TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 273


__ADS_3

Tanaka berbalik badan lalu menekan lawan dengan tatapan mata elang nya dengan berkata "Kau selamat hari ini" kata Tanaka dengan emosi nya dan langsung pergi begitu saja, melihat Emosi Tanaka, Li Qin langsung mengikuti nya karena ia tau tidak akan baik memancing emosi lelaki itu.


Sebetul nya Li Qin merasa bersalah terhadap Leo karena sikap Tanaka akan tetapi, Tanaka bukanlah orang yang bisa di ajak kerja sama saat emosi "Aku pergi dulu, Leo maafkan aku.! Tapi, lain kali kalau bertemu dengan nya tolong hindari saja karena kamu tidak akan bisa menang berdebat dengan nya" kata Li Qin lalu ia melambaikan tangan kepada Leo.


"hm.. pergilah, sampai bertemu besok ya" kata Leo dengan sangat lembut pada Li Qin, mata nya terus menatap kepergian wanita yang sudah masuk dalam target incaran nya hingga melihat Li Qin masuk kedalam mobil Tanaka lalu melaju "Coba saja kita lihat bagaimana nanti, siapa orang yang tidak bisa di kalahkan dan siapa yang harus menghindar.! Dan siapa pemenang yang sesungguh nya" kata Leo dengan wajah nya yang sudah berubah menjadi iblis, taring yang ia keluarkan adalah salah satu taring iblis yang ia koleksi dalam tatapan mata nya.


Di dalam mobil, Tanaka menyetir dengan sangat pelan ia tidak mau kalau emosi nya membuat Li Qin ketakutan jika diri nya menyetir dengan kecepatan yang penuh. Saat ini raut wajah nya yang datar sedang berusaha memberikan ekspresi keramahan dan sedang berjuang menekan kekesalahan dalam diri nya melihat Li Qin tertawa dan tersenyum bebas pada lelaki lain.


Sedangkan Li Qin, semakin gugup dengan sikap Tanaka yang tengah mendiami nya sampai sekarang "Huff.. ternyata suasana lebih mencekam saat dia memilih diam ketika sedang emosi" ucap nya dalam batin, Li Qin dengan kencang memegang sabuk pengaman bahkan situasi saat ini sulit bagi leher nya untuk menoleh.


"Apa sekarang kau sedang mengumpati ku dalam hati mu.?" tanya Tanaka, yang seolah bisa membaca hati.


"Kau harus nya jadi cenayang saja tapi sayang, kau salah menebak.!" Ucap Li Qin "siapa juga orang yang berani mengumpati mu" jelas Li Qin lagi, lalu ia buang muka dengan cepat karena tidak berani menatap mata lelaki di samping nya.


"Kau akan ku hukum setelah sampai di rumah" kata Tanaka dengan suara serak nya.


"Haa.?? apa salah ku yang membuat ku harus menerima hukuman dari mu ?" tanya Li Qin, ia betul-betul tidak habis pikir dengan pola pikir Tanaka yang sekarang.


"Kau sudah membuat kesalahan hari ini dan bisa-bisa nya kau tersenyum dengan lelaki lain disaat ciuman pertama mu, aku yang pertama.!" kata Tanaka dan mendengar itu Li Qin seketika memerah karena merasa malu.

__ADS_1


"ck.. ck.. kau sudah mengambil banyak ke untungan dari bibir ku dan sekarang kau malah seolah telah ku perkosa" ketus Li Qin.


"Kalau kau mau, aku bisa memberi mu hal itu tanpa perlu bertindak seolah kau diperkosa" jelas Tanaka dan hal itu membuat Li Qin antara kesal dan juga malu pada diri nya di depan Tanaka.


"Jangan berbicara omong kosong Tanaka, kau kira aku wanita gampangan" ucap Li Qin dengan sakartis


"Kau memang bukan wanita gampangan, siapa yang mengatakan kau wanita gampangan.?" tanya Tanaka pada Li Qin dan wanita itu seolah malas menjawab.


