
...APA KAMU SETUJU...
melengkapi satu sama lain sangat pas digunakan untuk mengingatkan bahwa kita ini hidup dengan membutuhkan pasangan. Dalam menjalin hubungan baik percintaan, persahabatan, persaudaraan terkadang kita masih berpegang pada ego masing-masing yang membuat hubungan baik menjadi berjalan kurang harmonis. karna semua di lalui dan didasari diatas ego yang mementingkan diri sendiri.
Dalam menjalin hubungan yang sejati di butuh perasaan yang saling percaya satu sama lain, rela berkorban, dan saling melengkapi agar hubungan apapun terbangun dengan banyak warna yang semakin menghidupkan suasana. karna, di Dunia ini harus di sadari bawah semua orang yang ada didalam dunia tidak ada satupun dari kita yang terlahir sebagai manusia yang sempurna dan setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan dengan tingkat yang berbeda - beda.
Begitu juga dengan pasangan termasuk keluarga, kamu pasti akan menemukan setiap kekurangan dalam proses hubungan dan kelebihan dalam setiap perjumpaan. Namun, faktor kekurangan inilah yang menjadi kunci agar kita lebih peka, saling mengerti, dan melengkapi satu sama lain. seperti hal yang dilakukan oleh keluarga Profesor yang memilih berlindung pada Li Qin.
"tentang penculikan Profesor Alex, ku rasa dia sudah lebih dulu tau hingga malam itu ia menyuruh kami tanpa bertanya untuk packing baju penting dan keperluan lain dalam satu koper saja beserta surat - surat penting dan aset lain nya hingga satupun tidak ada yang tertinggal dan memberikan kami alamat mana yang harus kami tuju dan alamat itu adalah tempat kita sekarang. dia mempercayakan hidup nya dan kami di tangan mu Li Qin, dia berpesan bahwa kami akan sangat aman di samping mu. dia juga sudah memesankan tiga tiket untuk keberangkatan kami Namun." sambung nyonya Minang
"namun apa bu.?" tanya Li Qin dengan air matanya
"Namun tiket yang ia pesan sendiri untuk nya juga, tidak bisa membawanya terbang menjumpai mu" jawab Laura
"kenapa.?" tanya santo
"itu karna..." kata Laura terhenti
"Tapi ketika kami hendak pergi dengan semua kesiapan, keesokan harinya aku melihat suamiku di tikam di arah punggung. aku melihat betapa tidak berdaya nya dia dan seluruh kepalanya belumuran darah, saat sedang sekarat dia memberi ku isyarat untuk diam jangan teriak agar musuh tidak menyadari kehadiran ku, semampu ku untuk tidak berteriak hingga aku tidak tau apa - apa lagi dan saat aku sadar aku sudah berada di Indonesia mendengarkan Laura bicara dengan mu" kata nyonya Minang yang menangis sesegukan
"ibu, sebenarnya siapa orang yang begitu kejam memperlakukan Profesor dengan tidak berhati" kata Li Qin
"Mengetahui ibu pingsan, aku berusaha merayap untuk menarik ibu karna saat itu aku sadar dengan situasi yang rumit dan melihat ayah dengan isyaratnya. perlahan aku memanggil tim kemanan bahwa dirumah ku terjadi kekacauan berusaha bisa menyelamatkan ayah. namun, tidak lama kemudian aku mendengar suara bahwa rumah akan digeledah untuk menemukan keberadaan kami. dengan cepat ayah menyuruh ku untuk lari, dia memohon agar aku lari tanpa memperdulikan diri nya. dengan cepat aku memasukkan ibu dalam koper besar entah bagaimana cara ku memasukkan nya kemudian melewati pintu belakang yang sering ku jadikan tempat seluncuruan untuk kabur dari rumah dengan dua koper satu berisikan barang penting dan satunya tempat ibu." sambung Laura
"lalu, setelah nya" tanya Valdi
__ADS_1
"aku mendengar berita bahwa rumah profesor telah di bobol oleh komplotan mafia yang berhasil kabur membawa ayah dan beberapa media pencetakan mengeluarkan berita bahwa Profesor di culik dan kemungkinan tidak selamat karna banyak lumuran darah di lantai dua rumah." kata Laura
"ini pasti direncanakan" kata Valdi
"ini penculikan berencana" kata Santo
"yasudah ibu dan Laura tidurlah lebih awal, ini hari kalian lewati begitu berat" kata Li Qin dan langsung saja nyonya minang dan Laura pergi ke kamar untuk tidur.
