TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 244


__ADS_3

...KEMARAHAN KE DUA...


Amarah seorang Tanaka seketika semakin bertambah, sesuatu yang menyesakkan dada seolah keluar dari tubu nya hasil dari emosional nya ketika melihat semua kerumitan yang terjadi malam ini dan paling utama adalah melihat wanita masa kecil nya yang telah terbaring tak sadarkan diri.


Ya.. sesuatu yang mengerikan telah berhasil keluar dari tubuh nya, perilaku psikopat yang seharus nya tidak di harapkan keluar dari dalam tubuh Tanaka selama bertahun-tahun ini akhir nya keluar dan tidak akan ada yang bisa lagi menahan ketika Tanaka sudah di puncak ke marahan nya.


Seperti saat ini dari raut wajah nya sudah terlihat sangat memerah, Valr yang mengetahui bahaya sinyal dari amukan yang akan segera meledak dari putra sulung nya segera memperingatkan pengganggu yang tidak lain adalah Valdis untuk segera menjauh dari ruangan ini karena akan sangat susah menghentikan perilaku dan amarah Tanaka yang mungkin bisa saja mengancam nyawa Valdis.


Karena seingat Valr dulu para Psikolog mengatakan pada nya bahwa Tanaka di usia nya yang ke dua belas tahun ia sudah menunjukkan beberapa kelainan dalam diri nya khusus nya dalam emosi, hingga tidak boleh ada satupun yang memancing emosi nya. karena pada saat dia berada di puncak kemarahan nya ia mungkin dan pasti melakukan kesalahan dan lepas lontrol atas diri nya, lebih buruk nya kemarahan dapat menyebabkan hilang nya kemampuan pengendalian diri dan penilaian objektif atas diri nya sendiri dan itu sangat berbahaya. akan tetapi di balik itu ia memiliki pengendalian amarah yang kuat selama orang-orang tidak mengusik milik nya.


Seperti yang terjadi di dalam kamar Tanaka saat ini Reaksi Valensia yang tersungkur kaget dan histeris dengan air mata dan isak tangis nya yang pecah melihat kondisi Li Qin saat ini, begitu juga dengan Loren dan Sofia yang memiliki reaksi sama ketika melihat seorang wanita yang menakutkan sedang berbaring tak sadarkan diri.


"AAAAAAAAAAAH" teriak Loren dan Sofia yang histeris dengan kondisi perempuan yang tidak mereka kenali berbaring di ranjang pasien dengan tubuh mengenaskan dan mengerikan.


Laura dan orang tua nya yang kaget dengan reaksi Loren dan Sofia memberanikan diri menembus ke dua nya untuk masuk melihat dan menuntaskan rasa penasaran dengan teriakan Valensia, Loren, Sofia di dalam kamar. Mereka melangkah dan betapa kaget nya keluarga prof hingga menutup mata dan mulut saat melihat apa yang ada di depan mata.


"Li..Li..Li..Li.. Qin" kata Laura terbata-bata masih dengan posisi menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, seluruh tubuh nya bergetar hebat dan ia merasakan ke dua kaki nya tidak lagi mampu berdiri hingga terjatuh tersungkur di lantai kamar. Prof dan istri tidak mampu berkata-kata lagi dengan apa yang mereka lihat, tidak sanggup lagi untuk mengeluarkan suara sekecil apapun dan yang pasti ada luka besar dan rasa terpukul yang hebat terlihat dari bola mata prof juga Laura.

__ADS_1


Valensia masih menangis histeris dengan tubuh yang gemetaran "MANUSIA BIADAAAAAAAAAABB" teriak Tanaka sekencang -kencang nya dan di saat itu juga semua terkaget, hingga Valensia segera memeluk erat kedua kaki Tanaka untuk menahan putra sulung nya itu agar tidak melakukan hal yang mengerikan.


Valdis yang tadi nya sempat di peringati oleh Valr agar tidak mendekat pada Tanaka dan mencari tempat aman, ternyata tidak menghiraukan perkataan sang ayah mungkin karena kekesalan nya terhadap Valr yang telah menembak kaki nya tanpa sebab. ia dengan rasa penasaran nya berjalan pincang di ikuti oleh Vano sang paman, Valdis berusaha berlari kecil menarik kaki nya yang tertembak hingga bisa berada di dalam kamar sang kakak.


