
...AKU TIDAK MENCINTAI NYA, LI QIN...
Dalam kata mencintai itu berarti ada dua insan telah di pertemukan menjadi satu di dalam mencintai seseorang yang berarti ke dua insan menerima orang lain apa adanya tanpa menilai bahwa ia kurang baik dan tidak mengharapkan orang lain berubah agar menjadi lebih baik untuk nya.
Mencintai seseorang juga berarti mencintai keseluruhan yang ada dalam diri lawan jenis nya walaupun terdapat beberapa hal yang harus di satukan karena setiap insan memiliki kekurangan dan kelebihan nya masing masing. Akan tetapi berbeda hal dengan yang terjadi pada kisah Li Qin yang melibatkan diri nya dalam cinta segitiga, ia sungguh menyembunyikan rasa hati yang sesungguh nya demi mengutamakan perasaan Ele yang telah menunggu hingga lima belas tahun.
Meninggalkan tentang cinta, ada dua insan di dalam kamar luas nan mewah milik Tanaka. Seorang lelaki dengan ketampanan bak malaikat surgawi tengah meredam emosi nya dan Li Qin juga mengetahui hal itu jadi, mau tidak mau wanita cantik itu memilih untuk diam dan mengalah saja pada Tanaka yang sedang mati matian meredam sisi lain dalam diri nya yang mengingini hal buruk terjadi pada Li Qin, Li Qin dengan patuh terus memeluk Tanaka dengan lembut sambil sesekali mengelus dada yang saat ini sedang berjuang mengontrol emosi nya.
"Jangan berbohong, Li Qin" kata Tanaka "Aku bukan pria bodoh yang bisa kamu bohongi sesuka hati mu" lanjut Tanaka sambil menarik kuat tangan Li Qin yang memeluk dada nya hingga, ke dua buah dada Li Qin terjepit di samping dada Tanaka.
"Aku sungguh tidak sedang berbohong, Tanaka" jawab Li Qin dengan lembut dan ekspresi nya seolah menutupi sesuatu yang tidak bisa tertutup
"Kamu berbohong lagi" ucap Tanaka lalu menatap mata Li Qin dengan sangat dalam begitu juga dengan Li Qin yang seperti nya terhipnotis dengan tatapan Tanaka yang dalam hingga ke dua kepala itu bergerak ke arah berlawanan, seolah ke dua nya berniat mempertemukan kedua bibir mereka dengan tujuan dan isi otak yang sama.
Cup..
Cup..
__ADS_1
Cup..
Tanaka dan Li Qin berhasil mempertemukan ke dua bibir mereka untuk saling mengecup satu sama lain dengan seperempat tubuh Tanaka di condongkan nya kedepan dalam posisi tidur untuk menyamai Li Qin yang hanya sampai di ketiak nya.
Selesai dengan menahan kecupan di bibir Li Qin hingga tiga menit, Tanaka dan Li Qin kembali merebahkan tubuh nya pada ranjang empuk. "Sungguh kecupan yang begitu manis sekali" ucap Tanaka dalam batin nya
"Sungguh rasa nya masih sama seperti dulu, manis dan penuh dengan cinta" ucap Li Qin dalam batin nya tanpa di dengar oleh Tanaka.
"Kau mencintai ku, Li Qin" ucap Tanaka tiba tiba dengan mengelus punggung tangan Li Qin yang masih bertahan memeluk dada nya.
"Aku tidak mencintai mu, Tanaka" sanggah Li Qin dengan cepat.
"Kamu terlalu percaya diri Tanaka" ucap Li Qin dengan sedikit wajah meremeh kan pada Tanaka.
"Aku mencintai mu tanpa banyak cara" ucap Tanaka
"Kau tau, Tan.? Ada banyak cara dan taktik lelaki dalam mencintai wanita, cara pertama adalah dengan memperlakukan nya baik dan cara ke dua paling kotor adalah dengan memperlakukan nya adil di antara wanita mu yang lain.!! Dan, aku tidak butuh ke dua cara bajingan mu itu.!!" ketus Li Qin yang mengingat kejadian kemarin.
__ADS_1
"Aku tidak mencintai nya Li Qin karena, aku hanya mencintai mu saja" ucap Tanaka dengan jujur dan pengakuan nya itu di jelaskan oleh tatapan mata nya ysng begitu tulus, bahkan Li Qin sendiri sudah memastikan kejujuran dari ucapan Tanaka tersebut.
"Kalau lelaki semua pada jujur maka mustahil ada kata buaya selingkuh yang menjadi gelar tetap para lelaki dari tahun ke tahun" sindir Li Qin pada Tanaka, ia sungguh tidak mengerti jalan pikiran Tanaka.
"Kamu boleh menilai sesuka hati mu tapi, itulah yang tengah kurasakan saat ini" jelas Tanaka dengan sangat jujur pada Li Qin si gadis keras kepala yang tidak mudah percaya pada ucapan dari nya.
Sementara di kamar Ele saat ini, ada Laura yang terus di hantui oleh pikiran pikiran kotor nya yang begitu mendominasi hingga kejadian yang hampir dua bulan berlalu kembali berputar sempurna dengan jelas dalam memori otak nya. Di mulai dari permainan yang di lakukan oleh Ele dan Tanaka di atas ranjang yang sekarang tubuh nya berada hingga permainan yang menggulingkan tubuh ke dua insan yang tidak terjalin pernikahan itu ke ujung ranjang lalu berguling lagi ke tengah ranjang hingga berputar sesi permainan akhir kedua nya yang di saksikan oleh Laura.
"Laura, sebenar nya apa yang merasuki pikiran mu hingga sejak tadi kamu mengerutkan kening terus menerus" ucap Ele secara tiba tiba dan hal itu mengagetkan Laura yang asik dengan pikiran nya sendiri.
"Aaah.. Ele, jujur saja aku teringat dengan sesuatu yang tidak bisa ku ceritakan pada mu" ucap Laura dan lagi lagi hal itu membuat Ele kecewa karena seperti nya Laura kurang mempercayai diri nya. "Maafkan aku, Ele karena sungguh aku tidak bisa menceritakan nya pada mu dan bukan karena aku membenci mu akan tetapi karena aku menjaga perasaan mu" ucap Laura yang tidak ingin Ele salah sangka.
"Tidak masalah Laura, itu artinya hal yang tengah kamu pikirkan adalah tentang diri ku ?" tanya Ele memastikan ucapan dari Laura.
"Iya, tentang mu tapi aku sungguh bingung dari mana memulai pembahasan nya jadi karena aku bingung maka pembahasan nya mari lupakan disini saja" ucap Laura akan tetapi Ele tidak terima dan memaksa Laura untuk menceritakan nya.
"ooh ayolaah, jangan membuat ku seolah merasakan kalau kamu tidak mempercayai diri ku dan tidak menganggapku saudara perempuan sekaligus sahabat mu" desak Ele pada Laura dengan wajah mengemis.
__ADS_1
Mendengar ucapan Ele, Laura merasa bersalah karena membiarkan Ele merasa tidak di percayai oleh nya "Huff, baiklah Ele kalau begitu aku harus berfikir dari mana mulai nya untuk menceritakan hal ini" ucap Laura sambil berfikir.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye