TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 142


__ADS_3

...TAKDIR HIDUP...


"Benar, semua rasa sakit yang selama ini papa alami kini sudah berakhir dan sembuh, ia pergi dengan damai dan pamit. Tuhan lebih menyayangi papa dari pada kita semua yang di sini. Tuhan lebih mampu untuk merawat papa setiap hari nya dibanding dengan kita, Selamat jalan pa, semoga kamu tenang di surga sana. doa terbaik akan selalu ku panjatkan pada Tuhan agar engkau bahagia disisinya. sekarang aku hanya bisa mengenang dan mendoakan mu. Selamat jalan papa orang pertama yang mencium ku" ucap Valr membathin dan tenggelam dengan pemikirannya sendiri.


SATU BULAN KEMUDIAN


Vano, Ita dan mbok Inem sejak seminggu setelah acara pemakaman pak Hul, mereka kembali ke Lombok sedangkan Valr dan Valen masih berada di Nias bersama keluarga Valen mereka kadang tidur bergantian atau terpisah untuk melepaskan rasa kangen bersama keluarga Valen dengan orang tuanya sedangkan Valdi kesehariannya adalah membersihkan dedaunan kering yang jatuh disekitaran kuburan Alm. Pak Hul dan Yal.


"kapan kalian kembali ke Lombok.?" tanya pak Charlie pada Valr dan Valen


"Dua hari lagi pa dan mungkin aku tidak akan diberi cuti lagi" ucap Valr


"jika ini pertemuan terakhir kita papa dan mama berharap agar kalian bahagia dan penuh dengan tawa, jangan menangis ketika mendengar kabar bahwa kami sudah tiada. lanjutkan kehidupan kalian dan berjuanglah. papa berterimakasih pada mu Valen untuk semua perhatian dan biaya yang sudah kamu khususkan untuk papa dan mama semasih gadis. kami bangga pada mu" ucap pak Charlie yang entah kenapa belakangan ini hatinya selalu memaksa nya untuk pamit dengan seluruh keluarga besar dan begitu juga dengan bu Nurs ia merasakan hal yang sama dengan pak Charlie


"pa, tidak baik bicara seperti itu" ucap Valen yang langsung menangis histeris memeluk papa dan mama nya.


"Nak, jika hari kemarin cuaca selalu mendung dan mendatangkan sebuah hujan, kamu harus percaya bahwa di esok hari Tuhan selalu menjanjikan sebuah kesuburan dan kebahagiaan di atas tanah yang dihujani-Nya dan pelangi dilangit yang indah maka apapun itu bersabarlah menghadapi segala bentuk perpisahan di Dunia ini. karna bagi orang yang sedang diberikan cobaan oleh-Nya janganlah membuat hujan tangis yang deras. Sebab Tuhan akan segera memberikan sebuah kebahagiaan untukmu di sana". ucap pak Charlie memeluk Valensia


"hiks .. hiks .. hiks .." Valen hanya bisa menangiss dan berlutut didepan orang tuanya


"sudah sangat lama nak, begitu lama. papa hanya merindukan mu yang saat ini, selama ini papa hanya menghitung hari - hari setelah pernikahan mu. bertanya kapan kamu ada waktu untuk main kerumah dimana kamu dibesarkan, papa merindukan mu berada dalam pelukan papa. kamu anak gadis papa yang bungsu dengan segala jiwa pendiam yang papa tidak bisa mengerti" ucap pak Charlie yang juga menangis memeluk Valen


"maafkan Valen pa, maaf kan Valen ma, Valen bersalah. hikss .. hiks .. hiks .." ucap Valen dengan sangat sedih

__ADS_1


"papa sudah jauh lebih dulu memaafkan kalian semua" ucap pak Charlie


"Valen, ingat pelajaran waktu kamu kecil bahwa sebuah kelahiran adalah kehendak Tuhan dan bukan sebuah kehendak kita. begitu juga dengan Kematian hal itu bukanlah kehendak dan pilihan kita. Namun, kehidupan kita adalah sebuah pilihan kita sendiri. karna itu teruslah hidup ditanah rantau demi anak dan keluarga mu dan jangan lupakan kampung halaman mu" ucap bu Nurs pada Valen dan di angguki oleh Valen


"Mama dan papa pasti diberi umur panjang" ucap Valen dengan sesegukan


"ingat ketika kami pergi jangan bersedih karna kami akan lebih bahagia ketika melihat kalian anak - anak papa dan mama bersukaria, melepaskan dan mengihklaskan kepergian kami dari pada harus bersedih. saat waktunya tiba papa dan mama hanya bisa berdoa agar kalian semua anak dan cucu serta cicit papa dan mama diberikan umur panjang dan kesehatan" ucap pak Charlie


