TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 63


__ADS_3

SAKITMU LUKAKU


Ada duka terselip dalam setiap suka dan tidak ada kesempurnaan yang luar biasa jika tidak melewati setiap sakit dan rintangan karna kekuasaan tidak akan menjamin kebahagiaan kekal, iman juga tidak akan bisa menjamin kita berdiri tegap dalam setiap cobaan.


Tetapi iman yang disertai kepercayaan dan doa adalah pondasi terkuat dalam segala **bencana**.!


Laut memang terbentang luas namun kesabaran tidak selebar lautan.! awan mendung tidak selalu mengambarkan luka, tapi tubuh yang sakit menyebabkan kelemahan..


seperti itulah yang dirasakan Valensia pagi ini kondisi dimana ia seakan berjalan miring tidak mampu membuka mata walau sebentar saja, suhu tubuh yang tidak biasa membuat ia tidak sadarkan diri diruangan nya..


"awooookkk awooooookkk celeha yei mau sarapen apa hee.!" tanya Vantosa yang masuk tanpa mengetuk pintu ruangan kepru..


"________" namun tidak ada jawaban dari nya


"eehhh celehaa capek ya semalam dipergantian tahun😁😁 sampe yei ketiduran dimejong ngapain aje lu.? bobol gawang yei🀣🀣 awowowowokkk" celoteh Vantosa


"_______" yang masih tidak direspon oleh Valen hingga akhirnya Vantosa melihat hal yang tidak biasa dari Valensia yang tertidur menyandarkan kepala dimeja tanpa bergerak padahal sejak tadi Vantosa mengganggu nya..


"hei celeha.!! astogee gak sopen bener ya yei"


"________" Valen tidak kunjung merespon bahkan bergerak, akhirnya Vantosa berniat mencubit Valen


"celehaaa yaooooolo.!!! celehaaa demam.?? yei demam tinggi.?? yaoulllooo celehaa..... pingsan.??? sadar oey.!!"


saat Vantosa menyentuh bahu Valen menggoyang-goyangkan badannya agar bangun ia merasakan suhu badan yang sangat panas menembus baju APD nya hingga secara refleks ia berteriak karna mengetahui Valensia dalam kondisi tidak sadarkan diri.


"kondisi darurat bawa brankar disini.!!" teriak Vantosa dengan panik karna suhu tubuh Valen mencapai


39.9Β° C


dengan cepat Vantosa mengompres Valensia menggunakan kain yang dicelup menggunakan alkohol. saat mendengar ucapan Vantosa yang tidak memakai kalimat banci segera anggota tim berlari membawa brankar menuju ruangan Valen


"ada apa.??" tanya Ayu


"Valen pingsan, suhu tubuhnya sangat tinggi" jawab Vantosa


"ayoo angkat" sambung Tina


"Kk Tina gak usah deh kan lagi hamil pergi aja hari ini mulai cutikan.?" sambung Ani


"baiklah" sebenarnya berat bagi Tina meninggalkan Valen namun kondisi perutnya begitu besar dan tidak memungkinkan untuk menolong Valen.


"kita hitung ya"


"baik bang"


1


2

__ADS_1


3


"hubungi keluarganya segera" sambung Vantosa pada Ayu dan mendorong brankar Valen keruangan VIP untuk mendapatkan pertolongan pertama


"baik kaleng,, eeehh bang🀣" jawab AyuπŸ˜‚πŸ˜


satu jam berlalu Valen belum sadarkan diri entah sejak jam berapa ia pingsan suhu tubuhnya naik turun tidak menentu,


tekanan darah normal,


mulai mera sesak,


mata memerah,


detak jantung melemah,


kuku tangan dan kaki memucat,


terlihat jelas ada yang tidak beres dari semua gejala yang Valen alami namun dokter menyarankan untuk diambil sample darah agar segera dibawa ke LAB agar diperiksa..


semua keluarga Valensia kecuali ponakan datang begitu juga dengan Valr dan orang tuanya panik dan sangat khawatir mereka semua sudah stay dan hanya dapat melihat dari luar tuangan kaca karna mereka tidak di izinkan masuk mendekati pasien.


Vantosa terlihat gusar mondar mandir tidak jelas dengan secarik surat dari Lab ditangan nya


"ada apa.!" suara baryton Valr membuatnya makin kaget tidak tau harus jawab apa


"tidak apa-apa bang, saya permisi dulu" izin Vantosa masuk keruang memberikan hasil LAB kepada dr.


"hueeeeeeekkkkkkkπŸ˜–πŸ˜–......" terdengar suara dari Valen yang memuntahkan semua isi perutnya kali ini cairan bening yang sangat kental dengan susah payah ia muntahkan.


dan terpaksa cairan kental itu disedot dari tenggorokan nya menggunakan alat karna tidak bisa keluar dengan mudah semua alat untuk pasien gawat darurat ditempelkan ditubuhnya..


diluar ruangan semua berdiri menempel didinding kaca melihat dari jauh kondisi Valensia yang terlihat tidak bertulang jelas di wajah nya yang pucat betapa lemah dan tidak berdayanya ia.


