
...CINTA...
Banyak orang yang pandai dalam merangkai kata cinta tapi tidak pandai meluluhkan hati wanita dengan kata - katanya, banyak orang yang mengungkapkan perasaan nya dengan berbicara sebijak mungkin tapi, justru membuat wanita nya meragukan dirinya dan ada juga yang tidak pandai merangkai kata - kata, namun ungkapan perasaan yang apa ada nya membuat dirinya mampu untuk meluluhkan hatiĀ wanita yang ia sukai. seperti Valdi saat ini, waktu yang tidak pernah ia rencanakan sebelum nya dan kesempatan yang tidak ia duga akan datang secepat ini membuat dirinya mengunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengutarakan perasaan nya.
"Li Qin, aku sendiri ingin bertanya pada mu tolong jawab dengan sungguh - sungguh apa aku bisa mendapatkan satu tempat di hati mu.? maukah kamu menjadi kekasih ku dan bisakah kamu memberikan aku satu kesempatan untuk mencoba menjadi payung pelindung mu di kala hujan maupun terik.? apa aku layak untuk berdiri di samping mu untuk melengkapi kekurangan ku.?" tanya Valdi pada Li Qin dengan nada yang sangat lembut.
Li Qin menatap ke dua bola mata Valdi berusaha mencari satu kelemahan yang mungkin bisa menjadi alasan bagi Li Qin untuk menolak. tapi, justru yang di dapatkan oleh Li Qin adalah bola mata yang penuh dengan harapan kesetiaan dan juga di selimuti ketulusan dan tidak ada satupun dari lingkaran mata Valdi yang membuktikan bahwa ia sedang berpura - pura memeran kan drama.
"apa yang harus ku katakan pada mu Valdi.! haruskah aku menjawab ya di saat hati ku hanya ada nama Valdis, lalu harus kah aku menjawab tidak.? sedangkan yang ku sukai justru menyuruh ku untuk menyukai mu."
kata Li Qin dalam hati dengan ekspresi wajah yang kurang baik.
Saat ini Li Qin berada di situasi hati yang sangat membingungkan, hingga beberapa menit berlalu ia masih belum menjawab pertanyaan Valdi dan dengan setia Valdi memberinya waktu untuk terus menunggu jawaban dari Li Qin, menunggu jawaban yang mungkin akan mengecewakan hati atau juga mungkin membahagiakan.
"Valdi, aku minta maaf. tapi tolong kasih aku waktu untuk menjawab nya sungguh aku tidak mau terburu - buru untuk hal ini. karna kedepan jika gagal mungkin aku tidak akan punya selera untuk memberi hati pada lelaki manapun" jawab Li Qin yang meminta waktu untuk berfikir memastikan kebimbangan nya dan menyakinkan dirinya bahwa pilihan nya akan jadi satu untuk selama nya tanpa ada kata putus.
"baiklah tidak masalah, kamu santai saja jawaban nya tidak harus sekarang. jadi tidak perlu terburu - buru untuk hal ini, kamu bisa memikirkan dan menjawab kapanpun kamu siap. menunggu bukan hal yang sulit untuk ku lalui" jawab Valdi, berusaha kuat dan menghilangkan rasa ingin tau nya setelah mendengar ucapan Li Qin, Valdi pun mau tidak mau harus bersabar menunggu jawaban dari Li Qin dengan berat hati.
"aku minta maaf, harus membuat mu menunggu lagi" kata Li Qin
"iya, tidak masalah kamu jangan terlalu terburu - buru waktu masih panjang. tapi, aku harap jangan terlalu lama. karna di gantung itu sakit rasanya" jawab Valdi pada Li Qin dengan nada yang pasrah.
.
.
.
"Aku tidak tau harus menjawab apa" kata Li Qin, kini berada di kamar nya dulu yang sekarang di pakai oleh Profesor dan keluarga nya sementara waktu untuk menenangkan suasana agar musuh mengira bahwa target berhasil di lumpuhkan.
__ADS_1
"Ketika sedang merasa gundah dengan sesuatu hal yang sulit untuk kita putuskan apa lagi yang berkaitan tentang hati maka cara terbaik yang seharus nya di lakukan adalah menenangkan hati, agar tidak salah memberi keputusan yang nanti nya akan mengecewakan kamu dan melukai hati nya" jawab Profesor mencoba mmebuka pikiran Li Qin
"kalian bahas apa.?" tanya Laura
"Li Qin sedang membahas calon pujaan hati nya" jawab Ibu Laura
"sang pujaan hati.?" tanya Laura dan mendapat anggukan dari ibu nya.
"Ayah rasa Valdi, sudah memberikan yang terbaik untuk menarik perhatian mu dan segala usaha ia lakulan dengan semaksimal mungkin. ayah rasa dia tidak kekurangan satu wanita jika ia membuka hati dengan yang lain dan mungkin ada yang lebih baik ataupun setia dari kamu, jadi pikirkan itu dengan baik. jangan menyakiti yang setia ketika hanya untuk mempertahankan yang kamu sukai" kata Profesor yang menyadarkan Li Qin bahwa ada yang lebih baik dari nya jadi, jangan menyia - nyiakan kesempatan.
