TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 242


__ADS_3

...KECEWA...


Tatapan mata kecewa yang tidak bisa di bohongi, baik itu di mata Valensia, Tanaka dan Valdis karena sikap kejam sang ayah dan ketidak tahuan mereka atas apa yang sebenar nya telah terjadi. akan tetapi tatapan mata dari Valr jauh lebih kecewa dari pada ke tiga belahan jiwa nya, ke dua bola mata nya yang memerah menunjukkan kekecewaan nya terhadap putra bungsu ke banggaan keluarga itu.


Ya.. Hati seorang ayah mana yang tidak hancur melihat semua kekejaman sang anak, anak yang lahir dari kandungan sang istri, anak yang selalu di banggakan dari ia lahir hingga ia besar malah membuat kecewa. Orang tua mana yang tidak terluka, ketika melihat sang putra tumbuh dewasa, tidak suka bergaul dengan siapapun, jago berbisnis di negara orang lain, punya IQ yang tinggi juga memiliki sikap pendiam serta hormat dan jauh dari bentuk kekerasan termasuk kriminal malah diam-diam memiliki aura gelap yang kelam seperti monster hingga bisa memperlalukan seorang wanita secara tidak manusia dan menjadikan wanita satu nya sebagai budak ****.


"Kau telah mengecewakan ku.!" kata Valr dengan nada dingin, seolah Valdis bukan lagi putra nya. Valensia dan semua tentu shock dengan ucapan itu terutama Valdis, yang baru saja meminum air beserta obat dari Laura, ia tersendak kaget ketika mendengar perkataan ayah nya dan belum sempat iya mencerna maksud dan ucapan sang ayah, Valr malah kembali lagi berucap "Dan kau membuat ku sadar, bahwa istri ku selama ini begitu hina dan kotor karena telah mengandung dan melahirkan anak seperti mu.!" kata Valr


DEG..


DEG..


DEG..


"Tidak.!! ini bukan suami ku, suami ku tidak akan pernah berkata kejam seperti sekarang ini.! suami ku orang yang sangat lembut dan menjaga betul-betul perasaan keluarga nya. suami ku tidak pernah menggunakan mulut nya untuk menghina dan melukai hati ku juga anak-anak ku" kata Valensia dengan air mata nya yang tidak lagi bisa berhenti berderai,

__ADS_1


"Harus nya aku berada disana saat kau berjuang melahirkan anak sialan ini, agar aku segera membuang dan meleyapkan nya jauh di dasar jurang" kata Valr, ucapan nya itu benar-benar melukai hati kecil Valdis dan juga Valensia sementara Tanaka diam-diam mulai melangkah menuju pintu kamar nya yang ia yakini disana adalah jawaban kenapa sang ayah berubah menjadi seorang monster.


Sedangkan Laura, Prof, istri nya dan Valensia ternganga bukan main, "Valr, bagaimana bisa kau mengatakan perkataan tajam seperti itu dari mulut mu.! apakah aku sehina itu sampai anak ku kau pandang hina.? hingga tidak layak bagi mu untuk dia hidup di muka bumi ini.? apa yang merasuki mu SIALAN.!!" umpat Valensia dan Valdis memeluk sang ibu, ia merasa takut dan terluka melihat Valensia yang membela nya mati-matian "Dan kalaupun anak ku ada salah, tolong katakan pada ku dengan jelass.!!" Kata Valensia yang tidak bisa lagi membiarkan suami nya menggila.


"KAU HARUS INGAT SATU HAL.!! AKU MELAHIRKAN NYA DENGAN SUSAH PAYAH DAN ITU TANPA KEHADIRAN MU.!! jadi aku juga bisa mendidik dan menghukum nya degan keras jika ia melakukan kesalahan.!! bukan malah membuat dirinya seolah hina dan tidak di inginkan seperti ucapan mu" teriak Valensia dengan emosi yang menggebu-gebu, tubuh nya yang bergetar menandakan bahwa emosi dari Valensia tidak lagi bisa di kontrol.


