TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 403


__ADS_3

...MENGABDI UNTUK NEGARA...


Malam ini adalah malam, dimana Tanaka harus mempersiapkan segala nya keperluan untuk perang dan perlengkapan selama misi. Sesuatu hal yang menarik malam ini adalah keuarga prof turun tangan dalam menyiapkan segala nya untuk Tanaka kecuali menyiapkan perlengkapan untuk perang seperti senjata dan peralatan tempur lain nya karena mereka tidak mengetahui hal tersebut kecuali Tanaka.


Seperti malam ini semua berada di dalam kamar Tanaka dengan bekerja sama menyiapkan seluruh keperluan sang pemilik rumah dan satu satu nya lelaki yang mereka anggap sebagai anak dan saudara sendiri sekaligus boss tempat mereka menumpang.


Nyonya Alex benar benar tidak bisa menahan diri untuk tidak mengucapkan beberapa hal yang merupakan ke khawatiran nya pada Tanaka, hingga ia mendapatkan teguran dari Laura. "Mami, jangan begitu.! Tanaka hanya pergi menjalankan misi dan doakan saja yang terbaik agar semua di permudah dan di lancarkan" tegur Laura..


Tidak bisa di tutupi rasa khawatir juga di rasakan oleh Li Qin entah karena ini baru pertama bagi nya atau justru karena memang ada satu hal yang mengisyaratkan sesuatu akan terjadi, Hanya Tuhan lah yang tau tentang apa yang akan terjadi pada Tanaka di medan perang dalam menyelesaikan misi nya nanti.


"Aku pasti akan baik baik saja, misi kali ini tidak bisa di pastikan seberapa lama dan seberapa berbahaya lokasi dan kondisi peperangan juga tempat nya jauh dari sinyal aktif jadi setiap kali ada waktu saya pasti mencari sinyal lalu memberikan kabar pada kalian semua" jelas Tanaka.


"Baiklah, kamu jadilah pemenang sebagai prajurit Indonesia.. perangi yang harus kamu perangi tapi, jangan perangi sesuatu hal yang tidak harus kamu perangi sekalipun itu adalah perintah.!" pesan prof dan hal itu membuat tanya dalam hati Tanaka namun perlahan ia paham bahwa dalam setiap misi perang pasti ada sesuatu yang di korbankan baik oleh pihak musuh maupun pihak Tanaka sebagai alat perang negara.


"Saya, mengerti" kata Tanaka pada Prof lalu menoleh pada Li Qin "Kamu tetaplah tinggal disini dan bekerja cukup sift pagi saja, aku sudah mengatakan nya pada Santo dan jangan pernah melanggar perintah ku" jelas Tanaka pada Li Qin yang mengangguk paham.

__ADS_1


Melihat Li Qin yang seolah canggung pada Laura membuat Tanaka mengingat kejadian tadi siang hingga mau tidak mau iapun ikut berbicara pada tunangan nya itu "Berhentilah curiga pada Laura, dia sudah ku jadikam sebagai anak buah lepercayaan ku.!" kata Tanaka dan hal itu sukses membuat Li Qin meloncat kaget, yang di senyumi oleh keluarga prof.


"Kami tidak mungkin mengkianati Tanaka secara ia sudah mati matian melindungi kami disini" jelas Laura yang di sentumi oleh prof dan istri nya.


"Maaf aku tidak tau tentang hal itu" jawab Li Qin dengan rasa bersalah nya.


"Tidak masalah, semua karena kamu type yang tidak peduli akan sekitar" kata Laura sengan sindiran.


"ck.. kau membalas ku" ketus Li Qin dan semua nya tertawa terbahak bahak..


"Misi ku ini bukanlah misi yang gampang, dulu papi sudah pernah turun dalam misi ini dan alhasil ia hampir gugur di medan perang setelah kematian saudara nya laki laki yang juga tunangan momy akan tetapi keajaiban berpihak pada nya, sekalipun ia kembali dalam kondisi yang mengerikan saat itu namun karna kemurahan Tuhan. Papi menjadi bisa hidup hingga sekarang, aku berharap keberuntungan yang sama berpihak juga pada ku Li Qin." kata Tanaka..


Jika dilihat ada keraguan besar di hati Tanaka tentang misi ini akan tetapi ia harus turun sebagai alat negara pembela NKRI, "Kadang aku berfikir jika papi yang sangat kuat dan paling di takuti pada masa itu bisa kalah, apa lagi aku yang belum ada apa apa nya tapi semua tetap berharap pada ku" kata Tanaka lagi sambil semakin mengeratkan pelukan nya pada Li Qin "Di misi kali ini aku tidak bisa menggunkaan pasukan mafia ku dan benar benar menjalankan misi sebagai prajurit TNI agar taktik ku tidak terbaca oleh musu Tapi, aku akan berjuang agar bisa kembali secepat nya pada mu" ucap Tanaka lalu ia tertidur dengan pulas.


Li Qin juga sudah kembali akur dengan Laura setelah mendengarkan penjelasan sekaligus teguran dari Tanaka dan semua keperluan Tanaka juga sudah selesai di siapkan, sekarang tinggal menunggu pagi untuk berangkat.

__ADS_1


*


*


*


Hari ini adalah hari dimana Tanaka dan seluruh personil prajurit TNI di kirim ke salah satu daerah terpencil dan paling rawan serta daerah itu hampir tidak terjangkau oleh pesawat maupun helikopter karena medan nya yang terlalu jurang dan tinggi. Semua alat atau akses menuju ke daerah tersebut hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki saja, kondisi jalan nya juga sangat ekstrim karena hanya di alasi bebatuan alam yang runcing dan benar benar berbahaya untuk di lewati.


Li Qin tentu nya menangis sejak subuh mulai saat sarapan bersama di jam empat pagi yang di siapakan oleh Laura dan ibu nya, Li Qin kembali menangis lagi ketika melihat Tanaka bersiap dengan segala perlengkapam yang tidak ia jelaskan secara rinci apa saja alat perang yang ia bawa "Jangan menangis aku akan baik baik saja, aku hanya mengabdi untuk negara ini" kata Tanaka sambil memberi kecupan demi kecupan di bibir Li Qin, hingga kecupan tersebut di barengi dengan air mata Li Qin dan sesekali di hiasi dengan beberapa ******* lembut.


Mmmppphhhhhh.. mmmppphhhhh.. mmmpppphhhh.. Begitulah bunyi ******* kecil yang di hasilkan oleh beberapa bertemuN kedua bibir dan sedikit polesan saliva di dalam nya.


Sebegitu lama kedua nya saling bertukar saliva hingga Tanaka sendiri yang menghentikan nya dengan menarik bibir dan lidah nya dari mulut Li Qin karena waktu nya semakin mepet "Sudah waktu nya, kamu jaga diri baik baik dan jangan pernah pergi tanpa ada pengawalan ketat juga jangan pernah masuk sift malam apapun alasan nya" kata Tanaka dan Li Qin menganguk..


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye

__ADS_1


__ADS_2