TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 397


__ADS_3

...AKU TETAP AKAN BERTANGGUNG JAWAB...


Tanggung jawab dan mempertangung jawabkan adalah empat kata yang serupa dan memiliki arti yang sama dengan tujuan yang sama pula namun, dengan cara pemberlakuan yang berbeda. Ada yang sedang hidup dan bertanggung jawab atas pekerjaan dan seluruh yang menjadi kewajiban nya dan ada juga yang telah meninggalkan Dunia dan sedang mempertangung jawabkan seluruh perbuatan nya semasa berada di Dunia terhadap para malaikat dan Tuhan.


Dan kelak di akhir kehidupan kita, kita pasti memiliki tugas akhir untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan jahat maupun baik karena itu, selama masih di beri kehidupan baik nya selesaikan segala hal yang berkaitan dengan tanggung jawab agar kelak ketika diminta untuk mempertanggung jawabkan segala nya kita sudah siap.


Seperti Tanaka dan Li Qin yang di landa oleh ke khawatiran tentang hal hal yang mungkin akan terjadi kepada Ele disaat mereka mulai mengucapkan janji suci nanti nya, dan hal itulah yang sedang menghantui Li Qin karena ketidak siapan nya dalam berbagi serta ketidak relaan nya membiarkan Ele merebut perhatian Tanaka nanti nya jika semisal, Ele mengandung benih Tanaka yang tidak sengaja di tanam.


Malam ini di dalam kamar, Tanaka tidak lupa menutup pintu balkon hingga menarik tirai dan terbaring di sebelah Li Qin, ia memeluk wanita itu dan perlahan isakan serta sesegukan Li Qin mereda. Setelah memastikan Li Qin sudah nyaman dan tidak terisak lagi, barulah Tanaka mengecek cctv di dalam kamar nya dan alangkah terkejut nya ia melihat dan mendengar perkataan Li Qin dengan isakan yang memilukan dari bibir nya.

__ADS_1


"Kamu terlalu menutup diri hingga semua harus kamu tanggung sendiri Li Qin, sementara kita juga sedang fokus dalam membenahi hubungan kita agar bisa menjadi calon pasangan yang di ridhoi oleh Tuhan" ucap Tanaka dengan menghela nafas dalam dan tersirat jelas kekecewaan dari ekspresi Tanaka terhadap Li Qin.


Hanya bisa menghela nafas dengan kembali berbicara saat Li Qin tertidur dan terisak "Aku juga meragukan sesuatu hal besar untuk Ele dan aku bimbang akan kemungkinan ia hamil dari benih ku saat dia dan Valdis kembali menjalin hubungan dan Valdis juga mulai sangat menyayangi Ele, semua ini akibat kesalahan yang tidak kami sengaja dari kelicikan nyonya Gotardo. Namun, aku sungguh tidak berniat menikahi nya tapi aku tetap akan bertangung jawab atas janin yang ia kandung dan kamu harus siap akan semua itu Li Qin" ucap Tanaka sambil mengelus kepala Li Qin yang sudah mulai tenang dalam tidur nya.


Hingga terdengar dengkuran halus keluar dari Li Qin petanda bahwa wanita cantik yaf tengah sedih itu sudah benar benar tertidur dan bersatu dengan mimpi indah di alam khayangan "Li Qin, menjadi istri itu tidak selama nya seindah dan semulus yang kamu pikirkan" kata Tanaka dengan menatap lekat wajah Li Qin.


Merasa mata tidak bisa lagi di ajak untuk memandang wajah cantik Li Qin, Tanaka memilih untuk segera menyusul Li Qin ke alam mimpi nya "Kita akan lanjutkan besok pembahasan ini karena aku akan mengajarkan mu bagaimana itu nama nya terbuka kepada pasangan dan cara yang kamu lakukan ini adalah salah, kita sudah jadi pasangan dan bertunangan tentu nya harus saling terbuka bukan seperti yang kamu lakukan tadi dengan diam. Lalu terisak sendiri, menyimpan segala nya sendiri dan aku tidak bisa menebak karena aku bukan dukun yang punya indra ke enam, indra ke enam yang bisa membaca hati dan pikiran mu" jelas Tanaka dan barulah ia benar benar memilih untuk tidur di samping Li Qin dengan bersatu di dalam selimut tebal.


Sementara di dapur Laura dan ibu nya tengah selesai sarapan pagi dan sedang memberisihkan piring kotor tempat makan yang sudah mereka pakai, Laura dan ibu nya tau kalau Li Qin bermalam disini hanya saja Tanaka sengaja meminta agar tidak ada yang mengganggu Li Qin karena wanita itu selama di rumah sakit tidak mendapatkan istrahat, perkataan Tanaka juga terbukti dari berat badan Li Qin yang menurun bahkan iya terlihat pucat.

__ADS_1


Sementara di kamar, Tanaka dan Li Qin saling menyapa satu sama lain seolah tiada beban di pundak hati ke dua nya "Morning, Dear" kata Li Qin dengan mengelus pipi Tanaka berulang kali.


"Norning, sayank" jawab Tanaka dengan suara serak khas bangun tidur nya kembali membalas sapaan Li Qin. "Lihatlah sekarang, mata mu bengkak karena menangis sendiri dan menyimpan segala nya sendiri" kata Tanaka sambil mengelus eleu mata Li Qin yang bengkak akibat menangis dengan jempol nya.


"Huff.. Sudah ku duga kalau ternyata kamu akan mengetahui nya, btw makasih sudah mengangkat ku ke kamar jujur semalam sangat dingin di luar" kata Li Qin tanpa membahas kenapa ia menangis karena ia yakin, Tanaka sudah mengetahui secara jelas nya tanpa harus ia menceritakan kembali kepada Tanaka.


"Li Qin, seperti nya sebelum aku berangkat melakukan misi negara besok terlebih dahulu kita harus bicara dari hati ke hati" ucap Tanaka dengan serak lalu ia bangun, kemudian duduk dengan bersandar di ikuti dengan Li Qin yang juga ikut duduk dengan bersandar dan tangan kedua nya saling menggenggam dengan posisi kepala Li Qin yang kini sudah di sandarkan nya pada bahu Tanaka dengan sangat nyaman.


"Aku tidak akan bicara panjang lebar dan langsung ke inti pembahasan yang merupakan pokok permasalahan di hati mu" kata Tanaka dan Li Qin menganggukkan kepala nya untuk mendengarkan dengan seksama "Mengenai Ele, kita tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini"

__ADS_1


NOTE : SEBETUL NYA SAYA MAU BAGI HADIAH UNTUK BEBERAPA AKUN YANG PALING AKTIF MEMBACA KARYA INI, KARENA SETIAP MINGGU SELALU ADA LAPORAN SIAPA AKUN PALING AKTIF MEMBACA KARYA. AKAN TETAPI, SANGAT DI SAYANGKAN AKUN AKUN TERSEBUT HANYA RAJIN MEMBACA TAPI TIDAK RAJIN MEMBERI LIKE+VOTE+BINTANG 5 JADI, SAYA PUTUSKAN UNTUK MEMBATALKAN MEMBERI HADIAH DAN BERHARAP SEMOGA MINGGU DEPAN BERGANTI.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye


__ADS_2