
AKU KIKUK
Seperti mimpi disore yang bolong😂 entah angin berhembus dari ufuk mana, cuaca yang tadinya mendung berubah menjadi cerah namun aneh nya langit bergemuru.
seperti itulah perasaan Valensia saat ini langit yang berubah cerah membuat gemuruh dihatinya😁 hingga seluruh persendian nya terasa kaku dan tidak bisa ia gerakkan ketika melihat sosok yang sudah lama tidak ia temui mendatanginya secara tiba-tiba.
"kamu telat 33 menit.!!!!"
Valensia sangat sangat terkejut melihat sosok lelaki yang menatapnya tajam dengan suara tegas seperti sedang membentak nya karna terlambat 33 menit.!
"________" Valensia diam seribu bahasa
"kenapa diam.?!"
"________" Valensia masih tetap diam dengan tatapan yang masih sama sangat terkejut tidak menyangka akan kedatangan Valr.
"kalau kau diam, aku pergi saja.!" sambung Valr tambah kesal..
"a..a..a..aku" jawab Valen terhenti karna masih sangat kaget dan segala rasa bercampur melebihi permen nano-nano
sedangkan Valr masih menatapnya tajam dan menunggu ucapan selanjutnya dari Valen.
"????"
"a..a..a..ku baru selesai sterilisasi itu memakan waktu 15 menit maafkan aku terlambat dan membuatmu menungguku terlalu lama" sambung Valensia meminta maaf dengan tulus dan penuh rasa gugup bercampur takut.
"hmm ayo keluar" ajak Valr
"iya, aku izin dulu"
hal yang sulit untuk di lakukan Valensia ialah "menolak" mengatakan tidak untuk sebuah ajakan terlalu berat untuk ia ucapkan kecuali dalam pekerjaan nya sebagai kepru.!
"5 menit.!" tegas Valr
"aaa 🤚 menit.?" jawab Valen sambil melebarkan 5 jari tangan nya.
"mm"
"b..b..baiklah kalau begitu aku telpon tim ku dulu" jawab Valen dan segera menelpon Ani memberitau bahwa ia akan izin beberapa jam.
"sudah.?" tanya Valr
"sudah ayo"
Valen dan Valr akhirnya keluar menuju parkiran langsung masuk kedalam mobil dan melaju tanpa ia tahu akan dibawa pergi kemana😂
"dek kamu segera minta cuti, hari rabu kita kelombok"
"haaaa.?? kelombok.?? untuk apa.?" tanya Valen semakin gugup
"mengajukan surat izin menikah"
__ADS_1
"uhuck..uhuckk..uhucck" Valen terbatuk-batuk saat menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan Valr
"bagaimana bisa semendadak itu" tanya Valen
"turuti saja perintahku.!!" tegas Valr dengan nada memerintah yang membuat Valen berhasil kikukk
"astaga suasana seperti apa ini Tuhan, membuatku kikukkkk.!! ayo Valen kamu jangan terlihat gugup begitu..!! kamu pasti bisa menghadapi siap graakkkkk, ayo Valen semangat tarik nafas dan buang secara perlahan" Valensia membathin
selama proses membuang nafas perlahan entah ada iblis dari arah mana sampai membuat Valen mati-matian menahan agar suara gemuru dari pantat nya tidak terdengar dan benar saja suara itu berhasil tidak terdengar namun baunya tercium luar biasa.
"disini orang masih saja membuang sampah sembarangan.!"
ucap Valr sambil melihat keluar jendela yang membuat Valen malu setengah mati.
"apa dia tau aku kentut😫😫 kenapa harus disaat seperti ini sih😫😫 memalukan🙉" bathin Valensia yang tidak sadar sedang tepok jidat dan mengundang perhatian dari Valr
"kamu kenapa.?" tanya Valr
"aaa😶 t.t.tidak apa-apa tadi abang nanya apa.? jawab Valensia mulai berani bertanya
"tentang sampah yang dibuang sebarangan"
"dimana.?" tanya Valensia lagi.
"itu disana segunung baunya menyengat sekali" jawab Valr sambil menunjukkan sampah yang sudah menggunung dipinggir jalan dan menghasilkan bau yang menyengat.
"syukurlah bukan suara kentut ku😫😫" membathin
"ulah manusia malas" jawab Valen
tok
tok
tok
suara ketokan jendela kaca dan langsung saja Valr menurunkan kaca hitam mobilnya.
