
NGILU
Menanti sebuah momen bahagia bukanlah hal yang mudah untuk pasangan calon istri di kalangan militer, tentunya ada serangkaian prosedur untuk dapat menikah dengan prajurid salah satunya mengurus izin untuk menikah semua berkas dikumpulkan hingga menjadi sangat tebal dalam map bewarna biru dan ada satu kertas ukuran A4 yang dibawa dalam surat tertulis "tes keperawanan" yang harus di jalani hari ini sebagai pengantar tes yang dilakukan dirumah sakit militer khusus TNI-AL
seperti halnya Valensia yang sedang menunggu giliran untuk dites pagi ini
"Nona VALENSIA DOHARE" ucap salah satu bidan yang bertugas untuk memanggil calon seleksi dan akhirnya tibalah giliran Valen dipanggil untuk masuk keruangan
"Saya sus"
"mari silahkan masuk nona"
"baik sus"
"nona duduk dulu ya" ajak bidan itu dan mengambil kuk kecil beserta satu spuid (suntik)
"selamat pagi nona Valensia" sapa dokter
"selamat pagi dok"
"pagi ini kita akan melakukan pemeriksaan urine terlebih dahulu silahkan nona ketoilet sebelah sana" ucap dokter itu dan memberikan satu kuk kecil tempat penmpungan urine yang langsung diangguki oleh Valensia setelah itu berlanjut dengan pemeriksaan darah tentunya darah Valensia diambil melalui jarum suntik.
"sudah selesai ya, mohon menunggu hasil tes urine dan darahnya nona bisa keruangan sebelah untuk melakukan permeriksaan selanjutnya" ucap dokter wanita yang tidak ia tau namanyaπ
"mari non saya antar keruangan" ajak bisan itu
"baik sus, saya permisi dulu dok terimakasih banyak" ucap Valen dan keluar dari ruangan
"selamat pagi dek Valensia.??" sapa seorang dokter muda berjenis kelamin laki-laki dengan wajah tampan dan kulit putih itu yang sangat berwibawa
"selamat pagi dok."
"apa kabar dek.?" tanya dokter itu seakan sedang mencairkan suasana
"kabar baik dok"
"silahkan duduk dulu dek"
"baik dok"
mengingat antrian panjang dokter tidak berbasa basi lagi ia langsung melayangkan beberapa pertanyaan untuk Valensia
__ADS_1
"baik dek kita mulai tes nya diawali dengan beberapa pertanyaan dari saya dan mohon untuk dijawab dengan sejujur jujurnya"
"siap dok"
"apa kamu pernah melakukan hubungan suami istri dengan calon.?" tanya dokter itu menatap mata Valensia
"tidak pernah dok" jawab Valensia tegas dan menatap mata dokter petanda dia berkata jujur
"kami sangat mengharapkan kejujuran dari kamu jadi mohon kerja sama nya" tanya dokter itu lagi
"tidak pernah dok" jawab Valensia tegas dan tetap menatap mata dokter tanpa berkedip
"baik dek, kapan waktu terakhir menstruasi.?" tanya dokter lagi
"5 hari yang lalu dok"
"baik kita lanjut ke tes terakhir"
"baik dok"
"silahkan berbaring disebelah sini ya dek" ucap dokter yang masih belum memberitau tindakan apa yang akan ia lakukan
"maaf dok, bolehkah saya bertanya.?" tanya Valensia yang tiba-tiba penasaran
"ini pemeriksaan apa.?" tanya Valensia yang bingung sedari tadi
"ooh maaf anda belum diberitau.?" tanya dokter itu dan Valensia geleng kepala tanda belum diberitau
"ini pemeriksaan keperawanan dek dan saya dokter yang ditugaskan untuk pemeriksaan ini" sambung dokter yang berhasil membuat mata Valensia membulat sempurna tentu saja jantungnya berpacu lebih cepat dari rasa takutnya pada Valr bagaimana mungkin seorang dokter laki-laki tampan yang belum menikah ditugaskan untuk memeriksa keperawanan wanita.??
