
...PEMAHAMAN YANG SALAH...
"Kamu harus bisa melupakan ku, begitu juga dengan ku.! Li Qin, begitu aku menaiki pesawat maka ingat di situlah semua rasa ku pada mu berakhir.!" kata Valdis dengan penuh ketegasan dan terlihat tatapan melepaskan dari bola matanya yang berwarna ice blue.
"VALDISSS.!!
teriak Li Qin saat Valdis melepaskan pelukan tangan Li Qin di tangan kanan nya dan pergi meninggalkan Li Qin
"Li Qin, tolong ingat ini apapun yang terjadi. aku mohon pada mu jangan katakan satu kalimat berbentuk penolakan pada abang ku yang bisa melukai hati nya dan hati ku" kata Valdis yang monoleh Li Qin dari ke jauhan dan mengingatkan nya untuk tidak melukai hati Valdi.
"Valdi, tolong aku untuk menghentikan adik mu. tolong aku Valdi, jangan biarkan rasa kami berhenti hanya karna kamu menyukai ku" kata Li Qin memohon dalam hati nya,
Saat itu dalam sekejap Li Qin merasa kecewa, sakit hati juga terluka sangat dalam di hati ia seakan kehilangan seluruh Dunia nya yang begitu indah bukan karna kepergian Valdis melainkan karna ke inginanan Valdis untuk menjauhi nya dan memohon pada Li Qin untuk mengakhiri rasa suka di hati nya dan juga di hati Valdis serta permintaan Valdis untuk menyuruh Li Qin memilih Valdi menjadi satu - satu nya lelaki yang ia sukai.
Flashback Off ( Li Qin sadar)
"VALDIII, VALDIII, VALDII.!"
teriak Li Qin begitu kencang hingga ia terbangun dan langsung duduk dengan nafas yang tersengal - sengal hingga mengagetkan Valdi, Santo dan ibu Li Qin yang baru saja tiba di Nias di tengah malam yang dingin..
"astauge yei bikin kaget aike aje" protes Santo yang belum tau kalau Li Qin sudah sadar
__ADS_1
"sayang, kamu sudah sadar nak. syukurlah mama sangat khawatir pada kondisi mu" kata mama Li Qin dengan air mata bahagia karna putrinya sadar.
"Li Qin, aku disini..? tenanglah" jawab Valdi penuh bahagia karna melihat Li Qin siuman dan saat dirinya sadar ia menyebut tiga kali nama Valdi.
"Oh my God, yei sudah sadareee aike panggil kan dokter dulu buat yei ye" kata Santo dan segera keluar dari ruangan untuk memanggil dokter jaga.
"Valdi.. aku takut" kata Li Qin gemetaran dan tanpa sadar ia memeluk Valdi seperti seseorang yang di kejar setan dan berusaha meminta perlindungan pada Valdi.
"its okay Li Qin, aku disini tidak akan ada satu semut pun yang bisa melukai mu" jawab Valdi menenangkan Li Qin
Perlahan kondisi Li Qin mulai membaik dan pikiran nya sedikit tenang dari sebelum nya ingatan nya tentang Valdis seutuh nya telah kembali pulih begitu juga dengan ingatan nya tentang keluarga besarnya. dokter memeriksa Li Qin dan semua hasil nya sangat baik hingga mereka sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah sedangkan ibu Li Qin yang datang jauh - jauh dari Lombok merasa bahagia melihat anak kesayangan dan kebanggaan keluarga nya telah sadar dan pulih dengan semua ingatan nya yang hilang.
"iya ma, maaf kalau Li Qin sudah membuat mama khawatir" jawab Li Qin yang sejak dulu tidak terlalu bergantung pada orang tua nya apa lagi bermanja - manja.
"jangan bicara seperti itu, mama minta maaf karna mama harus meninggalkan mu. di saat seperti ini kamu pasti sangat membutuhkan sosok seorang ayah dan ibu di samping mu, mama minta masf ya nak. kamu tau sendiri di rumah papa mu tidak ada yang jaga" kata mama Li Qin.
"mama, sampaikan salam ku pada papa. katakan padanya untuk terus mengonsumsi obat yang Li Qin resepkan untuk nya dan mama juga jangan lupa jaga diri, istrahat yang benar, makan dengan teratur dan juga jangan terlalu lelah" kata Li Qin.
"anak ini, seharus nya semua itu mama yang katakan pada mu untuk mengingatkan mu bahwa mejaga diri dan tubuh itu adalah aset paling berharga. tapi kamu mendahului mama. jadi tentu saja pesan mu nanti mama sampaikan ketika sudah sampai di Lombok. nak Valdi, tante percaya pada mu. tante serahkan Li Qin di tangan mu, jika ada kabar gembira dari kalian berdua segera kabari kami" kata mama Li Qin seolah telah mengetahui akan kemana hubungan mereka berdua.
"mama, apa - apaan sih" kata Li Qin malu - malu.
__ADS_1
"jangan hirau kan dia yang malu - malu Valdi, sekarang jodoh dan pilihan ada di tangan kalian berdua. baik tidak nya tentu harus di pertimbangkan lebih dulu sebelum terlambat agar tidak ada penyesalan di kemudian hari" kata mama Li Qin
"siap tante, saya tidak akan memutuskan satu hal seumur hidup dengan terburu - buru. terimakasih atas kepercayaan nya" jawab Valdi
Ya.. saat ini orang tua Li Qin (ayah) sedang dalam kondisi sakit, dengan umur yang sudah tua wajar jika orang tua nya rentan terkena penyakit. mama Li Qin pun pergi dari Nias menuju Lombok di antar oleh Valdi dan Li Qin
"Li Qin, jangan sia - siakan hidup mu hanya karna menjaga cinta mu untuk ku.!" saat tengah berada di dalam kamar mandi, Li Qin dengan duduk memeluk ke dua lutut nya dan seluruh pakaian yang menutupi tubuh nya basah. ia teringat akan perkataan Valdis dulu saat mereka berpisah dan Valdi meninggalkan Li Qin
"aku bahkan sudah menyia - nyiakan seluruh waktu ku di saat kita berada di bangku SMP dan SMA, waktu yang ku habiskan hanya untuk membayangkan mu menjadi suami ku" kata Li Qin dengan derai air mata yang membasahi pipi nya
"tapi kenapa semua terasa tidak ternilai di mata mu, aku tau kamu menyayangi ku juga menyukai ku. tapi, kenapa.! kenapa kita harus berkorban untuk adik mu.?" kata Li Qin lagi dengan kesedihan yang bercampur dengan emosi.
HAYOOO.. BAGAIMANA CERITA SELANJUT NYA..?
SUDAH ADA RESTU DARI MAMA NYA LI QIN, SEHARUSNYA TIDAK ADA LAGI HALANGAN DONG.!
Hallo readerš
terimakasih bagi yang masih terus hadir berbagi like, rate 5 dan menjadikan karya ini menjadi Favorite⤠semoga pendukung TG (Tentara Pengganti) yang masih belum muncul, segera kembali hadir memberikan dukungan luar biasanya..
IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE⤠YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKEš
__ADS_1