
RINDU AYAHKU YANG JAUH
Ada rindu yang tidak pernah habis, ada ingatan yang tidak pernah memudar, ada sosok yang tidak akan lekang oleh waktu ada peluk yang bisa menenangkan yaitu rindu untuk sosok seorang ayah😊 ia adalah cinta pertamamu dan aku yang pertama sekali memeluk kita saat membuka mata, cintanya begitu tulus dan murni.
ia memiliki peranan utama yang sangat penting dalam sebuah keluarga, dituntut menjadi sosok bodyguard yang dapat menjaga, merangkul, melindungi istri dan anak-anaknya, menjadi tulang punggung, memastikan seluruh anggota keluarga makan dengan layak dan cukup hari ini. serta rela berkorban demi kebahagiaan keluarga. Bahkan, mereka harus rela terpisah dengan anak istrinya yang tidak mau jauh dari nya demi mencari nafkah ditempat rantau.
"oaaaaaaakk .. oaaaaaaakk"
Sore ini ke dua baby boy terus saja menangis tiada henti. hingga, kedua babysitter kewalahan termasuk Valen, Vano, Ita dan mbok Inem yang bergantian menenangkan baby boy
"apa dia sakit perut.?" tanya Vano mulai geram dan menancapkan tatapan membunuh pada kedua babysitter yang mengasuh baby boy yaitu Loren dan Sofia.
"maaf tuan. tadi, baby boy sangat tenang dan nyaman setelah minum susu dan kami kasih vitamin seperti biasa hingga tidur sangat lelap tapi, tiba - tiba saja setelah nyonya Valen mencium keduanya baby boy terbangun dan tidak henti - hentinya menangis" jelas Loren yang juga babysitter dari babby boy bungsu
"apa mbak Valen dalam suasana hati yang tidak tenang.? sedang bersedih.?" tanya Loren dengan lembut
"saya hanya teringat orang tua dikampung sus" jawab Valen mengulas senyum dan dimatanya dipenuhi dengan kerinduan yang sangat besar
"pantes" jawab Ita ketus
"pantes kenapa.?" tanya Vano bingung
"baby bisa merasakan ketidak nyamanan ketika salah satu orang tuanya sedang bersedih tuan dan juga kadang jika, sesuatu hal terjadi pada kedua orang tuanya baby menunjukkan sikap rewel yang tidak ada cara untuk menenangkan nya" jelas Loren
"benar mbak Valen, apa tidak sebaiknya mbak tenangin diri dan pikiran dulu.? kasihan baby boy sudah satu jam menangis terus" tegur mbok Inem
"oooooookkk ... ooaaaaaaaaak .." tangisan baby boy semakin pecah dan menjadi - jadi. terlihat jelas rahang Vano mengeras karna geram dan menatap Valen dengan sorot matanya yang susah diartikan seakan ingin memerintahkan agar ia bisa menenangkan baby nya.
Ya .. sejak baby gemeli lahir dan dibawa pulang kerumah. Vanolah yang paling tidak bisa mendengar suara baby menangis, ia merasa ibah setiap kali keponakannya itu menangis hingga Sofia menjadi sasaran amukannya karna, baby boy yang diasuh oleh Sofia selalu menangis meskipun dalam keadaan segar. harus butuh kesabaran ekstrim bagi pengasuh baby boy dan beruntung jiwa keibuan dan kelembutan dimiliki Sofia.
"Suster Sofia dan Loren tolong bawa baby boy di kamar ku" ucap Valen yang segera masuk kedalam kamar disusul oleh babysitter dan baby boy sedangkan yang lain bubar ditempat.
"tidurkan mereka diranjang sus dan tolong nyalakan AC sesuai dengan suhu yang cocok untuk baby" ucap Valen
"baik nyonya" ucap Loren
"sus, tolong jangan panggil saya nyonya, sebut nama saja" ucap Valen
"maaf nyonya, sangat tidak sopan jika, seorang majikan kami sebut namanya. itu poin penting bagi kami" ucap Loren yang diangguki oleh Sofia
"baiklah, terserah kalian saja" jawab Valen pasrah
"oooaaaaaaaak ... oooaaaaaaaakkkkkkk .." tangis baby boy semakin menggema diruang kedap suara dalam kamar Valen.
"hallo sayang - sayangg ku" ucap Valen sambil menepuk - nepuk paha kedua baby boy nya
"oaaaaaaaa .. oooaaaaaaaaak"
"apa kalian kangen papa.? sama, mama juga sedang kangen dengan orang tua mama dan dia adalah kakek mu yang tinggal di Nias tanah kelahiran mama" ucap Valen dengan sendu
"oaaaaaaaa ... ooommm ... aammm" perlahan baby boy mulai menurunkan volume tangisnya
"maukah kalian bekerja sama dengan mama untuk bernyanyi melepaskan kerinduan kepada papa dan kakek .? agar kita segera bertemu dengan keduanya tapi, berjanjilah lebih dulu sayang setelah ini kalian tenang" ucap Valen dan baby boy mulai diam mendengarkan ucapan yang belum tentu mereka pahami.
Valen menyalakan ponsel serta speakernya dan memutar lagu dengan menggenggam mic ia bernyanyi dan sesekali menyentuh baby boy nya.
🎶
Teringat masa kecilku
__ADS_1
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buat 'ku melambung di sisimu
Terngiang hangat napas segar
Harum tubuhmu
Kau tuturkan segala
Mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau ingin 'ku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu, jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu
Jatuh dan terinjak
Tuhan, tolonglah
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
'Ku terus berjanji
Takkan khianati pintanya
Ayah, dengarlah
Betapa sesungguhnya 'ku mencintaimu
Kumampu penuhi maumu
Andaikan detik itu
'Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku, membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
'Tuk wujudkan segala
Sesuatu yang pernah terlewati
Tuhan, tolonglah
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
'Ku terus berjanji
__ADS_1
Takkan khianati pintanya
Ayah, dengarlah
Betapa sesungguhnya 'ku mencintaimu
Kumampu penuhi maumu
🎶
HALLO READER😊
tidakkah kalian rindu dengan sosok pahlawan yang kuat didepan kita namun, menyimpan banyak kesakitan dan lelah yang tiada henti dihati dan seluruh tubuhnya, serta merasakan sakit disetiap persendiannya.? jika, IYA.!! bagi yang masih memiliki sosok tangguh disisinya. maka, belum terlambat untuk memberikan yang terbaik bagi sang AYAH😊
"Wah .. wah .. wah .. suara mu begitu merdu nyonya" puji Sofia
"ech .. suster Sofia, terimakasih" sambung Valen
"lagi kangen orang tua ya" sambung Sofia
"iya nih sus😊 sudah satu tahun lebih tidak bertemu dan bertegur sapa dengan orang tua, terutama papa" sambung Valen dan kini kedua baby boy tertidur lelap.
"akhirnya mereka tidur dengan lelap" ucap Loren
"Ayah itu sosok yang selalu membuatku merasa semua hal akan baik-baik saja. Sosok yang selalu menenangkan hati." sambung Sofia
"benar sus, juga tidak ada nasihat yang menjamin dan melegakan selain nasihat ayah." ucap Loren
"dulu Ayahku adalah sosok yang selalu mengajarkan kami dalam keluarga untuk tegar menjalani hidup ini, mengajarkan kami untuk selalu sabar, dan juga mengajarkan kami untuk menghargai apa yang saat ini kami miliki, memerintahkan kami mencintai diri sendiri dan mengingatkan kami untuk mempertahankan apa yang sudah kami capai." sambung Sofia dengan tetesan air matanya
"entah kenapa hari ini aku begitu merindukan rumah dan kamar yang membuatku ingin segera pulang untuk menjumpai mereka dan tidur dikamarku. Aku tiba - tiba saja rindu pelukan yang selalu aku nantikan." tutur Valen bersamaan dengan air matanya
"Nyonya saya mengerti perasaan mu dan semua anak pasti merindukan sosok laki-laki yang sangat tampan tiada banding didunia ini, sosok yang tidak akan pernah menyakiti hati anak perempuannya" sambung Loren
"benar dia tidak akan menyakiti hati, karna itulah ia menjadi cinta pertama ku dan cinta pertama bagi anak perempuan lainnya." sambung Sofia yang kini mereka larut dalam ingatan dan kedihan serta kerinduan pada sosok ayah.
"Apa kalian sedang merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan saat ini.?" tanya Valen pada kedua babysitter.
"tentu nyonya😊 ayahku sudah lama tiada dan kami berjuang sendiri untuk memenuhi kehidupan kami dan jauh sebelum ayah pergi, ibuku sudah lebih dulu pergi meninggalkan kami karna kecelakaan pesawat" ucap Sofia dengan air mata yang tidak dapat dibendung lagi
"maaf sus, saya tidak bermaksud melukai hatimu" ucap Valen penuh rasa bersalah
"tidak apa - apa nyonya, yang pergi biarkanlah pergi dan tidak kembali😊 kita yang bertahan yang harus berjuang" ucap Sofia menguatkan diri.
"saya, tidak tau harus bilang apa soalnya setiap seminggu sekali saya pergie jumpai kedua orang tua" ucap Loren dengan senyum dan haru
"pasti sakit jika, berada diposisimu suster Sofia" ucap Loren yang diangguki oleh Valen dan Sofia
"iya tentu sangat sakit suster Loren. dulu aku sering mengucapkan satu kata HANCUR di keseharianku tapi, aku menyebutnya dengan sangat mudah dan ternyata Aku baru mengerti kata hancur yang sesungguhnya dimulai dari kepergian ibuku hingga kini tubuhnya belum ditemukan dan berlanjut kepergian ayahku yang sangat mendadak saat aku wisuda dan rasanya begitu menghancurkan" ucap Sofia yang sudah sesegukan
"menangislah sekuat tenagamu suster Sofia dan bergembiralah yang lama" ucap Valen
Ketiga wanita yang cantik ini larut dalam sekedihannya masing - masing hingga saling menguatkan satu sama lain.
DUA BULAN KEMUDIAN
tap .. tap .. tap ..
suara langkah kaki dan sepatu terdengar ditengah malam yang gelap disertai lampu yang padam secara tiba - tiba dan Vano sudah pergi bertugas hanya ada asisten rumah tangga dan baby sitter serta Valen dan babh gemelinya
__ADS_1
Hai Reader😊
Maaf saya baru Up, beberapa waktu ini saya kehilangan sosok berharga😊 yang membuat saya kehilangan ide.