"astaga bagaimana mungkin dokter ini memeriksa itu ku.??_π«π«π«π«π« padahal hampir saja aku meminta fotonya untuk kuberikan pada kk ShunSine, bunda Dwi dan Al sebagai penggemar coganπππππ" gumam Valensia dalam hatinya
"tenang dek, kita lakukan sesuai prosedur dan ada bidan juga disini yang ikut menemani" jawab dokter itu menenangkan Valensia yang terlihat gugup dan mau tidak mau Valensia terpaksa mengangguk-anggukkan kepala tanda menyetujui
sebenarnya tes keperawanan bukanlah hal dan tindakan baru untuk nya karna saat masuk universitas memilih bagian kesehatan ia juga dites namun bedanya bukan seorang dokter laki-laki melainkan wanita dan sebenarnya pihak RSM belum memberitau kalau tes keperawanan termasuk syarat menjadi istri anggota militer namun karna mendapat bocoran dari tunangan nya sendiri ia sudah mempersiapkan mental agar tidak gugup jauh hari sebelum ke lombok namun semua runtuh ketika melihat bahwa dokter laki-lakilah yang akan memeriksa
"dek boleh kita mulai pemeriksaan himen/hymen (selaput darah) melalui anus sekarang.?" tanya dokter dan mendapat anggukan yang ragu ragu dari Valensia
rasa gugup Valensia semakin bertambah dipikirannya penuh dengan tanda tanya bagaimana mungkin dokter didepannya menjadi orang kedua yang melihat dan menyentuh area sensitive dan paling pribadi setelah dirinya.? ketika melihat dokter memasangkan handskun nya(sarung tangan) steril dan mengambil cairan biru kemudian memulai tindakan tentunya kedua kaki Valen dibuka dan ditekuk.
"sikit ya dek, tahan sebentar saja" ucap dokter itu yang mulai melakukan tindakan
__ADS_1
1 detik
2 detik
3 detik
"AAAAAA" Valensia menjerit merasakan sakit, perih dan ngilu yang luar biasa tidak tertahankan hingga dengan cepat dokter memberinya minum
"maaf dek, apakah sangat sakit.?" tanya dokter yang melihat perubahan wajah pucat dan memerah dari Valensia yang tidak bisa lagi menutupi betapa sakit dan ngilu
"sakit dok" jawabnya dengan suara lemah
"cukup sampai disini dek, apa kamu tidak pernah melakukan gerakan yang membuat kaki/************ mu terbuka lebar seperti bersepeda mungkin.??" tanya dokter
"tidak dok, saya hanya berjalan santai dan duduk itulah keseharian saya" jawab Valensia
"kamu gadis luar biasa dek.! saya salut tingkat kesempitannya 99.9% sangat sulit untuk ditembus oleh jari saat melakukan tindakan pemeriksaan saya percaya calon mu pasti paling beruntung" ucap dokter itu dan memberikan senyuman termanis dibibirnya
"terimakasih dok" ucap Vanlensia yang masih menahan malu dan mengeluh sakit dan memilih tetap berbaring ada rasa tidak nyaman
1 jam berlalu semua hasil tes keluar, tidak ada hasil yang mengecewakan dalam medical check up nya semua positif begitu juga hasil tes keperawanan positif dan ada angka 99.9% tertulis tes yang membuat dirinya kurang nyaman sampai sekarang
"Terimakasih ya dek" ucap Valr tiba-tiba
"untuk apa.?" tanya Valen bingung namun tidak mendapatkan jawaban dari Valr
"bang, aku males jalan" keluh Valen
"kenapa.?"
"ngilu tauπ" ketus Valen
"ngilu apa nya, kamu baru ngunyah es batu ya.?"
"π€¦π€¦ siapa yang ngunyah es batu.?" tanya Valen
"lalu kenapa bisa ngilu.?"
"aissssstttt sudah-sudah gak usah dibahas pokoknya kita melangkah sedikit kayak siput"
"abang gak mau jadi siput cepet abang antar kekamar ganti pakaian mu sudah gitu kita ke mall beli baju natal untuk mu"
__ADS_1
"bang, Valen gak kuat ke mall bisa-bisa bablasss aku tuhππ"
Valensia telah menjalani 16 syarat yang sudah ia penuhi untuk bisa menjadi istri seorang alat negara semua syarat itu pun sudah ia menangkan dengan hasil positif yang membanggakan dirinya dan tentunya keluarganya.