai kembali.?" tanya Tanaka lagi yang masih ingin memastikan


"kalaupun benar aku mencintai dan mengagumi lelaki itu sampai menutup hati untuk lelaki lain, tentu nya aku tidak akan pernah mau di sentuh lelaki manapun" jawab Li Qin sambil mengingat semua antara dia dan Tanaka.


"jadi, aku tidak perlu khawatir lagi kalau begitu karena kita sudah beberapa kali tidur seranjang, bercumbu dan berpelukan. saat itu jelas kita berdua begitu menikmati permainan lidah kedua nya" kata Tanaka dalam hati nya.


"kenapa.?" tanya Li Qin yang melihat Tanaka bengong.


"tidak apa" jawab Tanaka


"hayo.. kamu seperti nya sedang mengkhawatirkan sesuatu" kata Li Qin


"yang aku khawatirkan, emm.. sesuatu yang pasti tidak meninggalkan ku dalam kehancuran untuk ke dua kalinya" jawab Tanaka dengan sorotan tajam yang menyedihkan.

__ADS_1


"Tan, wajah mu itu selain datar juga menyeramkan sekali ya" kata Li Qin karena tatapan tajam di mata Tanaka "percayalah Tanaka pada hati.! biarkan dia yang menuntun dan berbicara pada mu tentang kekasih pujaan mu, pilihan hati tidak akan memberikan mu jatuh pada wanita yang salah.! wanita itu pasti memilih mu sekalipun kamu panuan, urekan" kata Li Qin sambil bercanda.


"bisa tidak jangan panggil aku Tan.! aku ini bukan susyi susyi.." ketus Tanaka


"hahahahaha"


"kalau begitu tidurlah Li Qin ini sudah larut malam, besok tidak di pastikan serumit apa perjalanan keseharian mu, karena itu tidurlah lebih awal agar tenaga mu mampu melawan kerumitan" kata Tanaka


"kamu juga Tan, hahaha... tidurlah kamu sudah sangat lelah" kata Li Qin sambil tertawa


"haiss, akan ku berikan kau hukuman ketika sudah sehat total" jawab nya


"baiklah" kata Li Qin yang kemudian memanggil kembali Tanaka "Tanaka," panggil Li Qin


"ya.."


"terimakasih" kata Li Qin dengan sangat tulus


"untuk.?" tanya Tanaka bingung


"untuk segala nya Tanaka, untuk segala nya selama aku sakit dan selama aku ada disini" jawab Li Qin tulus


"kelak, jangan lagi berterimakasih pada ku Li Qin" ucap Tanaka dengan senyuman ketulusan yang dipenuhi dengan kobaran asmara


"kenapa.?" tanya Li Qin bingung

__ADS_1


"bagiku kamu bukan orang lain jadi, jangan berterimakasih pada ku dan apa yang ku lakukan untuk mu itu karena kamu berhak menerima nya" jawab Tanaka dan disambut dengan senyuman yang tulus oleh Li Qin.


"aku tidak tau sejauh mana kaki ku berjalan menemukan mu"


__ADS_2