"hah..hah..hah.." suara sesak Valensia


"Valensia.. Valensia.."


"Valensia.. Valensia.. kamu mendengar ku.?panggil dokter sambil meneluk-nepuk pipi wanita lemah yang telah dipasangkan semua alat.


diluar ruangan semua perawat sudah stay dan tidak diizinkan masuk ruangan jika suhu badan tidak normal.! dan harus memakai APD lengkap.! yang semakin menambah kepanikan dari keluarga hingga akhirnya keluarlah murka siap grak.


"Jelaskan kondisi seperti apa yang sedang dialami pasien.!!" bentak Valr hingga mencengkram kuat kerah baju perawat wanita yang sedang hamil tua


"nak sabar nak.! dia seorang wanita" tegur bu Ris yang paham akan emosi anak nya


"aahhkkkkkkkk.!!!!!!" geram Valr hingga mengacak-acak rambutnya


"maaf pak/buk, ada baiknya hal ini langsung dijelaskan oleh dokter saja" perawat bernama Tina itu dengan gemetaran menghadapi Valr

__ADS_1


"kenapa bukan kau saja.!! hah.!!" bentak Valr pada Tina yang juga sahabat kecil Valensia


"maaf pak, saya hanya perawat biasa yang tidak memiliki wewenang untuk menyimpulkan panyakit pasien" jawab Tina yang mulai ketakutan dan gemetaran mendengar ucapan es balokk


"tolong lakukan yang terbaik sampaikan pada dokter" sambung bu Nur dengan mata yang berlaca-kaca karna melihat kondisi Valen kembali drop.


detak jantungnya dibawah normal dan nafas yang tersengal-sengal, seketika ujung kaki dan tangan nya dingin bagaikan es seluruh tubuhnya panas bagaikan kobaran api hingga membuatnya hampir meledak


satu dokter menjauh dari Valensia menggunakan pembesar suara berbicara pada keluarga Valensia yang terlihat sudah sangat tidak sabar dan hanya didengar oleh orang yang ada diruangan itu


"selamat pagi bapak/ibu keluarga bu kepru Valensia Dohare setelah mengecek sample darah berkali-kali di LAB ditambah dengan kondisi dan gejala yang timbul ditubuh pasien kami menemukan ada virus berbahaya yang sudah menyebar disertai dengan ruam-ruam merah dikulit dan setelah kami cek ulang hasilnya positif.! Pasien atas nama Valensia Dohare kami nyatakan positif terpapar virus dengan gejala baru, hasil ini tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun termasuk kami" tegas dokter Fiktora


seketika kaki kedua orang tua Valensia lemas terduduk dilantai dengan air mata.!! tidak terkecuali Valr yang juga kaget mendengar penuturan dokter ia tertunduk memeluk kepalanya entah apa yang ada dipikirannya sekarang hanya dialah yang tau..


"ba_ba_bagaiman_a_a bisa begitu dok😭😭" tanya bu Nurs dengan sesegukan nya karna sejak tadi air matanya mengalir deras tanpa izin pemiliknya


"bagaimana mungkin bisa terjadi dia wanita yang selalu menjaga stamina dan kebugaran tubuhnya" protes pak Charlie


"maaf pak/bu tapi hasil nya dinyatakan positif mohon bersabar dan juga seluruh keluarga dilarang keras.!! datang, mengunjungi pasien dengan alasan apapun.!! juga bagi seluruh rekan yang sudah terkontaminasi dengan pasien kami harap agar segera menjalankan beberapa tes hari ini juga.! mari bekerjasama memutuskan mata rantai penyebaran virus ini" tekan dokter dengan nada memerintahkan


saat itu juga dengan kekacauan seluruh keluarga di cek dan hasilnya negatif..


"baru saja.! baru saja kita mulai bercanda dengan kepolosan yang membuatku kesal😫 namun juga membuatku membuka hati pada mu.!!"


apa yang akan terjadi.?????


apa Valensia akan pergi dengan segala kepolosan yang hakikinya.??


ataukah ini jalan satu-satunya untuk membuat Valr menjadi bucin.??


apa keluarganya akan menyalahkan Valr.??


pasalnya kemarin mereka jalan hingga larut malam..


tetap stay jika penasaranπŸ˜‰πŸ˜‰


Selamat malam reader😊


saya minta maaf karna semalam belum bisa upπŸ˜”πŸ˜”


saya sangat menyesal telah mengecewakan kalian semua, sungguh maaf kan sayaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


karna ada pekerjaan yang tidak bisa saya hindari di dunia real dan itu membuat saya harus memilih untuk tidak up..


saya tau kalian kecewaπŸ˜”πŸ˜”β˜Ή


hingga membeludaknya PC dan benar belum saya respon satu/satu.!!


karna itu sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnyaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


apalah saya yakan.......😍😍😍😍😍😍😍😍😍


__ADS_2