
...BANDIT PENGUNTIT...
Cinta Tanaka kepada Li Qin yang tidak berbalas tentu nama nya adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, sebuah cinta untuk Tanaka yang tidak pernah bisa dibalas secara terbuka, tidak pernah bisa di tanggapi, tidak pernah bisa untuk dipahami oleh Li Qin dan tidak akan bisa ada kepastian sampai kapanpun.
Meski Tanaka begitu mencintai dan ingin sekali cintanya dibalas oleh Li Qin tapi, tetap saja Li Qin hanya mampu diam di tempat dan tidak mau bergerak sama sekali, hingga akhir nya Tanaka memilih untuk ikut diam di tempat dan lebih terbuka pada sosok wanita yang ia jaga selama lima belas tahun lama nya yang bernama Eleanor.
Tentu nya ada banyak hal dan momen momen yang terlewatkan antara Tanaka dan Eleanor, secara ke dua nya telah dekat sejak bangku Sekolah Menengah Pertama hingga saat ini di usia mereka yang terbilang sudah cukup matang untuk memulai dan membangun yang nama nya bahtera rumah tangga, ke dua nya masih belum mau melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Seperti malam ini kedua manusia yang enggan di katakan sebagai sepasang kekasih yang biasa kita dengar setiap kali ada pasangan berbeda jenis bersama dimana Tanaka dan Ele awal nya hanya berpelukan untuk saling melepaskan rindu satu sama lain lalu, kini pergerakan melepas rindu itu berubah menjadi naik satu level lebih tinggi dari dari level sebelum nya.
Setiap pergerakan dari Eleanor penuh dengan simbol bahwa diri nya sangat mau dan sangat menginginkan juga menuntut sesuatu yang lebih seperti pelepasan yang berjalan lebih gila lagi. Hingga pada akhir nya Tanaka membuka ke dua kaki ala olah raga pemanasan kebugaran jasmani agar lebih leluasa dan kemudian ia menekuk ke atas agar.
"Aaduh... turun kan dulu kaki mu, itu tidak baik sama sekali untuk ku" keluh Eleanor dengan mata nya yang penuh dengan keinginan untuk bersatu sambil terus memompa bak ban sepeda yang kempes dengan gerakan naik ke atas dan turun ke bawah.
Sementara Tanaka yang tidak mau mendengarkan keluhan Eleanor, lebih memilih menjadi seorang lelaki yang tuli karna gejolak dalam diri yang ia rasakan dan justru bertahan untuk kembali menekuk kaki nya hingga menjepit pinggang mulus dan berisi milik Eleanor sambil membuka tutup ke dua kaki yang sudah ia tekuk tadi.
__ADS_1
"Aaahk.. Tan, aku sungguh tidak bisa merasakan nya" keluh dan protes Eleanor lagi dengan raut kesal yang bercampur minat, ia merasa begitu terganggu saat pergerakan tidak bebas kala Tanaka menjepit bagian panggul dan tubuh bawah nya.
"hmmm.. aku hanya menunda pelepasan saja sayank" ucap Tanaka dengan suara yang serak dan sedikit suara suara penuh godaan yang tidak tertahankan lagi, ia tengah berjuang agar tidak segera meledak sekarang juga tapi, tetap dengan ke dua tangan yang terus membantu pergerakan cepat dari Eleanor.
"Aaaah.. ini tidak akan baik untuk ku dan aku mau hal ini kita ulang lagi, adik kecil mu semakin besar dari tahun ke tahun tapi cara mu kurang baik dan aku tidak puas kalau hanya satu kali saja" ucap Eleanor dengan penuh semangat dan keinginan untuk bermain, walaupun dengan wajah yang masih kesal karena Tanaka tidak kunjung melepaskan tekukan kaki nya. Sedangkan Ele terus mengoceh dan meminta penambahan permainan dengan gerakan nya yang lihai dan lincah.
Beberapa menit berlalu Tanaka, yang seperti nya mulai pulih dari tuli sesaat memutuskan untuk mengabulkan permintaan Ele "Sesuai ke inginan mu sayank" ucap Tanaka yang tiba tiba bangkit dan memutar Eleanor dengan gerakan cepat tanpa melepaskan sesuatu ikatan yang sudah bersatu di ujung barat di bawah sana.
Tanaka yang sudah bangkit bukan nya melepas lutut nya malah memilih merubah posisi hingga saat ini ia kembali berada di atas dengan tatapan yang begitu penuh aura menginginkan.
Kini permainan di kuasai sepenuh nya oleh Tanaka, diri nya menggempur Eleanor maju dan mundur, dan kadang kadang permainan nya berputar ke kiri dan ke kanan dengan durasi cepat yang cukup lama tanpa memberikan ampun sedikitpun.
Sedangkan Eleanor, kekuatan terpendam yang begitu lama ia miliki kini akhir nya terlepas keluar dan juga tidak di pungkiri kalau Ele sudah cukup terlatih sejak dulu hingga ia mampu mengimbangi permainan yang di pimpin oleh Tanaka dalam gerakan apapun.
Merasa sudah mantap dengan posisi dan permainan saat ini, Tanaka terasa puas "aaahk..." ucap nya sedikit geram dan puas "begitu, perfeck sayank" ucap Tanaka lagi dimana kepala nya hampir meledak merasakan sesuatu di ujung sana milik Ele, yang menjempit adik kecil dengan tubuh seperti jeli itu yang akan segera membom lorong kecil dengan semburan susu vanila yang masih sangat sempit di bagian bawah Ele.
__ADS_1
Tentu saja sebuah kenikmatan dan kepuasan dalam melakukan permainan besar tercipta ketika laki laki mendapatkan lawan main yang bisa mengimbangi permainan dari diri nya dengan sama brutal. Sementara di dalam kamar Li Qin yang begitu hening, ke dua nya di kejutkan dengan suara suara teriakan yang sedikit mengundang perhatian yang terdengar di telinga kedua wanita suci ini. Suara itu pun benar benar mengundang mereka untuk keluar dari dalam kamar Li Qin.
Seketika Laura dan Li Qin saling bertatapan setelah memastikan apa yang mereka dengar "njirr suara apa itu" ucap Laura kaget, Ia berdiri dengan ekspresi yang sulit di artikan dan pasti nya ia benar benar kaget dengan telinga nya yang cepat sekali menangkap hal hal mistis.
"Kampret, itu suara gula di aduk dalam mangkok" ucap Li Qin, dia sungguh peka dengan suara mengerikan itu sampai sampai berusaha meyakinkan Laura bahwa itu suara buah dadu beradu.
"Waah.. kau sungguh luar biasa, telinga mu memang tidak akan pernah salah mendengar hal hal mistis seperti ini" ucap Li Qin
Plok.. plok.. plokk..
Terdengar suara benturan yang berkeringat bertemu kulit, Sementara di dalam kamar Eleanor masih terdengar suara yang bercampur suara suara penyatuan yang seperti bertepuk tangan dengan meriah.
Plack.. plack.. plack..
Semakin lama, suara dadu beradu itu semakin jelas terdengar dan Laura juga semakin maju dengan merunduk hingga Li Qin mengikuti pergerakan langkah demi langkah dari Laura yang berjalan setengah jongkok ke arah kamar Eleanor.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye