
INGAT YA.!
👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.
👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.
👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!
"lalu kamu mau yang seperti apa.?" tanya Tanaka lembut
"aku mau seperti ini saja" kata Vini sambil menuangkan minumannya di gelas
"yaampun.. lama - lama telingaku didewasakan oleh suara ******* Vini, sebetulnya se'enak apa mereka didalam.?" kata Alana penasaran tapi hal itu tidak berani ia terobos langsung hingga akhirnya ia memilih untuk kembali kekamarnya dan melupakan tujuan utama untuk melihat kondisi Tanaka.
Sudah lama setelah Li Qin dihantui oleh suara - suara gila dari Vini di dalam kamar Tanaka, suara itu yang selalu terulang kembali setiap kali Li Qin berjalan melewati kamar Tanaka dan kini sudah membuat kebal telinga Li Qin.
hari demi hari dilewati oleh seluruh penghuni planet Bumi dengan pekerjaan dan kesibukan masing - masing, kedekatan antara Li Qin juga Tanaka semakin dipenuhi dengan kesalah pahaman karena ada nya Vini.
__ADS_1
dan progres untuk Tanaka memperjuangkan hati Li Qin semakin jauh dan semakin susah untuk di gapai, bahkan jarak keduanya tidak lagi bisa dinilai ada something.
.
.
.
"Li Qin, aku mau bicara sebentar saja" panggil Tanaka dari luar pintu kamar Li Qin.
"aku mengantuk sekali, ada apa.? " jawab Li Qin dari dalam kamar yang enggan membukakan pintu bagi Tanaka.
Lama Tanaka berdiri di depan pintu menunggu Li Qin membuka pintunya dan kira beberapa menit akhirnya dengan berat hati ia bangkit dari tempat tidurnya untuk membuka pintu pada Tanaka.
"ada apa.? sangat tidak baik mengunjungi perempuan ditengah malam" kata Li Qin sambil melihat jarum jam di dinding menunjukkan sudah pukul 00:00 wib.
"Li Qin, apa aku ini orang asing untuk mu.? " tanya Tanaka
__ADS_1
"tentu saja kamu adalah penolong kami" jawab Li Qin santai
"boleh aku masuk ke dalam.? " tanya Tanaka
"tentu saja, silahkan masuk" Li Qin akhirnya memperbolehkan Tanaka masuk dan kembali mengunci pintu kamarnya, ia juga enggan jika penghuni rumah lainnya mengetahui kedatangan Tanaka kedalam kamarnya di tengah malam.
Tanaka yang merasa sudah menyimpan amarah, rindu, kecewa, kesal sejak lama memancarkan ekspresi yang sulit digambarkan oleh Li Qin. hingga ia memutuskan untuk mendiami Tanaka dan membiarkan Tanaka saja yang memulai percakapan nya.
"Li Qin, kenapa kamu seperti sedang menjalankan misi untuk menjauhi ku.? " tanya Tanaka dengan sorot mata yang dingin
"aku biasa saja dan tidak sedang menjauhi siapa - siapa" kata Li Qin dengan jujur, karena memang dirinya tidak sedang menjalankan sebuah misi untuk menjauhi Tanaka seperti yang baru saja di ucapkan oleh Tanaka.
"lalu kenapa aku merasa kamu sedang menjauhiku dan hampir berhasil.? " kata Tanaka lagi.
"kamu jangan terlalu menilai dengan berlebihan" jawab Li Qin sambil duduk di sofa mini yang ada dalam kamarnya.
sedangkan Tanaka sekarang sudah duduk dipinggir ranjang Li Qin dan berhadapan tepat dikursi yang Li Qin duduki, ia menatap Li Qin dengan lekat seolah mencari penyebab ia bersikap acuh tak acuh begini.
__ADS_1
"apa kamu sengaja menyiksaku terlalu lama.? hanya karena kamu menantikan kembaran ku untuk menjumpai mu dan kemudian kalian memulai kisah cinta yang lama tidak tercapai.? " kata Tanaka dengan nada emosi