
...KESEDIHAN LI QIN...
Hidup bukanlah sebuah ajang yang di jalani sebagai eksperimen melainkan hidup harus di jalani dengan sebuah tanggung jawab dengan melakukan semua hal yang merupakan tugas serta kewajiban nya sebagai manusia dalam pekerjaan dan perbuatan dengan bersungguh-sungguh bahkan seseorang juga di tuntut harus siap menanggung segala resiko baik dalam kondisi buruk sekalipun.
Karena nilai dari sebuah kehebatan dan kekuasaan adalah Tanggung Jawab dan tidak ada satupun manusia yang di nyatakan sukses jika tidak berani memegang tanggung jawab dan tidak siap bertanggung jawab, tentu dari semua perbuatan pada akhir nya apa yang telah di lakukan pasti akan menuntut dan meminta sebuah pertanggung jawaban yang mungkin akan menyakiti hati setiap insan dengan ada nya pihak yang dirugikan dan di untungkan.
Seperti Li Qin yang mungkin saja akan mengalami sakit hati, kecewa, terluka karena kemungkinan kemungkinan kedepan yang bisa saja terjadi dan menyakitkan bagi nya. Mengingat antara Ele dan Tanaka telah terjadi sebuah dosa perzinahan yang hal itu mereka tutupi dari Valdis, di tambah lagi perzinahan yang tidak di inginkan juga tidak di rencanakan itu terjadi pada saat Ele mengalami masa subur nya.
Malam ini masih di balkon kamar Tanaka dengan Li Qin berdiri dan berbicara sendiri tanpa ada lawan yang menyahuti perkataan nya. "Pekerjaan ku memang melelahkan setiap hari nya tapi, aku selalu bahagia di tengah tengah lelah ku" ucap Li Qin ia tersenyum mengingat banyak nyawa ysng telah di selamatkan oleh nya.
__ADS_1
"Menjadi istri aku tahu betul bahwa segala nya harus atas seizin dan keputusan suami, aku paham kalau segala nya harus ada yang di korban kan tapi.! kenapa semua kamu atur seolah aku tidak berguna bear.? sampai jawaban dan keputusan dari ku tidak lagi kamu butuh kan.!" Ucapan Li Qin benar benar penuh dengan keluhan dan protes yang tidak pernah ia utarakan.
"Seharus nya bukan ini yang di namakan dengan saling berbagi, saling terbuka, saling memahami dan saling menghargai. Ini nama nya kamu begitu egois dalam mengatur kehidupan ku dengan alasan membayar waktu lima belas tahun mu yang terbuang saat menunggu ku" ucap Li Qin dengan nada yang bercampur emosi dan sedih di dalam hati nya.
"Aku memang pecundang yang hanya bisa diam dan mengikuti kemauan mu seolah aku adalah gadis penurut yang sempurna untuk kamu jadikan sebagai calon istri yang terbaik bagi mu tapi, sebetul nya aku keberatan dengan semua aturan mu yang tidak bisa ku bantah" kata Li Qin yang sudah mulai menangis terisak sambil memukul mukul dada nya, entah kenapa dada nya terasa sakit bagai di sayat sembilu kala ia mengingat sesuatu.
"Aku harus bagaimana Bear.? aku harus apa jika suatu saat Ele hamil dan benih di rahim nya adalah benih mu, darah daging mu, anak hasil dari hubungan yang tidak kalian sengaja" ucap Li Qin dan saat mengatakan itu ia terisak sejadi jadi nya, dada nya kembang kempis merasakan betapa sakit jika hal itu terjadi dan menimpa calon suami nya yang sudah sah menjadi tunangan nya.
"Aku sungguh tidak mau terlibat dengan kebohongan besar ini, aku sungguh ingin hidup dengan damai tanpa ada beban yang tersembunyi. Tapi, bagaimana bisa aku hidup damai sementara isi hati dan penolakan dari ku, tidak bisa ku suarakan" ucap Li Qin.
__ADS_1
Sungguh ia begitu dilema dan merasa kalau cerita ini terlalu tidak adil untuk nya dan hidup nya di masa depan. Walau bagaimanapun tidak ada wanita yang bersedia menerima kehadiran janin baru dari wanita lain untuk suami nya, tidak ada yang bersedia hidup berdampingan janin yang bukan milik nya dan tidak ada wanita yang bersedia di duakan dengan perhatian yang terbagi dari suami.
Li Qin terisak hingga ia tertidur dengan tubuh meringkuk dan sesegukan di sofa santai yang memang sudah disediakan pada balkon hingga tepat pada pukul satu malam Tanaka telah tiba dirumah setelah menyelesaikan tugas nya dan ia langsung menuju kamar namun sesampai nya di dalam kamar, ia tidak menemukan sosok Li Qin di atas ranjang lalu memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Beberapa menit setelah nya barulah ia mengarahkan pamdangan pada balkon kamar yang tidak terkunci dengan angin malam yang masuk melalui pintu balkon, Tanaka berjalan dan melihat tidak menemukan Li Qin hingga pandangan nya terarah pada shofa dimana ada tubuh Li Qin yang tidur meringkuk dengan sesegukan.
Tentu saja Tanaka terkejut melihat wanita kesayangan nya dengan posisi meringkuk dan isak tangis hingga sesegukan saat ia berada di bawah alam sadar nya "Ada apa dengan mu Li Qin.? apa yang terjadi, tadi bukan nya semua baik baik saja.? Kenapa sekarang kamu malah menangis saat mata dan tubuh mu tertidur" kata Tanaka sambil mengangkat tubuh Li Qin untuk di bawa masuk ke dalam kamar lalu ia letakkan dengan perlahan di atas ranjang dengan menyelimuti tubuh Li Qin yang sudah kedinginan.
Tanaka tidak lupa menutup pintu balkon hingga menarik tirai dan terbaring di sebelah Li Qin, ia memeluk wanita itu dan perlahan isakan serta sesegukan Li Qin mereda. Setelah memastikan Li Qin sudah nyaman dan tidak terisak lagi, barulah Tanaka mengecek cctv di dalam kamar nya dan alangkah terkejut nya ia melihat dan mendengar perkataan Li Qin dengan isakan yang memilukan dari bibir nya.
__ADS_1
NOTE : SEBETUL NYA SAYA MAU BAGI HADIAH UNTUK BEBERAPA AKUN YANG PALING AKTIF MEMBACA KARYA INI, KARENA SETIAP MINGGU SELALU ADA LAPORAN SIAPA AKUN PALING AKTIF MEMBACA KARYA. AKAN TETAPI, SANGAT DI SAYANGKAN AKUN AKUN TERSEBUT HANYA RAJIN MEMBACA TAPI TIDAK RAJIN MEMBERI LIKE+VOTE+BINTANG 5 JADI, SAYA PUTUSKAN UNTUK MEMBATALKAN MEMBERI HADIAH DAN BERHARAP SEMOGA MINGGU DEPAN BERGANTI.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye