
...ORANG DALAM...
Tanaka berjalan menelusuri gelap nya malam menuju rumah nya atau lebih tepat rumah milik Valdis, memberanikan diri untuk kembali melakukan penyelidikan dan pencarian secara pribadi yang dibantu oleh tuan Hul dan kedua bawahan yang sekaligus orang kepercayaan nya adalah sebuah resiko dan keputusan yang ekstrim mengingat kalau lawan nya adalah kenbaran nya sendiri yangjuga memiliki kedudukan dan sisi gelap yang mereka tidak tau.
Tapi, tanpa mau mempertimbang semua hal buruk yang mungkin terjadi bagi nya dan rekan nya. Tanaka memutuskan untuk mengambil semua resiko besar dalam sebuah keputusan, waktu berlalu terlalu lama hingga benda kecil yang bera di saku celana Tanaka berdering. segera ia ambil benda pipih dan menempel kan nya di telinga kanan, tidak lama setelah itu ia segera pergi bahkan diri nya belum sempat sampai di pagar rumah.
*
*
*
"aku yakin sekali, pelaku nya orang dalam karena setelah Li Qin masuk di dalam rumah. ia tidak pernah keluar rumah dan tidak ada satupun orang yang keluar dari rumah mulai dari depan, samping kiri kanan dan belakang" jelas Laura ketika menemui Tanaka secara diam - diam di tempat rahasia yang juga Valdis tidak akan pernah tau
"kau bisa tau dari mana" tanya Tanaka yang sudah memicingkan mata elang nya.
"ini" membuka tas nya dan mengeluarkan flasdisk milik Laura, "lihatlah rekaman cctv ini yang ku dapatkan dari tetangga depan rumah, samping juga belakang rumah" kata Laura sambil menyodorkan beberapa rekaman cctv tiga tahun yang lalu "tentu saja tidak mudah untuk mencari nya namun, aku menggunakan banyak uang untuk menyogok semua nya dan turun tangan sendiri untuk melakukan hal ini" jelas Laura dan kembali melipat tangan di dada seolah ia sedang membanggakan diri dan ke pintaran nya yang ikut menyelidiki secara diam-diam.
__ADS_1
Sedikit ke khawatiran ada dipelupuk mata Tanaka, mengingat beberapa hari yang lalu ada lima belas korban meninggal karena telah menjawab semua pertanyaan dari rekan nya Bambang. "Laura, mulai sekarang kau harus berhati-hati terhadap siapapun" jelas Tanaka sedang memperingati Laura dengan sangat tegas.
"termasuk adik mu, Valdis.?" tanya Laura dan Tanaka dengan cepat menganggukkan kepala nya guna membenarkan pertanyaan dari Laura.
"Ya, kau harus berhati-hati mulai dari sekarang.! bahkan pada ku, Ucok, Bambang juga orang tua mu semua nya wajib kau curigai dan jangan satupun kau luluh dengan memberikan kepercayaan khusus dalam kasus penyelidikan hilang nya Li Qin" jelas Tanaka dan Laura paham maksud dari semua ucapan Tanaka dan sama sekali tidak tersinggung mengingat titik terakhir hilang nya Li Qin di dalam rumah yang ia juga tempati selama bertahun-tahun.
"apakah kau juga mencurigai ku ?" tanya Laura dan benar mendapatkan anggukan dari Tanaka.
"tidak masalah, aku juga bahkan mencurigai Vini sekalipun ia sudah mati" sambung Laura dan Tanaka menaikkan sebelah alis nya karena merasa heran dengan Laura dalam mencurigai Vini yang sudah mati bahkan seperti nya sudah membusuk di liang lahat.
"Biasa nya yang ku tau, kau tidak pernah sekalipun mau berbicara dengan lama diluar rumah, kau selalu memilih masuk lebih dulu dan paling utama dari yang lain" jelas Laura dan hal itu baru disadari oleh Tanaka dimana biasa nya ia lebih dulu masuk ketimbang orang lain, sedang orang lain seperti Li Qin dan Laura juga Vini selalu menjadi terakhir setiap ada Tanaka di pintu rumah.
