
...GADIS TUKANG PIPIS...
Mungkinkah malam ini sebuah hubungan yang serius dimana Tanaka dan Li Qin mau untuk saling berbicara dimana ke dua nya akan segera menjadi pasangan dengan menjadi saling terbuka dan jujur, saling percaya, dan saling mencintai satu sama lain akan terbangun.? Dan malam ini hubungan ke dua nya akan menjadi topik pembahasan utama mereka.?
Atau mungkinkah Ketika Tanaka sudah mulai merasa bahwa diri nya sudah siap untuk berbicara kepada Li Qin serta menjelaskan tentang keberadaan Eleanor.? atau justru membahas kesanggupan diri nya jika di lihat dari sisi ekonomi Tanaka sudah cukup mapan dan siap berpindah ke jenjang hubungan yang lebih serius dengan berkomunikasi pada Li Qin atau justru ia akan memperjelas hubungan nya dengan Eleanor.? Sunguh semua kisah hanya Ia, Li Qin dan Ele yang maha tau.
Seperti malam ini Tanaka begitu sangat heran dengan respon Li Qin pada diri nya yang menolak untuk berbicara di dalam kamar nya. "Li Qin, tidak biasa nya kamu bersikap seperti ini.! dan biasa nya kamu akan dengan sangat antusias jika kita berbicara di dalam kamar dan malu jika kita berbicara di luar" ucap Tanaka dengan kecewa
Sungguh Tanaka tidak menyangka kalau pada akhir nya yang ia dapatkan adalah respon ketidak pedulian Li Qin pada diri ny.
"Iya, karena sebelum nya aku merasa hal itu bukan sebuah masalah. Akan tetapi setelah aku mengingat bahwa aku wanita Indonesia yang mempunyai sopan santun, adat istiadat dan etika dimana harga diri seorang wanita harus di junjung tinggi. Karena hal itu aku ingin kita berdua, berbicara di luar dan bukan kah di luar ada ruang tamu.?" ucap Li Qin dengan sangat bangga, seolah tubuh nya berharga dan tidak pernah di jamaah oleh lelaki manapun.
Mendengar penjelasan Li Qin, Tanaka pun memilih untuk tidak mempermasalahkan nya lagi "Baik lah, aku mengerti mari kita bicara di luar" ucap Tanaka dan hal itu sukses menarik senyuman yang mempesona dari bibir Li Qin.
Senyuman yang penuh dengan misteri itu sukses membuat Tanaka terpanah "Baguslah, keluar lah dari kamar ini dan aku akan segera menutup pintu karena sungguh aku belum siap dan tidak mau berbicara pada mu" ucap Li Qin, yang ternyata ada maksud dan tujuan mengusir Tanaka dari dalam kamar nya
"Awas saja kalau kamu mencoba menutup pintu percayalah kau tidak akan bisa lolos malam ini" ancam Tanaka dan hal itu membuat Li Qin mengubah strategi dengan mengikuti langkah kaki Tanaka untuk berbicara dengan nya di ruang tamu.
__ADS_1
"Ck.. kau kira aku sedang membuat rencana untuk mengusir mu dari kamar ini" ketus Li Qin yang kini duduk berhadapan dengan Tanaka di ruang tamu.
"Bisa saja, siapa yang tau isi hati mu" jawab Tanaka sambil berjalan dan duduk di ruang tamu yang berada tepat di sebelah kamar Li Qin sambil menoleh ke arah wanita yang ia ajak berbicara, yang juga tengah berjalan ke arah nya.
"Li Qin, selama enam minggu adakah kamu mengingat ku.?" tanya Tanaka serius
"Ya.. aku selalu mengingat mu karena kamu adalah pemilik rumah yang menampung ku untuk tinggal disini dengan memenuhi keperluan ku tanpa mau aku mengganti rugi" jelas Li Qin dan hal itu membuat Tanaka tersinggung
"Kau menyinggung perasaan ku" ucap Tanaka
"Baiklah, selain dari pemilik rumah adakah kamu merindukan ku.?" tanya Tanaka dengan serius.
"Aku memang mengingat mu tapi tidak mengingat bagaimana kebaikan mu pada ku melainkan, aku hanya mengingat bagaimana keserakahan dan ketamakan mu dalam memikat dua wanita" ucap Li Qin dengan tatapan yang santai.
"Li Qin, apakah kamu mengerti dengan semua yang terjadi dan alur nya seperti apa.?" tanya Tanaka yang mulai merasakan panas di otak nya
"Aku mungkin tidak mengerti bagaimana semua akan berjalan mengikuti alur, aku juga tidak percaya dengan diri sendiri jika aku mengatakan bahwa aku menutup mata untuk tidak melihat jalan ke arah mu karena ku tau takdir pasti mempertemukan ku dan diri mu" Ucap Li Qin "Saat ini aku lebih percaya dengan kita berjalan tanpa alur dan melangkah ke jalan masing masing yang dimana tidak ada aku ataupun kamu yang terlihat berjalan ke arah jalan yang sama" Ucap Li Qin lagi dengan memeluk dada nya dengan tangan saling bersilang.
__ADS_1
Sungguh Tanaka di buat geram dan juga merasakan sesak yang semakin menekan dada nya tapi, mau bagaimanapun ia harus siap mendengar semua hal tentang penjelasan dari Li Qin.
"Tanaka apakah kamu tau.? Kalau awal nya, segala nya terlihat begitu gelap di mataku tetapi semua itu gelap sebelum aku mengalihkan pandangan ku ke arah fajar, ketika semua terasa begitu suram. Aku di sadarkan dengan perkataan yang meyakinkan ku bahwa fajar tidak hanya ada pada mu tetapi juga terbit pada orang lain selain kamu" Ucap Li Qin entah apa maksud ucapan nya.
"apakah itu, kamu sedang mengakui kalau saat ini kamu di dekati atau tengah membuka hati dengan pria lain.? " Tanya Tanaka
Mendengar itu tentu saja Li Qin tertawa dalam hati "Hmm.. Terserah bagaimana kamu mendeskripsikan fajar yang ku maksudkan Tanaka, yang jelas aku tidak lagi mau berada dan terikat dengan mu" Jelas Li Qin lalu ia pergi dengan langkah dan jurus seribu bayangan ke arah kamar nya dan masuk kedalam kamar pribadi nya itu, tidak lupa dengan cepat diri nya menutup dan mengunci dari dalam.
Namun belum sempat ia mengunci dari dalam, Tanaka sudah lebih dulu mendorong pintu hingga Li Qin terjatuh ke lantai dan hal itu membuat benturan pada bokong nya. "aaaaah.. Sakit" Keluh Li Qin dan secara refleks Tanaka masuk seperti udara lalu membantu agar Li Qin segera berdiri.
"Kamu ini, bagaimana sih.! Ini kekerasan tau nggak" Ketus Li Qin sambil mengelus bokong nya yang sakit.
"Itu karma untuk mu karena tidak sopan kepada ku, saat aku berbicara kamu malah memilih kabur dasar gadis bau kentut" ucap Tanaka dan hal itu membuat Li Qin ingin terjun ke jurang saja
Wajah Li Qin yang cantik kala sedang kesal, terasa begitu menggoda di mata Tanaka hingga diri nya hanya mampu tertawa melihat ekspresi protes Li Qin.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1