"HAAAAA..." Teriak ke kagetan Valdis dan mata iblis Tanaka menatap nya dengan tatapan membunuh, dimata Tanaka jelas terlihat raut wajah kekagetan Valdis mata nya membola kaget, kepala nya menggeleng kuat entah sedang mengelakkan hal apa, ketakutan nya membuat seluruh tubuh beserta empedu nya gemetar.


"KAU.!!" kata Tanaka dan Valensia terus memeluk kaki putra nya dengan sekuat tenaga sambil berteriak kepada Valdis


"LARI.. LARI.. VALDIS.. LARI.!! KAKAK MU AKAN MEMBUNUH MU, LARI NAK" teriaaaaak Valensia dan Valdis yang sudah ketakutan tidak mempunyai kekuatan lagi untuk berlari.


Laura di papah oleh Prof agar berdiri dan mendekat Li Qin, memastikan apakah wanita yang telah ia anggap sebagai putri nya masih bernyawa ataukah tidak.


hikss.. hikss.. hiksss.." tangis histeriss disertai dengan amarah yang bercampur dendam dalam diri Laura membuat Tanaka semakin terpancing emosi


"Bu..bu..bukan aku, bukan aku pelaku nya.! percaya padaku kak. aku tidak tau apa-apa" kata Valdis ia merasa kalau kebohongan nya ini tidak akan ketahuan dan masih mendapatkan kepercayaan.


"Sialan.!!" kata Tanaka dan tanpa ia sadari lagi Valensia yang tadi nya memeluk erat kedua kaki nya agar tidak berjalan ke arah Valdis malah telah tersungkur jauh hingga punggung nya terbanting di sudut lemari, rasa sakit yang di rasakan Valensia pada punggung nya tidak sebanding dengan ketakutan nya malam ini terhadap Valdis.

__ADS_1


BUKKH... BUKHH... BUKH..


Valdis di tumbuk oleh Tanaka dengan membabi buta tanpa ada jeda, melihat Valdis yang tidak bisa mengimbangi pukulan sang kakak dan seolah akan segera menghembuskan nafas terakhir nya. Barulah sekuat tenaga Valr dan Vano menghentikan pergerakan tangan Tanaka.


Namun, walaupun di tahan oleh Valr dan Vano akan tetapi kedua nya tetap tidak mampu menahan Tanaka dan malah tersungkur jauh, tubuh mereka terbanting mengenai dinding dan beruntung nya tidak ada luka yang mengeluarkan darah.


Melihat situasi semakin kacau, Ucok dan Bambang memerintahkan kepada seluruh pasukan untuk menahan Tanaka yang terus membanting tubuh Valdis dengan sangat kuat. Hal yang sama terjadi pada Prof, ia sudah terjatuh lebih dulu karena terkena tumbukan Tanaka yang tadi nya berusaha melerai agar Tanaka tidak semakin brutal menghajar sang adik kembar nya.


"Hentikan, Hentikan..!!" teriak histeris Sofia yang melihat Tanaka tidak berhasil di tahan oleh Ucok dan Bambang bahkan seluruh pasukan tidak ada yang berhasi.


Sofia terus berteriak histeris sambil menahan Loren yang sudah pingsan sedangkan dokter dan perawat sudah bersembunyi di bawah ranjang pasien karena ketakutan..


"BIADAB KAU SIALAN.!" teriak Tanaka sambil terus memukuli Valdis yang sejak tadi tidak sadarkan diri lagi..


"Eehm..." erangan kecil Li Qin terdengar oleh Laura ditengah-tengah kekacauan, Laura akhirnya memiliki ide bahwa satu-satu nya wanita yang dapat meluluhkan Tanaka adalah Li Qin


"Li Qin, ini aku Laura.! sudah tidak ada waktu untuk kaget dengan suasana ini, kau harus membantuku menghentikan Tanaka yang memukuli Valdis dengan membabibuta" Kata Laura berkali-kali di telinga Li Qin, hingga Li Qin hafal semua kalimat yang Laura sebutkan.

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2