"selamat sora pak"
sapa salah seorang polisi yang mengangkat tangan kanan nya untuk hormat sekilas namun tidak ada respon dari Valr, hanya menatap tajam kearah polisi. melihat hal itu Valensia berinisiatif menjawab sapaan polisi namun belum sempat ia membuka mulut untuk bicara, Valr lebih dulu mengeluarkan sebuah kartu didalamnya ada foto Valr spontan para polisi itu kembali hormat dan membiarkan mobil mereka jalan.
"ada apa.? kenapa kita ditahan.?" tanya Valen bingung
"kita salah jalan" jawab Valr santai
"apa.!! bagaimana bisa abang salah jalan.?" tanya Valen kaget tidak percaya
"12 tahun abang tidak mengelilingi kota dengan menyetir sendiri selama ini disupirin, abang mana hafal sama jalan nya"
"astaga, harusnya tadi abang tanya ke Valen dulu dong"
__ADS_1
"abang fikir kamu juga tidak tau😊" sambung Valr kali ini dengan senyum indah tersungging dibibirnya
"lalu kenapa bisa lolos begitu saja.?" tanya Valen penasaran
"mungkin karna mereka baik dek"
tidak ada jawaban lagi dari Valen selain menyandarkan kepalanya dibangku mobil dan menutup matanya, hal itu diketahui Valr namun tidak bertanya apa-apa.
satu jam mereka lalui dengan berada di sebuah cafe yang dikenal menyajikan makanan dan kopi nikmat keduanya menikmati hidangan lezat dan mulai terlihat santai.
"dek"
"iya.?"
"ini pakailah"
Valr mengeluarkan kotak kecil berbentuk love didalam nya ada sebuah cincin emas dengan ukiran tanpa permata.
real pothos
"astaga siap graakk kau sungguh mau melihatku mati tegang sore ini belum selesai kegugupan ku karna mendengar suara mu yang keras serta kedatangan mu yang tiba-tiba, sekarang kamu malah memberiku cincin tanpa angin dan hujan" gerutu Valensia dalam hati yang membuat dirinya jadi semakin gugup
"untuk ku.?" tanya Valensia memastikan
"untuk mu, kemarin abang singgah ditoko emas sengaja membelinya sebagai hadiah natal karna abang tidak membawa apa-apa untuk mu dari lombok"
"terimakasih, tapi tidak usah repot memberiku hadiah.! abang selamat dari kecelakaan laut itu dulu sudah lebih dari hadiah untuk ku"
jawab Valensia dengan jujur dan langsung membuat Valr menatapnya penuh arti
"astaga apa yang kukatakan.? dasar mulutku ini tidak bisa diajak kerja sama😫 gila gila gila, aduhhh kenapa aku malah jadi grogiiii" Valensia membathin
"maaf aku membuatmu khawatir dek" ucap Valr
"tidak apa-apa sekali lagi jagalah keselamatan mu😊"
"pasti"
suasana kembali canggung namun dengan cepat Valr segera membuka kotak kecil yang berisi cincin dan memasangkan nya dijari tengah Valen tapi sayang cincin nya kekecilan dan akhirnya dipasangkan dijari manis dan dua cincin melinggar disatu jari manis Valen..
"terimakasih bang" ucap Valen tersenyum
"besok kita ketoko emas mencari cincin yang pas dijari tengah mu" ucap Valr yang tidak puas melihat jari tengah Valen yang kosong tanpa cincin
"iya bang" jawab Valen tanpa menolak, sekalipun ia merasa cukup dan buat apa memakai tiga cincin itu sangat merepotkan menurutnya
hari mulai gelap namun kali ini satu jam terasa dilalui seperti dua jam, mereka berjalan menyusuri lampu kelap kelip ditaman kota dan sesekali tertawa tidak lupa tangan Valensia selalu refleks memeluk lengan kekar tunangan nya sejak keluar dari RSUD tadi tentunya hal itu membuat senyum dibibir Valr tanpa mau mengomentari walau sekedar merayu agar Valen tetap dengan caranya dan tidak merasa malu.
"dek besok temani abang melapor di markas TNI-AD ya" ajak Valr
__ADS_1
"iya bang"
waktu sudah cukup untuk saling berbagi, Valen diantar kembali ke RSUD tidak lupa Varl mengingatkan nya akan menjemput nya besok jam 08:00 pagi.