
MANA YANG SAKIT
"Baru saja.! baru saja kita mulai bercanda dengan kepolosan yang membuatku kesal😫 namun juga membuatku mulai menaruh hati pada kebodohan yang hakikimu tapi, kamu malah drob" ucap Valr
"sadarlah, katakan pada ku dibagian mana yang sakit tolong buka matamu" sambung Valr
Uang ditabungan mulai dari kedua orang tua, abang, kakak, kakak ipar dan Valensia memang tidak terhingga katakan saja satu ATM mampu menikahkan beberapa orang dengan adat kental Nias yang bisa menghabiskan hingga dua ratus juta
namun, penyakit yang diderita Valensia tidak mampu menyogok virus untuk segera keluar dari tubuhnya, hanya tangan Tuhan dari tahta kemuliaan tertinggi disorgalah yang mampu menyembuhkan dirinya
sampai malam ini keluarga masih setia menunggu Valen untuk sadar tanpa rasa lapar dan haus diotak mereka hanya terisi akan keselamatan Valen hingga dokter kembali memberitahukan kondisi terbaru Valen melalui pengeras suara.
"selamat malam bapak/ibu keluarga kepru Valensia Dohare saat ini kondisi pasien sangat kritis hingga tidak mampu sadar dari tidurnya namun, kami akan berusaha dengan semaksimal mungkin memberikan pelayanan paling terbaik dan pengobatan paling bagus selebih nya kita serahkan pada yang maha kuasa" ucap dr Fiktora
ada kesedihan terpancar diwajah gagah kedua pahlawan dari keluarga Charlie, abang sulung Valensia yang dikenal tegas juga ditakuti oleh kalangan besar karna sistem pemerintahan nya yang tidak pandang bulu dan memandang kejam setiap pelanggaran, tidak akan bisa diajak untuk kompromi juga tidak menerima tamu dirumah untuknya.
menangisi adik bungsu kesayangan nya yang nyaris tidak pernah meminta untuk dibeli satu permen kopiko, baginya kondisi sang adik sekarang ini seperti tidak ada harapan lagi.!
.
.
.
.
keesokan harinya keluarga telah disuruh pulang kerumah sejak semalam tanpa ada perkembangan dari dokter mengenai kondisi Valensia namun..
"uhukk..uhukk..uhukk.." Valensia terbatuk dengan suara lemas yang serak sambil memegangi dadanya yang sesak
"bu kepru alhamdulillah akhirnya sadar juga" kata Ajeng perawat yang bertugas menjaga nya "saya panggilkan dokter dulu ya bu"
segera Ajeng keruangan istrahat yang tersambung dengan ruangan Valen dan tidak lama memudian tiga orang dokter datang menghampiri Valen.
"puji Tuhan akhirnya kamu melewati masa kritis mu kepru" puji dr. Fiktora
dengan segera mereka kembali memeriksa semua tekanan darah, detak jantung, pernafasan dll.
setengah jam berlalu semua hasil pemeriksaan jauh dibawah normal artinya kondisi pasien masih dalam keadaan kritis hanya saja iya bisa membuka mata.
"kepru apa yang kamu rasakan saat ini.?" tanya dr. Fiktora namun Valen hanya bisa menggelengkan kepalanya seakan lidah nya keluh tidak bergerak😔
tidak lama kemudian Valr datang dengan mata layunya mungkin karna kurang tidur dan kelelahan.
"bagaimana kondisinya" suara baryton terdengar datar itu menembus dinding kaca dan mengejutkan orang yang ada didalamnya dengan segera Ajeng memakai pembesar suara untuk memberitahukan bahwa saat ini pasien butuh ketenangan, hal itu sengaja ia lakukan karna tau Valr bukan orang yang bisa dijinakkan..
saat ini Valen tengah menulis diatas secarik kertas tentang apa yang dia alami karna tidak mampu lagi untuk bicara juga nafasnya perlahan normal kembali ia duduk bersandar dan terlihat jelas betapa memprihatinkan kondisi nya saat ini.
