
ANAK NAKAL
Untuk seumur hidup dalam sepanjang perjalanan kehidupan, orang tua adalah bukti pengingat bahwa kasih sayang yang tulus dari ke dua nya bagaikan sang Surya yang setia menyinari Dunia dan pengikat antara orang tua dengan anak - anak nya.
Orang tua akan selalu mencoba dan berusaha sampai titik darah penghabisan untuk memberi anak - anak mereka ke bahagiaan yang lebih dari yang ia rasa, di Dunia ini orang tua akan selalu dan ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. termasuk Valr dan Valen dan pastinya tidak ada satupun orang tua yang menginginkan anak - anak nya hidup kurang bahagia.
MOHON UNTUK DI PAHAMI LEADER
Author harus mempercepat pertambahan usia anak kembar Valr dan Valen sampai episode 137 nanti mungkin umur anak kembar Valr dan Valen sudah 25 tahun. kemudian, thor baru bisa menentukan cerita cinta anak kembar mana yang wajib dijadikan cerita.
Seperti pagi ini dimana seiring waktu yang berjalan tanpa terasa anak kembar yang dulu di asuh oleh Loren, Sonya dan Sofia kini sudah bisa mengurus diri dan keperluan pribadi mereka sendiri tanpa perlu merepotkan orang sekitar hingga lulus dibangku SMA dan akan melanjut untuk menyambung pendidikan sesuai dengan talenta dan cita - cita yang mereka inginkan masing - masing.
"Sudah 18 tahun, sudah lulus SMA. harusnya kalian punya cita - cita mau melanjut kemana. papa dan mama tidak akan melarang, selagi itu baik dan menjamin masa depan kalian dan kalian bertanggung jawab dengan pilihan kalian. papa dukung semampu papa dan mama" ucap Valr kepada anak - anak nya yang baru saja lulus dibangku SMA dengan nilai tertinggi dan diberi pilihan untuk melanjut kemana sesuai dengan keinginan mereka bertiga.
"momy apa kakak boleh menjadi seorang dokter.?" tanya Laria pada momy Valen
"jika itu yang kamu mau momy dan papa hanya bisa mendukung kamu cantik" ucap Valen yang di angguki oleh Valr
"baiklah momy dan papa, kakak akan berdoa malam ini meminta petunjuk dari Tuhan dimana kakak harus melangkah dan juga akan bicara dengan opa dan oma di Nias agar mereka mendoakan ku malam ini" ucap Laria yang selalu dekat dengan orang tua dan saudara Valen yang berada di pulau Nias.
"baiklah anak papa yang cantik, berdoa saat memilih keputusan agar tidak salah adalah langkah yang Tuhan mau. lalu bagaimana dengan kalian" tanya Valr pada ke dua jagoan nya yang sudah besar dan gagah yang selalu berbuat onar kecuali Valdis
"Momy, papa. Valdis cuma mau belajar di Australia" ucap Valdis yang ingin sekali melanjutkan studinya di Autralia
"Apa.!! AUSTRALIA.?" ucap anak kembar Laria dan Valdi bersamaan, dimana mereka sangat kaget mendengar ucapan Valdis. sedangkan Valen dan Valr tidak bisa di jelaskan Ekspresi semacam apa yang sedang mereka perlihatkan
"Australia.? kamu yakin.?" tanya Valr dengan sangat serius dan menatap lekat wajah serta kedua bola mata Valdis hendak mencari letak kebenaran dan keseriusan dari ucapan nya barusan melalui tatapan mata Valdis.
"iya pa, Australia" ucap Valdis tegas dan kembali membalas tatapan papa Valr, ia menatap dengan lekat. tatapan nya kuat melebihi fokus pembidik dan tidak ada keragu - raguan dari mata nya.
__ADS_1
Sorotan mata elang Valdis dengan paras bulenya, begitu membenarkan dan menjelaskan dengan mantap bahwa dirinya benar memilih untuk melanjutkan perkuliahan dan menuntut Ilmu ke Australia.
"Disana sangat jauh sayang" ucap Valen yang sepertinya tidak begitu suka dengan pilihan anak kembarnya yang bungsu.
"Aku hanya jauh dari pandangan mata momy dan papa tapi, di hati ku kalian orang nomor satu untuk ku" ucap Valdis sepertinya mengerti maksud momy Valen.
"jangan halangi dia dengan semua keinginan nya sayang, biarkan dan bebaskan dia dengan pilihannya untuk mengejar cita - cita yang lama ia pendam. ingat Valdis, ini kepercayaan dengan tanggung jawab yang besar kali pertama. papa dan momy serahkan pada mu.! maka pertanggung jawab kan setiap perbuatan dan seluruh kehidupan mu disana kelak, itu pun jika kamu lulus dalam seleksi" ucap Valr pada anak nya tanpa menahan Valdis, justru ia memberikan peluang sebesar - besarnya untuk Valdis belajar diluar negeri
"siap pa, Valdis janji pada kalian akan pulang dengan membuat kalian bangga. ini janji ku sebagi anak abdi negara" ucap Valdis dengan tegas dan gagah melebihi prajurid tempur.
"lalu, kapan kamu akan berangkat sayang.?" tanya Valen pada anak nya
"kalau bisa dedek mau berangkat besok momy karna, semua sudah dedek persiapkan termasuk paspor ke Australi" ucap Valdis menunjukkan paspor barunya
"waow, dedek kamu keren" ucap Laria dan Valdi mengangkat ke dua nya jempol mereka.
Lagi - lagi Valr dan Valen dibuat kaget dengan paspor Valdis yang sungguh tidak mereka ketahui sama sekali selama ini. jika diperhatikan Valdis bukan type orang yang ingin sibuk dan bolak - balik depan belakang. lalu bagaimana caranya ia bisa membuat paspor tanpa bantuan papa Valr.?
"om Vano" jawab Valdis santai dan tepat serta cepat.
"pantes" ucap Valen
"kok pantes mom" tanya Valdi
"karna om Vano itu maha muda segalanya" jawab Valen
"lalu, bagaimana dengan mu Valdi.?" tanya Valr
"aku.? sejauh ini aku tidak punya ke inginan untuk melakukan kegiatan apapun pa" ucap Valdi dengan santai, tentu saja hal ini tidak mengagetkan mereka semua. karna sejak kecil Valdi bukan lah type anak laki - laki yang peduli dengan pelajaran apa lagi lingkungan. namun, dia penuh dengan perhatian nya yang diam - diam dalam keluarga, ia juga mewarisi sifat lemah lembut serta humoris dan selalu rendah hati.
__ADS_1
"lalu kelak kamu mau jadi apa Valdi.!" teriak Valen lagi yang mulai masuk mode pusing memikirkan Valdi
"kelak.? kelak aku akan tetap menjadi Valdi anak kesayangan Letnan dan momy tercinta. Uhukkk..." ucap Valdi dengan menggoda momy Valen
"anak nakal, sudah umur belasan tahun kamu ternyata masih tidak paham bagaimana cara untuk hidup dan berjuang di medan perang" ketus momy Valen sambil menjewer kuat telinga Valdi
"oooow, momy stop it mom please" teriak Valdis yang selalu saja tidak tega melihat abang kembarnya di jewer.
"diam kamu" teriak Valen
"Momy, tau nggak anak gadis belakang rumah memuji telingaku ini" ucap Valdi
"ooh ya.? memuji yang bagaimana.?" tanya momy Valen dan melepaskan tangannya dari telinga Valdi
"katanya telinga ku ini lebar sebelah seperti kuping anak kelinci dan itu membuatnya terus saja mengejek serta menggoda ku" ucap Valdi yang membuat momy Valen naik pitam
"bagus.! kamu memang hanya bisa menerima pujian seperti itu sejak dulu" ketus momy Valen
"iya momy, karna itu anak lelakimu yang tampan ini punya cela untuk menakhlukkan hati anak gadis belakang rumah. karna, berkat ketelatenan mami yang selalu setia menjewer telingaku hingga telingaku lebar sebelah. aku mendapatkan seorang gadis kecil yang setia menggodaku tanpa membuat ku capek untuk mengganggu nya. terimakasih momy beb, kamu yang terbaik" ucap Valdi sambil menunduk 180° pada moy Valen
"VALDIIIIIIIII"
HALLOO READERS..
Aku datang, maaf🙏 baru bisa up, kerjaan realku tidak mau berbagi dengan tugas halu ku🙏. thor mengerti kalian pasti sangat kecewa, mohon maaf🙏🙏
dan juga mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb😉😉
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul AIR MATA CINTA.👇
__ADS_1