TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
TIDAK BISA DIJELASKAN 192


__ADS_3

INGAT YA.!


👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.


👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.


👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!


"kata Tanaka cinta tapi, kenapa dia dengan wanita itu.! kenapa juga dulu aku berbelas kasih untuk menyembuhkan Vini kalau pada akhirnya kaki dan tangan ia gunakan untuk bercinta bahkan dengan suara besar seperti itu astaga.! apa dia sedang memanggil orang lain yang dirumah ini untuk membantunya bercinta.?" kata Alana dalam kamar sendirian.


Ada rasa yang tidak bisa dijelaskan oleh Alana kenapa dia selalu terusik dengan Vini setiap kali dekat dengan Tanaka sedangkan jika mereka beradu kemesraan didepan Alanapun, tidak akan ada rasa cemburu sama sekali hanya saja rasa yang terkadang risih melihat Vini dekat dengan Tanaka itu terlalu mengusik karena sampai detik ini Alana masih setia dengan perasaan nya pada Valdi adik kembar Tanaka.


"ck.. dasar buaya.! dimana - mana laki - laki itu buaya, bilang cinta sana sini. entah kenapa dulu Tanaka bilang cinta keaku, untung saja aku tidak menjawab apa - apa" kata Alana lagi sambil mengingat ketika Tanaka mengungkapkan cinta padanya beberapa tahun yang lalu.


Flasback On


"Alana.?" panggil Tanaka


"ya.?" jawab Alana


"apa yang sedang kamu pikirkan.?" tanya Tanaka


"aku hanya berfikir bagaimana bisa memenangkan hati seseorang yang tidak bisa menerima keberadaan kita" jawab Alana sambil termenung


"lakukan saja yang terbaik dan setulus mungkin jika gagal maka coba lagi, upaya tidak akan pernah menyia - nyiakan hasil seperti kata mu" jawab Tanaka


"tentu, itu yang utama harus dikerjakan" jawab Alana tanpa menoleh


"Alana, jika aku boleh bertanya pada mu tentang satu hal" kata Tanaka sedikit ragu


"apa itu.?" tanya Alana masih dengan pikirannya sendiri


"tapi, aku ragu apakah ini waktu yang tepat untuk mengatakan nya atau justru sebalik nya." kata Valdi


"katakan lah selagi ada waktu dan kesempatan namun, tanyakan dulu hati mu apa pertanyaan mu sudah pasti" jawab Alana membuat Tanaka kembali berfikir


"aku tidak pernah ragu dengan apa yang akan ku tanyakan, aku hanya ragu dengan apa yang akan segera kamu ketahui" kata Tanaka


"aku tidak akan takut dengan pertanyaan mu yang akan segera ku ketahui Tanaka" kata Alana seakan mulai tau apa yang akan di katakan oleh Tanaka pada nya.


"Alana, mungkin ini terlalu terburu - buru untuk mengatakan nya pada mu. tapi, aku tidak mau berada dalam perasaan bimbang terus menerus yang terkadang saat mengingat mu dari jauh ada rasa takut juga khawatir. apakah kamu baik - baik saja, apakah hati mu masih belum mencintai orang lain dan apakah kamu masih sendiri." kata Tanaka, akhirnya Alana sadar pembahasan Tanaka sepertinya bukan tong kosong dan ia berusaha menjadi pendengar yang setia.


"sampai saat kamu di utus kesini, aku melihat mu berdiri dengan utuh dalam keadaan yang sehat juga tidak ada cincin yang melingkar dijari manis mu. saat itu aku merasa menang dan berkata dalam hati bahwa Tuhan berpihak pada ku hanya saja aku ragu saat pertama bertemu kamu tidak mengenali siapa aku" kata Tanaka berterus terang lagi dan Alana masih setia mendengarkan

__ADS_1


"lanjutkanlah aku akan setia mendengarkan mu" kata Alana


"tapi, itu bukan masalah ketika kamu tidak mengingat siapa aku karna yang terpenting adalah rasa ku pada mu itu pasti dan aku tidak melihat orang yang salah hingga. aku mendapatkan kabar bahwa kamu akan tinggal seatap di rumah ku, sungguh saat itu aku semakin merasa benar kamu jodoh kiriman Tuhan" sambung Tanaka.


"itu sebuah kebetulan Tanaka" jawab Alana dengan senyuman dan suara lembut.


"kebetulan jodoh kah.?" tanya Tanaka


"kita kebetulan bertemu" jawab Alana singkat


"Alana, aku sendiri ingin bertanya pada mu tolong jawab dengan sungguh - sungguh apa aku bisa mendapatkan satu tempat di hati mu.?


apa, maukah kamu menjadi kekasih ku dan bisakah kamu memberikan aku satu kesempatan untuk mencoba menjadi payung pelindung mu di kala hujan maupun terik.?


apa, aku layak untuk berdiri di samping mu untuk melengkapi kekurangan ku.?" tanya Tanaka pada Alana dengan nada yang sangat lembut.


Alana menatap ke dua bola mata Tanaka berusaha mencari satu kelemahan yang mungkin bisa menjadi alasan baginya untuk menolak. tapi, justru yang di dapatkan oleh Alana adalah bola mata yang penuh dengan harapan kesetiaan dan juga di selimuti ketulusan dan tidak ada satupun dari lingkaran mata Tanaka yang membuktikan bahwa ia sedang berpura - pura memeran kan drama.!