"Tapi, kau tidak akan bisa lepas dari sentuhan ku" sambung Tanaka dan kini bibir nya langsung menyerang bibir Li Qin sembari satu tangan menepikan mobil.


"Mmmm... mmmmmm" Li Qin berusaha melepaskan diri dari ciuman brutal Tanaka dengan memukul-mukul dada lelaki itu, ia juga tidak bisa berteriak karena bibir nya telah di bungkam oleh bibir Tanaka.


Suara lidah dan air liur yang saling bertautan dengan menari-nari, sesekali menabrak gigi hingga menghasilkan suara dentingan membuat siapapun tidak akan bisa lepas dari percumbuan panas ini.


"Apa yang mereka bisa lakukan.?" tanya Tanaka dan kembali menyambar bibir Li Qin kali ini tidak sekasar di awal, seperti nya emosi dan kecemburuan nya sudah terobati dengan cumbuan panas pertama tadi dan cumbuan ke dua ini adalah vitamin yang harus di minum setelah pengobatan.


"Mmmmm.. nggggg" desah Li Qin dalam percumbuan panas mereka yang saling mengimbangi juga mendominasi permainan satu sama lain.


"SHITT..!! kau begitu nikmat, kepalaku bisa pecah jika menahan nya terus menerus" kata Tanaka pada Li Qin setelah melepaskan cumbuan nya dari lidah yang saling bertautan.

__ADS_1


"Hah.. hah.. hah.." Li Qin benar-benar kehabisan nafas sekarang "Tanaka, kau benar-benar gila.!" kesal Li Qin, tapi sebetul nya penolakan Li Qin tidak sejalan dengan reaksi tubuh nya setiap kali Tanaka bercumbu dan menyentuh diri nya.


"bibir mu bisa berbicara tentang penolakan tapi, tubuh dan gerakan mu sama sekali tidak menolak" jawab Tanaka dengan seringai nya yang berhasil membuat Li Qin malu.


Sementara di belakang mobil Tanaka, ada satu mobil yang tidak kalah mewah nya dari mobil yang di miliki oleh Tanaka. mobil itu milik Leo yang terparkir tepat di belakang mobil Tanaka dan tengah memperhatikan mobil yang bergoyang-goyang naik turun dengan gerakan pelan.


"Seperti nya mobil itu tengah menjadi saksi bisu pergerakan tuan nya" kata Leo dengan tatapan nya yang mengintimidasi.


"Apakah saya harus turun mengeluarkan orang dalam mobil itu untuk jadi bahan malam ini tuan ?" tanya sopir Leo


"Tidak perlu, dia seperti nya bukan tentara biasa yang bisa kita buat tunduk seperti yang lain" kata Leo pada supir sekaligus tangan kanan nya itu.


Sementara di dalam mobil, Tanaka tengah memperhatikan gerak gerik pemilik mobil yang sejak tadi ia ketahui mengikuti mereka dari belakang. ia dengan tersenyum memperhatikan layar ponsel nya dimana terpampang jelas wajah pemilik mobil beserta supir yang ada di belakang mereka, bagian belakang mobil Tanaka telah di pasangkan camera pengintai yang tersambung di ponsel nya hingga siapapun yang mendekat dapat terlihat jelas.


"Seperti nya kau tidak berani turun, kalau begitu aku akan melanjutkan hukuman ku pada Li Qin" batin Tanaka, sedangkan Li Qin tengah pelanga pelongo melihat lelaki di samping nya masih terdiam dengan isi pikiran nya yang tidak ia ketahui.


"Apa yang sedang kau pikirkan.?" tanya Li Qin.


"Aku sedang memikirkan bagaimana cara nya bercumbu dengan mu di dalam mobil ini dengan waktu yang lama, agar aku dan kamu punya kenangan di setiap sudut rumah, dan kendaraan yang kita gunakan" kata Tanaka dan hal itu benar-benar membuat Li Qin malu semalu malu nya pada Tanaka.

__ADS_1


"Kau benar-benar tidak tau malu dan tidak tau tempat.!" kesal Li Qin.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2