"Profesor, aku merasa bingung sendiri" jawab Li Qin
"pikirkan apa yang bisa kamu pikirkan untuk saat ini dan pertimbangkan selebihnya, kamu bisa menyerahkan segala urusan hati kepada sang Maha Pencipta." jawab Profesor lagi
"apa kamu membencinya.?" tanya Laura
"aku.?? membenci Valdi.?" kata Li Qin
"tentu saja tidak" kata Li Qin dengan sangat cepat
"sejujurnya aku berfikir bahwa kalian sedang pacaran karna menurut ku saat pertama bertemu kalian itu seperti yang sudah pacaran terlalu lama" kata Laura jujur
"tentu saja tidak" jawab Li Qin
"apa kamu nyaman setiap berada di dekatnya.?" tanya Laura
"aku tidak tau persis tapi, setiap kali dia datang aku merasa di lindungi oleh tembok besar yang membuat ku sangat aman dan tidak takut dengan ancaman mana pun." jawab Li Qin
"setiap dia datang dan memperlakukan mu dengan sangat baik melebihi seorang teman, apa kamu menolak.? mungkin tidak menolak secara langsung." tanya Laura lagi
__ADS_1
Pertanyaan Laura membuat Li Qin sejenak diam dan berfikir apakah ia nyaman atau tidak dengan Valdi dan ia teringat beberapa hal ketika Valdi menyuruhnya tidur di kamar dan di ranjang yang sama, saat itu tidak ada rasa malu di hati Li Qin, juga tidak ada satu kata penolakan dari Li Qin begitupun ketika tertidur Li Qin tidak sengaja memeluk tubuh Valdi dengan sangat mesra. saat itu jantung nya berdegub sangat kencang dan di balik kegugupan nya segudang rasa nyaman dan hangat terasa di tubuh nya. ia juga teringat ketika Valdi mencium kening dan bibirnya untuk pertama kali di waktu yang berbeda, ia merasa berada di awan 24 bidadari surga, tidak ada penolakan sama sekali selain rasa nyaman dan ingin lagi.
"Melihat mu yang sedang berfikir, menjelaskan bahwa kamu memang nyaman berada di dekatnya hanya saja bibir mu yang nakal ini tidak mengakui semua kenyamanan yang kamu rasakan. kamu berusaha menutupi kebenaran di hati mu, sedangkan hati mu dan tubuh mu sama sekali tidak menolak seluruh tindakan Valdi tapi, pikiran mu masih bertahan ke jaman sebelum masehi." kata Laura yang mampu membaca pikiran Li Qin
"aku bingung" jawab Li Qin lagi dengan bodoh nya
"Boleh jadi perasaan mu jadi bingung, mungkin karna kamu sedang membenci sesuatu hal dari nya entah itu caranya bersikap atau berucap, padahal menurut ayah dan bahkan yakin ia amat baik bagimu. ayah yakin kamu menyukai Valdi, hanya saja kamu sedang tidak mengetahui dan menyadari hal tersebut." kata Profesor
mendengar perkataan Profesor, Li Qin teringat satu hal bahwa sampai kini ia merasa benci, marah dan kecewa pada Valdi. karna dia merasa Valdi lah penyebab dirinya tidak bersatu dengan Valdis, sampai Valdis rela meminta Li Qin untuk memilih dan menjaga hati Valdi agar tetap bahagia. padahal jika dipikir - pikir lagi, semua permintaan Valdis bukanlah kemauan Valdi jadi tidak seharusnya Valdi disalahkan dalam hal ini.
"Cinta memang selalu membingungkan" jawab Laura
"Li Qin, mama tidak peduli seberapa baik atau seberapa buruk dirinya dimata mu, mama mau kamu bangun dari mimpi mu agar segera sadar dan mengerti kalau hati mu yang sebenarnya sangat menyukai nya. dengarkan perkataan mama, suatu saat nanti di setiap pagi saat kamu terbangun dan mengakui isi hati yang sesungguh nya kamu akan selalu bersyukur bahwa kamu masih memilikinya berada disisi mu" kata mama Laura
"tapi masalah nya kami banyak perbedaan yang takutnya kedepan akan jadi bahan perdebatan" protes Li Qin
"ingat ini Li Qin, pasangan yang paling bahagia di Dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama mereka selalu berdiri dengan sifat masing - masing dan tentu nya berbeda, pacaran atau menikah tujuan nya satu untuk saling melengkapi sesuatu yang kurang dan dengan perbedaan yang ada mereka hanya perlu untuk saling memahami, saling mengerti tentang perbedaan yang dimiliki oleh pasangan nya satu sama lain. tidak ada yang sempurna di Dunia ini karna ada yang sudah di utus Tuhan untuk menyempurnakan segala kekurangan dan melengkapi nya menjadi satu" jawab Profesor
"Jangan terlalu keras kepala pada dirimu sendiri Li Qin, karena hasil akhir dari semua kekerasan kepala adalah penyesalan" sambung mama Laura
"hehehe.. lagi semua urusan yang terjadi di Dunia ini sudah ditetapkan oleh Tuhan, Jika sesuatu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka tanpa cara ia pergi menghilang tidak akan pernah mendatangimu lagi. Namun jika ia ditakdirkan untuk bersamamu, maka akan ada satu cara agar kamu tau bahwa dia menyukai mu dan kamu tidak akan bisa lari darinya dan semua adegan demi adegan akan terjadi sesuai yang telah di tetapkan Tuhan untuk di dramakan." sambung Laura
"aku sudah mengerti, aku akan menjawab nya dengan segera. mungkin rasa ku pada adik nya selama ini hanya obsesi saja." kata Li Qin
HAYOOO.. BAGAIMANA CERITA SELANJUT NYA..?
Hallo readerš
terimakasih bagi yang masih terus hadir berbagi like, rate 5 dan menjadikan karya ini menjadi Favorite⤠semoga pendukung TG (Tentara Pengganti) yang masih belum muncul, segera kembali hadir memberikan dukungan luar biasanya..
__ADS_1
IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE⤠YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKEš