
Kata Moammar Emka, Hidup itu bukan berbicara tentang menunggu badai berlalu, tapi ia mengajari tentang bagaimana belajar menari dalam hujan. begitu juga hal nya dalam asmara.
Ketika kamu jatuh cinta pada seorang wanita ataupun pria maka asmara yang ada dalam hatimu akan bergejolak dengan gelora yang kuat, yang membuat kita terkadang harus berada pada tahap penantian.
penantian yang mungkin membuat mu semakin cinta atau justru membuat mu semakin takut dan berada dalam ke khawatiran atau mungkin akan ada rasa yang bertepuk sebelah tangan, sama seperti yang dirasakan oleh Vini dan Tanaka.
kedua nya memiliki gelora asmara dalam jiwa yang berkobar - kobar dan memang selalu memaksa ke dua nya untuk harus bersabar menunggu pujaan hati, menunggu kapan rencana terbaik datang untuk meluapkan asmara, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan dalam melumpuhkan target.
Hingga hari yang mereka nantikan mulai tiba dimana Vini menyukai saudara kembar Tanaka lalu, Tanaka menyukai Li Qin dan saudara kembar Tanaka menyukai Li Qin.!
Masih di dalam rumah Tanaka dengan perdebatan nya dan Vini.
"ingat.!! ini rumah milik nya dan kamu hanya menempati rumah nya sementara saja jadi, tidak ada alasan bagi mu untuk menolak nya kecuali kamu memindahkan Li Qin sementara waktu agar mereka tidak bertemu.!" kata - kata Vini ini benar - benar membuat Tanaka sadar akan hal yang ia lupakan kalau rumah ini bukan atas nama nya juga tidak diwariskan untuk nya namun, ia kembali lagi berfikir kalau sebenar nya Vini sedang mengkhawatirkan sesuatu.
__ADS_1
"sebenarnya kamu bukan mengkhawatirkan aku melainkan kamu takut Vini, kamu takut akan kenyataan yang sebetul nya dimana orang yang kamu paksa untuk menyukai mu kembali dan bertemu dengan wanita yang benar - benar dia sukai.!" ucap Tanaka yang membuat Vini terdiam.
"tidak.! aku tidak takut akan kenyataan yang sesungguh nya karena, yang sesungguh nya akan terjadi adalah aku tetap ada di hatinya dan tidak akan bisa dirubah." Vini berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia tidak mungkin akan tergeser dan hal yang dia khawatirkan tidak akan terjadi.
"Vini, seperti nya kamu terlalu takut akan tergeser.? aku mau beritau kamu kalau cinta itu bukan soal dia cinta kamu atau tidak.! nama mu ada dihatinya atau tidak.! tapi ini tentang kesiapan nya kamu, seberapa besar bisa ada untuk nya dan bertahan dalam situasi apapun termasuk saat dia tidak bisa menyukai mu setelah mencoba bertahan beberapa tahun. tapi, kurasa cinta yang kamu jalani adalah cinta sebatas balas budi atas kelumpuhan mu" tegas Tanaka pada Vini dan hal itu membuat Vini geram.
"ternyata dia tau semua hal.!" kata Vini dalam hati nya.
dari sisi perdebatan Vini dan Tanaka sangat tampak bahwa jiwa ke kanak - kanakan yang selama ini di tampakkan oleh Vini bukanlah dirinya yang sesungguh nya melainkan ia sedang memasang cangkang pelindung dengan cangkang kanak - kanak untuk menutupi jati diri yang sesungguh nya.
"tenanglah Vini, saudara ku tidak akan menduakan mu.! sekalipun begitu, bukan berarti dia tidak membanding kan antara ringan dan berat. dia juga berhak menimbang kembali wanita mana yang cocok untuk bersanding dengan nya, jadi berikan dia waktu untuk melakukan ke inginan nya sesuai dengan isi pikiran nya jika memang sudah waktu nya untuk bertemu dengan ke dua nya maka bertemulah." Tanaka mencoba memberikan masukan kepada Vini sekalipun ucapan Tanaka sedikit pedas.
"aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.! mereka tidak boleh bertemu" geram Vini.
__ADS_1
"seperti nya sikap asli mu yang buruk itu tidak sanggup lagi untuk bersembunyi" sindir Tanaka lalu ia pergi namun, Vini berteriak sebelum Tanaka pergi.
"tadi kamu melarang keras untuk dia tidak datang kesini karena kamu masih belum berhasil meluluhkan hati nya, apa kamu tidak takut.?
kau yakin dengan keputusan mu.?
kalau aku jadi kau, aku akan sekuat tenaga untuk mengahalangi pertemuan mereka." kata Vini dan ucapan nya itu membuat Tanaka berhenti.
"Aku memang takut kalau penantian ku berakhir sia - sia Vini tapi, aku lebih takut lagi kalau aku menyakiti orang - orang yang ku sukai hanya untuk memenuhi keinginan ku. level ku tidak se'egois itu.! jadi, karena benar aku menyukai nya maka, aku mendukung sepenuh nya tentang apa yang ia sukai, bahkan jika aku harus terluka karena ia memilih laki - laki yang bukan aku sekalipu bagiku itu bukan perkara besar." Tanaka nenegaskan perkataan nya untuk di pahami oleh Vini.
.
.
__ADS_1
.