TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 227


__ADS_3

...MENUNTUT...


Luka yang tidak berdarah memang tidak memiliki suara, tidak berisik dan tidak memberontak, tidak melawan apa lagi dendam. Luka yang tidak berdarah sama sekali tidak harus tergores, tidak harus di siksa. Tapi, aneh nya terkadang luka datang melalui pandangan mata lalu turun ke hati kemudian dengan cepat menguasai pikiran dan mengganggu kehidupan, membuat kecewa, patah hati dan terbawa hingga ke alam bawah sadar.


Sama seperti Clara di siang ini, terus menatap wajah Valdis yang tertidur lelap di samping nya. betapa tenang dan teduh rasa nya setiap kali melihat pria yang ia sukai terlelap dengan nyaman di ranjang yang sama. Akan tetapi, disisi lain ada ketakutan besar yang menyelimuti hati Clara. mengingat status nya yang tidak bisa bediri tegap disisi Valdis dan ia hanya sebatas pemuas ranjang yang akan terus menemani Valdis menuju tidur. Dan hal itu berlaku hingga sang tuan bosan pada tubuh nya, karena selain penghangat ranjang, kehadiran nya sama sekali tidak dibutuhkan dan benar-benar tidak ada cela bagi nya untuk berada diposisi yang di impikan.


Jam dinding terus berputar dan Clara yang asik menatap Valdis sambil termenung sama sekali tidak menyadari kalau lelaki yang ditatap sudah terbangun dari tidur panjang nya "Kau sudah puas menatap ku.?" tanya Tanaka dengan suara serak khas bangun tidur.


"Eh.. kau sudah terbangun.?" tanya Clara dan tidak ada rasa canggung ketika ia ketahuan menatap Valdis, semua seolah dia tidak melalukan kesalahan.


Valdis memicingkan mata, tengah mengejek Clara dalam hati. "Kau suka sekali mencuri pandang pada ku setiap kali aku tertidur.!" kata Valdis, ya.. hal ini memang setiap hari dilakukan oleh Clara dan itu sangat mengusik Valdis yang notabene nya selalu berjaga-jaga dengan serangan musuh yang mungkin akan datang tiba-tiba hingga, saat dalam posisi tertidur lelap pun ia tetap terjaga agar mampu merasakan kehadiran musuh.


"Maaf, aku tau ini sangat menggangu. Tapi aku hanya merasa harus melakukan hal ini dan amat senang melakukan nya" jawab Clara tanpa dosa.


"Jangan pernah lakukan lagi, karena aku sangat terganggu juga selalu terusik. berfikir bahwa kau adalah musuh yang menyerang disaat aku tidur" ketus Valdis, ia nenekankan ucapan di setiap kata yang keluar dari mulut nya. Tanpa, menunggu respon dari Clara lagi, Valdis memilih untuk segera bangkit menuju kamar mandi.

__ADS_1


"ck.. dasar sialan.! asal sedang bergelud saja kau memaksa ku untuk tetap mentap mu hingga permainan selesai.!" gerutu Clara, ia juga tidak lupa untuk terus bersungut-sungut sekaligus geram dengan respon Valdis.


Sedangkan Valdis sama sekali tidak mengacuhkan Clara yang tengah bersungut-sungut kepada nya, ia memilih mandi lalu, membersihkan seluruh tubuh nya karena sudah sangat gerah dan bau keringat membuat buat penciuman nya terganggu.


Setelah selesai dengan rutinitas mandi nya, Valdis kembali kepikiran dengan ucapan Clara dan tingkah laku nya selama beberapa bulan ini yang selalu saja membuat nya tidak nyaman dan naik darah. itu semua terjadi ketika Clara sudah berani mengatur kehidupan nya setiap kali Valdis keluar rumah, lalu pulang dalam keadaan mabuk dan pergi dengan sesuka hati, kadang ia sering mengintrogasi Valdis dan bertanya tentang siapa saja yang ia temui, seorang lekakikah atau seorang wanita.!