"kalau begindang aike pamit undur diri, karna aike mau luluran bye bye" kata Santo
"dasar banci" kata Li Qin
"banci, banci gini yei pasti gak bisa nolak" jawab Santo dan mulai menghilang dari pintu
"bagaimana apanya.?" tanya Li Qin balik
"apa kamu setuju.?" kata Valdi
"setuju tentang hal apa.?" tanya Li Qin
"setuju untuk menjadi pacar ku, walau hanya pura - pura" jawab Valdi dengan senyum kelicikan nya.
Mendengar ucapan Valdi, dari dalam hatinya Li Qin menolak ajakan Valdi. baginya ucapan Valdi begitu sangat konyol dan tidak masuk dalam perhitungan untuk di jadikan ide. Li Qin juga merasa tidak bisa untuk berpura-pura pacaran hingga ia hanya bisa diam tanpa menjawab ajakan Valdi.
"diam itu bisa di artikan sebagai setuju" kata Valdi
__ADS_1
"sangat konyol dan tidak masuk akal, kamu kira semua kebohongan gampang apa.! Dan lagi, bagaimana kalau nanti aku benar - benar jatuh cinta sama kamu." kata Li Qin dengan ekspresi wajah sinis nya.
"bukankah itu lebih mudah.?" kata Valdi
"aah.. bukan - bukan, maksud ku yang mungkin akan jatuh cinta lebih dulu adalah kamu bukan aku. kamu jatuh cinta pada ku" kata Li Qin gugup
"iyakah.? kamu sangat percaya diri dokter Li Qin" kata Valdi dan Li Qin mendadak gugup mendengar perkataan Valdi yang semakin mendekatkan wajah nya di bibir Li Qin.
"jangan kepedean kamu, tuduhan mu tidak akan mempan.!" jawab Li Qin dengan buru-buru untuk menutupi ketegangannya di hadapan Valdi.
"Kalau kau diam, kuanggap kau setuju." Ujar Valdi.
"Pfffffft! justru aku sedang bicara pada mu" kata Li Qin
"jika kamu semakin berdebat dengan ku maka aku akan menganggap nya bahwa kamu sangat - sangat setuju" kata Valdi
Li Qin sontak terbatuk - batuk karna keselek ludah nya sendiri saking kaget dengan perkataan Valdi. dengan penuh perhatian Valdi membantu menyeka bibir indah milik Li Qin dan tampaknya Valdi begitu terpesona pada Li Qin. Pemandangan romantis itu kebetulan disaksikan oleh seorang dokter yang tidak lain adalah Santo. Santo sontak pergi lagi tanpa mengeluarkan suara langkah kaki nya biar tidak mengganggu kemesraan Valdi dan Li Qin. Tapi, Li Qin keburu sadar dan jadi malu, ia pun langsung memprotes Valdi untuk menutupi rasa malunya.
Usai dengan acara romantis walau tidak bersentuhan dengan gaya yang mereka ciptakan sendiri, Li Qin berencana untuk kembali ke kamar nya namun ia berhenti di tengah jalan karna menyadari kamar nya telah di isi oleh nyonya Minang dan Laura. orang tua dan saudara perempuan yang ia anggap seperti saudara kandung nya sendiri. tubuh nya juga sejak lahir tidak kuat untuk tidur di lantai ataupun sofa, hal itu bisa membuatnya sakit berminggu - minggu.
BAGAIMANA KISAH SELANJUTNYA.?
BUKANKAH INI TERLIHAT MENARIK.?
IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE❤ YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKE🙏
__ADS_1