"terimakasih dok kalian telah membantu menyelamatkan ku" tulisan pertama Valensia diatas secarik kertas
__ADS_1
"sudah tanggung jawab kami melakukan yang terbaik bu kepru" jawab dokter Dewi
"dok dadaku sangat sakit seperti tertekan tronton, lidah ku keluh sangat sulit bergerak juga bicara.! tenggerokan ku nyeri dan mata ku panas bagaikan terbakar aku sangat tidak nyaman" keluh Valen dan segera dibaca oleh dr. Fiktora
"apa ada lagi keluhan dari bu kepru.?" tanya dr Fiktora
"saya tidak bisa melihat dengan jelas dan seperti melihat bayangan kalian dan itu membuat saya pusing" keluhan Valen dalam suratnya
"sejauh ini kami mengerti dan pasti bu kepru juga paham dengan gejala penyakit yang seperti ini beberapa hasil tes sudah keluar dan semua sesuai dengan penuturan bu kepru" jelas dr. Fiktora
"saya sudah tau dok, saya ikhlas menerima penyakit ini bantu saya untuk berjuang" sambung Valen dalam tulisan nya
mengetahui semua keluhan Valensia dokter akhirnya memberikan tindakan yang lebih termasuk menaikkan paksa imun tubuh yang sudah sangat turun drastis.
semua makanan dan buah-buahan yang disarankan dokter disediakan Valr dan dilahap habis tanpa sisa oleh Valen ia memaksakan diri untuk makan dan minum jus dan air putih hingga susu sekalipun ia sangat tidak nafsu makan.
.
.
.
.
dua hari berlalu kondisi Valen yang tadinya membaik tiba-tiba saja kembali drop.!
diruangan khusus itu kepanikan terjadi terlihat kecemas di wajah ketiga dokter dan perawat yang beberapa hari ini merawat dan menemani Valen..
"bagaimana ini, kenapa mereka terlihat panik" bu Ris ikut menimpali pertanyaan bu Nurs, mereka tidak dapat melihat dari luar karena ranjang Valen dikelilingi oleh dokter dan perawat
"berapa saturasi oksigennya.?" tanya dokter Mala pada perawat yang khusus melihat kelayar monitor
"85% dok.! dibawah 90%" jawab Ajeng
"pasien mengalami kesulitan bernafas, hitung pernafasan nya tiap menit" perintah dokter Mala
"baik dok" sambung ajeng
tung.......
tung.......
tung.......
suara dari layar monitor penanda detak jantung dan pernafasan hingga tekanan darah pasien munurun sangat drastis.
"Valensia... Valensia... kamu mendengar ku.." panggil dr Fiktora
"nona Valensia Dohare, anda mendengar saya.?" sambung dr. Mala
__ADS_1
"dok pernafasan menurun.! 29 kali per menit" sambung Ajeng
"siapkan alat" perintah dr. Glen
"pasien mangalami megap-megap dan merasakan kesesakan" sambung Ajeng
"Valensia... Valensia.. Valensia.." panggil dokter Mala.
sedangkan diluar ruangan air mata sudah berderai dengan suara histeris semua keluarga berkumpul tanpa terkecuali
"Tuhan jangan ambil dia kumohon" kata hati bu Nurs
"selamatkan Valen kumohon padamu, bagaimana ini Valr.! mama sangat menyayanginya😭😭" bu Ris ikut panik hingga memukul-mukul dada Valr
"harus kuat..!!" hanya itu kata yang bisa diucapkan oleh Valr sedangkan tidak ada kata lain yang mampu di ucapkan oleh pak Charlie
didalam ruangan, dr masih mencoba untuk melakukan semua tindakan medis hingga memasangkan semua peralatan pasien ICU
"Valensia.. nona Valensia.. anda mendenger ku.?" tanya dr Glen dan terus menepuk pipi Valen
kondisinya kritis
jari-jarinya mengalami perubahan warna
konjungtivitis pada mata semakin merah
ruam-ruam merah semakin menyebar
sesak yang semakin menghalangi pernafasan nya hingga membuat dadanya naik turun.
"Valensia.. Valensia.. Valensia" panggil dr Mala
tiiiiiiiiiiiiiiiiing........................
tiiiiiiiiiiiiiiiiing........................
tiiiiiiiiiiiiiiiiing.........................
dokteeeeeeeeeeerrrrrrrr........!!!!!
Apa yang terjadi.?
kenapa dengan Valensia.?
apa dia akan berakhir menemui Yal.....!!!!!!!
lalu bagaimana kisah selanjutnya jika benar terjadi.?
😭😭
__ADS_1
simak dan tetap stay.!!
jangan lupa dukung Author cemen ini dengan Vote like komen dan tekan ❤❤❤❤❤