Flashback Off


"huff.." kata Alana sambil merebahkan kasar tubuhnya diatas ranjang yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk dua orang.


ceklek.. pintu tiba - tiba terbuka dan seorang wanita cantik masuk kekamar Alana.


"waaah.. habis kuda - kudaan kamu langsung bisa berkeliling kamar.? daebak.." kata Alana


"apa itu pujian.?" kata Vini dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang Alana dan hal itu selalu ia lakukan setelah menggoda Tanaka didepan Alana dan dia benar - benar tidak kenal malu sama sekali.


"ckk, kamu ini.! mandi sana, ranjangku ini masih suci dan kamu mengotorinya dengan bau mesummu itu" sindir Alana namun hal itu tidak dihiraukan oleh Vini.


"makanya kamu harus dapat jodoh kak, biar tidak menonton saja. umurmu sudah cukup matang untuk menikah dan bermain kuda - kudaan" kata Vini dengan polos


"otakmu kuda - kudaan, mesum" ketus Alana yang langsung menarik paksa Vini agar segera mandi membersihkan diri karna difikirnya Vini telah melalukan hubungan intim seperti suami istri


"aaoooo, aku gak mau mandi" teriak Vini dan hal itu membuat Alana semakin menarikknya hingga sampai didalam kamar mandi dengan cepat ia menyiram Vini hingga mau tidak mau Vini harus mandi


"aaaahh, kak ALANAAAAAAAAAAAAA" teriak Vini dari kamar mandi dan direspon dengan tertawa oleh Alana yang sudah berada diluar kamar


"hahahahaha, mampus" kata Alana


"kamu apakan dia" suara bariton membuat Alana kaget bukan main, ternyata itu suara dari Tanaka


"aku sedang membantu Vini untuk mandi, agar dia tidak membawa bau keintiman kalian diatas ranjang suciku" kata Alana dan langsung pergi melewati Tanaka, sedangkan Tanaka bingung dengan ucapan Alana

__ADS_1


"bau keintiman.? ranjang suci.? apa maksudnya" kata Tanaka bingung


Dikamar mandi,


"ckk, wanita yang tidak tau pada siapa ia mencintai ini bisa - bisanya membuatku berakhir dikamar mandi seperti ini di tengah malam.! kalau begini ini namanya satu - satu bukan satu kosong lagi" ketus Vini yang sudah selesai mandi dan seketika ia kembali punya cara untuk mempermainkan Alana lagi


ceklekk.. suara pintu kamar Alana terbuka dan Vini keluar dari dalam dengan piyama seksi yang transparan miliknya, melihat itu Alana hanya tidak habis pikir kelakuan Vini.


"anak ini, bisa - bisanya setelah main dan menderita kesakitan kamu masih sanggup menggoda dengan pakaian seperti itu" kata Alana dan Tanakapun yang melihat Vini hanya geleng - geleng kepala.


"kak aku dingin" kata Vini dengan manja pada Tanaka


"ya Tuhan, aku merinding sungguh" kata Alana yang benar saja seluruh bulu ditangannya berdiri


"makanya jangan jomblo terus" kata Vini yang mendekati Tanaka hampir ingin menujukkan adegan pelukan dengan Tanaka tapi, Alana sudah keburu lari dari ruangan keluarga padahal tujuan awalnya menonton tv bukan kemesraan.


"aku kabur dulu" kata Alana dan sudah menutup pintu kamarnya


"kamu mau sampai kapan seperti anak kecil.?" tanya Tanaka


"ckk," jawab Vini dan Tanaka lalu mengambil ponselnya yang diletakkan didalam saku celana, ia kemudian menelpon seseorang


"kakak, mau menelpon siapa.?" tanya Vini dan Tanaka tidak menjawab


"halllo.?" terdengar suara pria dari seberang telepon setelah tersambung


"hm" jawab laki - laki itu


"aku sudah capek mengurus wanitamu ini, jika kau mau dia selamat maka segera utus anggotamu untuk menjemputnya besok" kata Tanaka dengan serius dan melirik Vini sedangkan Vini kaget bukan main


"jaga saja dia disana, kuberitau padamu kalau wanitaku itu masih disegel. jika saat aku kembali segelnya terbuka maka kau yang akan kubereskan" ancam laki - laki yang tidak diketahui siapa


"entah kenapa aku harus menjaga sicunguk ini" ketus Tanaka dan langsung mematikan telepon sepihak


"hahahahaha" tawa Vini pecah bukan main dan Tanakapun tersenyum sekilas, sepertinya ancaman untuk menakuti Vini tidak berhasil seperti dugaan


lalu.?


siapa laki - laki yang ditelpon oleh Tanaka untuk menjemput Vini.?


Hallo pembaca novel kesayanganku😘😘


Masih bingung bukan.?

__ADS_1


saya paham itu jadi tolong kasih saya waktu agar bisa Up banyak, saya rasa dengan Up banyak akan membantu mengurangi kebingungan dan alur yang terlupakan.


__ADS_2