"kami akan bahagia di atas sana jika melihat kalian baik dan tidak bertengkar apa lagi bercerai" ucap bu Nurs


"pasti ma" ucap Valr


"ingat ini untuk hidup jangan kejar kemewahan dan tahta karna, bukan kemewahan yang akan membuatmu bahagia. Tapi, kesederhanaan yang akan membuatmu tampak istimewa dan berarti. Kebahagiaan juga bukan tujuan hidup satu - satunya di muka Bumi ini, melainkan sesuatu yang didapatkan dari menjalani hidup dengan baik. ia akan sangat dan benar-benar terasa jika dibagikan dengan orang lain jadi, hiduplah dengan berbagi jika kebutuhan mu sudah lebih dari yang kamu perlukan ucap bu Nurs pada menantu dan anak serta cucunya Valdi.


"ingat ***, Kebahagiaan tidak ada pada benda yang kamu miliki nanti melainkan ia ada di dalam diri mu. maka jadilah dirimu sendiri untuk bahagia dengan aura mu yang asli" sambung bu Nurs dan diangguki oleh Valdi


"siap opa, amanah dan nasehat oma dan apa pasti Valdi akan ingat juga lakukan" ucap Valdi.


.


.


.

__ADS_1


Valr dan Valen pergi mereka semua bersiap - siap mengemasi barang mereka untuk kembali ke Lombok. esok paginya mereka berpamitan pada keluarga besar Valen dengan penuh haru serasa berat untuk melepaskan putri bungsunya kembali ke Lombok, pak Charlie dan bu Nurs memeluk serta menggenggam erat tubuh dan tangan Valen. dan mereka segera menuju bandara untuk terbang ke Lombok.


Dua hari setelah tiba di Lombok, terdengar kabar duka bahwa pak Charlie tutup usia dan bu Nurs dirawat di ruang ICU karna jantungan melihat kenyataan bahwa suaminya meninggal Dunia. Valen yang mendengar hal itu langsung syock dan drop bukan main hingga tidak sadarkan diri di Rumah Sakit. dan juga mustahil bagi mereka untuk pulang kembali ke Nias lagi karna jadwal cuti yang melewati batas hingga akhirnya hanya Valdi utusan yang bisa untuk kembali ke NIAS.


Namun, nasib dan takdir berkata lain. menyedihkannya begitu Valdi sampai di Nias tepatnya di Rumah sakit iya harus menelan pil pahit bahwa oma kesayangan nya juga tutup usia di Rumah Sakit tepat saat ia memeluk bu Nurs.


"Oma, aku pulang melihat mu. apa kabar mu.?" ucap Valdi dengan sesegukannya karna menangis melihat bu Nurs tergeletak tidak berdaya di atas ranjang pasien dengan banyak aat bantu di ruang ICU.


"Oma, sudah waktunya untuk pergi mempertanggung jawabkan apa yang sudah oma lakukan selama hidup di Dunia ini. kamu jaga momy dan jangan membuatnya bersedih dan menangisi perbuatan mu yang melukai hatinya" ucap bu Nurs pada Valdi dengan nafas yang perlahan mulai hilang dan tiba - tiba saja tangan kuat yang digenggam Valdi lemas dan terjatuh disisi ranjang pertanda bu Nurs menutup usia kembali pada Bapa di Sorga.


"oma, selamat jalan oma sampai jumpa. tugas mu telah usai dan cucumu ini yang akan mengantarkan engkau ketempat peristirahatan terakhir" ucap Valdi yang langsung menghubungi Valr orang tuanya dan memberitahukan kabar duka yang begitu melukai hati.


Kehilangan dua orang sekaligus bukanlah hal yang mampu untuk di tanggung sendiri oleh keluarga besar pak Charlie. dan juga Valen jika ia mendengar hal ini. namun, takdir sedang memerankan perannya untuk melakukan tugas yang sudah disuratkan di dalam takdir hidup. tidak ada satu orangpun di muka Bumi ini yang mampu untuk membolak - balikkan takdir.


HALLO READER


Aku datang, maaf🙏 baru bisa up, kerjaan realku tidak mau berbagi dengan tugas halu ku🙏. thor mengerti kalian pasti sangat kecewa, mohon maaf🙏🙏


dan juga mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb😉😉


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul AIR MATA CINTA.👇


__ADS_1


__ADS_2