"Dengarkan aku, ini bukan perintah tapi ini permintaan dan permohonan ku kepada kalian. tolong turunkan senjata kalian dan jangan lagi menggertak.! aku terluka melihat ibu ku terluka." kata Tanaka dengan memohon setelah ia tiba di depan para bawahan nya, salah satu dari mereka melirik Valr dan hal itu diangguki oleh nya.


Srakk.. senjata laras panjang serentak diturunkan dan tidak lagi mengarah kepada Valdis, betapa lega nya hati Valensia dan Valdis ketika melihat senjata api dan meriam dengan barel lebih panjang dari senjata lain nya yang dirancang untuk ditembakkan dengan posisi melawan bahu, senjata laras panjang atau disebut juga dengan senapan panjang akan berlawanan dengan howitzer atau carronade ketika ditembakkan.


Bersamaan dengan itu Loren telah sadar dari guncangan yang baru saja ia rasakan, ia segera berdiri tepat di samping Valdis begitu juga dengan Sofia ke duanya seolah di ajak untuk melindungi Valdis tanpa perencanaan. Sedangkan Prof dan keluarga kecil nya masih berdiri mematung dan posisi nya tidak jauh dari Valdis, Valensia juga ikut melangkah kan kaki nya ia merasa hal lebih buruk lagi akan segera terjadi ketika pintu itu terbuka.


"Biar momy saja yang membuka nya nak" kata Valensia berjalan gontai dengan penuh keragu-raguan dan Valr berharap Tanaka mau mendengarkan perkataan istri nya, itu mungkin lebih baik dari pada tidak sama sekali.


"Aku yang akan membuka nya sendiri mom" kata Tanaka kepada Valensia dan hal itu membuat sang ibu berhenti bergerak dengan jantung nya yang berdetak lebih kencang dan ada rasa ingin meledak.

__ADS_1


Valensia melirik Valr ketika berada di hadapan suami nya, "Va..va..valr, a..a..aa..aku takut dengan apa yang akan segera terjadi" kata Valensia dan hal itu benar-benar menyakiti Valr, tidak pernah sekalipun ia membiarkan istri nya berdiri dengan seluruh tubuh gemetaran dan berada dalam ketakutan terbesar.


Tapi, karena kelakuan sang anak terpaksa hal menyakitkan ini mau tidak mau harus di lalui oleh mereka semua. Valr memejamkan mata nya, ia berdiri tegar tanpa menangis sekalipun kedua bola mata nya sudah memerah.


"Tanaka, apapun yang kau lihat nanti nya itu adalah takdir yang seharus nya terjadi.!" kata Vano secara ambigu


"Aku akan memikirkan ya sebagai takdir yang seharus nya terjadi atau tidak ketika aku sudah melihat siapa yang berada di dalam kamar ku" kata Tanaka dengan tegas, hal itu membuat Valensia semakin gemetaran. Sebagai ibu, ia sudah bisa merasakan apa yang selanjut nya akan terjadi hingga pintu terbuka secara perlahan.


CE..EEEEE.....


EEEEEEE....KLEEEK... pintu terbuka dengan sempurna, menampakkan dua dokter dan satu orang perawat berdiri di samping ranjang milik Tanaka yang telah di sulap menjadi ranjang pasien, ketiga nya seperti sedang mengamati perkembangan pasien hingga pintu terbuka dokter dan perawat itu menoleh ke arah pintu.


Dokter dan perawat bergeser menampakkan sosok gadis kurus yang lemah dengan banyak alat bantu kehidupan menempel di seluruh tubuh serta kepala nya yang botak sebagian, dan sebagian lagi memiliki rambut panjang yang tidak rapi seperti potongan rambut tikus.


"BIADAAAAAAAAAABB"

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2