Selama melihat perubahan Clara yang semakin hari semakin berani bertindak sesuka hati terhadap nya, seolah ingin menyatakan sikap mengatur kehidupan nya dan menuntut untuk di jadikan pasangan hidup, juga menuntut agar diberi posisi yang lebih dari seorang pemuas, membuat isi pikiran Valdis menjadi sedikit membenci sikap Clara "dasar ******, tidak puas dengan merangkak di atas ranjang ku.! kau masih saja memikirkan untuk menjadi nyonya di ranjang ku.! kau harus sadar dengan status mu, harga mu sudah ku tebus tunai sebanyak lima ratus juta dan jika kau berani melampaui batasan mu sekali lagi.! Maka, percaya atau tidak kau akan kehilang kela*in mu" geram Valdis dengan kasar menarik rambut Clara.


"sa..sssakit" keluh Clara laku segera Valdis melepaskan tangan pada rambut Clara.


Mendengar perkataan kejam Valdis, tentu nya ada luka di hati Clara. dengan ia kembali di sadarkan bahwa diri nya adalah seorang pemuas sekaligus penghangat ranjang dan tubuh nya telah di jual oleh orang tua angkat, serta hilang nya kuasa untuk menentukan pilihan hati, hingga dalam mengatur kehidupan serta seluruh tubuh nya pun ia tidak di berikan hak sama sekali oleh Valdis.


*


*

__ADS_1


*


"Li Qin, kau sangat beruntung di perebutkan 2 lelaki sekaligus. unik nya mereka adalah kembar dan di lain sisi kau sangat menyedihkan" kata Clara yang kini berada di ruang penyekapan Li Qin.


"kau salah Clara, aku tidak beruntung sama sekali" senyum Li Qin mengembang bersama dengan luka dihati nya. "Kalau aku beruntung, mustahil saat ini berada diruangan neraka seperti sekarang ini" jawab Li Qin.


"Aku tau ini begitu berat untuk mu dan juga untuk ku, bedanya kau disiksa habis-habisan, di cambuk dan segala kekerasan di buat pada tubuh mu. tapi, kau tidak di setubuhi dan paling penting kau di rebuti oleh Valdis dan kembaran nya. Kedua nya sangat menyukai mu dan berlomba dengan caranya untuk memiliki mu, memiliki cinta mu" Ya.. benar, sekejam-kejam nya Valdis dia tidak pernah memiliki keberanian untuk menyetubuhi Li Qin, bahkan saat pakaian Li Qin yang sobek dan menampakkan kemulusan serta gunung himalaya yang kembar dan menantang akibat cambukan, dimana pemandangan itu benar-benar menggoda. tetap saja Valdis, tidak berani menyentuh nya dengan nafsu.


"sedangkan aku.! aku tidak di cintai, tidak di lirik, tidak disukai oleh Valdis. Tapi, aku di setubuhi dengan sangat kasar hingga beberapa kali mengalami pendarahan dan menerima beberapa kali jahitan di ****** ku. dan terkadang juga di perlakukan dengan sangat lembut namun, sama sekali tidak dianggap dan hanya sebatas pemuas saja" kata Clara dan hal ini membuat nya menangis terisak.


Ingin rasanya Li Qin memeluk Clara saat ini, akan tetapi diri nya tidak bisa karena kedua tangan nya yang masih di ikat. "Kau wanita hebat, walau jalan mu begitu dan penuh dosa. kau tetap wanita hebat.! Karena hanya mereka yang mampu menjalani keras nya hidup ini dengan penuh percaya diri dan tahu tujuan hidupnya sekalipun posisi mu seperti saat ini. bagiku, kau tetap wanita kuat yang hebat" kata Li Qin pada Clara.


"Apakau yakin aku wanita hebat.? bukan wanita bodoh.?" tanya Clara dan hal itu membuat Li Qin tertawa kecil.


"ya.. kau memang bodoh" jawaban Li Qin membuat kedua nya tertawa "hahahahahaha"

__ADS_1


"aku baru melihat senyum manis mu"


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2