"Lalu, ketika polisi datang kau melihat tubuh Vini sudah di masukkan dalam kantong jenazah dengan Valdis yang tengah berduka dan wajah nya memerah menahan amarah yang meluap-luap seolah diluar dari kematian tragis Vini ada sesuatu yang membuat nya menjadi emosi.!" jelas Laura dan berhenti sejenak..
"dimana letak kecurigaan mu.?" tanya Tanaka
"Untuk mu yang menerima telepon aku anggap mungkin karena kau kurang suka dengan kedatangan kembaran mu, apa lagi kalian mencintai wanita yang sama dan posisi nya kau sedang di gantung oleh Li Qin hingga kau memilih berbicara dengan rekan mu di luar dan mungkin juga karena pembahasan mu dan rekan mu tidak boleh di dengar oleh siapapun." lanjut Laura yang di angguki oleh Tanaka "dan untuk Valdis, mungkin dia sedang emosi karena Vini meninggal dengan cara yang tragis di saat ia datang dan lebih ironis lagi itu terjadi tepat saat Valdis masih kekasih Vini. tapi, tetap saja menurutku ada sesuatu yang salah" Tanaka kembali menganggukkan kepala nya dan semakin bingung dengan kata bahwa ada sesuatu yang salah.
__ADS_1
"apa yang salah" kata Tanaka
"apa kau tau.? tubuh Vini saat itu sudah mengeras dan jari-jarinya sudah di kepal mungkin karena menahan sakit ketika menggantung diri. tapi, aneh nya jari tangan kiri dan kanan nya berbeda" kata Laura dan Tanaka mulai tertarik dengan hal ini
"kenapa dengan jari tangan Vini.?" tanya Tanaka, yang memang belum memperhatikan seluruh tubuh Vini saat itu, karena efek shock atas kejadian saat itu di tambah lagi karena ketidak sukaan nya pda Valdis yang merasa Li Qin akan kembali pada kembaran nya itu.
"jari tangan sebelah kiri Vini seolah tengah menjepit sesuatu entah seperti sebuah surat.? sedangkan jari tangan kanan nya mengepal.! untuk beberapa kasus yang telah ku pelajari rata-rata orang mengakhiri kehidupan nya dengan menggantung diri, mereka akan selalu mengepalkan kedua tangan. tapi, untuk kasus Vini sangat berbeda dan aku yakin 100% kalau Vini telah menulis sebuah surat dan meletakkan nya di tangan kiri yang di jepit kuat oleh jari jempol dan jari telunjuk" ungkap Laura, yang memang pada saat kejadian mendengar teriakan Valdis dan spontan keluarga Prof berlari dari ruang bawah tanah nenuju lantai tengah dimana Vini sudah berputar-putar dengan kaku di dalam kamar nya.
Semua penjelasan Laura membuat Tanaka berfikir dan menyadari sesuatu hal kecil yang di abaikan oleh nya selama ini "Aku benar - benar berterimakasih untuk kejelian mu saat itu Laura dan aku pasti akan mengumpulkan semua bukti lalu menyatukan nya" jawab Tanaka
"Pertanyaan yang lebih penting dari kata terimakasih adalah dimana sekarang surat itu.? sedangkan orang pertama yang menemukan Vini menggantung diri adalah Valdis" lanjut Laura dan benar-benar di angguki oleh Tanaka.
"Jawaban nya hanya ada pada Valdis dan sementara jangan di tanyakan pada nya, karena pertanyaan itu bisa saja membuat ia curiga. sementara aku mau kalau penyelidikan ini seolah tidak di lanjutkan" jelas Tanaka yang Laura pun setuju.
"kita telusuri diam-diam"
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1